Ditemukan 10987 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Hapsara Habib Rachmat
613.028 RAC l (LP)
Jakarta : [s.n.] :
2005
Laporan Penelitian Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Departemen Kesehatan
R 614.4072 IND l
Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, 2008
Referensi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Departemen Kesehatan
R 614.4072 IND l
Jakarta : Lembaga Penertit Balitbangkes, 2009
Referensi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ruben Wadu Willa dan Majematang Mading
BPSK Vol.17, No.3
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Departemen Kesehatan
R 614.4072 IND l
Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, 2008
Referensi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
CB: Q1856
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Hibah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat
R 613.028 IND p
Mataram : Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, 2008
Referensi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yosi Duwita Arinda; Pembimbing: Milla Herdayati, Besral; Penguji: Sudijanto Kamso, Andang Sari; Supartini, N. Nurlina
Abstrak:
Latar Belakang: Indonesia memasuki penuaan penduduk yang ditunjukkan dengan jumlah penduduk lansia yang telah mencapai lebih dari 7% dari jumlah penduduk. Peningkatan jumlah lansia menimbulkan masalah yang kompleks terutama kesehatan, semakin bertambahnya usia individu maka kondisi fisiknya semakin menurun sehingga rentan terhadap penyakit. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat jalan pada lansia di Nusa Tenggara Barat dan Yogyakarta, Indonesia. Metode: Studi cross sectional menggunakan data Susenas tahun 2020. Sampel lansia yang berusia ≥ 60 tahun, memiliki keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir yang dimasukkan dalam analisis. Analisis menggunakan regresi logistik untuk menentukan faktor-faktor yang terkait dengan penggunaan layanan rawat jalan. Hasil: Sebesar 52,4% lansia yang memanfaatkan pelayanan kesehatan rawat jalan di NTB dan 63,5% lansia yang memanfaatkan pelayanan rawat jalan di DIY. Setelah dilakukan kontrol terhadap variabel lain, di NTB menunjukkan lansia yang hidup dengan pasangan (OR1,3: CI 95%: 1,05-1,73), lansia yang memiliki jaminan kesehatan (OR = 1,6: CI 95%: 1,22-2,08), dan lansia yang tidak merokok (OR = 1,4: CI 95%: 1,07-1,82), cenderung memiliki peluang yang lebih tinggi dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan rawat jalan. Di Yogyakarta menunjukkan lansia yang memiliki jaminan kesehatan (OR = 1,93: CI 95%: 1,29-2,92 ) dan lansia yang tidak merokok (OR = 1,88: CI 95% : 1,33-2,64), cenderung berpeluang lebih tinggi untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan rawat jalan. Kesimpulan: Perlu upaya lebih untuk memperluas cakupan jaminan kesehatan bagi lansia, terutama bagi mereka yang berstatus ekonomi rendah. Pemerintah diharapkan memperbanyak layanan dasar yang ramah lansia, monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan lansia dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mendukung lansia untuk mencapai penuaan sehat dan menua aktif.
Read More
T-6280
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rika Fianti; Pembimbing: Rita Damayanti, Iwan Ariawan; Penguji: Evi Martha, Yunita Wahyuningrum, Flourisa Juliaan
T-5356
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mutiara Liswanda; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Triyanti; Anies Irawati
Abstrak:
Read More
Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sumatera Utara yang merupakan provinsi dengan prevalensi IMD tertinggi dan terendah pada Analisis Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan data sekunder Survei Demografi Indonesia Tahun 2017 dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 161 ibu di NTB dan 261 ibu di Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan IMD di kedua provinsi tersebut dan faktor dominannya. Berdasarkan hasil analisis univariat, cakupan IMD di NTB sebesar 78,9% dan di Sumatera Utara sebesar 34,5%. Dari hasil analisis bivariat, didapatkan bahwa IMD memiliki hubungan dengan metode persalinan (p-value 0,000 dan OR 7,4), komplikasi kehamilan (p-value 0,031 dan OR 5,7), dan skin-to-skin contact (p-value 0,000 dan OR 6,6) di Provinsi NTB. Sementara di Sumatera Utara, didapatkan bahwa IMD memiliki hubungan dengan tempat persalinan (p-value 0,032 dan OR 0,55) dan metode persalinan (p-value 0,000 dan OR 7,2). Hasil analisis multivariat, didapatkan bahwa metode persalinan menjadi faktor dominan yang berhubungan dengan IMD di Provinsi NTB (p-value 0,002 dan AOR 5,6) dan Sumatera Utara (p-value 0,000 dan AOR 8,1).
This study discusses the factors related to the implementation of EIBF in the Provinces of West Nusa Tenggara (NTB) and North Sumatra which are the provinces with the highest and lowest prevalence of EIBF in the Indonesia Demographic and Health Survey (DHS) Analysis 2017. This study uses secondary data from the 2017 Indonesian DHS with a cross sectional research design. The number of samples used were 161 mothers in NTB and 261 mothers in North Sumatra. The purpose of this study was to determine the factors associated with IMD in the two provinces and the dominant factors, so that they can be taken into consideration in making policies by the local government. Based on the results of univariate analysis, the prevalence of IMD in NTB was 78.9% and in North Sumatra was 34.5%. From the results of bivariate analysis, it was found that EIBF had a relationship with delivery method (p-value 0.000 and OR 7.4), pregnancy complications (p-value 0.031 and OR 5.7), and skin-to-skin contact (p-value 0.000 and OR 6.6) in NTB Province. Meanwhile in North Sumatra, it was found that EIBF had a relationship with the place of delivery (p-value 0.032 and OR 0.55) and method of delivery (p-value 0.000 and OR 7.2). The results of multivariate analysis showed that the method of delivery was the dominant factor associated with EIBF in the Provinces of NTB (p-value 0.002 and AOR 5.6) and North Sumatra (p-value 0.000 and AOR 8.1).
S-11158
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
