Ditemukan 28821 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Menurut Departemen Kesehatan RI untuk angka kejadian seksio sesarea bagi rumah sakit tidak Iebih dari 20% dari total persalinan per tahun. Tindakan seksio sesarea merupakan peringkat pertama dari semua operasi yang terdapat di RS. Karya Husada. Angka kejadian seksio sesarea di RS. Karya Husada pada tahun 2005 mengalami peningkatan 17.1% dari tahun 2004. Pelayanan kesehatan dinilai dari rekam medis yang dipergunakan. Semua catatan yang terdapat dalam rekam medis dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelengkapan pengisian status rekam medik pasien seksio sesarea dalam pelaksanaan standar operasional prosedurnya di RS. Katya Husada, Cikampek Tahun 2005 berdasarkan data rekam medik pasien seksio sesarea dan hubungannya dari variabel umur, kelas perawatan, lama hari rawat, status pasien masuk, status pasien keluar, penyakit penyulit, dan status kepegawaian dokter spesialis kebidanan, Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei, pendekatan eksploratif dan evaluatif, deskriptif retrospektif Berdasarkan hasil analisa kuantitatif, peneliti melakukan wawancara lanjutan sebagai pendukung penelitian ini. Hasil penelitian yang didapatkan berhubungan bermakna antara kelengkapan pengisian status rekam medik pasien seksio sesarea dari SPM profesi dan SOP RS. Karya Husada tindakan seksio sesarea dengan beberapa variabel pasien seksio sesarea. Dominasi penulisan tidak lengkap pada status rekam medik pasien seksio sesarea oleh dokter spesialis kebidanan berstatus dokter tamu mempunyai hubungan yang bermakna (p value < 0-05) dengan SPM profesi tindakan seksio sesarea, yaitu anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, persetujuan tindakan medik, menentukan jenis seksio sesarea, pencegahan infeksi dan persiapan operasi, tindakan operasi, perawatan pasca bedah, nasehat dan konseling pasca operasi. Dari sejumlah variabel SOP RS. Karya Husada tindakan seksio sesarea yang diuji, ternyata keberadaan dokter spesialis kebidanan (dokter tamu) berpengaruh dengan tingkat bermakna < 0.05 dengan persiapan pasien, persiapan anestesi, persiapan dokter anak, penatalaksanaan (teknik transperitoneal profunda), namun untuk variabel umur tidak berpengamh pada variabel yang terdapat terdapat dalam SPM profesi dan SOP untuk kelengkapan pengisian status rekam medik tersebut. Menurut hasil wawancara, pengisian status rekam medik merupakan rutinitas dokter dan pengesahan SOP RS. Karya Husada bulan April 2006. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa karakter dokter spesialis kebidanan yang berstatus tamu kurang patuh dalam mengisi lengkap status rekam medik, sementara dokumen tersebut sangat diperlukan sebagai pelaporan tindakan seorang tenaga medis. Oleh karena itu peran dokter mengisi status rekam medik sesuai prosedurnya perlu dievaluasi, walaupun dalam melakukan tindakan tersebut dokter sudah mengikuti prosedurnya tapi tidak tertulis di dalam dokumen rekam medik yang sangat diperlukan sebagai bukti pelaksanaan tindakan medis tersebut. Saran yang dapat diberikan kepada manajemen rumah sakit dan profesi kedokteran adalah revisi dan evaluasi SPO RS. Karya Husada tindakan seksio sesarea sesuai praktek yang terjadi di lapangan; sosialisasi SPO RS. Katya Husada yang telah diresmikan Direktur RS. Karya Husada, disertai bukti sosialisasinya; audit medis status rekam medik secara rutin 3 (tiga) bulan sekali; pembinaan dokter-dokter daiam mengisi status rekam medik yang lengkap dalam suatu forum komite medik; manajemen rumah sakit harus dapat menugaskan pegawai rumah sakit untuk memonitor kelengkapan pengisian status rekam medik oleh tenaga medis; manajemen rumah sakit dapat memberikan konsekwensi yang diperketat berupa pemotongan honor dokter dalam pengisian status rekam medik pasien seksio sesarea yang tidak lengkap.
The Comprehensive Emergency Obstetrics and Newborn Care (CEmONC/PONEK) services are required to reduce maternal deaths and infant mortality in an easy and sufficient response time performance. Improving the response times in the behavior of caesarean sections at RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya by means, the lean method could be established in this research. The aims of this research are to determine the value stream mapping of the flow, value added activities, non-value added activities and waste in the flow of services, and to prepare the future map in PONEK 's unit of RSUD dr Doris Sylvanus for the operational flow. This research used a qualitative approach using lean methods, by reviewing and evaluating data, and by carrying out insightful interviews with PONEK management, the patient and the family, respectively. The PONEK services run by dr. Doris Sylvanus required few things to be considered such as triage, registration, midwife and doctor evaluation, assessments, acts, prescription, cashiers, transfers and operating rooms. Cesarean section response time systems at RSUD dr. Doris Sylvanus's PONEK facilities are based on some of the policy decisions on the pharmacy store, BDR/ PMI, cashier, relocation and surgical room. The results of this study showed that in the current state of the streaming value mapping, before and after intervention, 41.17% of the non valued added activities for the caesarean sections emergency have been used change to 33.9% while the value added activities were showed at 58.83 % change to 66.1% with the total lead time 114.4 minutes change to 49.2 minutes, so that appropriate steps were needed to shorten the caesarean sections response time mapping in PONEK service of dr. Doris Sylvanus Hospital, Palangkaraya
Kata kunci : biaya operasional listrik, radiologi, konsumsi energi Muhaimin
This study discusses how big the overall operational cost of the hospital is devoted to the operational cost of electricity to the 24-hour service with the largest power consumption is the radiology installation. And seen from the amount of electric power used in the installation of Radiology based on equipment owned by the installation of Radiology. This research is a retrospective quantitative study by comparing the cost of hospital electricity with radiology based on the number of visits. Data collection in this study using secondary data from financial statements as well as with interviewing and observation techniques in related sections. The results of this study obtained the calculation of electric power generated at radiology installations in 2014 with IKE (intensity of energy consumption) in hospital buildings.
Key words : operational electricity cost, radiology, energy usage
ABSTRAK Nama : Ida Ayu Purwaningsih Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis Penerapan Rekam Medis Elektronik Di RS Awal Bros Tangerang Tahun 2017 Pembimbing : dr. Mieke Savitri,MKes Tesis ini membahas tentang evaluasi implementasi sistem rekam medik elektronik di Rumah Sakit Awal Bros Tangerang pada tahun 2017. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah merambah ke berbagai sektor termasuk bidang kesehatan salah satu di antaranya adalah rekam medis berbasis komputer atau rekam medis elektronik, yaitu sebuah sistem pencatatan data medis secara elektronik dan terintegrasi baik untuk rawat inap, rawat jalan, maupun medical checkup dengan tingkat keamanan yang lebih baik. Rumah Sakit melalui upaya-upaya yang konkrit dan kerjasama antar sektor berusaha menyelenggarakan sistem tersebut sesuai dengan aspek penyelenggaraan rekam medis di Indonesia dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan rekam medik elektronik di RS Awal Bros Tangerang. Lokasi penelitian dilakukan di RS Awal Bros Tangerang. Penelitian dilakukan pada bulan Januari –April 2018 dengan menggunakan desain penelitian deskriptif analitik. Populasi penelitian awal adalah staf yang bekerja saat ini di RS Awal Bros Tangerang sebagai professional pemberi asuhan sebanyak 117 orang yaitu yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, petugas fisioterapi, apoteker, ahli gizi dan petugas rekam medis yang memiliki akses langsung terhadap sistem rekam medis elektronik. Pengambilan data primer awal melalui metode pengisian kuesioner evaluasi rekam medik elektronik oleh para profesional pemberi asuhan, kemudian dilakukan wawancara mendalam. Hasil evaluasi penerapan rekam medis elektronik RS Awal Bros Tangerang tahun 2017 didapatkan secara umum rata-rata persepsi positif responden terhadap aspek Tata Cara Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik, Aspek Pencatatan Rekam Medis Elektronik, Aspek Kepemilikan Rekam Medis Elektronik, Aspek Penyimpanan Rekam Medis Elektronik dan Aspek Hukum,Etik,Disiplin dan Kerahasiaan rekam medis adalah 79,5 %. Belum semua dokter spesialis menggunakan EMR. Perlu ditingkatkan clinical leadership kepatuhan penggunaan sistem baru RME dengan mengurangi faktor-faktor yang melatarbelakangi keengganan dokter spesialis tersebut yaitu dengan pelatihan yang intens, review berkala guna perbaikan berkelanjutan, follow up segera terhadap masukan user sehingga sistem informasi yang memberikan kepuasaan bagi para penggunanya serta bermanfaat juga keharusan menggunakan dari manajemen menjadi kunci untuk mengatasi hal tersebut. Kata kunci: rekam medis elektronik, rekam medis, rumah sakit
ABSTRACT Analysis Of Electronic Medical Record Implementation in Awal Bros Tangerang Hospital Year 2017 Ida Ayu Purwaningsih a Public Health Faculty University of Indonesia b Awal Bros Tangerang Hospital a,b dr. Mieke Savitri, MKes a Background and Purpose : The rapid development of information technology has expanded to various sectors including healthcare. One of them is computer-based medical record or electronic medical record, an integrated system of medical data documentation by electronic an electronic for inpatient, outpatient, and medical checkup with a better level of security. Hospitals provide concrete efforts and collaboration between many sectors trying to organize the system in accordance with aspects of medical records in Indonesia and can be accounted for. This study aims to find out how the implementation of electronic medical records in Awal Bros Tangerang Hospital. The location of the research was conducted in outpatient and inpatient unit in Awal Bros Tangerang Hospital. The research was conducted in January-April 2018 by using descriptive analytic research design. The initial research population are clinical staff in Awal Bros Tangerang Hospital. There are 117 care professionals consisting of specialist doctors, general practitioners, nurses, midwives, physiotherapists, pharmacists, nutritionists and medical record officers who have direct access against the electronic medical records system. Initial primary data was collected through the method of filling out the questionnaire of electronic medical records evaluation by the caregiver professionals, then in-depth interviews were conducted. The result of evaluation of electronic medical record implementation of Awal Bros Hospital Tangerang year 2017 obtained generally average positive perception of respondents to the aspects of electronic medical record administration, aspects of electronic medical record documentation, electronic medical record ownership aspect, storage aspect of electronic medical and legal, ethics, discipline and confidentiality of electronic medical record aspects. It is about 79,5% (good category). Not all specialist doctors use EMR. It is necessary to improve the clinical leadership toward the new system of EMR by reducing factors behind the specialist doctor's reluctance with intense training, periodic review for continuous improvement, immediate follow-up of user inputs so that information systems provide satisfaction for the users as well as how useful this system meet up the necessity from hospital management. That will become the key to overcome it. Keywords: Electronic Medical Record, Medical Record, Hospital
