Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 10785 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
613.0424 MEM (P)
[s.l.] : Yogyakarta: Yayasan galang, 2001, s.a.]
Prosiding   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokt. Indo, Vol.59, No.4, Apr. 2009, hal: 165-170
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Amraeni; Promotor: Sudijanto Kamso; Kopromotor: Sabarinah B. Prasetyo, Purwanty Astuti Ascobat; Penguji: Hadi Pratomo, Kemal Nazaruddin Siregar, Soewarta Kosen, Wendy Hartanto, Omas Bulan Samosir
Abstrak: Total Fertility Rate cenderung stagnan begitupun dengan angka CPR dengan kenaikan yang tidak signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan KB yang tidak terpenuhi di Indonesia. Perlu identifikasi ketimpangan gender yang berkaitan dengan otonomi perempuan sebagai salah satu penghambat kebutuhan yang terpenuhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kontribusi otonomi reproduksi terhadap unmet need kontrasepsi modern dan mengkaji perbedaannya berdasarkan wilayah urban dan rural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian potong lintang berdasarkan data pasangan dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, 2012 dan 2017. Dan studi kualitatif untuk menggali informasi terkait hubungan otonomi reproduksi terhadap unmet need kontrasepsi modern. Subyek penelitian adalah pasangan (suami dan istri) yang berhasil diwawancarai dalam SDKI baik yang menggunakan atau tidak menggunakan kontrasepsi modern. Jumlah subyek penelitian sebesar 16809 pasangan pada tahun 2007, 20.435 pasangan pada tahun 2012 dan 21.881 pasangan pada tahun 2017. Variabel bebas pada penelitian ini adalah otonomi reproduksi yang diukur berdasarkan hasil analisis faktor dari keputusan dalam penentuan anak, keputusan dalam kontrasepsi, komunikasi KB, frekuensi diskusi KB, sikap terhadap penolakan seks dan kemampuan negosiasi sek . Variabel terikat pada penelitian ini adalah unmet need kontrasepsi modern. Variabel kontrol adalah karakteristik sosial demografi pasangan dan pelayanan KB. Analisis menggunakan analisis regresi multinomial. Dapat disimpulkan bahwa setiap peningkatan skor otonomi reproduksi perempuan maka resiko kejadian unmet need semakin kecil. sementara secara statistik tidak ada perbedaan antara wilayah urban dan rural. diketahui bahwa rendahnya otonomi reproduksi dipengaruhi oleh pasangan, keluarga dan masyarakat sehingga diperlukan program KB melalui peran PLKB dengan metode pendekatan keluarga terutama pelibatan suami sebagai mitra KB serta pendekatan sosial sehingga dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam mempertahankan hak reproduksinya.
Read More
D-425
Depok : FKM-UI, 2020
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Teza Farida; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Dien Anshari, Kemal Nazaruddin Siregar, Titeu Herawati, Rika Evrinarti
Abstrak:

Latar belakang: Pekerja seks perempuan (PSP) usia 19–24 tahun tergolong kelompok berisiko tinggi terhadap masalah kesehatan reproduksi, seperti infeksi menular seksual (IMS), kehamilan yang tidak diinginkan, dan kekerasan seksual. Salah satu faktor penentu penting yang dapat meningkatkan upaya pencegahan adalah literasi kesehatan reproduksi. Namun, informasi mengenai tingkat literasi kesehatan reproduksi pada kelompok ini masih terbatas, khususnya di wilayah Jakarta Timur. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat literasi kesehatan reproduksi dan faktor-faktor yang berhubungan pada PSP usia 19–24 tahun di Jakarta Timur. Metode: studi kuantitatif dengan desain potong lintang (cross sectional). Sampel berjumlah 192 PSP usia 19–24 diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner literasi kesehatan reproduksi. Hasil: 78,6% responden memiliki literasi kurang dan 21,4% dalam kategori cukup. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (OR = 2,98; 95% CI = 1,17–7,54;), status menikah (OR = 0,18; 95% CI = 0,08–0,39), pendapatan Kata kunci: Literasi kesehatan reproduksi, pekerja seks perempuan, Jakarta Timur


 

Background:Female sex workers (FSWs) aged 19–24 years are considered a high-risk group for reproductive health problems, including sexually transmitted infections (STIs), unintended pregnancies, and sexual violence. One of the key determinants in preventing these issues is reproductive health literacy. However, data on reproductive health literacy among this population remain limited, particularly in East Jakarta.Objective: To examine the level of reproductive health literacy and its associated factors among FSWs aged 19–24 years in East Jakarta. Methods: This study employed a quantitative cross-sectional design. A total of 192 FSWs aged 19–24 years were selected using purposive sampling. Data were collected using a reproductive health literacy questionnaire. Results:The findings showed that 78.6% of respondents had low reproductive health literacy, while 21.4% were categorized as having adequate literacy. Bivariate analysis revealed that age (OR = 2.98; 95% CI = 1.17–7.54), marital status (OR = 0.18; 95% CI = 0.08–0.39), income below minimum wage (OR = 3.97; 95% CI = 1.89–8.33), low education level (OR = 2.75; 95% CI = 1.10–6.92), work duration

Read More
T-7308
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Andriyani; Pembimbing: Rita Damayanti, Evi Martha; Penguji: Zulazmi Mamdy, Mohamad Nasir, Enny Zuliatie
Abstrak: Kekerasan seksual yang terjadi pada anak jalanan perempuan mentpakan permasalahan serius yang mempengaruhi kesehatan fisik, emosi. dan seksual. Bentuk kekerasan seksual yang dialami anak jalanan perempuan adalah diraba payudaranya) masturbasi pelaku exhibitionism, dan diperkosa. Penelitian ini bertujuan mengetahui fenomena kekerasan seksual yang terjadi pada de!apan ana.k jalanan perempuan di delapan kantong anak jalanan di Jakarta Timur dan dampaknya terbadap kesehatan reproduksi dengan menggunakan desain penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan children of street memiliki risiko mengalami kekerasan seksual lebib tinggi dihandingkan children on street. Dampak terhadap kesebatan reproduksi yang dialami adalah infeksi menular seksual, kehamilan yang tidak diinginkan, dan aborsi yang tidak aman.

Sexual abuse of female street children is serious problem !hat affects the physical, emotional, and sexual health of the person !hat lives with it Sexual abuse of female street children are breast touching, masturbation of perpetrators, exhibitionism, and sexual intercourse. Tills research is aimed to figure out the sexual abuse of eight female street children at eight places of street children in East Jakarta and the impact of their reproductive health. Eight female street children are interviewed using purposive sampling and snowballing technique. Research result brings to a conclusion that children of street have risk more bigger than children on street. The impacts of sexual abuse of female street children are unwanted pregnancies, unsafe abortion and sexual transmitted infections.
Read More
T-3088
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku III, Tempo. hal : 5
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku II, Media Indonesia. hal : 25
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atfiana Nur Afifah; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Sudijanto Kamso, Milla Herdayati, Wahyuni Khaulah, Eti Rohati
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penuaan berhasil dan pengembangan model pelayanan kesehatan reproduksi komprehensif bagi pra lansia di Indonesia. Penelitian ini mempunyai manfaat untuk mendukung penuaan yang berhasil dan mempromosikan perlunya kesehatan reproduksi yang komprehensif untuk pra lansia. Penuaan berhasil diukur dengan tiga kriteria yaitu fungsi fisik, kapasitas kognitif, dan kesehatan mental. Pra lansia dikategorikan sebagai penuaan berhasil jika memenuhi tiga kriteria tersebut. Studi Mix-Method dengan pendekatan explanatory sequential. Data kuantitatif menggunakan cross sectional yang bersumber dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) ke-4 pada tahun 2007 dan IFLS ke-5 tahun 2014 untuk melihat perubahan selama 7 tahun. Sampel yang diambil pada IFLS 4 sebanyak 4011 pra lansia dan IFLS 5 sebanyak 1865 lansia. Sedangkan, data kualitatif berasal dari wawancara mendalam pada dua informan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara fungsi fisik dengan penuaan berhasil nilai p 0,046 dan OR 0,116 (CI95%0,0014-0,967), kapasitas kognitif berpengaruh terhadap penuaan berhasil dengan nilai p 0,0005 dan nilai OR 1,540 (CI 95%1,351-1,756), dan kesehatan mental juga berpengaruh pada penuaan berhasil dengan nilai p 0,015 serta OR 0,070 (CI95%0,004-1,125). Proporsi penuaan berhasil pada IFLS 5 tahun 2014 yaitu 95,1% lebih besar dibanding IFLS 4 tahun 2007 yaitu 85,8%. Sehingga, penuaan yang berhasil paling banyak ditemukan pada lansia. Data kualitatif merekomendasikan dalam pengembangan pelayanan kesehatan reproduksi yang komprehensif bagi pra lansia diperlukan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Oleh karena itu penting bagi pra lansia untuk difasilitasi akses ke pelayanan kesehatan reproduksi komprehensif dengan memaksimalkan pelayanan home care, pemanfaatan posyandu lansia, dan mempersiapkan pra lansia secara holistik
The aim of this research is to study the factors that influence aging successfully and develop a model of supported health care for pre-elderly in Indonesia. This research has the benefit of supporting successful aging and supporting the need for well-supported health for pre-elderly. Aging is successfully measured by three criteria, namely physical function, cognitive capacity and mental health. Pre-elderly is categorized as successful aging if it meets these three criteria. Mixed Method Study by asking for sequential explanations. Data using cross sectional, sourced from the 4th Indonesian Family Life Survey (IFLS) in 2007 and the 5th IFLS in 2014 to see changes over the past 7 years. Samples taken in IFLS 4 were 4011 pre-elderly and IFLS 5 were 1865 elderly. Meanwhile, qualitative data from in-depth interviews with two informants. The results showed the relationship between physical function and aging was successful with a p value of 0.046 and OR 0.116 (CI95% 0.0014-0.967), cognitive capacity increased to success with a p value of 0.0005, OR value of 1.540 (95% CI 1.351-1.756) , and mental health also has an effect on successful aging with p values of 0.015, OR 0.070 (CI95% 0.004-1.125). The proportion of successful aging in IFLS 5 in 2014 was 95.1% greater than IFLS 4 in 2007 which was 85.8%. Evidently, successful aging is mostly found in the elderly. Qualitative data is needed in the development of health services aimed at pre-elderly people, promotive, preventive, curative and rehabilitative efforts are needed. Therefore it is important for elderly to be facilitated access to health services that are supported by maximizing services in nursing homes, the use of elderly posyandu, and holistic preelderly preparation
Read More
T-6000
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siska Sulistami, Rozana Nurfitri Yulia, Luh Mea Tegawati
613.9 SUL k (RS)
Jakarta : Mustika Pustka Negeri, 2014
Reserved (pinjaman 1 hari)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siska Sulistami, Luh Mea Tegawati, Rozana Nurfitri Yulia
613.04244 SUL k (RS)
Jakarta : Mustika Pustka Negeri, 2014
Reserved (pinjaman 1 hari)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive