Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18053 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kliping koran kompas 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kliping koran kompas 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
kompas
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriningsih; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Iwan Ariawan, Adang Bachtiar, Tatiek Wahyuningtyas
Abstrak:

Tesis ini membahas hubungan mutu fungsional layanan kesehatan dan minat pasien kembali menggunakan layanan rawat inap RSIA Buah Hati tahun 2009. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan kuantitatitf Penilaian Mutu fimgsional layanan diukur berdasarkan dimensi servqual yang disesuaikarf dengan keadaan di RSIA Buah Hati. Dari penelitian didapatkan bahwa secara statistik ada hubungan bermakna antara mutu iimgsional layanan rawat inap RSIA Buah hati dengan minat pasien kernbali, dengan dimensi assurance dan responsiveness sebagai variabel dominan dan variabel penganjur sebagai variabcl perancu _ Faktor yang memiliki nilai kepuasan pasien terendah adalah perawat menunnm posisi dan cara menyusukan bayi, perawat memastikan pelaksanaan IMD, petugas mempromosikan asi ekslusiil petugas tidak membuat pasien menunggu terlalu lama, petugas memiliki sikap yang bersahabat dan murah senyurn, petugas memberikan penjelasan yang dibutuhkan pasien, kejelasan informasi pemakaian atau kegunaan obat oleh petugas, dan keluhan pasien diberikan tanggapan, sehingga perlu ditingkatkan ketrampilan petugas untuk menangani masalah yang dihadapi pasien dan berorientasi terhadap pelanggan. Kata Kunci: Mutu iimgsional Layanan Kesehatan, Minat Pasien kembali menggunakan layanan rawat inap

Read More
T-3145
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Baiq Qurrata Aini; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Atik Nurwahyuni, Purwa Kurnia Sucahya
Abstrak: Hasil survei kepuasan peserta BPJS Kesehatan terhadap pelayanan klinikyang dilakukan pada tahun 2014 mencapai sekitar 80% dan melampaui targetRoad Map Menuju Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, masih banyak keluhanyang disampaikan peserta BPJS Kesehatan seperti yang tertera pada laporanYLKI, situs resmi Kemenpan, dan lain-lain mengenai tidak terpenuhinya harapanmereka. Sehingga, perlu diketahui tingkat harapan peserta BPJS Kesehatanbeserta determinan harapan mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenaideterminan harapan peserta BPJS Kesehatan terhadap layanan di Klinik PratamaKota Depok Periode Mei Tahun 2016. Penelitian ini mengkombinasikan antarapenelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini adalahsequential exploratory yang diawali dengan penelitian kualitatif untukmengeksplorasi fenomena dan kemudian dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif.Informan pada penelitian kualitatif adalah 12 orang dan responden pada penelitiankuantitatif adalah 203 orang.Hasil penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara jenis kelamin, umur,dan pekerjaan dengan tingkat harapan peserta BPJS terhadap layanan di klinikpratama Kota Depok periode Mei tahun 2016. Sedangkan, variabel yang memilikihubungan dengan tingkat harapan peserta BPJS terhadap layanan di klinikpratama Kota Depok periode Mei tahun 2016 antara lain, pendidikan, personalneeds, word-of-mouth, dan past experience. Faktor yang paling dominanmempengaruhi tingkat harapan peserta BPJS terhadap layanan di klinik pratamaKota Depok periode Mei tahun 2016 adalah personal needs. Artinya, apabilafrekuensi kunjungan Peserta BPJS Kesehatan untuk berobat ke suatu klinik ketikasakit semakin tinggi, maka skor harapan peserta BPJS Kesehatan akan naiksemakin tinggi.Kata Kunci: harapan peserta BPJS Kesehatan, personal needs, past experience,words-of-mouth
The result of BPJS customer satisfaction survey in primary clinic in 2014was 80%, which means it achieved Road Map to Jaminan Kesehatan Nasionaltarget. However, there are still many complaints from the BPJS customer asshown in YLKI report and in Kemenpan official website regarding unfulfillmentof their expectation. Therefore, we needs to know the determinants and their levelof expectation.This study aim to determine information about the determinant of memberof BPJS Kesehatan expectation to the service of primary clinic in Depok Cityperiod May 2016. This study is combined qualitative and quantitative study.Design of this study is sequential exploratory, which is started by qualitative studyto explore the phenomena and then followed by quantitave study. Number ofinforman in qualitative study is 12 and number of respondent in quantitative studyis 203.The result of this study is there is no correlation between gender, age, andoccupation with the level of respondent expectation. There is correlation betweenlevel of education, personal needs, word-of-mouth, and past experience with thelevel of respondent expectation. The most dominant factor that influences thelevel of respondent expectation is personal needs, which means the higherrespondent frequency to visit primary clinic to get treatment when sick, the higherlevel of respondent expectation.Keyword: member of BPJS Kesehatan expectation, personal needs, pastexperience, words-of-mouth
Read More
T-4711
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Avida Anugraheni Citaprasetya; Pembimbing: Pandu Riono, Tris Eryando; Penguji: Evi Martha, Wahyudi Ifani, Sarto
Abstrak: ABSTRAK BPFK Medan bertugas mengamankan peralatan kesehatan salah satunya melalui kalibrasi alat kesehatan, berperan dalam Program Indonesia Sehat. Untuk menghadapi persaingan pasar, BPFK Medan perlu menentukan kebijakan strategi berbisnis dengan mengukur kualitas layanan yang diberikan kepada konsumen. Pengukuran kualitas layanan penelitian ini menggunakan metode SERVQUAL dan Sigma-6. Target kepuasan pelanggan BPFK Medan pada tahun 2018 adalah 85%. Dengan penelitian yang menghasilkan kualitas dari layanan kalibrasi BPFK Medan secara rata-rata menurut persepsi konsumen berada di angka 4,017, rata-rata kualitas yang dirasakan oleh konsumen negatif, yaitu -0,983, dengan rata-rata nilai sigma 2,357 dan spesifikasi ideal konsumen yang terpenuhi rata-rata 80,347%. Maka, untuk memenuhi target, BPFK Medan masih perlu melakukan perbaikan. Dimensi pelayanan dengan nilai rata-rata persepsi, kualitas, sigma dan spesifikasi terpenuhi yang dirasakan oleh konsumen dari yang paling rendah adalah dimensi empati, daya tanggap, bukti fisik, keandalan dan jaminan kepastian. Peningkatan kualitas layanan sebesar 67,121% dapat dilakukan dengan memprioritaskan pada peningkatan kualitas dimensi empati dan daya tanggap. Kata Kunci: Kualitas Layanan, SERVQUAL, Sigma-6 The main job of BPFK Medan is to guarantee patient safety for health facilities by calibrating health tools, which contributed in Indonesia Sehat Program. To deal with market competition, BPFK Medan must determine the business strategy policy by assessing service quality given to consumer. This research was applying Six Sigma and SERVQUAL method to assesst service quality. In 2018, BPFK Medan set performance goal for Customer Satisfaction at 85%. This research found that service quality of calibration service in BPFK Medan equals to 4,017, average of perceived quality was -0,983, average of sigma level was 2,357 and criterion achieved was about 80,347%. To reach the performance goal, BPFK Medan must do some improvements. Service dimensions sorted by lowest average of perception value, perceived quality, sigma level and criterion achieved were empathy, responsiveness, tangibility, reliability and assurance. Service quality improvements could be obtained about 67,121% by improving dimensions of empathy and responsiveness as priority. Keywords: service quality, SERVQUAL, six sigma
Read More
T-5316
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lailatul Husna; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Helen Andriani, Puput Oktamianti, Adang Bachtiar, Ida Lahenawati
Abstrak:
Beban masalah kesehatan jiwa di Indonesia terus meningkat, namun treatment gap tetap lebar, terutama pada layanan berbasis komunitas yang bersifat promotif dan preventif. Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Harmoni Kota Depok hadir sebagai layanan konseling kesehatan jiwa non-klinis berbasis keluarga di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), namun analisis mutu layanannya secara sistematis belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis mutu layanan konseling kesehatan jiwa non-klinis di PUSPAGA Harmoni Kota Depok secara komprehensif dari perspektif pengguna dan penyedia layanan, serta merumuskan rekomendasi perbaikan dan Commitment to Change (CTC) sebagai jembatan knowledge to practice. Desain penelitian menggunakan explanatory sequential mixed methods, dengan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner SERVQUAL pada 62 responden pengguna layanan konseling, dilanjutkan data kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 5 informan penyedia layanan dan wawancara singkat/pertanyaan terbuka kepada pengguna. Data kualitatif dianalisis menggunakan kerangka Donabedian (struktur–proses–outcome), dan seluruh temuan diintegrasikan melalui pendekatan joint display serta diprioritaskan melalui metode USG bersama tim PUSPAGA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu layanan secara keseluruhan berada pada kategori "cukup baik" (grand mean gap –0,218). Kekuatan utama layanan terletak pada dimensi Empathy (gap –0,167) dan Assurance (gap –0,190), yang mencerminkan kualitas hubungan terapeutik dan keamanan psikologis yang dirasakan pengguna. Kelemahan terbesar terdapat pada dimensi Tangibles (gap –0,311), terutama pada aksesibilitas lokasi (gap –0,855). Analisis Donabedian mengungkap tiga celah sistemik: ketidakseimbangan kapasitas struktural terhadap pertumbuhan permintaan layanan, penyelenggaraan proses yang bertumpu pada kapabilitas individu, dan sistem pengukuran outcome yang belum komprehensif. Integrasi temuan mengidentifikasi “paradoks kepuasan”, gap negatif di seluruh dimensi berdampingan dengan loyalitas pengguna yang sangat tinggi (93,5% bersedia merekomendasikan dan kunjungi kembali) yang dapat dijelaskan melalui teori zone of tolerance, zero price effect dan kualitas hubungan terapeutik yang dominan. Analisis prioritas masalah menetapkan tersendatnya program edukasi komunitas sebagai masalah termendesak (skor USG 15/15). CTC disusun dalam tiga level: internal, koordinasi lintas sektor, dan advokasi kebijakan, sebagai rencana aksi prioritas perbaikan mutu yang realistis. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan model evaluasi mutu layanan kesehatan jiwa komunitas di Indonesia dan mendukung penguatan layanan promotif-preventif berbasis keluarga yang evidence-based.

The burden of mental health problems in Indonesia continues to grow, yet the treatment gap remains wide, particularly in community-based services of a promotive and preventive nature. The Family Learning Center (Pusat Pembelajaran Keluarga/PUSPAGA) Harmoni in Depok City operates as a non-clinical, family-based mental health counseling service under the auspices of the Office for Women's Empowerment and Child Protection (DP3AP2KB); however, a systematic quality analysis of its services has never been conducted. This study aims to comprehensively analyze the quality of non-clinical mental health counseling services at PUSPAGA Harmoni, Depok City, from both user and provider perspectives, and to formulate improvement recommendations along with a Commitment to Change (CTC) framework as a bridge from knowledge to practice. The study employed an explanatory sequential mixed-methods design. Quantitative data were collected through SERVQUAL questionnaires administered to 62 service users, followed by qualitative data gathered via in-depth interviews with 5 service provider informants and brief interviews/open-ended questions directed at service users. Qualitative data were analyzed using the Donabedian framework (structure–process–outcome), and all findings were integrated through a joint display approach and prioritized using the Urgency, Seriousness, Growth (USG) method together with the PUSPAGA team. The results indicate that overall service quality falls in the "moderately good" category (grand mean gap: –0.218). The primary strengths lie in the Empathy (gap –0.167) and Assurance (gap –0.190) dimensions, reflecting the quality of the therapeutic relationship and psychological safety experienced by users. The greatest weakness is found in the Tangibles dimension (gap –0.311), particularly regarding location accessibility (gap –0.855). Donabedian analysis reveals three systemic gaps: a structural capacity imbalance relative to growing service demand, service processes heavily reliant on individual capabilities, and an insufficiently comprehensive outcome measurement system. Integration of findings identifies a "satisfaction paradox", negative gaps across all dimensions coexisting with very high user loyalty (93.5% willingness to recommend and return) , explained through zone of tolerance theory, zero price effect, and the dominant quality of the therapeutic relationship. Priority problem analysis identifies the stagnation of community education programs as the most urgent issue (USG score 15/15). The CTC is organized across three levels: internal, cross-sector coordination, and policy advocacy, as a realistic prioritized action plan for service quality improvement. This study contributes to the development of a community mental health service quality evaluation model in Indonesia and supports the strengthening of evidence-based, family-centered promotive and preventive services.
Read More
T-7674
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeni Purnamasari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Rahma Indira Wardani, Herman Budianto
Abstrak: Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan setiap orang. Pendekatan mutu paripurna yang berorientasi pada kepuasan pelanggan menjadi strategi utama bagi organisasi pelayanan kesehatan di Indonesia. Penilaian mandiri (self assesment) akan memampukan organisasi untuk mengidentifikasi kinerja organisasi. Salah satu upaya self assesment adalah dengan melakukan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dengan kriteria Malcolm Baldrige yang memiliki pendekatan 7 kriteria, yaitu kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pelanggan dan pasar, manajemen pengukuran analisis dan pengetahuan, fokus pada staf, manajemen proses dan hasil kinerja organisasi. Penelitian dilakukan pada organisasi non profit Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa tahun 2015 yang bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil kinerja organisasi, hubungan antara variabel independen dengan hasil kinerja organisasi dan variabel yang paling berpengaruh terhadap hasil kinerja organisasi. Metode penelitian adalah mix methods dengan sequential explanatory design dengan populasi seluruh karyawan LKC di Indonesia dan sampel berjumlah 94 orang. Hasil analisa univariat didapatkan gambaran kinerja LKC Wilayah bervariasi dari kriteria sangat baik yaitu LKC Aceh (86 %), kriteria baik LKC Sulawesi Selatan (73 %), dan kriteria cukup masing-masing LKC Jabodetabek (69%), LKC NTT (66%), LKC Yogyakarta (59 %) dan LKC Sumatera selatan (59 %). Hasil analisa bivariat menunjukan adanya hubungan yang kuat dan berpola positif dan hubungan bermakna antara hasil kinerja organisasi dengan 6 kriteria Malcolm Baldrige. Hasil analisa multivriat menunjukan adanya hubungan yang kuat dan berpola positif untuk variabel fokus pada pelanggan dan variabel manajemen proses, dikontrol oleh 3 variabel konfounding yaitu variabel kepemimpinan, perencanaan strategis dan fokus pada staf. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja organisasi adalah manajemen proses. Komitmen dalam peningkatan mutu berkelanjutan dapat di mulai dari peningkatan manajemen proses yang ada di LKC Dompet Dhuafa.
Read More
T-4365
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathiah; Pembimbing: Hafizurrachman
T-980
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Murniati; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Amila Megraini, Tri Erri Astoeti, Komalasari
T-2755
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive