Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39493 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tri Rini Puji Lestari; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Sutanto Priyo Hastono
T-1934
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jauhari; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Evi Martha
T-1932
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dasmiwarita; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Zulazmi mamdy
T-1842
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Encep T. Sulaeman; Pembimbing: Mieke Savitri, Peter Pattinama
T-1963
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kesmas (Jurkesmasnas), Vol.1, No.6, Juni 2007, hal: 259-265, ( Cat ada di bendel 2006-2007 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purwadi Ardinoto; Pembimbing: Anhari Achadi; Sandi Ilyanto
T-1978
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joan Nita Diati; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Adang Bachtiar
Abstrak:
Gizi yang baik berperan penting dalam kesehatan dan perkembangan kognitif individu, terutama pada usia anak-anak dan remaja. Permasalahan gizi masih menjadi tantangan utama di Indonesia sehingga pemerintah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan status gizi pada kelompok rentan, dengan jumlah penerima manfaat terbesar yaitu peserta didik. Program ini dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia, dengan salah satu wilayah yang sudah mendapatkan manfaat program tersebut di tahapan awal program tersebut diresmikan adalah Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Namun, implementasi program ini menghadapi tantangan seperti ditemukan keluhan terkait makanan bergizi gratis yang disajikan yang mana dapat mempengaruhi kepuasan siswa. Kepuasan dapat digunakan sebagai alat ukur untuk melihat keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan siswa yang dilihat dari keempat aspek pelaksanaan program MBG dan karakteristik siswa. Variabel independen yang diteliti meliputi empat aspek program MBG: kualitas makanan, kuantitas makanan, proses penyajian, dan pengaturan waktu serta dua karakteristik siswa: usia, dan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas makanan (p=0,000), kuantitas makanan (p=0,018), proses penyajian (p=0,000), dan pengaturan waktu (p=0,018) memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan siswa sedangkan pada variabel usia (p=0,434) dan jenis kelamin (p=1,000) tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan siswa. Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi pada komponen yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas program sehingga tujuan dari program dapat tercapai.


Good nutrition plays an important role in the health and cognitive development of individuals, especially in children and adolescents. Nutritional problems are still a major challenge in Indonesia, prompting the government launched the Free Nutritious Meal Program (MBG) to improve the nutritional status of vulnerable groups, with students being the largest group of beneficiaries. This program is being implemented in stages throughout Indonesia, with one of the areas that has benefited from the program in the early stages is Palmerah District, West Jakarta. However, the implementation of this program faces challenges such as complaints regarding the free nutritious food served which can affect student satisfaction. Satisfaction can be used as a measuring tool to see the success of the program. This study aims to determine student satisfaction seen from the four aspects of the implementation of the MBG program and student characteristics. The independent variables studied include four aspects of the MBG program: food quality, food quantity, serving process, and time management and two student characteristics: age and gender. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The results showed that the variables of food quality (p = 0.000), food quantity (p = 0.018), serving process (p = 0.000), and time management (p = 0.018) had a significant relationship with student satisfaction while the variables of age (p = 0.434) and gender (p = 1.000) did not have a significant relationship with student satisfaction. This study provides several recommendations on components that require improvement to increase program effectiveness so that program objectives can be achieved.
Read More
S-12019
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kesmas (Jurkesmasnas), Vol.1, No.6, Juni 2007, hal: 266-274, ( Cat ada di bendel 2006-2007 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shania Ayunda Muthia Kanza Salshabilah; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Khaterina Kristina Manurung
Abstrak:

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang menimbulkan beban signifikan terhadap sistem pembiayaan kesehatan, terutama dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penyakit ini memerlukan perawatan jangka panjang dan rawan kekambuhan, sehingga berkontribusi terhadap tingginya angka kunjungan dan pembiayaan di fasilitas kesehatan, khususnya pada layanan rujukan. Tujuan: Mengetahui besarnya biaya pelayanan kesehatan peserta JKN dengan skizofrenia dan faktor-faktor yang berhubungan dengan biaya tersebut. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder BPJS Kesehatan tahun 2024. Sampel terdiri dari 1.597 peserta aktif JKN dengan diagnosis skizofrenia selama satu tahun. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS versi 25. Hasil: Total biaya pelayanan mencapai Rp16.896.391.354. Rata-rata biaya rawat jalan Rp314.929 dan rawat inap Rp5.050.107. Biaya signifikan dipengaruhi oleh usia, hubungan keluarga, kelas hak rawat, segmentasi peserta, wilayah kepesertaan, jenis dan kepemilikan FKTP/FKRTL, kunjungan ke FKTP, dan tipe FKRTL. Kesimpulan: Skizofrenia memberikan beban biaya tinggi pada JKN. Diperlukan pembiayaan berbasis kebutuhan serta penguatan layanan jiwa di tingkat primer dan komunitas untuk efisiensi sistem.




Background: Schizophrenia is a chronic mental disorder that poses a significant  burden on the healthcare financing system, particularly within Indonesia’s  National Health Insurance (JKN) program. The condition requires longterm care  and is prone to relapse, contributing to high healthcare utilization and costs,  especially at referral level facilities. Objective: To determine the total healthcare  costs for JKN participants diagnosed with schizophrenia and to identify factors  associated with those costs. Methods: This quantitative study employed a crosssectional design using secondary data from BPJS Kesehatan (Indonesia’s Social  Health Insurance) for the year 2024. The sample consisted of 1.597 active JKN  participants diagnosed with schizophrenia over a 12 month period. Data were  analyzed using univariate and bivariate techniques in SPSS version 25. Results: The total healthcare cost amounted to IDR 16.896.391.354. The average outpatient  cost was IDR 314.929, while the average inpatient cost was IDR 5.050.107. Factors  significantly associated with higher costs included age, family relationship status,  treatment class, participant segmentation, region of enrollment, type and  ownership of primary and referral healthcare facilities (FKTP/FKRTL), number of  visits to primary care, and type of referral facility. Conclusion: Schizophrenia  places a substantial financial burden on the JKN system. A need-based financing  approach and strengthened mental health services at the primary and community  levels are essential to improving efficiency and sustainability.

Read More
S-12059
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive