Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38995 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amanda Cherkayani Sejati; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Yovsyah, Achmad Mulawarman
Abstrak: Efusi pleura ganas (EPG) sebagai bentuk perluasan dari keganasan sering munculpada penderita kanker paru, mempersulit penatalaksanaan kanker paru, danmembuat prognosis pasien memburuk dengan rerata angka ketahanan hidup 6bulan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dan ketahanan hiduppasien kanker paru dengan EPG di RS Kanker Dharmais Jakarta tahun 2009-2013.Desain penelitian ini adalah kohort longitudinal dengan analisis univariat danketahanan hidup. Sampel penelitian ini adalah pasien kanker paru dengan EPG(stadium IIIB atau IV) dari metastasis kanker paru berdasarkan pemeriksaansitologi atau biopsi dan memiliki rekam medik lengkap. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa rata-rata umur pasien adalah 58,73 tahun, berjenis kelaminlaki-laki, tidak merokok, dan status pekerjaan terbanyak adalah pensiunan.Mayoritas pasien mengeluhkan gangguan respirasi saat pertama berobat, memilikijenis sel kanker adenokarsinoma, sudah mencapai stadium IV, dan lokasi efusiberada di paru-paru kanan. Sekitar 68.5% pasien bertahan hidup 6 bulan setelahdiagnosis dan median survival adalah 12,5 bulan. Diharapkan ada KIE bagimasyarakat, terutama terkait kebiasaan merokok dan ditujukan untuk populasiberisiko, mengenai kanker paru untuk mengurangi jumlah pasien yang baruberobat setelah kanker mencapai stadium lanjut.Kata kunci: efusi pleura ganas, karakteristik, ketahanan hidup
Malignant pleural effusion (MPE) often appears in patients with lung cancer anddeteroriates prognosis of patients with mean survival rate of 6 months. This studyaims to look at the characteristics and survival of lung cancer patients with MPE(stage IIIB or IV) at Dharmais Cancer Hospital Jakarta in 2009-2013. Studydesign was longitudinal cohort with univariate and survival analysis. Sample waslung cancer patients with metastatic MPE based on cytology test or biopsy withcomplete medical record. Results showed average age of patients was 58.73; mostwere male, nonsmoker, and pensioner. Majority of patients had respiratorydisorder, adenocarcinoma cancer type, reached stage IV, and effusion in the rightlung. Approximately 68.5% of patients surviving 6 months after diagnosis andmedian survival were 12.5 months. IEC is needed for community; especiallypopulation with lung cancer risk, to help reducing number of new patients seekingtreatment after cancer reaches advanced stage.Keyword: malignant pleural effusion,characteristics, survival.
Read More
S-8488
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Poppy Elvira Deviany; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Bambang Dwipoyono
T-1946
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Wandasari Singgih; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Mondastri Korib Sudaryo, Rizka Andalucia, Fonny J. Silfanus
Abstrak: Abstrak
Infeksi HIV dan penyakit AIDS saat ini telah menjadi masalah kesehatan global. Sejak awal abad ke 21 peningkatan jumlah kasus semakin mencemaskan di Indonesia. Penyebaran infeksi HIV biasanya terjadi pada perilaku seksual, tetapi beberapa tahun belakangan ini resiko penularan lebih banyak terjadi pada pengguna narkoba suntik. Penelitian ini menggunakan desain studi kohort retrospektif dengan 164 sampel dan dilakukan selama juli-september 2012 yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cara penularan terhadap ketahanan hidup 9 tahun pasien HIV/AIDS di RS Kanker Dharmais Jakarta Tahun 2003-2011 setelah dikontrol oleh variabel lain, dengan faktor confounding yaitu jumlah CD4, infeksi oportunistik, jenis kelamin, usia, status pernikahan, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan daerah tempat tinggal. Data penelitian diperoleh melalui data rekam medis RS. Data dianalisis dengan menggunakan analisis survival metode kaplan meier dan dilanjutkan dengan analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probabilitas kumulatif ketahanan hidup secara umum pada pasien HIV/AIDS cukup baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar CD4 terhadap ketahanan hidup (nilai p=0,03) dan infeksi oportunistik terhadap ketahanan hidup (nilai p=0,00. Faktor infeksi oportunistik dan jumlah CD4 memiliki hubungan dengan cara penularan untuk mempengaruhi ketahanan hidup 9 tahun pasien HIV/AIDS dan terbukti sebagai faktor confounding. Sedangkan faktor counfounding lain tidak menunjukkan adanya hubungan terhadap ketahanan hidup 9 tahun pasien HIV/AIDS.
 Hal yang disarankan adalah menekankan penatalaksanaan yang lebih intensif terhadap pencegahan infeksi oportunistik pada pasien yang sudah positif HIV. 

HIV and AIDS infection has been a pandemic health problem. Since the beginning of 21 century, case increasing in Indonesia has so disquiet. Infection transmission of HIV commonly happen to sexual activity, but the risk of transmission in drug user become more increase recently years.
 This research use cohort retrospective design with 164 samples as long july until novemver 2012 which have purpose for knowing the relationship between transmission way to 9 years survival of HIV/AIDS patient at Dharmais Cancer Hospital, Jakarta 2003-2011 after adjustment with other variables. And also will discuss about CD4, opportunistic infection, other treatment history, sex, age, marriage state, type of occupations, education level, and domicile. Research data get from hospital medical record. Analized data use Kaplan meier survival analysis until multivariate test.
  Research result show that survival cumulative probability of HIV/AIDS patients in generally is good. And also, there is a significant relation between CD4 to survival (Pvalue =0.03) and opportunistic infection to survival (Pvalue = 0.001). Opportunistic infection and CD4 proved as confounding factor between transmission way to survival. While, the other confounding factors haven’t significant relationship to 9 years survival of HIV/AIDS patients.
 Recommended suggestion is to accentuating management for opportunistic infection prevention.
Read More
T-4030
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chandrayani Simanjorang; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Helda, Edi Setiawan Tehuteru
Abstrak:

esis ini membahas tentang perbedaan ketahanan hidup 5 tahun pasien leukemia akut tipe LLA dan LMA di RSKD dengan menggunakan desain kohort retrospektif. Data didapatkan dari data rekam medis pasien leukemia anak di RSKD yang didiagnosis tahun 1997-2008. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan mengikuti subjek untuk meneliti kejadian yang belum terjadi sejak pertama didiagnosis di RSKD hingga pengamatan berakhir Juni 2012. Rancangan penelitian dibatasi waktu 5 tahun untuk terjadinya event. Dari 95 pasien leukemia akut pada anak didapatkan probabilitas ketahanan hidup keseluruhan sebesar 22,6%, angka ketahanan hidup 5 tahun untuk tipe LMA 4,6%, dan tipe LLA 28,9%. Risiko kematian (HR) setelah 5 tahun pada LMA 1,643 kali dibandingkan LLA.


 The focus of this study is the differences of five years survival rate of patients with ALL and AML at RSKD using retrospektif cohort design. Data obtained from medical records of patients that diagnosed in 1997-2008. The data was collected retrospectively with the following subjects to investigate since it was first diagnosed at RSKD until observations ended on June 2012. The study design limited period of 5 years until the event occured. The result from this study are 95 patients of acute leukemia in children found the overall five years survival rate is 22,6%, five years survival rate of AML is 4,6%, and five years survival rate of ALL is 28,9%. Hazard Ratio of AML is 1,643 times than ALL.

Read More
T-3591
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Megawati; Pembimbing: Nurhayati Prihartono; Penguji: Yovsyah, Ni Ketut Susilarini
S-7467
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nikson Sitorus; pembimbing: Helda, Ajoedi Soemardi; penguji: Yovsyah, Sastriwati
T-3057
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusni Rahma; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Susilarini, Ni Ketut
S-7375
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raissa Dwifandra Putri; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Asri C. Adisasmita, Edi Setiawan Tehuteru
S-7887
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evlina Suzanna; Pembimbing: Asri C Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Bambang
Abstrak:

Karsinoma endometrium merupakan salah satu keganasan yang menyerang wanita dengan angka kesintasan yang relatif baik. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam prognosis karsinoma endometrium antara lain adalah usia saat diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan usia saat diagnosis dengan kesintasan hidup keseluruhan pasien 4 tahun karsinoma endometrium yang dirawat di RS Kanker Dharmais selama rentang tahun 2013–2019.

Studi ini merupakan kohort retrospektif yang menggunakan data sekunder berupa regsitri kanker berbasis rumah sakit dan sistem informasi RS di RSKD dengan subjek data pasien karsinoma endometrioid endometrium yang terdiagnosis dalam rentang 2013-2019. Sebanyak 220 pasien eligibel untuk dilakukan analisis terhadap variabel usia saat diagnosis, stadium, derajat keganasan, durasi menerima terapi, protokol terapi, kedalam invasi, adanya diabetes mellitus, hiperkolesterol, dan hipertensi. Analisis statistik digunakan untuk melihat hubungan masing-masing variabel terhadap kesintasan hidup, interaksi antar variabel, dan adanya perancu. Model akhir dibangun untuk melihat perbedaan kesintasan hidup pasien berdasarkan usia.

Probabilitas kesintasan hidup pada pasien karsinoma endometrium dirawat di RS Kanker Dharmais adalah 78,19%. Tidak terdapat perbedaan pada probabilitas kesintasan karsinoma endometrium pada kelompok usia ≥50 tahun (74,91%) dan


Endometrial endometrioid carcinoma is one of the malignancies that affect women with relatively excellent survival rates. One of the factors that play a role in the prognosis of endometrial carcinoma is the age at diagnosis. This study aims to examine the corellation between age at diagnosis and 4 years overall survival of endometrial carcinoma patients treated at Dharmais National Cancer Hospital from 2013 to 2019.  This study  was a retrospective cohort that utilized secondary data from the hospital-based cancer registry and the hospital information system at Dharmais National Cancer Hospital, involving subjects diagnosed with endometrioid endometrial carcinoma between 2013 and 2019. A total of 220 eligible patients were analyzed for variables such as age at diagnosis, stage, grade of malignancy, duration of treatment, treatment protocol, depth of invasion, presence of diabetes mellitus, hypercholesterolemia, and hypertension. Statistical analysis was used to assess the relationship between each variable and overall survival, interaction between variables, and confounding factors. A final model was constructed to examine the difference in survival among patients based on age at diagnosis.  The survival probability for endometrial endometrioid carcinoma at Dharmais Cancer Hospital is 78.19%. There was no difference in the survival probability between the age groups ≥50 years (74.91%) and

Read More
T-7365
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafiah Maharani; Promotor: Tri Yunis Miko Wahyono; Kopromotor: Helda, Noorwati Sutandyo; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Pujiyanto, Sudarto Ronoatmodjo, Misnaniarti, Yati Afiyanti, Denni Joko Purwanto
Abstrak:

Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita di dunia, khususnya di Indonesia. Pengobatan yang lama dan berat memiliki dampak psikologis yang berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Dukungan sosial penting untuk kualitas hidup pasien kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi longitudinal dan kualitatif dengan case study. Sampel penelitian ini adalah pasien kanker payudara yang berobat dan tercatat pada di RS Kanker Dharmais periode bulan Agustus-Desember 2023 yang memenuhi syarat kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebanyak 190 pasien. Pengukuran kualitas hidup dengan kuesioner EORTC QLQ 30 dan BR-23 Pengukuran dukungan sosial dengan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Pengumpulan data kualitatif dengan kelompok focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis regresi logistik untuk pengukuran data berulang pada data kategorik dengan General Estimation of Equotion (GEE). Dukungan sosial mempengaruhi kualitas hidup pasien kanker payudara sebesar 3,9 kali (OR=3,9; 95% CI: 3,3-4,6) setelah dikontrol faktor umur dan stadium kanker payudara. Sumber dukungan yang paling berpengaruh yaitu dukungan keluarga (OR=5,2 CI 95% 2,8-7,6) dan tenaga kesehatan (OR=2,0 CI 95% 1,3-3,1). Bentuk dukungan sosial yang paling berpengaruh yaitu dukungan emosional (OR=5,3 CI 95% 3,0-9,0), nyata (OR=3,6 CI 95% 2,5-5,2), dan informasi (OR=2,4 CI 95% 1,4-4,3). Pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup berdasarkan waktu terdapat penurunan seiring berjalannya waktu. Diharapkan untuk peningkatan dukungan sosial dari keluarga, tanaga Kesehatan dalam bentuk dukungan emosianal, nyata dan informasi. Rumah Sakit Kanker Dharmais juga diharapkan untuk mengoptimalkan program paliatif dan NAPAK sebagai bentuk dukungan sosial terhadap pasien kanker payudara. Kata Kunci : Kualitas Hidup, Dukungan Sosial, Pasien Kanker Payudara


 

Breast cancer is the most common type of cancer affecting women worldwide, particularly in Indonesia. The lengthy and intensive treatment process often has psychological impacts that affect patients' quality of life. Social support plays a crucial role in improving the quality of life of breast cancer patients. This study aims to analyze the effect of social support on the quality of life of breast cancer patients at Dharmais Cancer Hospital. A mixed-methods design was used, combining a quantitative longitudinal approach with a qualitative case study. The sample consisted of 190 breast cancer patients who were treated and registered at Dharmais Cancer Hospital between August and December 2023, and who met the study's inclusion and exclusion criteria. Quality of life was measured using the EORTC QLQ-C30 and BR-23 questionnaires, while social support was assessed using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Qualitative data were collected through focus group discussions (FGDs) and in-depth interviews. Data were analyzed using logistic regression for repeated measurements, employing the Generalized Estimating Equation (GEE) method for categorical data. The results showed that social support significantly influenced the quality of life of breast cancer patients, increasing the odds by 3.9 times (OR = 3.9; 95% CI: 3.3–4.6) after controlling for age and cancer stage. The most influential sources of support were family (OR = 5.2; 95% CI: 2.8–7.6) and healthcare workers (OR = 2.0; 95% CI: 1.3–3.1). The most impactful forms of support were emotional (OR = 5.3; 95% CI: 3.0–9.0), tangible (OR = 3.6; 95% CI: 2.5–5.2), and informational support (OR = 2.4; 95% CI: 1.4–4.3). However, the effect of social support on quality of life was found to decrease over time. It is therefore recommended to enhance social supports particularly from family and healthcare professionals through emotional, tangible, and informational forms. Dharmais Cancer Hospital is also expected to optimize its palliative care and NAPAK programs as a structured form of social support for breast cancer patients. Keywords: Quality of Life, Social Support, Breast Cancer Patients

Read More
D-576
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive