Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35577 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rismala Kesuma; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Ririn Arminsih Wulandari
T-1886
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andang Tjahjandi; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Laila Fitria; Penguji: Bambang Wispriyono, Rita Fitrianingsih, Anne Dewiana Rulianti
Abstrak:

Penggunaan BBM di Indonesia masih didominasi oleh penggunaan bensin bertimbal, sehingga makin besar konsumsi energi BBM dari bensin bertimbal, maka makin tinggi tingkat pencemaran timbal (Pb) di udara ambien. Efek Pb terhadap sistem haemapoietic menyebabkan berkurangnya synthesis haemoglobin dan rnenyebabkan anemia. Di Kota Sukabumi saat ini penggunaan bahan bakar minyak (BBM) masih didominasi oleh penggunaan bensin bertimbal. Salah satu pekerja yang memiliki resiko tinggi terpapar Pb adalah pegawai UPTD Terminal Dinas Perhubungan Kota Sukabumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pb di udara ambien dan hubungannya dengan Pb dalam darah serta kejadian anemia pada pegawai UPTD Terminal Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Tahun 2007. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dan sampel adalah pegawai UPTD Terminal, dengan besar sampel sebanyak 44 pegawai yang diambil secara total sampling. Data yang diperoleh selanjutnya diolah secara statistik menggunakan teknik analisis distribusi frekuensi dan uji chi square. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa : ada hubungan yang signifikan antara kadar Pb di udara ambien pada lingkungan kerja dengan kadar Pb dalam darah pada pegawai, ada hubungan yang signifikan antara kadar Pb dalam darah dengan kadar Hb darah pada pegawai, dan ada hubungan yang signiiikan antara umur dengan kadar Pb dalam darah pada pegawai UPTD Terminal. Selanjutnya, didapat bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara; kebiasaan merokok, memakai masker, dengan kadar Pb dalam darah pada pegawai UPTD Temainal. Hasil penelitian ini semakin memperjelas betapa pentingnya pengendalian pencemaran udara khususnya pencemaran Pb di udara Upaya penghapusan bensin bertimbal sudah tidak dapat ditunda lagi untuk mencegah dampak kesehatan dan kerugian biaya yang ditanggung oleh masyarakat.


BBM usage in Indonesia still dominated by lead gasoline, so that consumption of BBM energy from lead gasoline increasing, then lead (Pb) pollution level in ambient air is more and more increasing. Pb effect toward haemopoietic system caused the decreasing of hemoglobin synthesis and causing anemia. At Sukabumi recently, BBM usage still dominated by lead gasoline usage. One of the workers that has high risk of exposed to Pb is Terminal UPTD employee of Sukaburni City Transportation Department. The purpose of the study is to find out the relation between Pb in the ambient air and Pb in blood and anemia cases of transportation department a employees of UPTD terminal at Sukabumi 2007. Research design used is cross sectional. Population and sample are Tenninal UPTD employee, with total samples of 44 employees that gathered by total sampling. Further obtained data processed statistically using analysis technique of frequency distribution and chi square test. From research result, obtained that: there is significant relation between Pb level in ambient air of working environment with Pb level in employees blood, there is significant relation between Pb level in blood and blood Hb in employees, and there is significant relation between age and Pb level in employees blood of Terminal UPTD. Accumulation of Pb level could not define in those employees blood because exposed to Pb in ambient air of work environment Furthermore, obtained that there are no signiiicant relations between smoking behaviors along as well as using mask with Pb level in employees? blood of Terminal UPTD. The result of this research clarifies the importance of controlling air pollution especially from Pb contamination. The effort for elimination of gasoline containing Pb can not be delay to prevent the impact to health and the loss of expense that burden by the people.

Read More
T-2565
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Siti Mardiyanti Pratiwi; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Zakianis, Al Asyary, Miko Hananto, Didi Purnama
Abstrak: Anemia merupakan kondisi dimana kadar hemoglobin di dalam darah lebih rendah dari normal. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar hemoglobin yang dapat mengakibatkan terjadinya anemia. Faktor-faktor tersebut diantaranya, kekurangan nutrisi, jenis kelamin, status gizi, umur, sosial ekonomi, serta lingkungan. Pajanan timbal di lingkungan yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat menjadi faktor lingkungan yang mempengaruhi kadar hemoglobin seseorang. Timbal yang masuk ke dalam tubuh akan tersimpan di dalam darah dan akan berpengaruh terhadap sintesis heme yang akhirnya terjadilah anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar timbal dalam darah dengan anemia. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional yang dilakukan terhadap 57 siswa/i SD/MI umur 10-13 tahun di Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Hasil dari penelitian diketahui bahwa seluruh siswa/i memiliki kadar hemoglobin normal, dengan kadar hemoglobin rata-rata, minimum, dan maksimum adalah 14,78 gr/dL; 11,60 gr/dL; dan 17,80 gr/dL sehingga untuk analisis selanjutnya variabel dependen yang digunakan adalah kadar hemoglobin. Pada penelitian ini secara statistik tidak terdapat hubungan/perbedaan yang signifikan antara kadar timbal dalam darah dengan kategori di bawah baku mutu (<10 μg/dL) atau di atas baku mutu (≥10 μg/dL) dengan kadar hemoglobin pada 57 siswa/i SD/MI yang diteliti. Faktor lain yang berhubungan dengan kadar hemoglobin adalah asupan nutrisi zink dan pendapatan orang tua dengan masing-masing nilai p-value sebesar 0,039 dan 0,040 (<0,05) kemudian hasil analisis regresi linier berganda diketahui bahwa siswa yang memiliki kadar timbal dalam darah dengan kategori ≥10 μg/dL maka kadar hemoglobin akan berkurang 0,206 gram/dL setelah dikontrol oleh variabel asupan protein dan asupan zink.
Read More
T-5858
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apria Montessori; Pembimbing: R. Budi Haryanto; Penguji: Ririn Arminsih, Dewi Yusnitha
Abstrak: Penelitian ini bertujuan melihat hubungan konsentrasi PM2,5 udara ambien terhadap gangguan fungsi paru pada pedagang tetap di Terminal Kampung Rambutan Kota Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan PM2,5 ambien mencapai 89 μg/m3. Didapatkan proporsi gangguan paru sebesar 79% (tipe retrikstif 73% dan campuran resktriktif dan obstruktif 6%) dari 68 responden. Tidak ada hubungan signifikan antara konsentrasi PM2,5 dengan gangguan fungsi paru pada pedagang di Terminal Kampung Rambutan (p value= 0,215, CI: 0,555-13,700). Ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara status merokok (p=0,015) dan waktu kerja (p value = 0,047) dengan gangguan fungsi paru. Tidak terdapat satupun faktor lain seperti riwayat penyakit, durasi kerja, umur dengan kejadian gangguan fungsi paru pada pedagang di Terminal Kampung Rambutan. Selanjutnya diperlukan adanya perbaikan lingkungan terminal, perubahan perilaku merokok dan kerjasama multisektor terkait pencegahan penyakit.
Kata kunci: PM2,5 , pedagang, terminal kampung rambutan, status merokok, gangguan fungsi paru.

This study aims to determine the relationship between ambient air PM2.5 concentrations to impaired lung function among sellers at Kampung Rambutan Bus Station, Jakarta City. The results showed ambient PM2.5 reached 89 μg / m3. The proportion of impaired lung function was 79% of 68 respondents (restrictive type 73% and restrictive and obstructive mixture 6%). There was no significant relationship between PM2.5 concentration and impaired lung function in Kampung Rambutan Bus Station seller (p value = 0.215, CI: 0.555-13,700). It was found there is significant relationship between smoking status (p = 0.015) and work time (p value = 0.047) with impaired lung function. There were no other factors such as disease history, duration of work, and age with the occurrence of impaired lung function among sellers at Kampung Rambutan Bus Station. Furthermore, it is necessary to improve the terminal environment, change smoking behavior and multisector cooperation related to disease prevention.
Keyword: PM2,5, sellers, kampung rambutan bus station, smoking status, impaired lung function
Read More
S-9918
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusli; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Budi Haryanto, Rachmat Suherwin, Inswiasari
T-3023
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Septiawati; Pembimbing: Laila Fitria, Ririn Arminsih; Penguji: Zakianis, Sony :riajaya Warouw, Diah Wati Soetojo
T-4315
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sefti Melani; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami
S-4037
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Fajar Subechi; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Abdur Rahman; Penguji: Bambang Wispriyono, Inswiasri, Ali Isha Wardhana
Abstrak:
Pekerja di pintu masuk pelabuhan Tanjung Priok (petugas penjualan pas masuk dan petugas keamanan) beresiko untuk terkena gangguan kesehatan saluran pernafasan akibat dari polusi udara terutama dari pajanan konsentrasi PM10 diudara ambien.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara konsentrasi PM10 di udara ambien terhadapa kejadian gangguan kesehatan saluran pernafasan (serangan asma dan bronkitis kronis) setelah dikontrol oleh umur, masa kerja, kebiasaan merokok dan penggunaan APD masker pada saat bekerja. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional pada 75 pekerja di pintu masuk Pelabuhan Tanjung Priok yaitu di Pos 1, Pos 3, Pos 8 dan Pos 9.Pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara dan pengukuran kualitas udara. Analisa data menggunakan uji chi-square dan hasil analisa menunjukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara konsentrasi PM10 diudara ambien dengan kejadian bronkitis kronis, p=0,049 dengan OR=4,301.Disarankan untuk mengurangi jumlah jam kerja sesuai dengan ketentuan dan melakukan rotasi pekerja secara berkala.

Officers who works at Tanjung Priok entrance gate (entrance ticketing officers and security) at risks of respitory health problems as an bad effects of air pollutants especially from PM10 concentration expose in air ambient. This research intented to analyze the relation on PM10 concentration in air ambient on respitory health problems occurences (asthma and chronic bronchitis) referred to ages, years of works, smoking habits and the use of APD masks at work. This research is a cross-sectional study on 75 officers who works at Tanjung Priok entrance gate such as Gate 1, Gate 3, Gate 8 and Gate 9. The data of research collected by observation, interview and air quality measurement. Data analysis using chi-square test and analysis results indicate a statistically significant relation between PM10 concentration in air ambient with chronical bronchitis, p=0,049 with OR=4,301. It is recommended to reduce the number of working hours based on applicable requirements and perform periodic rotation of officers.
Read More
T-4395
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yova Tsalvina Rizka; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Dewi Susanna, Joko Irwanto
Abstrak: Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di duniayang disebabkan oleh tiga faktor risiko utama yaitu faktor manusia yang meliputi faktor sosialdemografi dan faktor perilaku, kedaraan, dan lingkungan/infrastruktur. Dampak yangditimbukan dari kecelakaan lalu lintas di Indonesia berdasarkan data Kepolisian setiap jammeyebabkan tiga orang meninggal dunia. Terdapat perbedaan angka kecelakaan lalu lintas disetiap daerah di Indonesia serta terdapat perbedaan faktor risiko penyebab kecelakaan lalulintasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko kecelakaandengan kecelakaan lalu lintas di Kota Cilegon tahun 2017-2018. Penelitian ini inimenggunakan desain cross sectional dengan variabel independennya adalah faktor risikokecelakaan yang meliputi faktor manusia, faktor kendaraan, dan faktorlingkungan/infrastruktur. Variabel dependennya adalalah kecelakaan lalu lintas. Data yangdigunakan merupakan data sekunder terkait dengan kecelakaan lalu lintas yang didapatkan dariPolres Kota Cilegon. Pengambilan dan pemasukkan data dilakukan di Polres Kota Cilegon.Digunakan analisis data univariat dan bivariat dengan Uji Chi Square. Hasil ananlisismenunjukkan bahwa proporsi faktor jenis kelamin laki-laki memiliki presentase tertinggi yaitusebesar 91,8% pada tahun 2017 dan 87,6% pada tahun 2018. Dari 14 variabel yang diuji, tidakada variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kecelakaan lalu lintas di KotaCilegon.Kata kunci:Kecelakaan lalu lintas, meninggal dunia, faktor risiko manusia, faktor risiko kendaraan, faktorrisiko lingkungan/infrastruktur.
Read More
S-10245
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Angela Olivia Sitompul; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Wakhyono Budianto
Abstrak:
Transportasi merupakan sarana yang dipergunakan untuk melakukan perpindahan manusia maupun barang. Transportasi darat menjadi transportasi yang paling banyak digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan keuntungan bagi kehidupan, disisi lain transportasi juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi penggunanya, bilamana terjadi kecelakaan lalu lintas yang dapat menimbulkan konsekuensi serius pada kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor risiko kecelakaan (faktor manusia, kendaraan, dan lingkungan) dengan kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Administrasi Jakarta Timur pada tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi cross-sectional dengan metode kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil dari penelitian ini adalah pengemudi yang terlibat kejadian kecelakaan lalu lintas mayoritas mengalami cedera/luka dan gambaran distribusinya didominasi oleh kelompok usia ≤ 35 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan tinggi, memiliki pekerjaan, mengalami kecelakaan akibat perilaku lengah dan kondisi jalan berlubang. Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian kecelakaan lalu lintas dengan faktor manusia, yaitu pendidikan dan kecepatan tinggi. Dimana pengemudi dengan pendidikan tinggi lebih berisiko 62,7 kali untuk mengalami kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah dan pengemudi yang berkendara dengan kecepatan tinggi lebih berisiko 0,04 kali mengalami kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan yang berkendara dalam kecepatan rendah. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian kecelakaan lalu lintas dengan faktor kendaraan dan faktor lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor manusia memiliki peran penting dalam terjadinya kecelakaan.

Transportation is a tool used to carry out the movement of people and goods. Land transportation is the most widely used transportation by humans in everyday life. In addition to providing benefits for life, on the other hand transportation can also have a negative impact on its users, if a traffic accident occurs which then has serious consequences for public health. The purpose of this study was to analyze the relationship between accident risk factors (human, vehicle, and environmental factors) and traffic accidents in the Administrative City of East Jakarta in 2023. The research design used was a cross-sectional with quantitative methods and simple random sampling technique. The results of this study are that the majority of drivers involved in traffic accidents experience injuries and the distribution is dominated by the age group ≤ 35 years, male, highly educated, has a job, has accidents due to negligent behavior and potholes potholes on the road. There is a significant relationship between traffic accidents and human factors, namely education and high speed. Where drivers with higher education are 62.7 times more at risk of experiencing traffic accidents than those with low education and drivers who drive at high speeds are 0.04 times more at risk of experiencing traffic accidents than those who drive at low speeds. There is no significant relationship between traffic accidents and vehicle and environmental factors. The conclusion of this study is that the human factor has an important role in the occurrence of accidents.
Read More
S-11393
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive