Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 20013 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hasdianah, Sandu Siyoto, Yuly Peristyowati
613.2 HAS g
Yogyakarta : Nuha Medika, 2014
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cornelia ... [et al.]
613.2 COR k
Jakarta : Penebar Plus, 2013
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
612.3 UNI g
Depok : FKM UI, 2010
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
612.3 UNI g
Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2007
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sandra Fikawati, Ahmad Syafiq, Khaula Karima
613.2 FIK g
Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2015
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ali Khomsan
613.2 KHO p
Jakarta : Rajawali Sport, 2004
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusilanti
612.3 RUS g
Bandung : Remaja Rosdakarya, 2015
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sunarti; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Trini Sudiarti, Triyani Kresnawati, Kuspuji Dwitanto Rahardjo
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Sunarti Program Studi : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Pengaruh Edukasi Dan Konseling Gizi Intensif Terhadap Pengetahuan, Sikap,  Perilaku  Kepatuhan Diet Dan Status Gizi Pasien  Hemodialisis Pembimbing : Ir. Siti Arifah Pujonarti, MPH Keberhasilan terapi hemodialisis (HD) dapat terhambat dengan adanya malnutrisi atau Protein Energy Wasting (PEW) akibat asupan gizi kurang, abnormalitas metabolisme terutama asam amino, fungsi residual ginjal dan dosis dialisis.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi dan konseling gizi intensif terhadap pengetahuan, sikap, perilaku kepatuhan diet dan status gizi pasien HD. Lokasi penelitian untuk pengambilan data kelompok perlakuan di Unit Hemodialisis Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih dan untuk kelompok kontrol di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.  Penelitian menggunakan randomized pretest – posttest control group design dengan sampel 77 pasien (38 orang pria (50.6%) dan 39 orang wanita (49.4%)), rata - rata usia 46.71 ± 9.40 tahun. Didapatkan peningkatan pengetahuan (p=0,0001) dan sikap (p = 0,0001) serta profil perilaku kepatuhan diet lebih baik (p = 0,0001).  Intervensi ini efektif meningkatkan asupan energi (p = 0,012) dan lemak (p =0,0001) serta selisih akhir asupan protein dan asupan karbohidrat lebih tinggi meskipun belum signifikan(p= 0,102 dan 0,091). Peningkatan IMT perlakuan lebih tinggi (0,25 + 0,27 vs 0,18 + 0,18 kg/m 2 ) meskipun tidak signifikan (p = 0,744 & 0,856). Rata – rata LLA cenderung tetap (Δ 0.00 + 0,13 cm, p = 1,000), sementara kelompok kontrol menurun (-0.24 + 0.01cm, p=0,789). Rata –rata trisep skinfold cenderung meningkat sementara kelompok kontrol cenderung menurun (Δ 0.44 + 0.11mm vs -0.24 + 0.02 mm, p= 0,737, 0,880). Terjadi peningkatan rata – rata persentase lemak total pada kedua kelompok, dan peningkatan pada kelompok kontrol lebih tinggi (0.79 + 1.93% vs 0.23 + 0.87%), meskipun belum signifikan(p=0.913 dan 0,766).  Rata – rata massa otot kedua kelompok menurun dan penurunan kelompok kontrol lebih tinggi (-0.36 + 0.30 kg dan -0.31 + 0.66 kg, p=0.894 dan 0,874).  Rata – rata persentase cairan tubuh total kelompok perlakuan menurun dan penurunan kelompok perlakuan lebih tinggi (-0.56 + 1.31% vs -0.52 + 4.39%) meskipun belum signifikan (p=0.813 dan 0,644). Status hidrasi pasien sangat fluktuatif dan memungkinkan pengaruh terhadap estimasi komposisi tubuh dalam penelitian ini. Edukasi dan konseling gizi intensif terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku diet, signifikan terhadap asupan energi dan lemak, profil asupan protein dan karbohidrat yang lebih baik meskipun belum bermakna, profil IMT, LLA dan trisep skinfold  serta massa otot dan persentase cairan yang lebih baik dibanding kelompok kontrol meskipun belum signifikan. Kata kunci: Pengetahuan, sikap, perilaku kepatuhan diet, asupan gizi, status gizi


ABSTRACT Name : Sunarti Study Program : Magister of Community Health Faculty Title                            : Effect of Education and  Intensive Nutrition Counseling on Hemodialysis Patient’s  Knowledge, Attitude, Dietary Compliance and Nutritional Status Counsellor : Ir. Siti Arifah Pujonarti, MPH The effectiveness of haemodialysis could inhibited  by dietary  nonadherence mainly due to lack of  protein and energy intake that caused Protein Energy Wasting (PEW). PEW also caused  by poor nutrient intake, abnormal nutrient metabolism (amino acids), renal residual function and dialysis dose. We studied impact of education and  intensive nutrition counseling on hemodialysis patient’s knowledge, attitude, dietary compliance and nutritional status.  The study was conducted at  Jakarta Islamic Hospital region of Cempaka Putih and Pondok Kopi. The study used random pretest - posttest control group design and of 77 patients, 38 were man (50.6%) and 39 were woman (49.4%), the mean of age was 46.71 ± 9.40 years old. There were increased knowledge (p = 0.0001), increased attitudes (p= 0.0001) and better diet compliance profile (p=0.0001). The intervention was significantly effective on increasing intake of energy (p=0.012), fat (p=0,0001), and higher difference in protein intake and carbohydrate intake but not significant (p=0,102 and 0,091). There was increase but not significant in BMI (0,25 + 0,27 vs 0,18 + 0,18 kg/m 2 , p = 0,744 and 0,856) and tricep skinfold (Δ 0.44 + 0.11mm vs -0.24 + 0.02 mm, p= 0,737 and 0,880).  There was no improvement in MUAC (Δ 0.00 + 0,13 cm, p = 1,000) but decrease in control group (-0.24 + 0.01cm, p=0,789) eventhough not significant. Despite these are not statistically significant, there were improvement on percentage total fat (0.23 + 0.87% + 0.79 + 1.93% vs p=0.913 and 0,766), declining on muscle mass (-0.31 + 0.66 kg -dan 0.36 + 0.30 kg, p=0.894 and 0,874) and declining on percentage body water (-0.56 + 1.31% vs -0.52 + 4.39%, p=0.813 dan 0,644).  The patient’s hydration status was highly fluctuate and allows an influence on body composition estimates in this study. Education and  intensive nutrition counselling was found to be effective in improving knowledge, attitudes, diet compliance behavior profile, significant improving energy and fat intake. In addition the intervention of this study provides a better profile of protein and carbohydrate intake, a better profile of BMI, MUAC, tricep skinfold, muscle mass, and percentage body water although not significant yet. Key words: knowledge, attitude, compliance, nutrient intake, nutritional status

Read More
T-5188
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Penulis: Dedeh Kurniasih, Hilman Hilmansyah, Marfuah oanji Astuti, Saeful Imam; Pakar: Soekirman, A. Razak Thaha, Hardiansyah, Haman Hadi, Idrus Jus'at, Endang L. Achadi, Atmarita; Editor: Soekriman, Nurfi Afriasnyah
613.2 SEH s
Jakarta : Kompas Gramedia, 2010
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Fadhilah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Susianto
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan usia menarche berdasarkan faktor jenis diet, asupan gizi, status gizi, dan faktor lainnya pada remaja putri. Jenis penelitian dilakukan dengan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan pada 121 remaja putri usia 11-14 tahun di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi dan Pusdiklat Maitreyawira, Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia menarche responden adalah 11,89 tahun atau 142,71 bulan. Rata-rata usia menarche responden vegetarian adalah 148,65 bulan.
 
Berdasarkan hasil analisis bivariat, variabel jenis diet, status gizi, persen lemak tubuh, usia menarche ibu, dan keterpaparan terhadap media informasi adalah variabel yang memiliki perbedaan bermakna dengan usia menarche remaja putri dengan p-value < 0,05. Berdasarkan analisis multivariat, variabel jenis diet merupakan variabel yang paling mempengaruhi usia menarche (r=0,490, b=9,92).
 

 
This study aims to determine the difference age of menarche is based on the type of dietary, nutrient intake, nutritional status, and other factors in adolescent girls. Types of research is a cross-sectional study design conducted in 121 young women aged 11-14 years at Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi and Pusdiklat Maitreyawira, Jakarta Barat. The results showed the average of menarcheal age is 11.89 years or 142.71 month. The average of menarcheal age in vegetarian is 148.65 month.
 
Based on the bivariate analysis, the variable type of diet, nutritional status, percent body fat, mother's age of menarche, and exposure to media information is a variable that has a significant difference in age of menarche in adolescent girls with a p-value <0.05. Based on the multiariate analysis, variable type of diet is a dominant variable to menarcheal age (r=0.490, b=9.92).
Read More
S-8472
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive