Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35408 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yetty Kusmayati; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; H.E. Kusdinar Achmad
T-2077
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwi Triani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Robiana Modjo, Tutty Aprianti, Nani Sutarni
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang hubungan kepuasan kerja dengan persepsi perilaku caring perawat pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran hubungan kepuasan kerja dengan persepsi perilaku caring di ruang rawat inap Rumah Sakit Kanker Darmais Jakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitiaan deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 149 perawat pelaksana yang bekerja di 8 ruang rawat inap di RS Kanker Darmais Jakarta. Jumlah sampel pada penelitian berjumlah 118 perawat pelaksana yang diambil secara total populasi. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan bermakna antara kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri (p=0.042), usia (p=0.027) dan status pernikahan (p=0.040) dengan persepsi perlaku caring perawat pelaksana. Penelitian ini merekomendasikan penataan struktur dan proses dalam melaksanakan asuhan keperawatan dengan melakukan design ulang pekerjaan perawat pelaksana sehingga mendapatkan uraian pekerjaan yang efektif, memberikan pelatihan (in house training) bagi perawat pelaksana dan kepala ruangan untuk memberikan pemahaman tentang konsep dan penerapan perilaku caring, melakukan evaluasi terhadap perilaku caring perawat dengan melibatkan kepala ruangan, sesama perawat dan pasien secara tertulis atau observasi serta bagi perawat pelaksana agar lebih meningkatkan pekerjaan dari dalam diri individu melalui memperkaya pekerjaan dengan berkreasi dan variasi dari tugas, meningkatkan pengetahuan, tanggung jawab dan kompleksitas pekerjaan sehingga asuhan yang diberikan kepada pasien dirasakan menjadi suatu hal yang menyenangkan.

This Thesis discuss about the relationship between job satisfaction and caring behaviour perception among staf nurse. This research aims to get the description of relationship between job satisfaction and caring behaviour perception in ward room of Dharmais Cancer Hospital Jakarta. This research uses correlation description research model by using cross sectional approach. Research population are 149 staf nurses who works at 8 wards in Dharmais Cancer Hospital Jakarta. The number of samples are 118 staf nurses who are taken from total research population. Data analysis are done with univariate, bivariate, and multivariate. Result of this research conclude that there in significant relationship between job relationship itself (p=0.042), age (p=0.027) and marital status (p=0.040) and caring behaviour perception among staf nurse. This research recommends structure and process setup in applying nursing care by redesigning staf nurses’ duties so that it gives more effective job descriptions. This research also recommends hospital to conduct in house training for staf nurse and Head Nurse in order to improve the understanding of concept and caring behaviour implementation, re-evaluation to nurses caring behaviour by involving Head Nurse, staf nurses itself and patient in written or through observation. Nonetheless,this research recommends all staf nurses to improve their work that comes from individual willing to enriched work by having creativity and variation of work itself, improve the knowledge, responsibility as well as the complexity of work so that the care in which given to the patient becomes some pleasant experience.
Read More
T-3375
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Fakhrudin Noor; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Agustin Kusumayati, Lindawaty, Tutyany
Abstrak:
Abstrak
Kepuasan kerja perawat pelaksana dapat mempengaruhi pemberian pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara aspek kepribadian dalam pekerjaan dan karakteristik faktor pekerjaan terhadap kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru 2013. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross sectional dan jumlah sampel 90 orang.
Hasil analisis SEM-SmartPLS-v.2.0 menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara kepuasan kerja perawat pelaksana dipengaruhi secara langsung dan tidak langsung antara aspek kepribadian dalam pekerjaan serta karakteristik faktor pekerjaan terhadap kepuasan kerja perawat pelaksana. Direkomendasikan perlunya dukungan besar manajemen untuk peningkatan kepuasan kerja perawat pelaksana.

Job satisfaction of nurses can influence health service delivery in the hospital. This study aims to determine the effect of direct and indirect as well as the magnitude of the aspect of personality factors in work and job characteristics on job satisfaction of nurses in at the Inpatient Public Hospital Banjarbaru 2013. This research is a descriptive study with cross-sectional design and sample size 90.
SEM analysis results-v.2.0-SmartPLS show a significant relationship between job satisfaction of nurses is influenced directly and indirectly between aspects of personality in the work as well as the characteristics of occupational factors on job satisfaction of nurses. Recommended the need for increased support for the management of the job satisfaction of nurses.
Read More
T-3933
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwi Triani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Robiana Modjo, Tutty Aprianti, Nani Sutarni
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang hubungan kepuasan kerja dengan persepsi perilaku caring perawat pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran hubungan kepuasan kerja dengan persepsi perilaku caring di ruang rawat inap Rumah Sakit Kanker Darmais Jakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitiaan deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 149 perawat pelaksana yang bekerja di 8 ruang rawat inap di RS Kanker Darmais Jakarta. Jumlah sampel pada penelitian berjumlah 118 perawat pelaksana yang diambil secara total populasi. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan bermakna antara kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri (p=0.042), usia (p=0.027) dan status pernikahan (p=0.040) dengan persepsi perlaku caring perawat pelaksana. Penelitian ini merekomendasikan penataan struktur dan proses dalam melaksanakan asuhan keperawatan dengan melakukan design ulang pekerjaan perawat pelaksana sehingga mendapatkan uraian pekerjaan yang efektif, memberikan pelatihan (in house training) bagi perawat pelaksana dan kepala ruangan untuk memberikan pemahaman tentang konsep dan penerapan perilaku caring, melakukan evaluasi terhadap perilaku caring perawat dengan melibatkan kepala ruangan, sesama perawat dan pasien secara tertulis atau observasi serta bagi perawat pelaksana agar lebih meningkatkan pekerjaan dari dalam diri individu melalui memperkaya pekerjaan dengan berkreasi dan variasi dari tugas, meningkatkan pengetahuan, tanggung jawab dan kompleksitas pekerjaan sehingga asuhan yang diberikan kepada pasien dirasakan menjadi suatu hal yang menyenangkan.

This Thesis discuss about the relationship between job satisfaction and caring behaviour perception among staf nurse. This research aims to get the description of relationship between job satisfaction and caring behaviour perception in ward room of Dharmais Cancer Hospital Jakarta. This research uses correlation description research model by using cross sectional approach. Research population are 149 staf nurses who works at 8 wards in Dharmais Cancer Hospital Jakarta. The number of samples are 118 staf nurses who are taken from total research population. Data analysis are done with univariate, bivariate, and multivariate. Result of this research conclude that there in significant relationship between job relationship itself (p=0.042), age (p=0.027) and marital status (p=0.040) and caring behaviour perception among staf nurse. This research recommends structure and process setup in applying nursing care by redesigning staf nurses’ duties so that it gives more effective job descriptions. This research also recommends hospital to conduct in house training for staf nurse and Head Nurse in order to improve the understanding of concept and caring behaviour implementation, re-evaluation to nurses caring behaviour by involving Head Nurse, staf nurses itself and patient in written or through observation. Nonetheless,this research recommends all staf nurses to improve their work that comes from individual willing to enriched work by having creativity and variation of work itself, improve the knowledge, responsibility as well as the complexity of work so that the care in which given to the patient becomes some pleasant experience.
Read More
T-3463
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jamilla Upik Noras; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Robiana Modjo, Wachyu Sulistiadi, Setiawaty, Emilia Amir
Abstrak:

Perawat merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan langsung kepada pelanggan selama 24 jam. Mereka diharuskan untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, sesuai dengan visi dan misi rumah sakit. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati merupakan Rumah Sakit Tipe B terletak di Jakarta Selatan dengan kapasitas tempat tidur 605 (Mei 2010) 44.46% dari tempat tidur yang ada terdapat di ruang rawat kelas III. Belum pernah dilakukan penelitian mengenai kepuasan kerja perawat dibandingkan dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan kelas III di RSUP Fatmawati Jakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional serta pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dari data kualitatif dan kuantitatif yang terkumpul dianalisis, diperoleh hasil tidak ada kesesuaian antara kepuasan kerja perawat dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan kelas III. Kata Kunci: Kepuasan kerja perawat dan kepuasan pasien


 

Nurses are front liner in providing direct services to customers for 24 hours. They are required to be able for providing the best service to the customers according to the company’s statement in their vision and mission. As General Hospital Center, Fatmawati is type B Hospital located in South Jakarta with a capacity of 605 beds (May 2010) and 44.46% of existing beds are 3 rd Class. There is no research concerning nurse job satisfaction compared with patients' satisfaction toward nursing services in the department of 3 rd grade in Fatmawati Hospaital of Jakarta. This descriptive research is utilizing contrivance of cross sectional with qualitative and quantitative approaches. The analysis result of qualitative and quantitative data is found that nurse’s job satisfaction is not appropriate to the patient satisfaction in nursing services. Keywords: Nurse’s job satisfaction and patient satisfaction

Read More
T-3165
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardhini Nugrahaeni; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Robiana Modjo, Viviyanti Azwar, Metty Pertamawati
Abstrak:
Rumah sakit mempunyai kewajiban dalam upaya keselamatan pasien salah satunya upaya pencegahan risiko pasien jatuh. Kepatuhan upaya pencegahan risiko pasien jatuh di IGD dan ruang anak masih belum sesuai standar Kepatuhan dipengaruhi oleh hedonic goal, gain goal, dan normative goal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan kepatuhan upaya pencegahan risiko jatuh di RSUD Wonosari Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan explanatory sequential mixed method dengan desain penelitian cross sectional. Hasil penelitian adalah ada hubungan signifikan motivasi, reward, SOP dengan kepatuhan upaya pencegahan risiko pasien jatuh di RSUD Wonosari Yogyakarta. Faktor dominan dalam penelitian ini adalah motivasi. Penelitian ini merekomendasikan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkesinambungan, adanya reward punishment yang dihubungkan dengan jasa pelayanan, memberikan kesempatan lebih besar pengembangan diri bagi perawat, memodifikasi tempat tidur pasien dengan menutup lubang pada handril tempat tidur pasien anak, supervise kepala ruangan , reward dan punishment bagi PJ shift, PJ shift senior membagikan ilmu dan membimbing perawat junior, dan menempelkan pengkajian risiko pasien jatuh di nurse station.
Hospitals have an obligation to prevent patient safety, one of which is to prevent the risk of patients falling. Compliance with efforts to prevent the risk of patients falling in the emergency room and children's room is still not up to standard Compliance is influenced by hedonic goals, gain goals, and normative goals. The purpose of this study was to analyze factors related to compliance with fall risk prevention efforts at Wonosari Hospital Yogyakarta. This study used explanatory sequential mixed method with cross sectional research design. The results of the study were that there was a significant relationship between motivation, reward, SOP and compliance with efforts to prevent the risk of patients falling at Wonosari Hospital Yogyakarta. The dominant factor in the study was motivation. This study recommends conducting regular and continuous momitoring and evaluation, the existence of reward punishment associated with service services, providing greater opportunities for self-development for nurses, modify the patient's bed by closing the hole in the handril of the pediatric patient's bed, supervise the head of the room, reward and punishment for PJ shifts, senior shift PJs sharing knowledge and guiding junior nurses, and attaching risk assessments of falling patients at the nurse station.
Read More
T-6598
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purnamawati; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Wachyu Sulistiadi; Amila Megraini; Rizal Luthfi, Agnes Ely Krisdarlina
Abstrak: Kepatuhan terhadap Standar Prosedur Operasional (SPO) merupakan komponenpenting dalam menajemen keselamatan pasien dan merupakan indikator kinerja rumahsakit. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran faktor-faktor yangmempengaruhi kepatuhan perawat IGD dalam pelaksanaan SPO pemasangan infus yangdihubungkan dengan kejadian flebitis di IGD RS Bhayangkara TK I R Said SukanntoJakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional untukmengetahui kepatuhan perawat pada SPO pemasangan infus dan faktor yangmempengaruhi (umur, lama kerja, jenis kelamin, Pendidikan, kepemilikan STR, SIPP,tingkat pengetahuan , motivasi , Pelatihan BTCLS, Sosilaisasi SPO, Pelatihan TerapyIntra Vena, Persepsi Imbalan dan Sumber Daya). Instrumen penelitian menggunakankuesioner, lembar observasi dan wawancara. Analisa data menggunakan univariat,Bivariat , Multivarit dan uji T-Test untuk variabel dependen dengan kejadian flebitis).Hasil uji analisis diperoleh gambaran bahwa kepemilikan STR, SIPP, motivasi, umur,lama kerja, jenis kelamin, pendidikan, sosilaisasi SPO, pelatihan terapy intra vena,persepsi Imbalan dan sumber daya tidak berpengaruh terhadap kepatuhan perawat. Hasilpenelitian menunjukan 50% perawat tidak memiliki STR, 75% perawat tidak memilikiSIPP, rata-rata kepatuhan perawat pada SPO pemasangan infus pada CI95% adalah59,57% s/d 62,13%, faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat IGD adalah pelatihanBTCLS dan tingkat pengetahuan. Dalam penelitian ini diketahui bahwa infus yang dipasang perawat yang tidak patuh pada SPO beresiko 4,37 kali dibandingkan dengan infusyang dipasang sesuai SPO.Kata kunci : IGD, kepatuhan perawat , Standar Prosedur Operasional.
Read More
T-4571
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tati Dedah; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Penguji: Evi Martha, Kusdinar Achmad, Kusnadi Thoyib, Rokim Hamdani
Abstrak:

Komunikasi terapeutik merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari asuhan keperawatan dalam rangka memelihara mutu pelayanan keperawatan secara komprehensif dan profesional. Pasien yang dirawat di rumah sakit umum mempunyai kerawanan gangguan psiko-sosial-spiritual yang menyertai gangguan fisik biologis. Dari studi pendahuluan diketahui masalah kecemasan pada pasien rawat Inap di RSUD Karawang cukup tinggi (79,31%), dengan demikian diperlukan intervensi keperawatan berupa komunikasi terapeutik. Selama ini bentuk komunikasi antara perawat-pasien pada umumnya lebih bersifat komunikasi sosial, belum mengarah kepada komunikasi yang bertujuan terapeutik. Oleh karena itu perlu adanya penelitian mengapa hal ini terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan melihat hubungan antara karakteristik perawat meliputi; usia, jenis kelamin, pendidikan, dan masa kerja serta tingkat pengetahuan perawat dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik dalam asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang menggunakan desain penelitian cross sectional. Hipotesa yang dibuktikan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan antara karakteristik perawat meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan dan masa kerja dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik dan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang komunikasi terapeutik dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang karakteristik perawat, pengukuran tingkat pengetahuan perawat tentang langkah-langkah komunikasi terapeutik dengan menggunakan soal tes pilihan ganda sebanyak 20 butir. Instrumen untuk mengukur pelaksanaan komunikasi terapeutik berdasarkan teori yang dikemukakan Stuart dan Sundeen (1987), yaitu empat tahap komunikasi terapeutik yang dituangkan ke dalam 30 butir pernyataan dengan menggunakan skala bertingkat dari mulai tidak pernah sampai selalu dengan rentang nilai 1 - 5. Instrumen telah diuji reliabilitasnya dengan menggunakan rums Alpha Crontach. Sampel penelitian adalah 94 orang tenaga perawat fungsional yang bekerja di ruang rawat inap RSUD Karawang (total sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden sebanyak 47,9% melaksanakan komunikasi terapeutik balk dan 52,1% kurang. Tingkat pendidikan dan masa keda perawat terbukti berhubungan bermakna dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik. Sedangkan variabel umur, jenis kelamin dan tingkat pengetahuan tidak berhubungan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik. Hasil uji multivariat menunjukan bahwa dari kedua variabel tersebut ternyata yang paling dominan berhubungan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik adalah variabel masa kerja. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis menyarankan kepada Manajemen RSUD Karawang untuk meningkatkan taraf pendidikan perawat ke jenjang yang lebih tinggi, mengadakan pelatihan-pelatihan tentang komunikasi terapeutik, mengupayakan ratio perawat-pasien ke taraf yang memadai, membuat sistem penugasan dan pelaksanaan supervisi dari atasan langsung, adanya protap dan dokumentasi pelaksanaan komunikasi terapeutik. Kepada peneliti lanjutan perlu dikembangkan penelitian tentang pelayanan komunikasi terapeutik dari sudut pandang klien dengan metoda dan teknik penelitian kualitatif.


 

Therapeutic communication is an inseparable activity in nursing care to keep up good quality nursing that is comprehensive and professional Patients in the general hospitals are susceptible to altered psycho-social-spiritual related to altered physic biologist. Anxiety is the most common problem at the patient in RSUD Karawang faced by (79,31%), so intervention is highly needed in the form of therapeutic communication. Communication between nurse-patients is more common in a form of social communication, not yet using communication leading to therapeutic goals. Thus a research is needed to explain why it happens. The research goal is to describe and to examine the relation between nurse characteristics including age, gender, education, work period and nurses' knowledge with the implementation of therapeutic communication conducted in the wards of the general hospital (RSUD) Karawang. This is an analytic research that using cross sectional design. The hypothesis tested in this research are correlation between nurse's characteristics; age, gender, education, work period and nurses' knowledge about therapeutic communication with its implementation in the nursing process. The instrument of this research is questionnaires concerning nursing characteristics and nurse' knowledge on steps in practicing therapeutic communication by using 20 multiple-choice questions. The instrument for measuring the implementation of therapeutic communication is based on Stuart and Sundeen's theory (1987) consisting of four steps in therapeutic communication broken in to 30 questions, graded from "never" up to "always" with a range from 1 to 5. The research sample is 94 fungsionals nurse that work in the ward of RSUD Karawang (total sampling). The result of this research showed that less than half of the respondents (47,9%) are considered good and more than half (52,1%) are bad in implementing therapeutic communication. Education and works period are significantly related to the implementation of therapeutic communication, while age, gender, and grade of knowledge had been proven to be not related of the two significantly related variables the most dominant one is work period. Based on this research it is recommended that the management of the RSUD Karawang improve their nurse's educational level, conducted training on therapeutic communication, adjusted bed nurse ratio, and develop operating standard in implementing therapeutic communication, with supervision from the direct manager and keeping continuing documentation. Research in the implementation of therapeutic communication service from patient's point of view is recommended.

Read More
T-1195
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulastri; Pembimbing: Hafizurrachman
T-1114
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susy Hermaningsih; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad
T-732
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive