Ditemukan 30575 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Vrilia Adirasari; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Budi Hartono, Yuli Prapanca
B-1683
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kadek Sri Mulya Wati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sumijatun, iwan Turniawan, Puput Oktamianti
Abstrak:
Kepuasan pelanggan menjadi aspek yang sangat penting sehingga harus dikeloladengan baik. Rendahnya kepuasan dalam suatu proses layanan rumah sakit dapatberdampak tidak terselesaikannya pembayaran oleh pasien (minggat), yang berimbaspada pasien tidak akan datang kembali atau terjadi kehilangan pelanggan. Beberapamasalah yang masih sering dikeluhkan oleh pasien adalah lamanya waktu tunggu.Waktu tunggu dicari dengan melakukan pengamatan terhadap pasien yang melakukanproses pelayanan di rawat jalan, kemudian diukur kepuasannya, dan ditanyakan pulamengenai niat kunjugan ulangnya. Disimpulkan bahwa waktu tunggu pelayananrawat jalan rata-rata masih diatas standar yang ditetapkan dan adanya hubungansignifikan antara kepuasan dan niat kunjungan ulang.Kata Kunci: minggat, waktu tunggu, kepuasan pelanggan, niat kunjungan ulang
Customer satisfaction become a very important aspect so that it must be managed bywell, because it is as promotion media for hospitals (mouth to mouth).Dissatisfaction in the process of hospital services have affect on do not completion ofthe payment by the patient who run away, that it will have impact on patients will notcome back or losing customers. Some problems was still frequently complained bythe patient is the waiting time is too long. The waiting time was analyzed by observeon the patients who was undergoing outpatient services, and then measured theirsatisfaction, and also asked about their intentions to re-visit. It can be concluded thatthe waiting time was still above average standards and there is significant correlationbetween satisfaction and re-visit intentions .Keywords: run away, waiting time, customer satisfaction, re-visit intention
Read More
Customer satisfaction become a very important aspect so that it must be managed bywell, because it is as promotion media for hospitals (mouth to mouth).Dissatisfaction in the process of hospital services have affect on do not completion ofthe payment by the patient who run away, that it will have impact on patients will notcome back or losing customers. Some problems was still frequently complained bythe patient is the waiting time is too long. The waiting time was analyzed by observeon the patients who was undergoing outpatient services, and then measured theirsatisfaction, and also asked about their intentions to re-visit. It can be concluded thatthe waiting time was still above average standards and there is significant correlationbetween satisfaction and re-visit intentions .Keywords: run away, waiting time, customer satisfaction, re-visit intention
B-1614
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
I Gusti Lanang Suartana Putra; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Puput Oktamianti, Budi Hartono, Budi Iman Santoso
Abstrak:
Read More
ABSTRAK Rumah sakit merupakan organisasi pelayanan jasa yang mempunyai kespesifikan dalam hal sumber daya manusia. Salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui mekanisme penilaian kinerja. Di RSUP Sanglah Denpasar belum pernah dilakukan analisis mengenai sistem penilaian kinerja staf medik sehingga belum diketahui bagaimana penilaian kinerja staf medik yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa sistem penilaian kinerja staf medik di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan melakukan wawancara dan penelusuran dokumen. Analisa data dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja staf medik berdasarkan enam kriteria penilaian belum berjalan dengan baik. Pedoman, instrument, indikator, serta kebijakan penilaian perlu direvisi dan disempurnakan. Perlu dibentuk tim khusus untuk melakukan penilaian kinerja staf medik di rumah sakit.
ABSTRACT Hospital services is an organization that has specificity in terms of human resources. One strategy to improve human resources quality is through performance appraisal mechanisms. In Sanglah Hospital had not done an analysis of the performance appraisal system of the medical staff. It is not known how the medical staff performance assessment system are effective. The aim of this study was to describe the performance appraisal system of the medical staff at Sanglah Hospital in Denpasar. This research was a qualitative descriptive study, by conducting interviews and document review. Data analysis with content analysis. The results showed that the medical staff performance appraisal system based on six criterias have not been going well. Guidelines, instruments, indicators, and assessment policy needs to be revised and refined. Need to set up a special team to conduct performance appraiser in the hospital medical staff.
B-1657
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
I Made Darmajaya; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adik Wibowo, Dumilah Ayunungtyas, Sukamto Koesnoe, Ketut Rupini
B-1604
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ni Wayan Okayeni; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Puput Oktamianti, Ida Ayu Oka Purnama Wati, Made Koen Virawan
Abstrak:
ABSTRAK Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar telah mengimplementasikan wisata medis sejak tahun 2010, namun implementasi wisata medis tersebut belum dianalisis secara sistematis. Oleh karena, itu perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar.Tujuan umum penelitian adalah untuk memperoleh gambaran tentang implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar. Tujuan khusus penelitian adalah untuk memperoleh gambaran tentang prosedur implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar; menganalisis kesesuaian prosedur implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar dengan Permenkes No. 76/2015; menganalisis kesesuaian prosedur implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar dengan diagram wisata medis model Deloitte 2008; dan menganalisis kepuasan wisatawan medis terhadap implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Pelayanan wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar mencakup pelayanan prarumah sakit, selama di rumah sakit, dan pascarumah sakit. Prosedur implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar belum sesuai dengan Permenkes No. 76/2015. Prosedur implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar sesuai dengan diagram wisata medis model Deloitte 2008. Wisatawan medis belum sepenuhnya puas terhadap pelayanan wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar. Kata kunci: wisata medis, rumah sakit, model Deloitte Bali Royal Hospital Denpasar has been implementing medical tourism since 2010, but the implementation of medical tourism has not been systematically analyzed. Therefore, it is necessary to do further study on the implementation of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar. The general purpose of the research is to obtain an overview of the implementation of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar. The specific objective of the study are to obtain an overview of procedures for the implementation of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar; analyzing the appropriateness of procedures for the implementation of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar with Health Minister Regulation No. 76/2015; analyzing the appropriateness of medical tourism implementation procedures at Bali Royal Hospital Denpasar with the medical tourism diagram of Deloitte 2008 model; and analyzing the satisfaction of medical tourists on the implementation of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar. This research is a qualitative research with descriptive design. Medical tourism services at Bali Royal Hospital Denpasar include pre hospital, during the hospital, and post hospital services. The implementation procedure of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar has not been in accordance with Health Minister Regulation No. 76/2015. The implementation procedure of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar in accordance with the medical tourism diagram of Deloitte 2008 model. Medical tourists have not fully satisfied with medical tourism services at Bali Royal Hospital Denpasar. Key words: medical tourism, hospitals, Deloitte models ix
Read More
B-2019
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hermes Santosa; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Ede Surya Darmawan, Mardiati Nadjib, Meike Magnasofa, I Gusti Agung Ngurah Anom
Abstrak:
Read More
Nama : Hermes Santosa Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis Pre-Arrival Experience Terhadap Pengambilan Keputusan Melakukan Medical Tourism Di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Nusa Dua, Bali dalam rangka memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Magister Kesehatan Masyarakat Pembimbing : Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc, Ph.D Latar belakang: Medical tourism menjadi bidang yang penting dalam perkembangan perekonomian suatu negara. Perkembangan medical tourism di Indonesia, khususnya Bali memiliki potensi yang cukup tinggi karena Bali telah dikenal dengan keindahan alam serta budayanya sebagai tujuan wisata. Pre-arrival experience merupakan aspek penentu dalam pengambilan keputusan melakukan medical tourism. Tujuan Penelitian: Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pre-arrival experience dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan melakukan medical tourism. Metodelogi penelitian Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian dilakukan di RSK Bedah BIMC Nusa Dua Bali, pada Oktober-November 2023. Hasil penelitian: Faktor pre-arrival experience yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yaitu faktor reputasi rumah sakit, komunikasi, sumber infrormasi, status ekonomi, biaya layanan, kualitas layanan, kualifikasi tenaga medis, citra lokasi, dan faktor motivasi individu. Faktor pendukung dalam pengambilan keputusan sebagian besar berkaitan dengan kualitas rumah sakit, jarak yang dekat dengan negara asal, dan Word-of-Mouth (WoM). Peneliti tidak menemukan adanya faktor penghambat dalam pengambilan keputusan, namun terdapat beberapa kondisi yang membuat tourist kurang nyaman dalam pre-arrival experience yaitu faktor psikologis, kendala bahasa di luar rumah sakit, dan kekhawatiran dari lingkungan sekitar, berkaitan dengan kualitas layanan medical tourism di Indonesia. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan beberapa faktor pre-arrival experience memberikan pengaruh besar dalam pengambilan keputusan, terutama faktor biaya layanan. Citra lokasi dan faktor motivasi individu menjadi faktor baru yang peneliti temukan. Kata Kunci: Medical Tourism, Pengambilan Keputusan, Pre-Arrival Experience
Nama : Hermes Santosa Program Studi : Hospital Administration Study Judul : Pre-Arrival Experience Analysis of Decision Making for Medical Tourism at the BIMC Nusa Dua Special Surgical Hospital, Bali in order to fulfill one of the requirements for achieving a Master of Public Health degree Pembimbing : Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc, Ph.D Background: Medical tourism is an important field in the economic development of a country. The development of medical tourism in Indonesia, especially Bali, has quite high potential because Bali is known for its natural beauty and culture as a tourist destination. Pre-arrival experience is a determining aspect in decision making for medical tourism. Research Objective: This study aims to determine the factors that influence pre-arrival experience in relation to decision making to undertake medical tourism. Research methodology This research uses a qualitative design with a phenomenological approach. The research was conducted at the BIMC Surgical Hospital Nusa Dua Bali, in October-November 2023. Research results: Pre-arrival experience factors related to decision making, namely hospital reputation, communication, information sources, economic status, service costs, service quality, qualifications medical personnel, location image, and individual internal factors. Supporting factors in decision making are mostly related to hospital quality, proximity to the country of origin, and Word-of-Mouth (WoM). Researchers did not find any inhibiting factors in decision making, but there were several conditions that made tourists less comfortable in the pre-arrival experience, namely psychological factors, language barriers outside the hospital, and concerns from the surrounding environment, related to the quality of medical tourism services in Indonesia. Conclusion: This research finds that several pre-arrival experience factors have a big influence on decision making, especially the service cost factor. Location image and individual motivation factors are new factors that researchers discovered. Keywords: Medical Tourism, Decision Making, Pre-Arrival Experience
B-2409
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
I Gede Made Arnata; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari; Puput Oktamianti, Endang Adriyani, Nyoman Gunahariati
Abstrak:
Read More
Dalam pelaksanaan prosedur sterilisasi di RSUP Sanglah Denpasar masih ditemukan ada beberapa indikator sterilisasi yang belum sesuai target diantaranya janji hasil pelyanan sterilisasi untuk kamar operasi IRD masih di bawah 100 % dan kesalahan distribusi masih diatas 5 kejadian per bulan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berubungan dengan kepatuhan petugas terhadap prosedur sterilisasi instrument bedah endo urologi di Instalasi Sterilisasi Sentral (ISS). Sample sebanyak 33 orang dari seluruh petugas yang bekerja di ISS. Hasil penelitian ini menemukan adanya hubungan antara faktor masa kerja, pengawasan, sarana dan pelatihan dengan kepatuhan petugas dalam pelaksanaan sterilisasi instrument bedah endo urologi. Kepatuhan yang paling rendah ditemukan pada prosedur penerimaan : memisahkan alat kotor, pencucian: melakukan penyikatan, validasi : uji fungsi alat, pengemasan : melakukan kebersihan tangan, sterilisasi : tidak menumpuk alat, penyimpanan : menempetkan alat, distribusi : desinfeksi troly, dan faktor yang paling dominan adalah sarana kerja. Disarankan untuk memberikan pelatihan berkala dan penambahan fasilitas pencucian.
In implementing sterilization procedure in Sanglah Hospital, Denpasar, some sterilizationindicators are still below the target such as the minimum required time less then 100% and distribution error above 5 events per month. The aim of this study was to identify factorsrelated to staff compliance in sterilization procedure of surgical instruments in endo-urology of the Central Sterilisation Installation (CSI). The sample of this study consisted of 33 CSI staff. Findings indicated a significant correlation between the length of service, supervision, resources and training with staff compliance in conducting sterilization for endo-urology surgery. The lowest compliance was found in the admission procedure: separating dirty equipment, washing: brushing, validation: testing tool function, packing: washing hand, sterilization: not accumulating equipment, storage: placing equipment, and distribution: trolley disinfection. In addition, the most dominant factor is resources. It is recommended to provide training for staff, increase facilities for washing and disinfection.
B-1661
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ni Made Dahlia; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Sandi Iljanto, Mieke Savitri, Dewi Lestarini, Nusati Ikawahju
B-1978
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ketut Surya Negara; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Ken Wirasandy
B-1578
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ronny Sutanto; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Budi Hartono, Amila Megraini,
Vetty Yulianty Permanasari
B-1821
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
