Ditemukan 6034 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rumah sakit M. Ridwan Meuraksa merupakan RS Tingkat II Kesdam Jaya yang dalam perkembangannya sering mengalami pergantian pimpinan (rata-rata setiap 18 bulan dalam sembilan tahun terakhir). Masing-masing pimpinan mempunyai kebijakan sendiri-sendiri dalam mengelola rumah sakit, yang dibuat tanpa suatu rencana yang matang. Hal ini disebabkan karena belum adanya suatu rencana strategis sebagai dasar pengembangan rumah sakit ini di masa yang akan datang. Kondisi inilah yang melatar belakangi dilakukannya penelitian ini, dengan harapan dapat disusunnya suatu perencanaan strategis melalui analisis situasi yang ada di RS M. Ridwan Meuraksa saat ini.Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun suatu perencanaan strategis RS M. Ridwan Meuraksa tahun 2002 - 2007 yang benar-benar representatif dengan melibatkan pimpinan rumah sakit, para dokter serta karyawan lainnya yang menjadi anggota tim perencanaan strategis. Penelitian ini dilakukan dengan metode Operational Research dengan telaah dan analisis data serta pengamatan langsung terhadap kondisi dan situasi RS M. Ridwan Meuraksa. Penyusunan strategi dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap I (input stage) dilakukan analisis situasi dengan menggunakan matriks EFE dan IFE. Tahap II (matching stage) menggunakan matriks TOWS dan IE, dan tahap III (decision stage) dengan menggunakan QSPM. Dalam menentukan critical success factors maupun dalam pembobotan, dilakukan dengan metode CDMG.Hasil penelitian, dengan matriks TOWS didapatkan posisi RS M. Ridwan Meuraksa berada pada kuadran 2 yaitu Internal Fix-it Quadrant (penguatan internal). Dengan matriks IE, posisi RS M. Ridwan Meuraksa berada pada sel V yaitu posisi Hold and Maintain. Setelah dilakukan penyesuaian (matching), didapat strategi yang direkomendasikan oleh kedua matriks tersebut, yaitu strategi pengembangan produk (product development). Setelah disepakati produk-produk yang akan dikembangkan, dilakukan penilaian untuk menentukan skala prioritas dengan menggunakan QSPM. Hasilnya adalah paket pemeriksaan endoskopi mendapat prioritas sebagai produk utama yang akan dikembangkan. Agar strategi terpilih dapat diimplementasikan dan berjalan sesuai perencanaan, perlu dilakukan penjabaran ke dalam program kerja tahunan yang lebih spesifik, serta didukung dengan program sosialisasi baik kepada karyawan maupun kepada induk organisasi RS M. Ridwan Meuraksa, dalam hal ini Kesdam Jaya.
Mohammad Ridwan Meuraksa hospital is a level II Hospital of Kesdam Jaya which in the last nine years has undergone various changes at the management level at the average of every 18 months. Each of the new management has implemented his own policy, all of which lacking in comprehensive planning. This is due to the absence of a strategic plan as a base for future development of the hospital. It is against this backdrop that this study is conducted, with the view that a strategic plan can be developed through analysis of the current situation at M. Ridwan Meuraksa Hospital.The objective of the study is to formulate a representative strategic plan of M. Ridwan Meuraksa Hospital for the period of 2002-2007 with the involvement of hospital managers, doctors, and other staffs which constitute the strategic planning team. The study is conducted with Operational Research method with data analysis and direct observation of the condition at M. Ridwan Meuraksa Hospital. The formulation of the strategy is implemented through 3 (three) stages. Stage I (the input stage) is situational analysis using EFE and IFE matrixes. Stage H (the matching stage) using TOWS and IE matrixes, and stage III (the decision stage) is using QSPM. CDMG method is used in deciding of critical success factors and scoring for every matrixes.The result of the study is, with TOWS matrix we found M. Ridwan Meuraksa Hospital position in 2nd quadrant, namely the Internal Fix-it Quadrant. By using IE matrix, we found the M. Ridwan Meuraksa Hospital position in cell V, in Hold and Maintain position. After matching, it is found that the recommended strategy by both matrixes is Product Development strategy. Upon agreement of products to be further developed, an assessment is carried out to determine the scale of priority with QSPM. The result of which is endoscopic examination is selected as the main product to be developed. So as to enable the implementation of the selected strategy in accordance with the planning, it is important to put it into a more specific yearly program, supported through socialization of the program to all staff members and also to Kesdam Jaya, the core organization M. Ridwan Meuraksa Hospital.
Kata kunci : Karakteristik Perawat, Kepuasan Kerja
This study aims to determine the relationship between the Characteristics of nursesand job satisfaction at the Hospital Moh. Ridwan Meuraksa. This type ofquantitative research with cross sectional method using questionnaires . The studywas conducted at Hospital Moh. Ridwan Meuraksa in May 2015, with a sampletotaling 77 nurses. Analysis of the relationship using fisher exact test and logisticregression. The results showed the part of characteristic such as salary, therelationship between nurses, perception and the last is wisdom and job satisfactionhas a significant relationship. The Hospital should care and improve the nurses jobsatisfaction and job satisfaction in order to increase quality of service.
Keyword : Characteristics of nurses, Job Satisfaction
Penelitian ini menganalisis pemahaman, implementasi, dan kepercayaan petugas rumah sakit TNI AD Ridwan Meuraksa dan RS Salak terhadap visi bersama, dengan fokus pada pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, transaksional, dan laissez-faire. Modifikasi Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ 5X) digunakan untuk mengevaluasi efektivitas kepemimpinan. Studi ini juga mengintegrasikan pendekatan delapan langkah perubahan dari John Kotter untuk memahami dinamika penerapan visi di lingkungan militer yang hierarkis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap pemahaman dan implementasi visi bersama dibandingkan gaya kepemimpinan lainnya. Pemimpin dengan pendekatan transformasional mampu meningkatkan motivasi dan komitmen petugas melalui pengaruh ideal, inspirasi, dan perhatian individu. Sebaliknya gaya kepemimpinan laissez-faire cenderung kurang efektif dalam mendukung penerapan visi rumah sakit.
Evaluasi dilakukan dengan pendekatan mixed methods, menggabungkan survei kuantitatif melalui kuesioner dengan wawancara mendalam untuk menggali persepsi dan pengalaman narasumber. Penelitian ini melibatkan 100 responden di dua rumah sakit dengan desain studi cross-sectional. Analisis kualitatif memberikan konteks tambahan terhadap hasil kuantitatif, terutama dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi implementasi visi.
Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk memperkuat kepemimpinan transformasional dalam rumah sakit militer, dengan penekanan pada pelatihan dan pengembangan kepemimpinan yang berorientasi pada visi bersama. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta mendukung keberlanjutan operasional rumah sakit TNI AD.
Kesimpulannya, gaya kepemimpinan yang adaptif dan inspiratif merupakan kunci dalam memastikan visi bersama diterima dan diinternalisasi oleh seluruh komponen organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan literatur akademik tentang kepemimpinan di rumah sakit militer, khususnya dalam konteks Indonesia.
This study analyzes the understanding, implementation, and trust of hospital staff at TNI AD Ridwan Meuraksa Hospital and RS Salak towards a shared vision, focusing on the influence of transformational, transactional, and laissez-faire leadership styles. The modified Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ 5X) was utilized to evaluate leadership effectiveness. The study also integrates John Kotter's eight-step change model to comprehend the dynamics of vision implementation in a hierarchical military environment. The results indicate that transformational leadership style significantly impacts the understanding and implementation of the shared vision compared to other leadership styles. Leaders employing transformational approaches enhance motivation and commitment among staff through ideal influence, inspiration, and individual consideration. Conversely, laissez-faire leadership style tends to be less effective in supporting the implementation of the hospital's vision. The evaluation employed a mixed-methods approach, combining quantitative surveys through questionnaires with in-depth interviews to explore participants' perceptions and experiences. The study involved 100 respondents from two hospitals using a cross-sectional study design. Qualitative analysis provided additional context to the quantitative findings, particularly in understanding the factors influencing vision implementation. This research provides strategic recommendations to strengthen transformational leadership in military hospitals, emphasizing training and leadership development focused on the shared vision. This approach is expected to improve healthcare quality and support the sustainability of TNI AD hospital operations. In conclusion, adaptive and inspiring leadership styles are key to ensuring the shared vision is embraced and internalized by all organizational components. This study contributes significantly to the academic literature on leadership in military hospitals, particularly in the Indonesian context.
