Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41035 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Annisa Fitria Rahayu; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Anwar Hasan, Apriliana
Abstrak: Diabetes melitus adalah penyakit yang perkembangan epideminya sangat cepat dan biaya perawatan diabetes pun sangat besar karena merupakan penyakit akut. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk melihat biaya rawat jalan tingkat lanjut diabetes pada peserta JPK PT Jamsostek (Persero) di empat rumah sakit pemerintah di Jakarta yang diteliti serta melihat perbandingan biaya RJTL diabetes pada keempat rumah sakit tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa biaya RJTL diabetes per oranproporsi biaya paling besar pada RJTL diabetes di rumah sakit adalah biaya farmasi (40%-60%) diikuti oleh biaya pemeriksaan diagnostik (24%-36%), dan biaya konsultasi dokter spesialis (10%-12%). Rata-rata biaya RJTL diabetes adalah Rp 400,280-Rp 1,141,372 per orang per tahun. Beban biaya RJTL diabetes di rumah sakit adalah 2.2%-6.2% dari pendapatan per bulan. Beban tersebut dapat dikurangi dengan melakukan pencegahan diabetes, deteksi dini, serta reduksi komordibitas dan komplikasi dengan meningkatkan layanan perawatan diabetes. Dalam skala nasional, program pencegahan yang costeffective harus dimulai untuk memaksimalkan peningkatan kesehatan.
Kata Kunci: Diabetes melitus, rawat jalan tingkat lanjut, rumah sakit, biaya

Diabetes mellitus (DM) is a growing epidemic and the cost of treating diabetes is largely increasing. The objective of this study was to know cost of diabetes among member of JPK PT Jamasostek (Persero) whom attends at out-patient care hospitals in Jakarta, and to know cost comparison of diabetes at out-patient hospital. This study use quantitative research that has descriptive characteristic. From the total diabetes cost components, the cost for medicine represents the largest share (40%-60%), followed by laboratory cost (24%-36%), and consultation cost (10%-12%). The annual mean outpatient cost for each person with diabetes was Rp 400,280-Rp 1,141,372. The cost burden of DM at outpatient care hospitals is 2.2%-6.2% from income per month. That burden could be saved by prevention, earlier detection, and a reduction in diabetes co-morbidities and complications through improved diabetes care. Large scale and cost-effective prevention programs need to be initiated to maximize health gains and to reverse the advance of this epidemic.
Key words: Diabetes mellitus, out-patient, hospital, cost
Read More
S-8557
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febrie Wulandari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Hadi Pratomo, Umi Zakiati
Abstrak: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang menular dan disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat menyerang organ tubuh namun seringkali bakteri TB menyerang paru-paru manusia. Kota Depok menjadi salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang mengalami kenaikan angka kasus TB dalam empat tahun terakhir. Jumlah kasus TB Paru terbanyak yang dilaporkan berasal dari Puskesmas Pancoran Mas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai perilaku minum obat pada pasien TB Paru saat Pandemi COVID-19. Informan pada penelitian ini adalah pasien TB, pihak keluarga pasien TB, kader TB, satgas COVID-19, dan penanggung jawab program TB. Pemilihan informan penelitian secara purposive sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat berperan dalam perilaku minum obat pada pasien TB. Pada faktor predisposisi, terdapat pengetahuan yang rendah dan sikap positif. Sedangkan pada faktor pemungkin, efek samping minum obat tidak membuat perubahan dalam perilaku minum obat, akses pelayanan perlu diperhatikan. Kemudian pada faktor pendorong, dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan menjadi penguat dalam perilaku minum obat. Oleh sebab itu, disarankan kepada Puskesmas Pancoran Mas untuk melakukan penyuluhan tentang TB kepada seluruh masyarakat serta mengoptimalkan peran kader selama masa pengobatan TB.
Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. These bacteria can attack the body's organs, but TB bacteria often attack the human lungs. Depok City is one of the cities in West Java Province which has experienced an increase in the number of TB cases in the last four years. The highest number of reported cases of pulmonary TB came from the Pancoran Mas Health Center. This study is a qualitative study that aims to dig deeper information about drug-taking behavior in pulmonary TB patients during the COVID-19 pandemic. Informants in this study were TB patients, the family of TB patients, TB cadres, the COVID-19 task force, and the person in charge of the TB program. The selection of research informants purposively according to the inclusion and exclusion criteria. The results showed that predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors played a role in drug-taking behavior in TB patients. On predisposing factors, there is low knowledge and positive attitude. While the enabling factors, side effects of taking medication do not make changes in drug taking behavior, access to services needs to be considered. Then on the driving factors, family support and the role of health workers become reinforcements in drug-taking behavior. Therefore, it is recommended to the Pancoran Mas Health Center to provide counseling about TB to the entire community and optimize the role of cadres during the TB treatment period.
Read More
S-10970
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ambun Kadri; Pembimbing: Anwar Hasan, Rina Anggorodi; Penguji: Yovsyah, P.A. Kodrat Pramudho
Abstrak:

Penyakit tuberkulosis merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobakterium Tuberkulosis. Di Indonesia penyakit ini merupakan masalah utama kesehatan masyarakat karena kasusnya terus meningkat setiap tahunnya tetapi tidak dapat terdeteksi dengan baik karena salah satu penyebabnya adalah perilaku pencarian pengobatan yang menjadi tersangka penderita penyakit ini tidak datang ke fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pencarian pengobatan tersangka penderita TB Paru di wilayah puskesmas Tanjung Paku Kota Solok tahun 2005. Penelitian ini menggunakankan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah serta telaah dokumen. Lokasi penelitian dilakukan di wilayah kerja puskesmas Tanjung Paku. Sebagai informan adalah masyarakat yang diduga tersangka penderita TB Paru yang dibagi menjadi enam kelompok berdasarkan perilaku pencarian pengobatannya yaitu perilaku 1 adalah tidak melakukan tindakan apa-apa, perilaku 2 mengobati diri sendiri perilaku 3 berobat kedukun, perilaku 4 membeli obat warung, perilaku 5 berobat ke puskesmas dan perilaku 6 berobat ke dokter praktek swasta. Dari keenam perilaku ini diambil masingmasing satu informan untuk dilakukan wawancara mendalam dan delapan orang untuk dilakukan diskusi kelompok terarah, selain itu juga dilakukan wawancara mendalam kepada petugas kesehatan, pengawas menelan obat, dukun, warung obat, tokoh masyarakat, keluarga dan penderita TB Paru dan dokter praktek swasta. Karateristik informan yang dilihat adalah pengetahuan, persepsi, sikap, motivasi, dan niat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informan perilaku 1 dan 2 tidak mempunyai pengetahuan tentang TB Paru, perilaku 3 dan 4 mempunyai pengetahuan cukup baik tentang, perilaku 5 dan 6 sudah mempunyai pengetahuan yang baik terhadap penyakit TB Paru. Persepsi informan terhadap penyakit TB Pam pada perilaku 1 dan 2 kurang baik, pada perilaku 3 dan 4 cukup baik dan pada perilaku 5 dan 6 sudah baik Sikap informan terhadap penyakit TB Paru semua setuju bahwa penyakit tarsebut menular dan bisa disembuhkan bila teratur berobat ke puskesmas kecuali pada perilaku 1 dan 2 tidak setuju dengan hal tersebut. Semua informan mempunyai motivasi yang positif terhadap penyakit TB Paru kecuali perilaku 1 dan 2 yang mempunyai motivasi negatif Niat dan keinginan untuk sembuh bila menderita penyakit TB Paru semua kelompok mempunyai niat dan keinginan seperti itu kecuali sebagian kecil dari perilaku 1. Dan laporan puskesmas tahun 2005 basil penjaringan pasien tersangka TB Paru masih sangat rendah Baru mencapai 38,5% dari sasaran yang telah ditetapkan. Petugas kesehatan mempunyai pengetahuan, persepsi, sikap, motivasi dan niat yang bailk terhadap program TB Paru puskesmas demikian juga pada pengawas menelan obat dan keluarga penderita Tidak ada kerjasama puskesmas dengan tokoh masyarakat, dukun dan dokter praktek swasta dalam program penanggulangan penyakit tuberkulosis. Peneliti menyarankan kepada puskesmas Tanjung Paku untuk meningkatkan kegiatan promosi aktif program P2TB paru dan kerjasama lintas sektor dan program.


The tuberculosis is direct infection disease that caused by Mycobacterium Tuberculosis. In Indonesia this disease is the main public health problem because the case adding every year but can not good detection.. Because this case may cause by medication seeking behavior of this disease patient not coming to health facility. This research aim is to find the behavior of TB lungs patient medication seeking in Tanjung Paku primary health center Solok City West Sumatera year 2005. This research using qualitative approach by doing circumstantial interview and directional group discussion and also document analyze. Research location is done in Tanjung Paku'.primary health centre working regional. As informant is society that suspect as TB lungs patient which divided into six group based on medication seeking behavior that is behavior 1 with not doing any action, behavior 2 with curing oneself; behavior 3 of medicating to shaman, behavior 4 with buying stall medication, behavior 5 of medicating in primary health centre and behavior 6 of medicating to private doctor. From these six behaviors each one informant taken for a circumstantial interview and eight people for directional group discussion, and also done circumstantial interview to health official, medicine consumes watcher, shaman, drug store, public figure, family from TB lungs patient and private doctor. Informant characteristic seen is knowledge, perception, attitude, and intention. This research result shows that informant toward TB lungs disease in behavior 1 and 2 do not have knowledge, behavior 3 and 4 is quite good, behavior 5 and 6 is good. Informant perception toward TB lungs disease in behavior 1 and 2 is not quite good, behavior 3 and 4 is quite good, and behavior 5 and 6 is good. Informant attitude toward TB lungs disease is everyone agree that the disease contaminate and can be cured if regularly take medicine from primary health care except in behavior 1 and part of behavior 2 do not agree with it. All informants have positive motivation toward TB lungs disease except behavior 1 and 2 that has negative motivation. Intention and desire to be cured if infect by TB lungs disease is agreed by all group except part of behavior. From primary health centre report year 2005 the result of TB lungs patient screening is 30 % target exist and this still very low. Health official has good knowledge, perception, attitude, motivation, and attention toward primary health care TB lungs program and also toward medicines consumes watcher and patient family. There is no cooperation between primary health centre with public figure, shaman and private doctor in this tuberculosis disease preventative program. Researcher suggest Tanjung Paku primary health centre to increase active promotion activity of it P2TB program and cooperation across sector and program.

Read More
T-2215
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inda Amalia Khoiriyah; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Triyanti, Luluk Ernawati
Abstrak:

Anemia pada ibu hamil dapat dicegah dengan melakukan perilaku pencegahan anemia yang meliputi makan-makanan bergizi, rutin konsumsi tablet tambah darah, dan rutin melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC). Cakupan ANC di Puskesmas Kedungkandang dibawah standar Provinsi Jawa Timur (Cakupan K1 98,2% dan pada K4 89,93%) dan Kota Malang (Cakupan K1 89,10% dan pada K4 84,41%) yaitu pada K1 sebesar 88% dan cakupan K4 sebesar 84%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain cross sectional pada 115 ibu hamil yang diambil secara proportional random sampling dan dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2023. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor predisposisi: pengetahuan (P-value = 0,000) dan sikap (P-value = 0,000), faktor pemungkin: kelas ibu hamil (P-value = 0,012), dan faktor penguat: dukungan suami (P-value = 0,000) dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil. Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil dengan peningkatan pengetahuan, sikap, keikutsertaan dalam kelas ibu hamil dan dukungan suami agar perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil semakin baik.


 

Anemia in pregnant women can be prevented by carrying out anemia prevention behaviors which include eating nutritious foods, routinely consuming blood-boosting tablets, and carrying out routine antenatal care (ANC) visits. ANC coverage at the Kedungkandang Health Center is below the standard for East Java Province (Coverage of K1 98.2% and in K4 89.93%) and Malang City (Coverage of K1 89.10% and in K4 84.41%), namely in K1 it is 88% and K4 coverage of 84%. This study aims to determine the factors related to anemia prevention behavior in pregnant women in the Working Area of the Kedungkandang Health Center, Malang City in 2023. This research is a quantitative study, cross-sectional design on 115 pregnant women who were taken by proportional random sampling and carried out in the month June-July 2023. Data collection was carried out through interviews using a questionnaire. The results showed that there was a significant relationship between predisposing factors: knowledge (P-value = 0.000) and attitudes (P-value = 0.000), enabling factors: class of pregnant women (P-value = 0.012), and reinforcing factors: husband's support ( P-value = 0.000) with anemia prevention behavior in pregnant women. For this reason, efforts are needed to increase anemia prevention behavior in pregnant women by increasing knowledge, attitudes, participation in classes for pregnant women and husband's support so that anemia prevention behavior in pregnant women is getting better.

Read More
S-11451
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Danti Anindi T; Pembimbing: Anwar Hassan; Penguji: Dian Ayubi, Jomima Batlajeri
Abstrak: Selain memberikan banyak manfaat, internet juga memiliki dampak salah satunyapada kesehatan, apabila penggunaannya tidak dikontrol dengan bijak. DiIndonesia, perhatian terhadap intensitas akses internet berlebihan masih kurang,sementara banyak penelitian menemukan gejala kecanduan internet sebagai akibatdari penggunaan internet berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuihubungan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat penggunaaninternet pada 100 mahasiswa S1 Reguler di Universitas Indonesia dengan rentangusia 18-25 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data survey menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini adalahtingkat pengeluaran, tingkat pengetahuan, serta pengaruh dari teman sebaya,keluarga, dan fasilitas yang dimiliki berhubungan dengan penggunaan internet responden. Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk memberikan informasimengenai adanya dampak penggunaan internet berlebihan kepada masyarakat luaskhususnya remaja dan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui seberapabesar dampak penggunaan internet berlebihan yang telah dirasakan olehmasyarakat pengakses internet di Indonesia. Kata Kunci : Internet, mahasiswa, dampak negatif, faktor, penggunaan berlebihan
In addition to providing many benefits, the Internet also has an impact on one'shealth, if its use is not controlled wisely. In Indonesia, the attention to theintensity of excessive internet access is still lacking, although many studies havefound symptoms of internet addiction as a result of excessive internet use. Thepurpose of this study was to determine the relationship of predisposing factors,enabling factors, and reinforcing factors internet usage at 100 Regular BachelorDegree Program students at the University of Indonesia with an age range of 18-25 years old. This research is a quantitative survey data collected withquestionnaires. The results of this study is the level of expenditure, the level ofknowledge, as well as the influence of peers, family, and owned facilitiesassociated with the use of the Internet respondents. Based on this study areadvised to provide information about the impact of excessive Internet use to thegeneral public, especially adolescents and the presence of further research todetermine how much impact that excessive internet use has been felt by thecommunity of internet users in Indonesia.Keywords: Internet, student, negative impact, factors, overuse
Read More
S-8513
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leny Wulandari; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Riris Nainggolan, Bambang P. Cadrana
Abstrak:

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengukur peran pengetahuan terhadap perilaku pencarian pengobatan penderita suspek TB Paru setelah dikontrol oleh umur, jenis kelamin, status perkawinan, status pekerjaan, tingkat pendidikan, jarak dan waktu tempuh ke Puskesmas dan RS. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang menggunakan data sekunder hasil survei Pengetahuan Sikap Perilaku (PSP-TB) 2010. Sampel penelitian adalah anggota keluarga yang berumur ≥ 15 tahun yang mengalami gejala TB Paru sebanyak 443 responden. Hasil penelitian menemukan bahwa ada hubungan antara peran pengetahuan penderita suspek TB Paru dengan Perilaku Pencarian Pengobatan TB Paru di Indonesia setelah dikontrol pekerjaan (OR=2,3, CI=1,349-3,952). Serta adanya interaksi antara pengetahuan dan pekerjaan.


ABSTRACT This study aims to quantify the role of knowledge on treatment seeking behavior of patients with suspected pulmonary TB after controlled by age, gender, marital status, employment status, education level, distance and travel time to health center and hospital. The study was a quantitative study with cross sectional design using secondary data of Knowledge Attitudes Behaviour (PSP-TB) Survey 2010. Research sample is a sample of respondents aged ≥ 15 years with symptoms of pulmonary TB as many as 443 respondents. Based on the results of the study found there is a relationship between the role of knowledge of patients with suspected pulmonary TB with treatment seeking Behavior of Pulmonary TB in Indonesia after controlled by variable of employment status (OR = 2.3, CI = 1.349 to 3.952), and there is interaction between knowledge and employment status.

Read More
T-3632
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ranto Rajadoli Pangaribuan; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, Suparsih
Abstrak: Pada tahun 2015, jumlah kasus diare yang terjadi di Kota Bogor terdapat sebanyak 27.289 kasus. Kejadian diare di Kecamatan Bogor Utara sebesar 5.530 kasus. Kecamatan Bogor Utara merupakan kecamatan dengan jumlah kasus diare tertinggi se-Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial ekonomi, faktor perilaku dan faktor lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bogor Utara. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional. Sebanyak 97 ibu yang memiliki anak balita diwawancari sebagai sampel penelitian menggunakan kuesioner. Sampel diambil pada 4 RW di Kelurahan Tanah Baru, dengan menggunakan teknik quota sampling. Analisis dilakukan untuk menilai kejadian diare, faktor sosial ekonomi,faktor perilaku dan faktor lingkungan. Ditemukan sebesar 37,1% kejadian diare di wilayah puskesmas Bogor Utara. Hasil analisis diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara perilaku cuci tangan, kepemilikan jamban, sarana sumber air bersih dan sarana pembuangan air limbah dengan kejadian diare.
Kata Kunci : Perilaku sehat Ibu, diare, balita

In 2015, the number of cases of diarrhea that occurred in the city of Bogor there were 27,289 cases. While the incidence of diarrhea in North Bogor District amounted to 5,530 cases. North Bogor Sub-district is the highest number of cases of diarrhea in Bogor City. Study aim is to determine the relationship between socioeconomic factors, behavioral factors and environmental factors with the incidence of diarrhea an children under five years old in the work area of Puskesmas Bogor Utara. This study used cross sectional design. A total of 97 mothers with toddlers were interviewed as research samples using a questionnaire. Samples were taken at 4 RW in Tanah Baru Urban Village, using quota sampling technique. This study used primary data taken using a questionnaire to assess the incidence of diarrhea, socioeconomic factors and behavioral factors. This and found 37.1% of chause got diarrhea in the area of Puskesmas Bogor Utara. The result show statistically significant a relationship between handwashing behavior, latrine ownership, clean water source and treatment of waste water disposal facility with diarrhea occurrence.
Keywords: Mother's healthy behavior, diarrhea, toddler
Read More
S-9562
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suwardiman; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Sandra Fikawati, Sri Duryati Budiharjo
Abstrak: Air Susu Ibu (ASI) sudah terbukti dapat meningkatkan status kesehatan bayi sehingga 1,3 juta bayi dapat diselamatkan. Bayi yang tidak pernah mendapat ASI berisiko meninggal 21% lebih tinggi dalam periode sesudah kelahiran daripada bayi yang mendapat ASI.Tujuan Penelitian ini adalah diketahuinya determinan pemberian ASI Eksklusif pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Jatiuwung Kota Tangerang Tahun 2014. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil dari188 sampel adalah; Prevalensi pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Jatiuwung Kota Tangerang yaitu 28,7%. Predisposing factors yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Jatiuwung Kota Tangerang adalah pengetahuan dan pendidikan. Enabling factors yang berhubungan adalah IMD, rawat gabung dan keterpaparan sampel susu formula. Reinforcing factors yang berhubungan adalah dukungan suami. Koordinasi dengan semua Puskesmas yang ada di Wilayah Kota Tangerang khususnya di Puskesmas Jatiuwung untuk melaksanakan Program 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) serta meningkatkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang manfaat ASI Eksklusif bagi bayi, ibu dan keluarga dari sejak dini (masa kehamilan, bersalin sampai usia bayi 6 bulan) khususnya kepada ibu yang berpendidikan rendah (< SMA) serta kepada suami agar dapat mendukung ibu dalam melakukan pemberian ASI Eksklusif.
Kata Kunci : ASI Eksklusif, Inisiasi Menyusu dini, Determinan.
Daftar Pustaka: 68 (1998-2014)
Read More
S-8607
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Della Andina Suladiah; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Rismaniar Oktaviani
Abstrak: ANEMIA PADA REMAJA PUTRI MEMPUNYAI DAMPAK YAITU MENURUNKAN PRODUKTIVITAS DAN PRESTASI REMAJA (DEPKES, 2003). PEMERINTAH MENINDAKLANJUTI DENGAN MELAKUKAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DENGAN CARA PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH (TTD) (DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT, 2016). PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI PUSKESMAS KELAPA DUA DI KABUPATEN TANGERANG DENGAN TEORI LOGIC MODELS YANG TERDIRI DARI RESOURCES(INPUT), PROSES, DAN OUTPUT. PENELITIAN INI MENGGUNAKAN PENDEKATAN KUALITATIF DAN MELIBATKAN SATU INFORMAN STAKEHOLDER DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG DAN TIGA INFORMAN STAKEHOLDER PUSKESMAS KELAPA DUA SEBAGAI INFORMAN KUNCI. SEDANGKAN YANG MENJADI INFORMAN ADALAH GURU PIK-R SMA NEGERI 23 KABUPATEN TANGERANG DAN REMAJA PUTRI KELAS XI YANG MENGALAMI ANEMIA BERAT. PENGUMPULAN DATA DILAKUKAN DENGAN CARA WAWANCARA MENDALAM. TEKNIK PENGOLAHAN DATA DILAKUKAN DENGAN MENYUSUN TRANSKRIP, PENGKODEAN, MEMBUAT MATRIKS, DAN MENGANALISIS DATA. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN ANEMIA DILIHAT DARI SISI RESOURCES (INPUT) MASIH PERLU DITINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIANYA DAN PERLU ADANYA KEBIJAKAN DI TINGKAT KABUPATEN YANG DAPAT MENJADI PAYUNG HUKUM TENTANG PEMBERIAN TTD, SERTA MEMPUNYAI KOMITMEN YANG TINGGI DARI PARA LINTAS SEKTOR UNTUK MEMBANTU PELAKSANAAN PROGRAM. DARI SISI PROSES MASIH BANYAK MELAKUKAN DENGAN UPAYA KURATIF YANG MANA MENUNJUKKAN OUTPUTS YAITU CAKUPAN PROGRAM ANEMIA MENGALAMI PENURUNAN YANG SIGNIFIKAN.
KATA KUNCI: LOGIC MODELS, PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN ANEMIA, REMAJA PUTRI.
Read More
S-9851
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salma Sri Hartati; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Renti Mahkota, Lisa Felina
Abstrak:
Latar Belakang : Diare merupakan penyebab kematian terbesar kedua pada anak dibawah usia lima tahun yang membunuh sekitar 252.000 balita per tahun secara global. Di Indonesia sendiri, prevalensi diare pada balita menurut RISKESDAS 2018 mengalami kenaikan dari 2,4% pada tahun 2013 menjadi 11%. Provinsi Banten tercatat menjadi provinsi kedua dengan angka cakupan pelayanan diare pada balita tertinggi sebesar 44,3% menurut Profil Kesehatan Indonesia 2020. Kota Tangerang merupakan salah satu kota di provinsi Banten yang melayani kejadian diare pada balita dengan temuan kasus sebanyak 3,26% (9.799 kasus) dari jumlah sasaran target temuan pada tahun 2020. Dari tiga puluh delapan puskesmas di Kota Tangerang, Puskesmas Cibodasari yang terletak di Kecamatan Cibodas menjadi salah satu puskesmas yang melayani kasus diare pada balita sebanyak 5,47% (592 kasus) dari jumlah sasaran target temuan. Belum diketahui faktor apa yang menjadi penyebab tingginya angka temuan kejadian diare pada balita di Puskesmas Cibodasari sehingga penelitian berikut bertujuan untuk mencari tahu terkait faktor risiko kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Cibodasari Kota Tangerang tahun 2022. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain case control. Metode sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling yang ditentukan berdasarkan diagnosa penyakit berupa diare dan non-diare (diluar gejala diare) yang didapat dari rekam medik pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara door to door dengan alat bantu kuesioner. Analisis univariat digunakan untuk memberikan gambaran tiap variabel dan analisis bivariat dengan uji chi-square untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan independen. Hasil : Didapati variabel yang berkontribusi secara berurut dari paling besar ke kecil dalam kejadian diare pada balita adalah perilaku cuci tangan (OR: 6.19; 95% CI: 2.19-17.5), riwayat ASI Eksklusif (OR: 3.91; 95% CI: 1.40-10.8), dan pengetahuan (OR: 2.78; 95% CI: 1.07-7.22). Kesimpulan : Ketiga variabel independen yakni pengetahuan, perilaku cuci tangan, serta riwayat ASI Eksklusif memiliki hubungan dengan kejadian diare pada balita. Kurangnya kesadaran masyarakat perihal perilaku cuci tangan, pemberian ASI Eksklusif, serta minimnya pengetahuan terhadap kejadian diare pada balita menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Cibodasari untuk kembali mengedukasi ulang masyarakat setempat terkait variabel yang diteliti dan hubungannya dengan diare pada balita.

Background: Diarrhea is the second biggest cause of death which kills around 252,000 children under five per year globally. The prevalence of diarrhea among toddlers in Indonesia according to RISKESDAS 2018 has increased from 2.4% in 2013 to 11%. Banten Province was recorded as the second province with the highest coverage rate of diarrhea services among toddlers at 44.3% according to Indonesian Health Profile 2020. Tangerang City is one of the cities in Banten Province which served the diarrhea incidence among toddlers with 3.26% of case findings (9.799 cases) from the targeted finding number of cases in 2020. From thirty-eight public health centers in Tangerang City, Cibodasari Public Health Center which is located in Cibodas District became one of the public health centers which served the diarrhea incidence among toddlers with 5.47% of case findings (592 cases) from the targeted finding number of cases in 2020. The factor which caused the diarrhea incidence among toddlers in Cibodasari Public Health Center remains unknown, thus the following research aims to find out the risk factor of diarrhea incidence among toddlers in Cibodasari Public Health Center's Working Area, Tangerang City in 2022. Methods: This is a quantitative study with a case-control design and used primary data which was collected through door-to-door interviews. The sampling method used was the purposive sampling technique which was determined based on the diagnosis of diarrheal and non-diarrheal disease (excluding the symptoms of diarrhea) obtained from the patient?s medical record. The univariate analysis was used to describe each variable and the bivariate analysis (using the chi-square test) was used to find out the relation between the dependent and independent variables. Result: The variables that contributed sequentially to the diarrhea incidence among toddlers from the largest to the smallest were hand-washing behavior (OR = 6.19; 95% CI = 2.19-17.5), exclusive breastfeeding history (OR = 3.91; 95% CI = 1.40-10.8), and knowledge (OR = 2.78; 95% CI = 1.07-7.22). Conclusion: These three independent variables which are knowledge, hand-washing behavior, and exclusive breastfeeding had a relation with diarrhea incidence among toddlers as a result. The lack of awareness about hand-washing behavior and exclusive breastfeeding, also the knowledge of toddler's diarrheal becomes a challenge for the Cibodasari Public Health Center?s health workers to re-educate people about the three main variables of research and their relation to toddler?s diarrheal.
Read More
S-11169
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive