Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32436 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hery Novriansyah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Artha Prabawa, Donald Sibarani
Abstrak: Rekam medis merupakan sumber informasi kesehatan yang memerlukan manajemen data yang baik, informasi merupakan hal yang penting dalam penentuan kebijakan atau pengambilan keputusan. Pengelolaan rekam medisrawat jalan di UPT Puskesmas Kecamatan Cileungsi masih manual yang mengakibatkan banyak keterbatasan dan permasalahan. Permasalahan ini mengakibatkan ketidak mampuan mengolah data menjadi informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan akurat. Tujuan penelitian adalah membuat rancangan sistem informasi rekam medis elektronik rawat jalan yang dapat memudahkan pengolahan data untuk dibuat menjadi informasi yang dibutuhkan. Pengembangan sistem informasi menggunakan metode Incremental dan Iterative,pengumpulan data dengan cara observasi, telaah dokumen dan wawancara.Penelitian ini menghasilkan desain logis sistem informasi rekam medis elektronikrawat jalan sesuai kebutuhan pengguna yang dapat menghasilkan informasi secaracepat dan akurat. Kecepatan arus informasi di puskesmas sangat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan dan menjalankan fungsi perencanaan,monitoring dan evaluasi. Sistem informasi ini dapat di implementasikan dengan beberapa kondisi yang dapat menunjang terselenggaranya sistem dengan baik,yaitu tersedianya perangkat keras dan perangkat lunak sesuai dengan kebutuhansistem informasi yang dikembangkan secara bertahap, pelatihan petugas serta dukungan manajemen berupa dana, kebijakan dan prosedur. Kata kunci: Elektronik; Informasi; Puskesmas; Rekam Medis; Sistem
Medical record is a source of health information management that requires gooddata, information is crucial in the determination of policy or decision making.Outpatient medical record management in UPT Puskesmas Kecamatan Cileungsimanuals still lead to many limitations and problems. This problem resulted in theinability of the processing of data into information you need quickly andaccurately. The purpose of the research is to make the design of electronicmedical record information system outpatient which can facilitate the processingof data to be made into the needed information. Information systems developmentusing Iterative, Incremental method and data collection by means of observation,review of documents and interviews. This research resulted in the logical designof the information system of the electronic medical record outpatient, accordingthe needs of users who are able to generate information quickly and accurately.Speed of information flow in primary health care help management in decisionmaking and running the functions of planning, monitoring and evaluation. Thisinformation system can be implemented with some conditions that can supportthis system properly, namely the availability of hardware and software accordingto the needs of information systems developed gradually, officer training andmanagement support in the form of funds, policies and procedures.Keywords: Electronic; Information; Medical Record; Primary Health Care;Systems.
Read More
S-8443
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ike Anggraeni Gunawan; Pembimbing: Tris Eryando, Indang Trihandini
T-2039
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anjanida Priyantika Dewi; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Tris Eryando, Abdul Gani Hasan
Abstrak:

Pengembangan teknologi saat ini menjadikan telehealth turut berkontribusi pada inovasi pelatihan, edukasi, pendampingan, dan kolaborasi jarak jauh bagi tenaga kesehatan, salah satunya berupa teknologi telementoring. Telementoring (pendampingan jarak jauh) sudah banyak digunakan sebagai sarana pendampingan antara mentor dan mentee, yang berhasil mengatasi kendala geografis, keterbatasan waktu, tenaga, serta dapat meminimalisir biaya perjalanan (travelling). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan telementoring Puskesmas di Kabupaten Bogor untuk kemudian dikembangkan sebuah prototipe sistem telementoring sebagai wujud sebuah inovasi pendampingan antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas dan mengatasi masalah keterbatasan SDM Kesehatan di Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam pengembangan prototipe telementoring adalah User Centered Design (UCD) yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Hasil penelitian diketahui bahwa Puskesmas Kabupaten Bogor dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor membutuhkan telementoring sebagai sebuah tools pendampingan untuk meningkatkan interaksi, motivasi, edukasi, dan penguatan institusi Puskesmas, terutama pada Puskesmas yang memiliki jumlah tenaga kesehatan terbatas dan memiliki [encapaian program yang lemah. Dari hasil analisis kebutuhan juga diperoleh adanya peluang pengembangan fitur telementoring untuk mendukung penguatan Puskesmas. Berdasarkan hal tersebut, disusun suatu rancangan fitur telementoring berbasis web berbasis pada pengguna untuk Puskesmas di Kabupaten Bogor. Kata Kunci : telehealth. rancangan, prototipe, telementoring, Puskesmas, UCD.


 

Current technology development makes telehealth contribute to the innovation of training, education, mentoring, and long-distance collaboration for for health workers, telementong is kind of telehealth technology. Telementoring has been widely used as a mentoring facility between mentor and mentee, which is successfully overcome geographical constraints, limited time, energy, and so can minimize travel cost. This research aims to analyze the need of development of telementoring system for Puskesmas in Bogor Regency, then develop a prototype of telementoring system as a kind of innovation assistance between Bogor District Health Office and Puskesmas. Telementoring is expected to toovercome the limitations of health human resources in Bogor Regency and geographical constraints. The method used in the development of a telementoring prototype is User Centered Design (UCD), that focuses on user needs. The result of the research shows that Puskesmas in Bogor Regency and Bogor District Health Office require telementoring as an advisory tool to improve interaction, motivation, education for strengthening of Puskesmas institutionm especially for Puskesmas which have limited number of health personnel and have weak program attainment. From the result of requirement analysis also obtained the existence of opportunity for development telementoring system to support the strengthening Puskesmas. Based on this, a web based telementoring system based on user designed for Puskesmas in Bogor District was developed. Keywords : telehealth, design, prototype, telementoring, Puskesmas, UCD.

Read More
S-10256
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Wisnu Handini; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Martya Rahmaniati Makful,Heru Indra Cahya
S-6592
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wowo Trianto; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: R. Sutiawan, Munaryo
Abstrak: Skripsi ini membahas penggunaan sistem komputerisasi rawat jalan terkini dalammemenuhi berbagai kebutuhan informasi kesehatan, baik untuk penggunaaninformasi di dalam Puskesmas maupun di tingkat Kota Cimahi. Penelitian iniadalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitianmenyarankan bahwa agar sistem komputerisasi dapat terselenggara dengan baik diPuskesmas Padasuka, sebaiknya; dibuatkannya SK Petugas yang terlibat dalamproses entri data; adanya Buku Pedoman dalam penyelenggaraan Pcare;melakukan pelatihan terhadap petugas yang terlibat dalam pelayanan rawat jalan,maupun pelatihan cara memanfaatkan data pelayanan yang ada pada SIMPUSterhadap pemegang program di Puskesmas; perlunya komitmen yang tinggi antara Kepala Puskesmas sebagai pihak penyelenggara dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi sebagai penentu kebijakan dalam penggunaan Sistem KomputerisasiRawat Jalan; dalam mengentri data medis sebaiknya dilengkapi dengankelengkapan data yang lain, tidak hanya pengisian diagnosa dan kode penyakitsaja; perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dalam pelaksanaanSistem Komputerisasi Rawat Jalan, baik dilakukan oleh Kepala Puskesmasmaupun oleh Dinas Kesehatan. Kata kunci:Informasi Kesehatan, sistem informasi puskesmas
This thesis discusses the use of outpatient computerized system to meet thevarious needs of the latest health information, both for the use of information inhealth centers and at the level Cimahi. This study is a descriptive qualitativeresearch design. The results of the study suggest that a computerized system thatcan be held either at the health center Padasuka, preferably; dibuatkannya SKofficers involved in the process of data entry; presence in the administration PcareHandbook; conduct training for personnel involved in outpatient services, as wellas training in how to use data services that exist at the holder SIMPUS programsin health centers; the need for a strong commitment between the head of the healthcenter as the organizers and the City Health Office Cimahi as policy makers in theuse of Outpatient Computerized Systems; in entering medical data should besupplemented by other data completeness, not only charging the diagnosis andcourse of disease codes; monitoring and evaluation needs to be done periodicallyin the implementation of Outpatient Computerized Systems, both conducted bythe health center or by the Chief Medical Officer.Keywords:Health information, health center information system
Read More
S-8421
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Clara Pralysti; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Tiurlan L. Toruan
Abstrak: Rekam medis merupakan salah satu sumber data yang berguna untuk pembuatan pencatatan dan pelaporan sehingga setiap kegiatan pokok rekam medis, dimulai dari retrieval, assembling, koding sampai dengan filling turut mempengaruhi data pencatatan dan pelaporan tersebut. Kemudian, data tersebut diolah sehingga menghasilkan informasi yang berguna dalam laporan statistik rumah sakit untuk pengambilan keputusan kebijakan/perencanaan strategis rumah sakit. Pencatatan dan pelaporan yang dilakukan di berbagai rumah sakit sudah menggunakan komputer dengan dukungan software dan hardware yang memadai dimana setiap unit sudah memiliki fasilitas tersebut. Namun, tanpa disadari kegiatan pencatatan dan pelaporan ini seringkali diabaikan dan masih banyak beberapa institusi kesehatan tidak mengetahui fungsi dari laporan statistik tersebut. Laporan yang dibuat setiap bulannya terkadang hanya menjadi sekedar rutinitas belaka. Unit rekam medis setiap rumah sakit mempunyai tanggung jawab untuk membuat laporan statistik rumah sesuai dengan periodenya masing-masing. Dalam pembuatan laporan tersebut tentunya dibutuhkan SIM RM (Sistem Informasi Manajemen Rekam Medis) untuk mencapai tingkat efisiensi dan efektivitas pencatatan dan pelaporan statistik rumah sakit. Kerangka konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan sistem, dimana penulis mengenali permasalahan yang ada sebagai suatu sistem, mulai dari input (data, SDM, sumber data, petunjuk teknis, fasilitas dan peralatan), proses (pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data), output (terbentuknya laporan statistik rumah sakit yang valid), outcome (efisiensi dan efektivitas SIM RM dalam mendukung kegiatan statistik RS) dan feedback (pemanfaatan laporan untuk perencanaan/evaluasi program oleh pembuat kebijakan rumah sakit). Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dengan metode REM (Rapid Evaluation Method ), dengan sampel pasien, petugas rekam medis, petugas rekam medis bagian pelaporan dan pengolahan data, kepala bagian rekam medis, koordinator EDP dan kepala bagian urusan PPL. Hasil yang diperoleh antara lain: input (tidak semua data dibuat oleh unit rekam medis ke bagian PPL, periode pelaporan data statistik pun tidak sesuai dengan peraturan Depkes, sumber data dari setiap unit tidak mendukung, kuantitas SDM sudah cukup namun kualitas SDM yang masih rendah, petunjuk teknis yang belum mampu untuk membantu petugas dalam melakukan pekerjaan demikian hal nya dengan fasilitas dan peralatan yang belum memadai), proses (proses pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan masih manual, penyajian data oleh unit rekam medis hanya berupa tabel-tabel saja, analisis penyajian pun tidak dilakukan oleh unit rekam medis, secara keseluruhan proses dalam pencatatan dan pelaporan statisik RS masih manual), output (laporan statistik RS belum terbentuk secara valid), outcome (belum tercapainya tingkat efisiensi dan efektivitas SIM RM dalam mendukung kegiatan statistik RS) dan feedback (pemanfaatan laporan statistik baru hanya pemanfaatan skala besar berupa RENSTRA sedangkan pemanfaatan dalam skala kecil terabaikan)
Read More
S-5709
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilia Lestriani; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Popy Yuniar, Dakhlan Choeron
Abstrak:
Latar Belakang: Direktorat Gizi Kementerian Kesehatan Indonesia meluncurkan Sistem Informasi Gizi Terpadu (SIGIZI Terpadu), salah satu platformnya adalah E-PPGBM untuk membantu mengatasi permasalahan gizi di Indonesia dan mendukung Gerakan Nasional Penurunan Stunting. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara yang memiliki 47 Puskesmas telah menerapkan sistem informasi E-PPGBM sejak tahun 2017. Berdasarkan survei yang telah dilakukan terdapat beberapa masalah dalam penginputan data yang menjadi keluhan dari petugas gizi Puskesmas. Masalah tersebut antara lain : gangguan jaringan, aplikasi E-PPGBM sering sulit diakses, data yang sudah diinput ke aplikasi sering hilang pada saat aplikasi error serta didapatkan bahwa capaian entry data E-PPGBM masih ada yang di bawah 70%. Sehingga perlu dilakukan evaluasi pada sistem yang berjalan saat ini. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penggunaan Sistem Informasi E-PPGBM  dengan pendekatan HOT-Fit pada Puskesmas di Jakarta Utara. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional (potong lintang) serta pendekatan survei. Sampel penelitian diambil menggunakan metode total sampling dengan jumlah 50 responden. Hasil: Variabel manusia dinilai responden sudah puas karena secara garis besar dapat membantu dalam pekerjaan tetapi masih kurang dalam kemudahan aksesibilitasnya. Variabel organisasi dinilai responden sudah puas karena adanya dukungan pimpinan dalam pelaksaan E-PPGBM.Variabel teknologi dinilai responden sudah baik tetapi masih kurang pada respon IT dan provider saat sistem mengalami gangguan. Kesimpulan: Efektivitas penggunaan E-PPGBM pada Puskesmas di wilayah kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara sudah baik, hal ini dapat dilihat dari keempat komponen HOT-Fit dengan hasil kategori baik. Tetapi dalam penggunaannya masih memerlukan beberapa perbaikan agar lebih optimal.

Background: The Directorate of Nutrition of the Indonesian Ministry of Health launched the Integrated Nutrition Information System (Integrated SIGIZI), one of its platforms is E-PPGBM to help address nutrition issues in Indonesia and support the National Movement to Reduce Stunting. The North Jakarta Health Office, which has 47 health centers, has implemented the E-PPGBM information system since 2017. Based on a survey that has been conducted, there are several problems in data entry that have become complaints from Puskesmas nutrition officers. These problems include: network disruption, the E-PPGBM application is often difficult to access, data that has been inputted into the application is often lost when the application errors and it is found that the achievement of E-PPGBM data entry is still below 70%. So it is necessary to evaluate the current system. Objective: This study aims to determine the effectiveness of using the E-PPGBM Information System with the HOT-Fit approach at the Puskesmas in North Jakarta. Methods: Using a descriptive quantitative approach with a cross sectional design and a survey approach. The research sample was taken using the total sampling method with a total of 50 respondents. Results: Human variables are considered by respondents to be satisfied because they are generally helpful in the work, but still lacking in ease of access. Organizational variables are considered by respondents to be satisfied because of the support of leadership in implementing E-PPGBM.Technology variables are considered by respondents to be good but still lacking in IT and provider response when the system experiences interference. Conclusions: The effectiveness of using E-PPGBM at Puskesmas in the working area of North Jakarta Health Office is good, this can be seen from the four HOT-Fit components with good category results. However, its application still needs some improvement to be more optimal.
Read More
S-11813
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauziah Ajeng Aryanti; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Artha Prabawa, Martini Rachman
Abstrak: Rumah sakit sebagai penyedia jasa pelayanan kesehatan harus terus meningkatkan mutu dari pelayanan kesehatannya salah satunya dapat dilihat dari mutu rekam medis. Mutu rekam medis yang baik dapat dilihat dari kelengkapan pengisian berkas rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelengkapan pengisian berkas rekam medis pasien rawat inap di RSAU dr.Esnawan Antariksa Tahun 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian ini adalah berkas rekam medis pasien rawat inap bulan Januari dan Februari tahun 2014 yang telah dikembalikan ke Bagian Rekam medis sebanyak 90 berkas rekam medis. Teknik sampling yang digunakan dengan sampel acak sistematis.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata - rata kelengkapan pengisian rekam medis sudah cukup lengkap namun masih kurang dari standar kelengkapan yang ditetapkan Depkes RI sebesar 100%. Disamping itu, faktor pendukung kelengkapan pengisian rekam medis yang terdiri dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana, bahan, metode dan biaya masih kurang mendukung kegiatan kelengkapan pengisian berkas rekam medis pasien rawat inap. Oleh karena itu, untuk mendapatkan angka kelengkapan pengisian rekam medis 100% sesuai dengan standar Depkes maka perlu dilakukan pengembangan kemampuan tenaga medis dan paramedis dengan pengadaan pelatihan mengenai kelengkapan pengisian rekam medis, penambahan jumlah petugas rekam medis, sosialisasi SOP kelengkapan pengisian rekam medis pemberian sanksi dan reward serta pengembangan teknologi rekam medis yang terkomputerisasi untuk meningkatkan mutu dari rekam medis pasien rawat inap.
 

Hospitals as health care providers should continue to improve the quality of health care one of which can be seen from the quality of medical records. Good quality of medical record can be seen from filling completeness of medical record document. The purpose of this study is to describe the completeness filling of the inpatients medical record document in RSAU dr.Esnawan Antariksa of 2014. This is a descriptive observational study with quantitative and qualitative approaches. The sample was medical record document of inpatients in January and February of 2014 that has been restored a total of 90 medical records. The sampling technique used by systematic random sampling.
 
The results showed that the averages of completeness filling inpatients medical records are quite complete, but still less than the standard set by Ministry of Health Republic of Indonesia completeness of 100%. In addition, the supporting factors of completeness filling inpatients medical records consisting of human resources, facilities, materials, methods and costs are still lacking. Therefore, to obtain medical record numbers 100% of filling completeness in accordance with the standards of the Department of Health is necessary for the development of medical and paramedical personnel capability with procurement training on completeness filling of medical records, increasing the number of medical records clerk, socialization SOP completeness filling of medical records, sanctions and reward as well as the development of a computerized medical record technology to improve the quality of inpatients medical record.
Read More
S-8415
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khalida Hilwa; Pembimbing: Besral; Penguji: Artha Prabawa, Dhafina Nurmalina
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang rancangan pengembangan rekam medis di klinik Avenue 8 Dental Care. Klinik ini berada di dua lokasi berbeda dengan jenis pencatatan rekam medis berbeda, Klinik Jakarta menggunakan rekam medis elektronik dan klinik Bintaro menggunakan rekam medis manual. Penggunaan dua sistem yang berbeda antara dua klinik menciptakan dua database berbeda dan tidak saling terhubung sehingga dokumen rekam medis pasien menjadi terpisah diantara kedua sistem. Tujuan dari skripsi ini adalah membuat rancangan pengembangan rekam medis elektronik di klinik Avenue 8 Dental Care yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu pelayanan di Klinik Avenue 8 Dental Care. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan rancangan sistem dilakukan dengan menggunakan tahapan System Development Life Cycle (SDLC). Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi. Hasil akhir penelitian ini berupa rancangan rekam medis elektronik  di klinik Avenue 8 Dental Care terutama di klinik Bintaro yang masih menggunakan rekam medis manual.
The study discussed the design of the development of medical records at the Avenue 8 Dental Care clinic. The clinic is located in two different locations with different types of medical records, the Jakarta Clinic uses electronic medical records and the Bintaro clinic uses manual medical records. The use of two different systems between the two clinics creates two different databases and are not interconnected so that the patient's medical record documents become separate from the development of electronic medical records at the Avenue 8 Dental Care clinic that are useful for between the two systems. The purpose of this study is to design the development of electronic medical records at the Avenue 8 Dental Care Clinic that are useful to improve the quality of service at the Avenue 8 Dental Care Clinic. This research uses qualitative methods and system design is done using the System Development Life Cycle (SDLC) stage. Data collection is done by conducting in-depth interviews and observations. The final results of this study were in the form of electronic medical records at the Avenue 8 Dental Care clinic, especially at the Bintaro clinic, which still uses manual medical records.
Read More
S-11828
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Rachma; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Lena Sari Dewi
S-6886
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive