Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39533 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Martarizal; Pembimbing: Wawan Irawan; Penguji: Tata Soemitra, Zulkifli Djunaidi,
Abstrak:
Laju perkembangan teknologi pada berbagai sektor industri disadari telah membawa dampak terhadap aspek-aspek yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tingginya angka kecelakaan kerja yang dilaporkan (reportable accident) dengan kerugian mencapai angka 4% dari produk domestik bruto (PDB), merupakan gambaran bahwa upaya pengelolaan K3 yang dilakukan selama ini belum memadai. Atas dasar fakta tersebut pada tahun 1996 dikeluarkanlah Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05/Men/1996 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) sebagai altematif dalam mengelola K3 melalui pendekatan sistem manajemen, sekaligus sebagai alat ukur kinerja K3 pada dunia industri. Meskipun pemberlakuan Permenaker No.05/Men/1996 tersebut sudah berjalan lebih dari tujuh tahun (1996-2004), dari data kecelakaan di atas menunjukkan bahwa belum adanya korelasi yang positif antara penerapan SMK3 dengan penurunan tingkat kecelakaan yang teijadi di berbagai sektor industri di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, disini peneliti ingin mengevaluasi sejauhmana implementasi SMK3 dan tingkat pemenuhan (compliancy) penerapan SMK3 pada sektor industri manufaktur dan pengolahan di Indonesia berdasarkan hasil audit untuk tingkat lanjutan yang dilakukan oleh badan audit independen dengan jumlah populasi sebanyak 40 perusahaan (kategori besar, tenaga kerja di atas 100 orang) dalam kurun waktu 1999 - 2002. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yang termasuk dalam golongan penelitian evaluasi (evaluation research). Dari hasil penelitian (data primer dan data sekunder) didapatkan bahwa pemenuhan rata-rata terhadap masing-masing elemen SMK3 menunjukkan sebagian besar populasi telah memenuhi persyaratan elemen SMK3 untuk elemen 4, 5, 10 dan elemen 11. Riga didapatkan gambaran bahwa mayoritas perusahaan menganggap penting kinerja outcome sebagai ukuran kinerja K3 perusahaan (consequences measurement) dan belum memberikan prioritas terhadap audit internal SMK3 sebagai bahan evaluasi bagi kinerja K3 perusahaan (control measurement). Faktor kelemahan internal perusahaan yang cukup menonjol adaiah kurangnya kontrol manajemen terhadap upaya tinjauan ulang dan evaluasi penerapan SMK3 perusahaan serta keterlibatan dan konsultasi dengan tenaga kerja, rencana strategic K3 perusahaan, pengendalian desain dan tinjauan ulang kontrak, pengawasan dan kesiapan untuk menangani keadaan darurat, pemantauan lingkungan kerja dan pemantauan kesehatan, penyelidikan kecelakaan kerja dan penanganan masalah, penanganan secara manual dan mekanis serta pengembangan keterampilan dan kemampuan (pelatihan terhadap sumber daya manusia). Untuk itu perlunya peningkatan dalam hal penegakan hukum yang relevan dengan K3 oleh Pemerintah Indonesia sebagai regulator body serta penerapan standar teknis dan pedoman yang memadai dalam upaya meningkatkan penerapan SMK3 ini ke arah yang lebih baik bagi dunia industri.

Evaluation Study of Level Compliancy HSE Management System Based On Permenaker No.05/Men/1996 At Manufacturing and Processing Industry In IndonesiaTechnological progress has brought with it new, even more incident risks that leading work related diseases and injuries, and environmental impact. Increasing the number of reportable accident, consequently loss of 4% of PDB (ILO, 2000) seems that HSE has been managed improperly. Safety audit are a diagnostic tool, which has been used for many years to assess and evaluate the state of safety and health activities in a workplace. Audits can monitor the effects of changes to the safety program to make the workplace safer_ Audits allow us to undertake regular safety program reviews to ensure these is continuous improvement in safety activities. In 1996, Minister of Labour RI issued Permenaker Nu.051Men11996, a regulation concerning HSE Management System that to be complied in order to evaluate HSE performance for industries in Indonesia. Unfortunately, although that regulation already implemented almost 8 years, there were no positive correlation between implementation of HSE Management System and decreasing of accident rate in many sector of industries in Indonesia. Based on these facts, Researcher encourages to evaluate how far the implementation of HSE management system and level of compliancy in 40 companies of manufacturing and processing industries in Indonesia compare to audit results (advanced level) from independent audit body during 1999-2002. The companies categorized as a big company with employed more than 100 personnel. Researcher used evaluation research model as a method in this research. The result were the level of compliancy average each of element, show that most of population complied in element 4, 5, 10 and element 11. It means that most of companies give attention to outcomes performance as HSE performance indicator and did not give priority to HSE internal audit as an evaluation tool for company HSE performance indicator. Internal factors that need to consider are lack of management control in review and evaluation of company HSEMS & employee involvement, HSE strategic plan, design control & contract review, supervison & emergency responce plan, monitoring of environment & health surveillance, incident investigation and problem solving, manual and mechanic handling, and training. To improve the implementation of the HSEMS according to Pennenaker No.05IMen11996, it is important to continue law enforcement by the Indonesia's government as a regulator body and develop relevant standards and guidelines which more practicable in implementing these system.
Read More
T-1832
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syarif Usman; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
T-3308
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosdja Purnama; Pembimbing: Chandra Satrya
T-1531
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hugo Nainggoan; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Fatma Lestari, Gerry Aditya Herwanto Putra, Sutarno
Abstrak:
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) telah berjalan selama lebih dari 10 tahun dan menjadi suatu pedoman atau acuan yang bersifat wajib untuk dilaksanakan bagi perusahaan yang memiliki potensi bahaya besar atau mempekerjakan paling sedikit 100 orang pekerja. Penerapan SMK3 merupakan salah satu upaya preventif yang harus dilakukan akibat meningkatnya risiko kecelakaan kerja. SMK3 adalah penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang akan dapat meminimalkan risiko kerugian moral dan moneter, kehilangan jam kerja, serta keselamatan orang dan lingkungan. Penelitian ini adalah penelitian gabungan (mixed method). Dalam penelitian ini, teknik pengolahan data secara kuantitatif dilakukan untuk mengukur hasil penerapan SMK3 di industri galangan kapal kecil PT. X, PT. Y, dan PT. Z menggunakan instrumen audit tingkat awal (64 kriteria SMK3) sesuai PP No. 50 Tahun 2012. Penelitian ini dilakukan pada Bulan September 2023 - Oktober 2023 yang dengan pengambilan data observasi pada industri galangan kapal kecil PT X., PT. Y, dan PT. Z digunakan untuk mengukur tingkat pencapaian penerapan SMK3 di 3 industri galangan kapal kecil PT. X, PT. Y, dan PT. Z berdasarkan instrumen audit SMK3 PP No. 50 Tahun 2012 tingkat awal (64 kriteria) Manajer HSE dari setiap perusahaan di PT. X, PT. Y, dan PT. Z merupakan responden yang memberikan dokumen dan keterangan. Hasil penelitian didapatkan fakta bahwa Tingkat kesesuaian penerapan SMK3 PT. X : 21,88 %, PT. Y : 3,13 %, PT. Z : 21,88 %. Tingkat ketidaksesuaian penerapan SMK3 PT. X sebesar 78,12 % dengan temuan mayor sebesar 51 %, temuan minor sebesar 45 %, dan temuan kritikal sebesar 4 %. Tingkat ketidaksesuaian penerapan SMK3 PT. Y sebesar 98,44 % dengan temuan mayor sebesar 49,21 %, temuan minor sebesar 49,21 %, dan temuan kritikal sebesar 1,58 %. Tingkat ketidaksesuaian penerapan SMK3 PT. Z sebesar 78,12 % dengan temuan mayor sebesar 52 % dan temuan minor sebesar 48 %.

Government Regulation (GR) Number 50 of 2012 concerning the Occupational Safety and Health Management System (OSHMS) has been running for more than 10 years and has become a mandatory guideline or reference to be implemented for companies that have the potential for major hazards or employ at least 100 workers. The implementation of OSHMS is one of the preventive efforts that must be carried out due to the increased risk of work accidents. OSHMS is the implementation of an occupational safety and health management system that will be able to minimize the risk of moral and monetary losses, loss of working hours, as well as the safety of people and the environment. This research is a mixed method. In this study, quantitative data processing techniques were carried out to measure the results of the application of OSHMS in the small shipyard industry of PT. X, PT. Y, and PT. Z uses an initial level audit instrument (64 OSHMS criteria) according to PP No. 50 of 2012. This research was conducted in September 2023 - October 2023 with observational data taken on the small shipyard industry of PT X, PT. Y, and PT. Z. Used to measure the level of achievement of the application of SMK3 in 3 small shipyard industries of PT. X, PT. Y, and PT. Z based on the audit instrument OSHMS PP No. 50 Year 2012 entry level (64 criteria) HSE Manager from each company at PT. X, PT. Y, and PT. Z is a respondent who provides documents and information. The results of the study found that the level of suitability of the application of OSHMS PT. X : 21.88 %, PT. Y : 3,13 %, PT. Z : 21,88 %. The level of non-conformity in the application of OSHMS PT. X is 78.12% with major findings of 51%, minor findings of 45%, and critical findings of 4%. The level of non-conformity in the application of OSHMS PT. Y is 98,44% with major findings of 49,21%, minor findings of 49,21%, and critical findings of 1,58%. The level of non-conformity in the application of OSHMS PT. Z is 78,12% with major findings of 52 % and minor findings of 48%.
Read More
T-6899
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahyo Khoirul Ardli; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati, Heny Mayawat, Rio Martino Rusliputra
Abstrak: Pada Desember 2019 telah menyebar virus baru yang dinamakan Virus Corona (COVID-19). Menurut WHO, pandemi adalah penyebaran penyakit baru ke seluruh dunia. Pada 11 Maret 2020, WHO menetapkan COVID-19 masuk ke dalam kategori pandemi. COVID-19 adalah jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasi pada manusia. Virus ini masuk ke dalam kategori penyakit menular dan baru ditemukan pada Desember 2019. Akibat dari pandemi COVID-19, secara cepat atau lambat akan mempengaruhi proses yang berjalan di PT.X. Sehingga PT.X telah mengambil langkah kesiapsiagaan darurat agar meminamilisir dampak dari COVID-19. Adanya langkah kesiapsiagaan darurat yang dilakukan PT.X, dibuat agar perusahaan tetap terus berjalan di tengah pandemi COVID-19. Kesiapsiagaan darurat yang dilakukan sejalan dengan Teori Green, di mana perilaku terbentuk dari 3 faktor yang di antaranya: Faktor predisposisi, faktor enabling, dan faktor reinforcing. Berdasarkan data yang diperoleh, masih ditemukan pekerja yang belum menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tempat kerja khususnya terkait dengan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Dengan menggunakan Teori Green, penelitian ini ingin mengetahui keefektifan penerapan adapatasi kebiasaan baru PT. X terkait COVID-19.
According to WHO, a pandemic is the spread of a new disease around the world. On March 11, 2020, WHO declared COVID-19 to be a pandemic. COVID-19 is a new strain that was discovered in 2019 and has never been identified in humans. This virus is included in the infectious disease category and was only discovered in December 2019. As a result of the COVID-19 pandemic, sooner or later it will affect the processes running at PT.X. So that PT.X has taken emergency preparedness steps to minimize the impact of COVID-19. There are emergency preparedness steps taken by PT. X, made so that the company continues to run amid the COVID-19 pandemic. Emergency preparedness is in line with Green Theory, in which behavior is formed from 3 factors which include: predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors. Based on the data obtained, there are still workers who have not implemented Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) in the workplace, especially related to 3 M (wearing masks, washing hands, and maintaining distance). By using Green Theory, this research wants to know the effectiveness of implementing PT. X regarding COVID-19.
Read More
T-6839
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khatirah Salsabila; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Robiana Modjo, Rizki Muhammad Perceka
Abstrak:
Manufaktur menjadi satu dari tujuh industri yang paling sering menyebabkan permasalahan muskuloskeletal. Upaya pencegahan dan meminimalisasi timbulnya MSDs sangat diperlukan di lingkungan kerja. Program ergonomi dinilai dapat membantu mencegah dan mengendalikan keluhan muskuloskeletal pada pekerja. Penelitian bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian risiko muskuloskeletal yang dilakukan PT.X serta prevalensi keluhan subjektif MSDs pada operator vehicle plant sebelum dan sesudah dilaksanakan program ergonomi PT.X tahun 2024. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode case control dengan pendekatan retrospektif. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan inferensial. Keluhan muskuloskeletal pada operator sebesar 11,7%, namun setelah dilakukan program ergonomi terjadi penurunan menjadi 0,2%. Hasil penelitian mendapatkan p 0.002 < 0,5 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keluhan muskuloskeletal sebelum dan sesudah pemberian intervensi program ergonomi. Selain itu, hasil evaluasi program yang dilakukan dengan pendekatan CIPP menunjukkan program ergonomi PT.X telah dikategorikan Baik karena memenuhi 20 indikator dari total keseluruhan 28 indikator (71,42%).

Among seven field of industry, manufacturing is one of the most industry that often causes musculoskeletal problems. The emergence of MSDs in work environment are very necessary to prevent and control. Ergonomics program is considered as a method to help prevent and become countermeasure for operator musculoskeletal problems. The research aims to evaluate the implementation of the musculoskeletal risk prevention and control program carried out by PT. X and understand the prevalence of musculoskeletal problems before and after the program is accomplished. Data analysis was carried out using descriptive and inferential statistics. The research results obtained p 0.002 < 0.5, which shows that there is a significant difference between musculoskeletal complaints before and after the ergonomics program intervention. Apart from that, the results of the program evaluation carried out using the CIPP approach showed that PT.X categorized as Good because already meets 20 out of a total of 28 indicators (71,42%).
Read More
S-11653
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Triyatmoko; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Chandra Satrya, T Saut Siahaan, Pungky Widiatmoko
Abstrak:

Abstrak

Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) adalah merupakan cara dalam mengelola resiko di tempat kerja yang bertujuan untuk menciptakan kondisi lingkungan kerja yang aman, selamat dan nyaman. Sejak tahun 1996 penerapan SMK3 menjadi ketentuan wajib bagi perusahaan berdasarkan Permenaker No. PER. 05/MEN/1996 tentang SMK3, namun jumlah perusahaan yang menerapkannya masih belum sebanding dengan jumlah perusahaan yang ada di Indonesia.

Tesis ini meneliti dan menganalisa tingkat pemenuhan penerapan SMK3 berdasarkan laporan audit eksternal badan audit tahun 2010 sampai dengan 2012. Penelitian ini merupakan study evaluatif terhadap data skunder sebanyak 793 perusahaan yang telah mendapatkan sertifikasi SMK3 dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

Dari hasil penelitian terlihat bahwa perusahaan pada sektor industri pengolahan mempunyai tingkat kepatuhan terhadap peraturan yang lebih tinggi di banding sektor lain. Sedangkan perusahaan di sektor konstruksi tingkat penerapan K3 nya lebih rendah dibanding sektor yang lain. Faktor yang menjadi kendala dalam pemenuhan penerapan Sistem Manajemen K3 adalah permasalahan yang berkaitan dengan pembuktian kompetensi personil khususnya di bidang manajemen resiko.


Implementation of occupational safety and health management systems (SMK3) is a way of managing risks in the workplace that aims to create a safe working environment, safety and comfortable. Since 1996 the implementation of the provisions SMK3 become mandatory for companies based decree of the Minister of Manpower No. PER. 05/MEN/1996 about SMK3, but the number of companies that implement it are still not comparable to the total number of companies in Indonesia.

This thesis examines and analyzes the application of SMK3 level of compliance by the external audit agency audit report in 2010 until 2012. This study is an evaluative study on secondary data as much as 793 companies that have been certified SMK3 of the Ministry of Manpower and Transmigration.

From the research shows that companies in the manufacturing sector have a level of regulatory compliance is higher than other sectors. While companies in the construction sector level of OSH implementation is lower than the other sectors. Factors which become obstacles in the fulfillment of the occupational safety and health management systems implementation is the problems related to proving the competence of personnel especially in the area of risk management.

Read More
T-3897
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Fajri; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Angga Hadi Nugraha, Indri Hapsari Susilowati
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang faktor risiko keluhan gangguan otot dan tulang rangka (Gotrak) akibat kerja di industri manufaktur PT Croda Indonesia tahun 2022. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor individu, faktor pekerjaan, dan keluhan Gotrak, dilakukan pada buan Februari ? Mei 2022 dengan menggunakan kuesioner SNI 9901;2011, RULA, REBA, dan data sekunder yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Desain studi cross-sectional dengan melibatkan seluruh pekerja sebanyak 58 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian mendapatkan 41% pekerja memiliki tingkat risiko Gotrak sedang, dengan keluhan paling banyak dirasakan berturut-turut pada bagian leher (52%), punggung bawah (45%), dan punggung atas (43%). Terdapat hubungan antara faktor individu yaitu indeks massa tubuh, faktor kerja yaitu postur kerja, gerakan berulang, dan kejadian Gotrak. Pola hidup sehat utamanya menerapkan pola makan sehat, gizi seimbang dan menu bijak sesuai kondisi kesehatan dan pola kerja sehat utamanya postur tubuh tidak menyimpang dari garis tubuh, perlu ditingkatkan untuk meminimalisir keluhan Gotrak.
Population issues are still very complex. One of the real problems faced is population growth which is still relatively high. One part of population growth can not be separated from the number of children ever born. One of the factors thought to be related to the number of children ever born is economic status. This study was conducted to examine the relationship between economic status and the number of live births in women aged less than 45 years who are married whose reproductive period is still running and those aged 45-49 years who are married who have entered the end of their reproductive period. This research was conducted using a cross-sectional study design using data from the Indonesian Demographic Health Survey (IDHS) in 2017. This study found that in both age groups it was known that there was a significant relationship between economic status and the number of children ever born. It was also found that greater odds were found for very poor, poor, middle, and rich economic status compared to women whose economic status was very rich. Furthermore, it was found that in women aged less than 45 years, it was found that the variables of education, employment status, age at first marriage, contraceptive use, and preference for number of children were confounders between economic status and the number of children ever born. Meanwhile, for women aged 45-49 years, the variables of area of residence, employment status at the age of first marriage, contraceptive use, and preference for number of children become confounders between economic status and number of children ever born.
Read More
S-11109
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
PMeilissa Ayu Pratiwi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Yulianto Sulistyo Nugroho, Wachyu Sulistiadi, Hardianto Wardjaman
Abstrak: Tesis ini dilatarbelakangi pada masih minimnya organisasi atau perusahaan yang memiliki perencanaan keberlangsungan bisnis yang terarah pasca bencana/insiden. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemenuhan aspek business continuity plan dalam upaya pengembangan program pencegahan, mitigasi, dan pemulihan saat dan pasca bencana/insiden di Industri Manufaktur PT. XYZ berdasarkan Standar National Fire Protection Association 1600 : 2013. Penelitian yang bersifat analitik dengan desain studi deskriptif ini menggunakan dua jenis data, yaitu pata primer yang didapatkan melalui wawancara dan observasi, serta data skunder melalui telaah dokumen. Penelitian ini akan menghasilkan gambaran pemenuhan aspek business continuity plan melalui hasil penilaian potensi risiko dan analisis dampak bisnis yang akan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan program-program untuk mencegah dan mengurangi dampak serta pemulihan pasca bencana. Kata kunci : Business Continuity Plan, NFPA 1600, Bencana/insiden, Risiko, Dampak Bisnis
Read More
T-4461
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rotua Elysabeth Natalia Marpaung; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Soehatman Ramli, Yuni Kusminanti
T-3177
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive