Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29294 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Stefanus Lukas; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-423
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutrisno; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-433
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I wayan Hendrawan; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Ede Surya Darmawan, Puput Oktamianti, Chairulsjah Sjahruddin, Jusuf Kristianto
Abstrak:

ABSTRAK Analisis Kepatuhan Dokter Dalam Penulisan Resep Sesuai Formularium RSU Prima Medika Denpasar Salah satu unsur dalam peningkatkan mutu pelayanan kesehatan adalah terjaminnya aksesibilitas obat yang aman, berkhasiat, bermutu, dan terjangkau. Pengelolaan obat yang tidak efisien dapat memberikan dampak negatif secara medik dan ekonomi. Salah satu penyebabnya adalah ketidakpatuhan dokter dalam meresepkan obat sesuai dengan formularium. RSU Prima Medika merupakan salah satu rumah sakit swasta di Denpasar yang telah memiliki formularium sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai formularium RSU Prima Medika Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crossectional. Sampel adalah 120 dokter yang memiliki Surat Ijin Praktek (SIP) di RSU Prima Medika. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan data kepegawaian. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat dengan software statistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa lebih banyak dokter laki-laki dengan rerata umur 44.4 ± 11.7 tahun dan paling banyak dokter spesialis. Gambaran kepatuhan sesuai fomularium RSU Prima Medika Denpasar adalah 27.5%. Faktor yang berhubungan terhadap kepatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai dengan formularium RSU Prima Medika Denpasar adalah Pengetahuan, Informasi, Penghargaan, Sosialisasi, Supervisi, dan Lingkungan Tempat Kerja sedangkan faktor yang tidak berhungan  kepatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai dengan formularium RSU Prima Medika Denpasar adalah Jenis Kelamin, Pendidikan, Lama Praktek, Sanksi, Permohonan Pasien, Pihak Membayar, dan Industri Farmasi. Variabel yang diteliti pada penelitian ini berhubungan terhadap kepatuhan penulisan resep sesuai dengan formularium RSPM sebesar 60.2%, sedangkan sisanya sebesar 39.8% dipengaruhi oleh variabel lain Disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai dengan formularium RSU Prima Medika Denpasar masih cukup rendah. Faktor yang paling berhubungan adalah penghargaan, pengetahuan, dan informasi. Disarankan kepada pihak manajemen untuk membuat suatu sistem kebijakan penghargaan dan sanksi, membuat buku saku formularium yang praktis, format dan tampilan yang menarik serta didistribusikan ke seluruh dokter praktek serta melakukan sosialisasi dan supervisi berkala. Kata Kunci: kepatuhan, dokter, penulisan resep, formularium RS, RSU Prima Medika Denpasar


ABSTRACT Complience Analysis of Formularium Drug Prescription in Prima Medika Hospital Denpasar One of component to increase hospital’s quality service is assurance of safe drug’s accessibility, beneficial, quality and affordable. Unefficient of drug management lead to medically and economicall negative effects. Prima Medika Hospital Denpasar is one of the private hospital in Denpasar which had their own formularium. In 2016, various types of excessive inventory drug lead to stuck and expired which have detrimented hospital. Aims of this study were to analyze factors related to doctor’s complience about formularium drug prescription in Prima Medika Hospital Denpasar. This was a quantitative study using crossectional design. Samples were 120 doctors who had legal permit practice in Prima Medika Hospital Denpasar. Data were collected by interview using structured questionnaires and analyzed univariate, bivariate dan multivariate with statistic software. Results showed that most doctors were male, mean of age is 44.4 ± 11.7 year; most of Specialist Doctors. Rate for complience of drug prescribing following formularium Prima Medika Hospital Denpasar is 27.5%. Factors related to compliance knowledge, information, reward, socialization, supervision, and Working environment. Meanwhile factors which were not related were gender, education, working experience, punishment, patient request, payment type, and Pharmaceutical industry. Variable on this study were 60.2% related with compliance and 39.8% were related to other factors. In conclution, complience of drug prescribing following formularium Prima Medika Hospital Denpasar is low. The most related factors including rewards, knowledge, and information. It can be suggested that hospital management to produce a sistem of rewards and punishment as well as periodically socialized and supervised for the prescription. Key words: complience, doctors, drug prescribing, hospital formularium, Prima Medika Hospital Denpasar

Read More
B-2015
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Monika Niken Pratiwi; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Dedi Supratman
S-8999
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Sudarsana; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Jaslis Ilyas, Mieke Savitri, Chairulsjah Sjahruddin, I Gede Made Arnata
Abstrak: Abstrak Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor penting dalam kesehatan lanjutan dan kesejahteraan pasien, kepatuhan dan ketaatan juga prasyarat untuk keefektifan pengobatan berdasarkan formularium yang telah ditentukan. Pengetahuan dokter pada formularium Rumah Sakit diperoleh dari buku maupun dari orang lain. Tindakan ini akan berpengaruh terhadap keputusan seorang dokter dalam menuliskan resep. Penelitian ini merupakan penelitian korelatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan keyakinan terhadap kepatuhan dalam menulis resep sesuai formularium dengan jumlah sampel 62 responden dan teknik pengambilan sampel total sampling. Kuesioner yang digunakan untuk mendapatkan data sudah dilakukan uji reliabilitas dan validitas Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan keyakinan dengan kepatuhan dalam penulisan resep sesuai dengan formularium dengan p-value < 0,05. Hasil uji multivariat dengan regresi logistik menunjukkan keyakinan merupakan variabel yang paling dominan dengan p-value 0,004 < 0,05 dengan OR 7, 227 lebih tinggi dibandingkan variabel pengetahuan (OR:4,446) dan sikap (OR: 4,244). Hal ini berarti keyakinan sebanyak 7,227 meningkatkan kepatuhan dalam penulisan resep sesuai formularium. Pendidikan seorang dokter yang diperoleh pada tingkat tertentu akan mempengaruhi tindakan yang berdasar pada kemampuan intelektual. Sikap seorang dokter yang menggambarkan suka atau tidak suka terhadap formularium rumah sakit. Sikap ini diperoleh dari pengalaman sendiri maupun pengalaman dokter lain. Keyakinan merupakan suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Keyakinan seorang dokter terhadap obat yang diperoleh dari orang yangdapat dipercaya, hal ini merupakan bagian yang sulit dirubah. Key word: Pengetahuan, sikap, keyakinan dan kepatuhan dalam menulis resep sesuai Formularium Abstract Adherence to treatment is an important factor in continued health and patient wellbeing, adherence are also prerequisites for the effectiveness of treatment based on established formularies. The doctor's knowledge on hospital formulary is obtained from books as well as from others. This action will affect the decision of a doctor in prescribing. This research is a correlative research that aims to determine the relationship of knowledge, attitudes and beliefs to compliance in prescribing recipes according to formulary with a total sample of 62 respondents and total sampling technique. Questionnaires used to obtain the data have been tested reliability and validity The results showed that there was a significant correlation between knowledge, attitude and belief with compliance in prescribing writing in accordance with formulary with p-value <0,05. The result of multivariate test with logistic regression showed that belief was the most dominant variable with pvalue 0.004 <0.05 with OR 7,227 higher than the knowledge variable (OR: 4,446) and attitude (OR: 4,244). This means belief as much as 7,227 improves compliance in prescribing writing according to formulary. The education of a physician acquired at some level will influence actions based on intellectual ability. The attitude of a doctor who describes likes or dislikes hospital formulary. This attitude is derived from the experience itself and the experience of other doctors. Belief is an attitude that is shown by man when he feels quite know and conclude that he has reached the truth. Because beliefs are an attitude, one's beliefs are not always true or, beliefs alone are not a guarantee of truth. A physician's belief in drugs obtained from a trusted person, this is a difficult part to change. Key words: Knowledge, attitudes, beliefs and compliance in writing appropriate recipes formulary
Read More
B-2027
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rachel Amanda Indaryati; Pembimbing; Suprijanto Rijadi; Penguji: Pujiyanto, Wachyu Sulistiadi, Khofifah Any
Abstrak:

Penelitian ini membahas hubungan kualitas pelayanan dengan loyalitas pasien. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan disain studi crosssectinal. Dengan adanya penurunan kunjungan pasien lama antara tahun 2005 – 2009, RS PGI Cikini memiliki tantangan untuk meningkatkan kinerjanya. Analisis data menggunakan analisis univariat , bivariat  dan multivariat (regresi logistik). Hubungan signifikan diperlihatkan responsiveness, empathy dan assurance serta waktu tempuh dengan loyalitas pasien. Analisis regresi logistik menunjukan responsiveness  dan waktu tempuh memberikan pengaruh yang paling kuat untuk loyalitas pasien. Kata Kunci: kualitas pelayanan, loyalitas pasien


 This study explores the relationship of service quality and patient loyalty. This research is a quantitative research study design with cross-sectional. With a decrease in patient visit between the years 2005 – 2009, CCI Cikini Hospital have challenges to improve its performances. Analysis using univariate, bivariate, and multivariate (logistic regression). Significant relationships are shown between responsiveness, empathy and assurance as well as travel time with patient loyalty. Logistic regression analysis showed responsiveness and travel time provides the most powerful influence for patient loyalty. Key words : quality of service, patient loyalty

Read More
B-1300
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masnir Alwi; Pembimbing: Mieke Savitri; Pengunjung: Anwar Hasan, Yetti Hersunaryati
B-671
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gerald Parulian Sitompul; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Amila Megraini, Purnawan Junadi, Sontang Simamora
B-1080
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yoswita Syakur; Pembimbing: Purnawan Junadi
Abstrak:
Dalam evaluasi kinerja instalasi farmasi dan biaya obat di Rumah Sakit Semen Padang dari tahun 1995 sampai tahun 1999, terjadi peningkatan jumlah resep yang diambilkan ke apotik luar yaitu 8.862 resep tahun 1995, menjadi 10.287 resep (tahun 1996), lalu meningkat lagi menjadi 13.666 resep (tahun 1997), 13.963 resep (tahun 1998) dan 13.735 resep (tahun 1999). Kalau dilihat rata-rata biaya pengambilan obat ke apotik luar adalah 27 % dari total biaya obat Rumah Sakit Semen Padang. Pada tahun 2000 biaya obat apotik luar adalah Rp. 526.469.784. Penulis berpendapat bahwa biaya tersebut cukup besar dan tidak effisien dan berdampak kepada kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Semen Padang. Karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui beberapa faktor yang menyebabkan tingginya resep keluar tersebut. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif, dengan wawancara mendalam kepada dokter intern. Selain itu dilakukan penelitian dokumen yang ada di instalasi farmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penulisan resep keluar cenderung meningkat disebabkan karena jenis obat yang diperlukan tidak tersedia, dan proses perencanaan perbekalan farmasi tidak melibatkan dokter intern. Koordinasi antara manajemen dan dokter belum berjalan seperti yang diharapkan. Telaah dokumen menunjukan ineffisiensi biaya obat. Untuk mengurangi penulisan resep ke apotik luar tersebut, penulis menyarankan sebagai berikut: - Meningkatkan fungsi perencanaan perbekalan farmasi melalui proses Bottom-Up dengan melibatkan dokter. - Membentuk komite medik dan komite farmasi dan terapi agar terbentuknya standard terapi yang dapat dipedomani dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit Semen Padang. - Membuat suatu sistem pengawasan atau aturan mengenai penggantian obat dengan persediaan yang sama di instalasi farmasi. - Meningkatkan peranan dan tanggung jawab apoteker terutama dalam pengawasan penggunaan obat.

Prescription by Interns at Semen Padang HospitalDuring the performance evaluation of the pharmacy and medicine costs at Semen Padang Hospital, conducted in 1995 to 1999, an increase in the amount of prescriptions filled at other pharmacies from 8,862 in 1995, to 10,287 in 1996, then 13,666 in 1997, 13,963 in 1998, and 13,735 in 1999. The average costs for prescriptions filled at other pharmacies are 27% from the total medicine costs at Semen Padang Hospital. Which in the year 2000 is Rp526,469,784,-. The sizes of those costs are considered quite large by the author, inefficient, and may affect the quality of the health services provided at Semen Padang Hospital. Therefore, a study is performed to discover the factors that caused the high percentage of prescription filled at other pharmacies. This study is conducted qualitatively, through in depth interviews on the interns. A study on the documents at the pharmacy is also performed. The study indicates that the cause of the increase in the amount of prescriptions filled in other pharmacies was the absence of the required medicine and the non-involvement of the interns during the pharmaceutical supplies planning process. Coordination between the management and the doctors have not functioned as expected. Documentary studies indicate inefficient medicine costs. To reduce the amount of prescriptions filled at other pharmacies, the author suggests: - To increase the pharmaceutical planning function through a Bottom-Up by involving the doctors. - Forming a medical committee, a pharmacy and therapy committee to establish a therapy standard as guidelines for health services that Semen Padang Hospital. - Create a inspection system or regulations on the replacement of the medicine according to the available supplies at the pharmacy. - Increase the rote and responsibility of the pharmacist, particularly in supervising the use of the medicine.
Read More
B-492
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
G.B. Roselinda Siwy; Pembimbing: Adang Bachtiar
B-465
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive