Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34655 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indah Kusumadewi; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Laila Fitria, Ary Sutanti
Abstrak: Diare dapat disebabkan oleh berbagai penyebab langsung maupun faktor risiko, salah satunya infeksi bakteri E. coli. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan E. colipada peralatan makan balita dengan diare pada balita. Penelitian juga melihat faktorterkait dengan kontaminasi E. coli, meliputi sarana air bersih, serta pengetahuan dan praktik higiene sanitasi pengasuh balita. Studi kasus kontrol dilakukan di wilayahkerja Puskesmas Tugu pada minggu terakhir bulan April sampai minggu kedua bulanMei 2014. Sebanyak 30 sampel kasus didapatkan dari kunjungan pasien balita penderita diare ke Puskesmas Tugu dan 30 sampel kontrol merupakan balita yang tinggal dekat dengan sampel kasus (tetangga). Pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan sampel usap alat. Pemeriksaan E. coli menggunakan Sanitakun dan dianalisis di laboratorium. Penelitian menunjukkan keberadaan E. colipada peralatan makan balita tidak berhubungan signifikan dengan diare (p value =0,108; OR = 7,250; CI = 0,815-64,457). Terdapat dua variabel yang berhubungan signifikan dengan diare, yaitu jarak sumber air ke sumber pencemar (p value = 0,009;OR = 4,929; CI = 1,612-15,071) dan pengetahuan pengasuh balita (p value = 0,019;OR = 4,125; CI = 1,387-12,270). Jenis sarana air bersih, praktik pencucian peralatan makan balita, dan praktik CTPS pengasuh balita tidak berhubungan signifikan dengan diare pada balita di Kelurahan Tugu.
Kata kunci:Diare, balita, Escherichia coli, air bersih, peralatan makan balita
Diarrhea can caused by direct causes as well as risk factors, one of them isE. coli bacteria infection. This study aims to know the correlation betweenE. coli on children under five‟s eating utensils with diarrhea in childrenunder five. This study also observed another risk factors related to E. colicontamination, including good water supply, and caregiver‟s knowledge andhygiene sanitation practices. A case control study was conducted incoverage area of Tugu Community Health Center on the last week of Apriluntil the second week of May, 2014. As many as 30 case samples obtainedfrom children under five‟s diarrhea patient‟s visit to Tugu CommunityHealth Center and 30 control samples are children under five who live nextto case samples (neighbour). Data collecting including interview,observation, and swab sample. E. coli was checked using Sanitakun andanalyzed in laboratory. Study shows that existence of E. coli on childrenunder five‟s eating utensils is not significantly associated with diarrhea (pvalue = 0,108; OR = 7,250; CI = 0,815-64,457). There are two variableswhich significantly associated with diarrhea, they are the distance of goodwater source from contaminant source (p value = 0,009; OR = 4,929; CI =1,612-15,071) and caregiver‟s knowlegde (p value = 0,019; OR = 4,125; CI= 1,387-12,270). Good water supply, washing eating utensils practice, andcaregiver‟s washing hands using soap practice are not associated withdiarrhea in children under five in Tugu Village.
Key words:Diarrhea, children under five, Escherichia coli, good water, children underfive‟s eating utensils
Read More
S-8372
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Sjaefudin; Pembimbing: Budi Haryanto, Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Hendri Hendriyan, Ubbay Ujziana
T-2390
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekar Astrika Fardani; Pembimbing: Suyud; Penguji: Ririn Arminsih, Kuratul Aini
S-7728
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anynda Putri Assyifa; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Zakianis, Neneng Sumiati
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kontaminasi Esherichia coli pada DAMIU (Depot Air Minum Isi Ulang) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Limo, Kota Depok tahun 2021. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang telah dilakukan pada balita yang tinggal di Kecamatan Limo, yaitu sebanyak 180 balita. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara kontaminasi E. coli pada DAMIU (p = 0,000; OR = 4,204), pemberian ASI eksklusif (p = 0,006; OR = 2,760), kebiasaan membuang tinja balita (p = 0,001; OR = 3,222), perilaku cuci tangan (p = 0,003; OR = 2,899), kondisi jamban (p = 0,013; OR = 2,879), dan kondisi tempat sampah (p = 0,002; OR = 3,080) dengan kejadian diare pada balita.
Read More
S-10814
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azkiya Zulfa; Pembimbning: I Made Djaja; Penguji: Renti Mahkota, Farida
Abstrak: Kejadian diare terbanyak di Kota Bogor terjadi di Kecamatan Tanah Sareal dimana kondisi sanitasi yang berkaitan dengan air minum berisiko tinggi terdapat di Kelurahan Sukadamai dan Mekarwangi yang termasuk ke dalamwilayah kerja puskesmas Mekarwangi Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita diwilayah kerja puskesmas Mekarwangi Kota Bogor tahun 2014. Disain penelitian yang digunakan adalah case control dengan jumlah kasus 120 dan jumlah kontrol120. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan laboratorium sampel air minum. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita adalah Escherichiacoli dalam air minum (OR=2,61; 95% CI= 1,32-6,76), perilaku cuci tangan ibuatau pengasuh (OR=2,05; 95% CI= 1,18-3,57), hygiene sanitasi makanan danminuman (OR=2,53; 95% CI= 1,46-4,39) dan pengetahuan ibu atau pengasuh(OR=1,83; 95% CI= 1,01-3,31). Perlu dilakukan upaya pencerdasan kepada masyarakat berupa penyuluhan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media cetak seperti poster, pamflet dan lain sebagainya.
Kata kunci: Diare, balita
The highest incidence of diarrhea in Bogor occurred at Tanah Sarealdistrict where the condition of basic sanitation associated with high risk drinkingwater in Kelurahan Sukadamai and Kelurahan Mekarwangi which belong toPuskesmas Mekarwangi region. This study aims to analyze risks that affectedunderfive years children diarrhea in region of Puskesmas Mekarwangi, Bogor2014. This study used case control design with 120 controls and 120 cases. Theinformation collected by interviews, observation and laboratorium analyze ofdrinking water sample. Result that risk factors that affected diarrhea areEscherichia coli in drinking water (OR=2,61; 95% CI= 1,32-6,76), handwashingbehavior (OR=2,05; 95% CI= 1,18-3,57), hygiene sanitation of food and drink(OR=2,53; 95% CI= 1,46-4,39) and also knowledge of mother about diarrhea(OR=1,83; 95% CI= 1,01-3,31). It should be held an interventions direct orindirectly toward the residents, by printed media,e.g. poster, pamphlet, bulletin,xbanner etc.
Keyword: Diarrhea, underfive years children
Read More
S-8168
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laura Dwi Pratiwi; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Ema Hermawati, Sukanda, Rr. Dian Novianti
Abstrak:
Di Kota Depok, diare merupakan 4 penyakit teratas diderita oleh balita. Salah satu faktor risiko penyakit diare adalah mengonsumsi air minum yang terkontaminasi tinja. Kontaminasi tinja dapat dilihat dari jumah kandungan bakteri E. coli dalam air minum rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kandungan Escherichia coli (E. coli) dalam air minum rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di Kota Depok Penelitian merupakan studi cross-sectional dengan 300 responden di Kecamatan Sawangan, Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Bojong Sari. Pengambilan sampel adalah total sampling dari data engambilan sampel air minum rumah tangga menggunakan metode SNI 3554:2015. Kandungan E. coli pada air minum rumah tangga diuji dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Kejadian diare yang dirasakan dalam 6 bulan terakhir pada balita didapatkan dengan wawancara terhadap ibu. Wawancara dan observasi dilakukan untuk mengetahui sanitasi, higiene dan karakteristik ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan E. coli dalam air minum rumah tangga yang tidak memenuhi syarat sejumlah 174 Sarana jamban keluarga, kondisi sumber air bersih, penyimpanan air minum, pengelolaan sampah rumah tangga, usia ibu dan pendidikan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumah tangga dengan kandungan bakteri E. coli dalam air minum tidak memenuhi syarat dan menerapkan CTPS berisiko 0,9 kali mengalami diare pada balita. Rumah tangga dengan kandungan bakteri E. coli dalam air minum tidak memenuhi syarat dan tidak menerapkan CTPS berisiko 3,7 kali mengalami diare pada balita

H2S is dangerous compound that colorless and has smell like rotten egg. One of this compound source is produced from decomposition process in landfill. The most sensitive body system when exposed to H2S is respiratory system. This study aims to analyze the effect of H2S intake to respiratory symptoms at people living around the Cipayung Landfill. This study design uses cross sectional. Data collection was carried out by interview by questionnaire and measure  H2S ambient at 9 poimts locate aroundd community settlements. The result were found intake of H2S associated with respiratory symptoms (p value=0,012; OR=10,5; CI 95%=1,25-88,02). The result of multivariat analysis were found H2S intake influence respiratory symptoms after controlled by duration living variable (p value=0,026; OR=6,78; CI 95%= 1,612-64,572). It needs to measure routine H2S ambient and ensure that concentration was safe as well as proper management efforts from City Government of Depok, Cipayung Landfill and related stakeholders in order to reduce the health risk problems to the people living around Cipayung landfill.

Read More
T-5909
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yan Bani Luza Prima Wangsa; Pembimbing: Budi Haryanto, Syahrizal Syarif; Penguji: Ririn Arminingsih Wulandari, Ratu Tri Yulia, Cecep Suherlan Alamsyah
Abstrak: Latar belakang : Kejadian penyakit diare yang dijumpai dalam suatu masyarakat masih cukup tinggi dan kematian karena diare merupakan bagian yang terbesar dari penyebab kematian di Indonesia.

Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara kualitas bakteriologis Escherichia coli dari peralatan makan (piring) balita dan hubungan antara faktor-faktor resiko lingkungan serta faktor-faktor resiko lainnya terhadap kejadian penyakit diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat tahun 2005.

Metode : Menggunakan desain penelitian Cross Sectional, dengan populasi adalah seluruh anak balita yang berumur kurang dari lima tahun dan berdomisili di wilayah kerja puskesmas Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 150 sampel, dan cara pengambilan sampel menggunakan sistematic cluster random sampling dengan terlebih dahulu membuat sampling frame sebelumnya. Sebagai responden adalah ibu yang memiliki anak yang berumur kurang dari 5 tahun. Kualitas bakteriologis peralatan makan dilihat dengan adanya Escherichia coli yang dinilai dengan metode total plate count, menggunakan media agar EMBA (Eosin Methylen Blue Agar) dan inkubator dengan suhu 25oc serta dihitung dengan colony counter. Analisis bivariat dengan uji beda proporsi chi square.

Hasil : Analisis bivariabel diperoleh tidak ada pengaruh kualitas bakteriologis peralatan makan dengan kejadian diare pada balita, namun kondisi pembuangan sampah dan kondisi air kulah yang tidak memenuhi syarat serta higen perorangan ibu yang tidak baik mempunyai pengaruh.

Kesimpulan : Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan di masyarakat secara terus menerus dan berkesinambungan tentang higien perorangan yang baik melalui berbagai media yang ada dan memberikan suatu bentuk stimulan percontohan sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat kesehatan dan juga memberikan pedoman tentang cara-cara penggunaan air kulah yang baik dan menginformasikan dampaknya secara terus menerus dan berkesinambungan, pembinaan dan pengawasan dengan melakukan penyuluhan dan pemantauan penyakit diare dengan ikut serta melibatkan lintas program dan sektor terkait. Selanjutnya perlu dilakukan pula penelitian yang sejenis namun dengan disain penelitian yang lebih kuat seperti studi case control atau cohort, serta meningkatkan jumlah variabel yang secara substansi berpengaruh.

Kata kunci : Kualitas bakteriologis Escherichia coli , diare, faktor resiko lingkungan, faktor resiko lain dan analisis univariat, analisis bivariat serta uji chi square.
Background : The incident of diarrhea found in community still quite high and mortality due to diarrhea take bigger part on cause of death in Indonesia

Objective : To evaluate the relation between Escherichia coli bacteriological quality of infant utensil of eating, environment risk factor and other risk factor with incident of infant diarrhea disease within working area of Puskesmas Sukaresmi at Cianjur District, Province West Java Year 2005.

Methods : Cross Sectional design researches is used, with working population is all infant below five years old and domicile within working area of Puskesmas Sukaresmi in Cianjur district, Province West Java. Total samples were taken 150 samples and data were collected by sistematic cluster random sampling , with pre-prepared sampling frame. The respondents are mothers with infant below 5 years old.. Bacteriological quality of infant utensil of eating was determined by the presence of Escherichia coli which judged using total plate count method, method utilize gel media EMBA (Eosin Methylen Blue Agar) and 25oC incubator and counted using colony counter. Analysis bivariat with chi square proportional differential test.

Results : Analysis bivariat result show that bacteriological quality of infant utensils of eating has no effect with infant diarrhea incidents, however the below standard garbage dumpster and ?kulah? water condition altogether with poor mothers individual hygiene has effect.

Conclusions : Its deem necessary to continually improve community knowledge on good individual hygiene through various available media and giving a stimulant of the exile garbage and administer some form of stimulant such as model on hygienic qualified garbage dumpster facility, guidance on method of good "kulah" water usage along with its impacts by continuously and sustainability. Education and monitoring of diarrhea incidents which involve integrated cross program and inter sector participation is needed in order to promote and supervise this program.. Beside that it's also necessary to conduct similar research but with stronger design research approach such as case control or cohort study, also with increase on numbers of variable which has substantial effect.

Key word : Escherichia coli bacteriological quality, diarrhea, environment risk factor, other risk factor, and univariat analysis, bivariat analysis, also bivariat analysis with chi square test
Read More
T-2175
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Olanti Rahayu; Pembimbing: Ella Nurlella Hadi; Penguji: ZarfielTafal, Rina Wijaya
S-8509
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safitri Riyanto; Pembimbing: Sri Tjahyani Budi Utami; Penguji: Laila Fitria, Dewi Susana, Marliati
Abstrak:

Diare adalah penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kcsehatan masyarakat di Kecamatan Koja Kota Administratif Jakarta Utara. Berdasarkan kasus diare yang tematat pada Lapolan Tahunan Puskesmas Kecamatan Koja Tahun 2007 terdapat sebanyak 1844 kasus. Kebanyakan dazi mereka yaitu 1.320 pasien (7l,58 %) adalah baiita. Kejadian ini menjadi masalah penting untuk dioegah dan ditanggulangi agar tidak terulang dimasa yang akan datang. Penelitian mengenaj kandungan Escherichia coli pada makanan balita belum pemah dilakukan scbelumnya. Penclitian ini bertujuan untuk mcngetahui hubungan kandungan Escherichia coli pada makanan balita dcngan diarc pada balita di Kecamatan Koja Kota Administratif Jakarta Utara Tahun 2008. Waktu penelitian pada bulan Juni dan Juli 2008 berlokasi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Koja. Disain penelitian menggunakan Cross Seclional Stunfy yaitu untuk meneliti adakah hubungan antara kandungan Ecoli pada makanan balita dengan diare pada balita. Metode pengumpulan data yang dipakai adalah dengan wawancara dan sampel makanan balita pada media Endo Agar. Hasil penelitian dari 140 sampel menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kandungan E.coli pada makanan baléta dengan diare pada balita di Kecamatan Koja Jakarta Utara. Variabel yang paling dominafl terhadap diare pada balita di Kccamatan Koja Kota Adminstxatif Jakarta Utara adalah status ekonomi setelah dikontrol oleh status gizi balita. Dari hasil penelitian diharapkan Kecamatan Koja Kota Administratif Jakarta Utara dapat membuat program pclatihan ketrampilan sesuai dengan kondisi dan keadaan sumberdaya yang ada seperti bctemak ikan hias: cupang, blackghosr dsb., sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara diharapkan lebih sneningkatkan penyuluhan, promosi dan pelaksanaan program _Positive Deviance melalui pcran posyandu setempat. Penelitian selanjutnya sebaiknya mcnggunakan disain studi kohort sehingga faktor penyebab diare dapat diketahuj karena diare merupakan penyakit yang multifaktorial.

Diarrhea is an infections disease which has been problem of public health in Koja Subdistrict, North Jakarta. According to diarrhea cases which were recorded on annual report by Public Hmlth Center in Koja Subdistrict 2007, there were 1.844 cases. Out of 1.320 patients (7l,58 %) were toddlers. The most cases were in February 2007 which were 2.097 cases with I3 patients died. This occurence shoukd be prevented in order not to happen in the titture. The study of Escherichia coli content related to food has not been done. The objective of this study is to get to know the correlation between Escherichia coli content in the food with diarrhea on toddlers in Koja Subdistrict North Jakarta 2008. This study was conducted in June 18 until July 13, 2008. The desaign of this study is cross sectional to analyze the correlation between E.coli content in the food with diarrhea on toddlers. The method to collect the data is by interviewing and assessing bacteriologically of food samples. The study indicates theres no significant correlation between Ecoli and diarrhea on toddlers. The most variable againrs diarrhea on toddlers in Koja Subdistrict North Jakarta is economic status after being controlled by nutrition status on toddlers. For this reason, North Jakarta City Adminstration, specifically in Koja Subdistrict is expected to develop the program in order to improve the economic condition of society. Municipal Health of North Jakarta is expected to improve health education, health promotion and positive devianee programs to the society in Koja Subdistrict, North Jakarta. Cohort study for the following reseanch is preferable in order to get to know accurately diarrhea is multifactorial disease.

Read More
T-3089
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eria Febriani; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Ema Hermawati, Susanti
Abstrak: Kecamatan Jatinegara merupakan salah satu wilayah dengan kasus diare tertinggi di Jakarta Timur. Prevalensi diare balita tahun 2014 sebesar 3.525 balita (9,65%). Air minum isi ulang yang terkontaminasi oleh Escherichia coli berisiko menyebabkan diare pada balita mengkonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keberadaan Escherichia coli pada depot air minum isi ulang dengan kejadian diare pada balita penggunanya di Kecamatan Jatinegara tahun 2014. Disain penelitian menggunakan studi Cross sectional. Hasil uji statistik Keberadaan Escherichia coli pada depot air minum isi nilai p= 0,035: OR =2,360, tingkat pendidikan ibu nilai p =0,030; OR= 2,417, perilaku cuci tangan ibu nilai p= 0,045;OR= 2,222. Kesimpulan ada hubungan signifikan antara Escherichia coli pada depot air minum isi ulang, pendidikan ibu, perilaku cuci tangan ibu dengan kejadian diare pada balita di Kecamatan Jatinegara tahun 2015. Kata kunci : Balita, Diare, Depot Air Minum Isi Ulang, Escherichia coli.

Jatinegara Sub District is an area with the highest incidence of diarrhea in East Jakarta. Diarrhea prevalence on toddler in 2014 is 3525 (9,65%). Drinking water refill that have been contaminated Eschericia coli risk to cause diarrhea to toddler who consume it. The goal of this research is to identify relationship between Eschericia coli presence in drinking water refill and incidence of diarrhea on toddlers in Jatinegara Sub District in 2015. Design used of this research is cross sectional. Result of the research show that Eshericia coli in drinking water refill depot is p = 0,035; OR= 2,360, education level of mothers p=0,030; OR = 2,417, mother hand washing behaviour p=0,045; OR= 2,222. The conclusion of the research shows that there is significant relationship between Eschericia coli presence in drinking water refill depot, mother education level, mother hand washing behavior and incidence of diarrhea on toddlers in Jatinegara district in 2015. Keyword : Toddlers, Diarrhea, Drinking Water Refill Depot, Escherichia coli
Read More
S-8794
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive