Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38477 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dedi R.H. Kuswenda; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad
T-583
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Asiah; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad
S-1218
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Kurniati; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika
S-3468
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mamat Rahmat; Pembimbing: Endang L. Achadi
S-2087
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zaenal Arifin Tanaya; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad
T-685
Depok : FKM UI, 1999
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chyntia Aryanti Mayadewi; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Diah M. Utari, M. Bal`an K. Rangkuti
Abstrak: Perkembangan kognitif anak pra-sekolah merupakan faktor penting yang dapat menentukan kemampuan kognitifnya di kemudian hari. Namun berbagai penelitian sebelumnya menemukan bahwa terdapat anak yang mengalami keterlambatan perkembangan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan kognitif serta hubungannya terhadap status gizi (TB/U & IMT/U), riwayat berat badan lahir dan stimulasi psikososial pada anak pra-sekolah (usia 5-6) tahun di Kecamatan Duren Sawit & Kramat Jati, Jakarta Timur. Pada penelitian ini digunakan analisis kuantitatif dengan desain potong lintang dan metode analisis korelasi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa rata-rata perkembangan kognitif anak dinilai baik (n = 71). Terdapat korelasi yang bermakna antara hubungan perkembangan kognitif dan TB/U & berat badan lahir (p = 0,001; 0,02). Tingkat pendapatan ditemukan bermakna pada kelompok responden berpendapatan menengah-tinggi dalam hubungan antara perkembangan kognitif dan status gizi TB/U & berat badan lahir. Hasil analisis lebih lanjut dengan regresi linear multivariat menunjukkan bahwa status gizi TB/U merupakan faktor dominan yang berkontribusi terhadap tingkat perkembangan kognitif sebesar 68% (R2 = 0,68; sig = 0,001).

Cognitive development in pre-school children is known to be important factor that contributes to later cognitive function in school-age. Previous studies found that there were numbers of children not fulfilling their cognitive development. This research focus on the cognitive development and its correlation to nutritional status (HAZ & BAZ), birth weight and psychosocial stimulation on 71 pre-school children (5-6 y.o) in Duren Sawit & Kramat Jati districts, Jakarta Timur. We implemented quantitative analysis with crosssectional design study and correlation analysis method. Univariate analysis showed that the cognitive development is mostly good (n = 71). We investigated that there was significant correlation between cognitive development and on BAZ & birth weight (p = 0,001; 0,02). Level of income is shown to be significant among averagehigh income group in the correlation of cognitive development and BAZ & birth weight. Further analysis used multivariate linear regression showed that BAZ was the dominant factors that contributes cognitive development level for 68% (R2 = 0,68; sig = 0,001).
Read More
S-9677
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ina Cahya Maulina; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari
S-3345
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susilowati; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Sandra Fikawati, Anies Irawati, Trini Sudiarti, Kresnawan
T-3080
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Permata Sari; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Rahmawati
Abstrak:
Prevalensi PTM (Penyakit Tidak Menular) termasuk di dalamnya hipertensi pada tenaga pendidik yaitu guru cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi populasi umum oleh karena faktor-faktor seperti beban kerja yang cukup tinggi, stres yang mempengaruhi pola makan, hingga perilaku tidak aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, status gizi, asupan natrium, asupan lemak, asupan serat, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah X tahun 2025. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada tenaga pendidik dan kependidikan Sekolah X Kota Tangerang Selatan pada rentang bulan Mei-Juni sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan bahwa angka hipertensi pada tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah X Kota Tangerang Selatan tahun 2025 sebesar 38,5%. Hasil analisis menemukan hubungan signifikan yang bermakna antara asupan natrium (p-value=0,002; OR=8,68(2,17–34,68)), asupan lemak (p-value<0,001; OR=26,68(3,36–211,93)), aktivitas fisik (p-value <0,001; OR=66,5(8,33–531,23)), dan kebiasaan merokok (p-value<0,001; OR=19,25(5,93–62,49)) dengan kejadian hipertensi pada tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah X Kota Tangerang Selatan tahun 2025. Oleh karenanya, disarankan para tenaga pendidik dan kependidikan untuk mengurangi atau membatasi asupan natrium dan lemak, meningkatkan aktivitas fisik, dan menjauhi kebiasaan merokok.


The prevalence of non-communicable diseases (NCDs), including hypertension, may be higher among educators such as teachers compared to the general population, likely due to factors such as high workload, stress that influences dietary habits, and sedentary behavior at work. This study aims to examine the association between age, sex, family history of hypertension, nutritional status, sodium intake, fat intake, fiber intake, physical activity, and smoking habits with the incidence of hypertension among teaching and educational staffs of X School in the year 2025. This research is a quantitative method with a cross-sectional study design. Data collection was carried out at X School, located in South Tangerang City from May-June 2025 among teaching and educational staffs who met the inclusion and exclusion criteria. Results showed the prevalence of hypertension among the teaching and administrative staff at School X in 2025 was 38,5%. Bivariate analysis revealed significant associations between hypertension and sodium intake (p-value=0,002; OR=8,68(2,17–34,68)), fat intake (p-value<0,001; OR=26,68(3,36–211,93)), physical activity (p-value<0,001; OR=66.5(8,33–531,23)), and smoking habits (p-value<0,001; OR=19,25(5,93–62,49)). Therefore, it is recommended that educators and school staff reduce or limit their intake of sodium and fat, engage in regular physical activity, and avoid smoking to help prevent hypertension.
Read More
S-12067
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive