Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19651 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ade Ambar Mawardi; Pembimbing: Indang Trihandini, Toha Muhaimin
T-1732
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mauizzati Purba; Pembimbing: Besral, Indang Trihandini
T-1559
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatmi Yumantini Oktiksari; Pembimbing: Artha Prabawa, Besral; Penguji: Dien Anshari, Tristiyenny Pubianturi, Nurjamil
Abstrak: ABSTRAK Stroke merupakan penyakit kardiovaskuler yang mengakibatkan kematian, kecacatan serta berdampak pada sosial ekonomi. Untuk mencegah terjadinya stroke, maka perlu dilakukan upaya deteksi dini melalui faktor risiko. Deteksi dini stroke juga dapat dilakukan melalui pemeriksaan fungsi kognitif. Sistem informasi surveilans penyakit tidak menular yang ada saat ini telah menyediakan pencatatan faktor risiko namun belum dapat memberikan informasi besaran risiko penyakit stroke. Selain itu, sistem juga belum mengakomodir deteksi dini penyakit stroke melalui fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan prototipe sistem informasi untuk mendeteksi besaran risiko stroke melalui faktor risiko dan potensi penyakit stroke melalui fungsi kognitif. Pengembangan sistem pada penelitian ini menggunakan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) dengan metode prototipe. Pengembangan sistem informasi dilakukan berdasarkan pengumpulan informasi terhadap pengguna. Informasi yang dihasilkan berupa indikator besaran risiko dan potensi stroke berdasarkan algoritma penghitungan pada metode stroke prone profile dan montreal cognitive assessment (MoCA-Ina). Penyajian berupa grafik dan rekomendasi/saran pada besaran risiko dapat digunakan untuk pemantauan faktor risiko stroke. Sistem informasi ini dapat diakses secara online melalui smartphone maupun komputer. Pengembangan sistem lebih lanjut diperlukan untuk mencatat rujukan dari Puskesmas/FKTP ke RS/fasilitas kesehatan tingkat lanjut terhadap masyarakat yang berisiko tinggi dan berpotensi stroke. Kata kunci: sistem informasi; prototipe; deteksi dini; stroke Stroke is a cardiovascular disease that causes death, disability, and socioeconomic impact. To prevent the occurrence of stroke, early detection is needed through by risk factors. The potent of stroke can also be detected by cognitive assessment. The current noncommunicable disease surveillance system has provided recording of risk factor but has not been able to provide information on the magnitude of the risk of stroke. In addition, the system has not accommodated the early detection of stroke disease through cognitive function. This study aims are to design and to develop prototyping information systems that can detect magnitude risk of stroke and potential stroke by cognitive function. System development in this research is using System Development Life Cycle (SDLC) approach with prototyping method. Information system development is based on information gathering to the user. The resulting information is an indicator of the magnitude of risk and potential stroke based on the calculation of algorithm on stroke prone profile and montreal cognitive assessment (MoCA-Ina) method. The presentation of graphs and recommendations / suggestions on the magnitude of risk can be used for monitoring stroke risk factors. This information system can be accessed online via smartphone or computer. Further system development is needed to record referrals from Puskesmas/FKTP to advanced health facilities/hospital to people at high risk and potentially stroke. Keywords: information system; prototype; early detection; stroke
Read More
T-5363
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yon Hatril; Pembimbing: Iwan Ariawan, Indang Trihandini; Penguji: Artha Prabawa, Siti Hajar
Abstrak:

Gizi buruk yang melanda balita pada suatu daerah meskipun kejadiannya hanya pada 1 nak merupakan pertanda telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi di daerah tersebut. Upaya penanggulangan gizi buruk dapat dilakukan didahului oleh informasi dari sistem surveilans gizi pada daerah tersebut, salah satu kegiatan sistem ini adalah Pemantauan Status Gizi (PSG) balita di posyandu setiap bulannya. Tidak hanya gizi buruk yang dapat diamati dari kegiatan ini, kelainan gizi yang lainpun dapat dideteksi. Hasil penelitian padakota Bengkulu menunjukkan bahwa sistem informasi kegiatan PSG balita setiap bulannya di posyandu tidak dapat memberikan informasi tentang besaran masalah kelainan gizi pada balita tetapi dapat memberikan informasi tentang tingkat pencapaian indikator SKDN sebagai bagian dari informasi pelaksanaan program penanggulangan Kekurangan Energi dan Protein (KEP) pada balita di posyandu. Rendahnya kualitas data disebabkan oleh sistem pencatatan dan pelaporan oleh puskesmas dilakukan secara manual disamping alat ukur timbang yang tidak sama tingkat kalibrasinya antar posyandu, dirnana untuk anak umur di atas 2 tahun diukur dengan timbangan injak yang berbeda merek dan tahun penggunaan antar posyandu, sedangkan anak umur 2 tahun ke bawah diukur menggunakan dacin. Penyebab lain tidak dapatnya kegiatan PSG balita di posyandu memberikan informasi tentang besaran masalah gizi di daerah ini adalah karena rendahnya tingkat pemanfaatan posyandu oleh masyarakat sasaran. Perihal di atas menimbulkan kebijakan akan perlunya survei PSG dilaksanakan satu kali setiap tahunnya. Pelaksanaan survei tidak efisien dalam memperoleh informasi besaran masalah gizi pada balita selagi sistem surveilans gizi melalui kegiatan PSG setiap bulannya di posyandu dapat dilaksanakan dengan baik. Penelitian ini menjawab akan perbaikan masalah di atas. Tujuan penelitian ini adalah tersusunnya model sistem informasi yang adekuat, efektif dan efisien yang menghasilkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dalam rangka penyelenggaraan program penanggulangan KEP balita dalam lingkup dinas kesehatan kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah pendekatan siklus hidup pengembangan sistem yang terdiri dari tahap perencanaan, analisis, perancangan dan pelaksanaan. Tahap pelaksanaan hanya sampai pada kegiatan dokumentasi sistem. Pengumpulan data dan informasi melalui wawancara mendalam dan observasi dokumen. Unit analisis adalah Sub Dinas Kesehatan Keluarga dan Pengelola Program Gizi Puskesmas dalam lingkup Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Penelitian ini menghasilkan prototipe program aplikasi basis data yang dapat digunakan dalam menunjang proses analisis, pelaporan dan penyajian informasi secara cepat, tepat dan akurat, oleh karena itu penelitian ini merekomendasikan akan perlunya seorang validator sistem sebagai pengendali pemasukan data basil penimbangan yang dilakukan oleh petugas. Komitmen petugas untuk teliti dalam memasukkan data dengan benar adalah faktor utama keberhasilan sistem. Adekuatnya sebuah sistem informasi kegiatan PSG balita di posyandu setiap bulannya tidak terlepas dari peran lintas sektor untuk menggairahkan posyandu untuk terus melakukan aktivitasnya dan selalu dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat sasaran setiap bulannya sebagaiman Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah tentang Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu No. 411.311116ISJ Tanggal 13 Juni 2001. Berjalannya sistem informasi ini dengan baik membutuhkan komitmen dan kebijakan yang kuat dari penentu kebijakan, aturan yang jelas tentang organisasi pelaksana, penegakan sistem reward dan punisment secara kontinu dan konsisten, motivasi yang kuat dari pelaksana dan dukungan dana yang berkesinambungan.


 

One case of severe malnourished child found in a community could be the sign of an Outbreak. Effort to combating malnutrition can be prior done by nutritional surveillance system in that particular area, which one of the activities is monitoring of nutritional assessment in posyandu regularly every month. Within these activities we could earlier detect other sign of diseases instead of malnutrition. Result research done in Bengkulu City have showed that information system on monitoring of nutritional assessment was unable to give a broad information on the magnitude of malnutrition, however it give information for indicator achievement. Early warning system (SKDN) is known as part of implementation program information to overcome malnutrition among underfive children in posyandu. Low data qualities are caused by manually reporting and recording system by puskesmas staff instead of diverse weighing scale calibration degree among posyandu. The fact that children above 2 years old were measured by standing weighing scale with different branch and year, while those children under 2 years old were measured by dacin. Others causes were low utilization rate of posyandu by target community. Therefore according to the above explanation, policy on monitoring of nutritional assessment seemed very important to be implemented for once a year. Survey execution was inefficient in gathering information of magnitude of malnutrition among underfive children if surveillance system by monitoring of nutritional assessment every month could be regularly done. This study has answered those issues. The objective of the study was to create adequate, effective and accurate system information model that aimed to obtained information in support decision maker for combating malnutrition among underfive children in Health District office in Bengkulu City. The methodology used for this study was life cycle approach on system development which consist of planning, analysis, development and implementation phase. The implementation phase only reached on the documentation system activities. Data collection and information were gathered through in depth interview and observation. Analysis unit was Family Health Department and Nutrition Program Management within Health District office in Bengkulu City. This study have resulted program prototype on application data-based used to support analyses process, report and information presentation in efficient, precise and accurate. Therefore the results recommend the need of validation system as controller of aniropometric data done by puskesmas staff. Staff commitment to correctly input data is a major factor for the success of the system later on. Adequate information system on monitoring of nutritional assessment for underfive children in posyandu every month is not the out reached of corporation with other sectors to revitalize continuing posyandu activities and being used regularly by target community for every month. As state in letter of Ministry of General Affair and District Autonomy General Guideline for posyandu revitalization No. 411.3/1 1 16/SJ on June, 13 2001. Good Implementation of information system is required strong commitment from decision maker, clear rule on the organization, reward and punishment system with continue and consistent, strong motivation from the implementer and lastly continues financial support.

Read More
T-2212
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hafshah Farah Fadhilah; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Popy Yuniar, Muhammad Amin Bakri, Nikson Sitorus
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko dan membangun model prediksi diabetes berbasis machine learning menggunakan data SKI 2023. Sampel terdiri dari individu usia ≥15 tahun. Analisis dilakukan melalui eksplorasi bivariat dan evaluasi sembilan algoritma prediktif. Hasil menunjukkan bahwa faktor usia ≥45 tahun, jenis kelamin, pendidikan, obesitas sentral, hipertensi, pola makan berisiko, dan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan diabetes. Algoritma AdaBoost memberikan performa terbaik (AUC 0,991). Penelitian ini menghasilkan mockup web "Diabetes Risk Assessment" yang berpotensi digunakan untuk skrining mandiri dan pencegahan dini di masyarakat.

This study aimed to identify risk factors and develop a diabetes risk prediction model using machine learning algorithms based on the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The sample included individuals aged ≥15 years who met the inclusion criteria. The analysis involved bivariate exploration and evaluation of nine machine learning algorithms. Results indicated that age ≥45 years, sex, education level, central obesity indicators (BMI, waist circumference, WHtR), hypertension, risky dietary patterns, and physical inactivity were significantly associated with diabetes. Among all models, AdaBoost achieved the highest predictive performance (AUC 0.991). The study also produced a web-based mockup system, “Diabetes Risk Assessment,” offering potential for self-screening and community-level early prevention strategies.
Read More
T-7317
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muh. Kyrgizt Al-Muqhni; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: Popy Yuniar, R. Sutiawan, Sigit Wibowo, Edy Purwanto
Abstrak:
Implementasi aplikasi ASIK pada program imunisasi di fasilitas kesehatan primer masih menghadapi kendala teknis, keterbatasan kapasitas SDM, dan masalah integrasi data yang memicu beban input ganda serta disparitas angka cakupan. Kesenjangan antara desain sistem nasional dan realitas implementasi ini mendasari perlunya evaluasi komprehensif terhadap efektivitas pencatatan, pelaporan, dan pemanfaatan data di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi implementasi aplikasi ASIK dengan menggunakan integrasi dari model evaluasi sistem informasi UTAUT2, DeLone & McLean, HOT-Fit, dan DOQ-IT sebagai upaya penguatan pencatatan, pelaporan serta pemanfaatan data pada program imunisasi di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini menggunakan mix methods dengan pendekatan Sequential Explanatory pada staf dinas kesehatan, tenaga kesehatan di puskesmas, dan kader kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Luwu Timur dan Kota Makassar. Data kuantitatif diperoleh melalui pengisian kuesioner secara daring oleh tenaga kesehatan dengan total 148 orang dan kader kesehatan dengan total 283 orang yang kemudian dilakukan analisis dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sedangkan data kualitatif diperolah dengan wawancara mendalam terhdapa 9 orang informan terdiri dari staf dinas kesehatan, tenaga kesehatan di puskesmas, dan kader kesehatan di masing-masing wilayah penelitian. Hasil analisis PLS-SEM menunjukkan perbedaan determinan adopsi sistem antara kedua kelompok pengguna. Pada Kader Kesehatan, Niat untuk Menggunakan dipengaruhi secara signifikan oleh Harapan Kinerja (P-value < 0,001), Kepuasan Pengguna (P-value < 0,001), dan Kondisi yang Memfasilitasi (P-value < 0,001). Sementara itu, pada kelompok Tenaga Kesehatan, Kepuasan Pengguna menjadi satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan terhadap Niat untuk Menggunakan (P-value = 0,004). Pada kedua kelompok, Kendala Operasional dan Niat untuk Menggunakan sukses mendorong Penggunaan aktual, yang secara linear berdampak signifikan terhadap peningkatan Manfaat Bersih. Hasil kualitatif mengungkap bahwa hambatan adopsi bersumber dari beban input ganda akibat belum terintegrasinya sistem, kendala konektivitas di wilayah rural, serta masih kurangnya pengadaan fasilitas seperti gawai atau kuota internet. Strategi penguatan implementasi aplikasi ASIK kedepannya dapat dikelompokkan ke dalam empat pilar utama yang saling berkaitan, di mana perbaikan pada satu aspek akan memperkuat variabel lainnya guna mencapai keberlanjutan sistem yang optimal.

The implementation of the ASIK application in the immunization program at primary health care facilities still faces technical obstacles, limited human resource capacity, and data integration issues that trigger double input burdens and disparities in coverage rates. This gap between the national system design and the reality of implementation underlies the need for a comprehensive evaluation of the effectiveness of recording, reporting, and data utilization in the field. The purpose of this study is to evaluate the implementation of the ASIK application using an integration of the UTAUT2, DeLone & McLean, HOT-Fit, and DOQ-IT information system evaluation models as an effort to strengthen recording, reporting, and data utilization in the immunization program at primary health care facilities. This study used a mixed methods with a sequential explanatory approach on health service staff, health personnel at community health centers, and health cadres. This study was conducted in South Sulawesi Province, specifically in East Luwu Regency and Makassar City. Quantitative data were obtained through online questionnaires completed by 148 health personnel and 283 health cadres, which were then analyzed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. Meanwhile, qualitative data was obtained through in-depth interviews with 9 informants consisting of health service staff, health personnel at community health centers, and health cadres in each research area. The results of the PLS-SEM analysis showed differences in the determinants of system adoption between the two user groups. For Health Cadres, Intention to Use was significantly influenced by Performance Expectations (P-value <0.001), User Satisfaction (P-value <0.001), and Facilitating Conditions (P-value <0.001). Meanwhile, for the Health Personnel, User Satisfaction was the only factor that significantly influenced Intention to Use (P-value = 0.004). In both groups, Operational Constraints and Intention to Use successfully drove actual Use, which linearly had a significant impact on increasing Net Benefits. Qualitative results revealed that barriers to adoption stemmed from the burden of multiple inputs due to the lack of system integration, connectivity constraints in rural areas, and the lack of facilities such as devices or internet quotas. The strategy for strengthening the implementation of the ASIK application in the future can be grouped into four main pillars that are interrelated, where improvements in one aspect will strengthen other variables to achieve optimal system sustainability.
Read More
T-7534
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Daud Rusdi; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Sutiawan; Popy Yuniar, N.A. Ma`aruf, Deviana
T-3194
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edi Utomo Putro; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: Rico Kurniawan, Cucu Sumintardi
Abstrak:
Pneumonia adalah peradangan akut pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Saat ini masih didapatkan pencatatan MTBS secara manual dan belum mengikuti standar variable dan meta data sesuai Keputusan Menteri Kesehatan yang menyebabkan meningkatkan resiko kesalahan dan kehilangan data. Tujuan penelitian ini adalah mengembangankan prototype sistem informasi MTBS berbasis SATUSEHAT Platform untuk monitoring tatalaksana pnemounia. Penelitian ini merupakan riset kualitatif dengan pendekatan pengembangan system. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Cisolok dan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi. Teknik pengumpulan menggunakan wawancara, telaah dokumen, dan observasi. Informan pada penelitian ini melibatkan 7 informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa MTBS belum maksimal karena masih menggunakan pencatatan dan pelaporan secara manual, pengembangan sistem informasi menghasilkan prototype sistem informasi status kesehatan terkait dengan MTBS memiliki manfaat dalam upaya mempercepat pelayanan dan monitoring pencapaian indikator program kesehatan, perancangan ini menghasilkan desain pemodelan terstruktur yang menunjukkan sistem yang sudah dikembangkan berfungsi secara optimal, serta pengembangan sistem informasi MTBS sudah sesuai dengan menggunakan standar FHIR yang diadobsi oleh SATUSEHAT. Pada penelitian ini dapat dinilai bahwa mengembangankan prototype sistem informasi MTBS berbasis SATUSEHAT Platform untuk monitoring tatalaksana pnemounia ini efektif sebagai upaya standardisasi data dan mempermudah integrasi antar sistem informasi kesehatan. 

Pneumonia is an acute inflammation of the lung tissue caused by infection with microorganisms such as bacteria, viruses, fungi, or parasites. Currently, IMCI records are still obtained manually and have not followed the variable and meta data standards according to the Decree of the Minister of Health, which increases the risk of errors and data loss. The purpose of this study was to develop a prototype IMCI information system based on the SATUSEHAT Platform for monitoring pnemounia management. This research is a qualitative research with a system development approach. The research was conducted at Cisolok and Tegalbuleud Health Centers in Sukabumi District. The collection techniques used interviews, document review, and observation. This study involved 7 informants using purposive sampling technique. The results of this study found that IMCI has not been maximized because it still uses manual recording and reporting, the development of information systems produces prototype health status information systems related to IMCI has benefits in efforts to monitor the achievement of health program indicators, this design produces a structured modeling design that shows the system that has been developed functions optimally, and the development of IMCI information systems is in accordance with using the FHIR standard adopted by SATUSEHAT. In this study, it can be assessed that developing a prototype IMCI information system based on the SATUSEHAT Platform for monitoring pnemounia management is effective as an effort to standardize data and facilitate integration between health information systems.
Read More
T-7188
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arbiansah; Pembimbing: Besral; Penguji: Artha Prabawa, Tris Eryando, Hakimi, Wulantanir
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk lmunisasi merupakan upaya yang efektif dan diperlukan oleb semua daerah untuk menurunkan angka kematian. kesakitan dan kecacatan bayi dan Balita. Program imunisasi memperkenalkan PWS sebagai alat pantau cakupan. PWS secara nyata sangat berguna untuk memantau kecenderungan pencapaian cakupan program dalam periode tertentu dan segera dilakukan koreksi serta. ditindakJanjuti. Cakupan imuniss.si bayi di Aceh Utara dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 cenderung rnengalami peningkatan kecuati irnunisasi Hepatitis B. Namun cakupan imunisasi Kabupaten Aceh Utara Tahun 2006 masih rendab dibandingkan dengan cakupan Provinsl Nanggoe Aceh Darussa1am. Dampak masih rendahnya cakupan ini yaitu masih tingginya angka kesakitan dan kematian yang disebabkan o!eh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3l), Pennasalahan pada sistem informasi berpengaruh terhadap perencanaan. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode incremental iteratif dari model prototype, melalui beberapa tahapan yaitu analisis, penmeangan, pengkodean dan ujicoba. Identifikasi dan analisis masalah sistem dilakukan dengan wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi pada dinas kesehatan dan Puskesmas. Hasil analisis sistem dapat mengidentifikasi pennasaiahan yang ada pada sistem yang sedang berjalan serta beberapa alternatif solusi pada input, proses dan output. Output yang dihasilkan berupa laporan bulanan, berisi informasi monitoring vaksin, logistik vaksin, laporan PD3I, kulkas vaksin, drop out. target cakupan imunisasi, kebutuhan vaksin, alat suntik, safety box dan desa UCI. Perancangan prototype dilakukan dengan monggunakan bahasa pomrograman PHP dan basis data mysqi yang bersifat open source. Prototype ini masih mempunyai keterbatasan sehingga dibutuhkan pengembangan lebih lanjut. Pengembangan Prototype yang bersifat a.plikatlf dapat menjadi alat manajemen untuk peningkatan program imunisasi dengan penguatan perencanaan, monitoring dan evaluasi. Output yang dihasilkan dapat dijadikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dalam penanggulangan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.


immunization is an effective way and needed by all of districts to decrease infant and under five children mortality, morbidity and disability rates. Immunization program introduces PWS as a coverage monitoring tool. PWS is clearly useful in monitoring the trend of program coverage achievement in given period, so the correction and follow up can be done immediately. Infant immunization coverage tends to increase in Aceh Utara from 2004 to 2006, except for Hepatitis B. However, immunization coverage in Aceh Utara District in 2006 was still lower compared to Nanggroe Aceh Darussalam Province. Consequences of this lower coverage are mortality and morbidity rates due to immunization preventable disease (PD31) are still high. Issues in information system have an impact on planning, implementation, monitoring and evaluation of the program. Processing and analyzing of immunization PWS data were performed in a simple way through immunization and analysis of system problem were conducted by depth interviewdocument study, and observation in health district office and heaJth center. The result of system analysis can identifY the existing issue in the world system and some solution alternatives in input, process and output. The output is in monthly reporting form, consisting vaccine monitoring information, vaccine logistic, PD3I report, vaccine refrigerator, drop out, immunization coverage target, vaccine requirement, injection tool. safety box and UCI village. Prototype design is performed by using PHP programming language and open source mysql data base, This prototype still has limitations so that further development is needed. Applicable prototype development can be a management tool to improve immunization program by reinforce the planning, monitoring and evaluation. Output resulted from this development can be used as an information to support decision making in immunization preventable disease prevention.

Read More
T-2794
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Sulastri; Pembimbing: Iwan Ariawan, Artha Prabawa; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo, Noor Sardono, Akemat
Abstrak:

Asuhan Keperawatan (Aske merupakan suatu pendekatan yang dilakukan seorang perawat terhadap kliennya. Motu Asuhan keperawatan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung masih diternokan pendokumentasian asuhan keperawatan pada rekam medik pasien yang asih belum terisi; masih adanya masyarakat yang merasa belum puas terhadap pelayanan yang dibe ·kan oleh perugas diruangan (20,3%); kelohan tentang pelayanan sebanyak 21,9%; 70% dari 20 pasien mengatakan perawat yang kurang ramah dalam menangani pasien, 75% dari 20 pasien merasa tidak diperhatikan oleh perawat. Hal ini perlu sekali mendapat perhatian dari semua pihak terkait:; dan menempatkan Pemantauan Motu Askep (PMA) sebagai kegiatan yang penting dilaksanakan secara berkesinambungan. Dalam pelaksanaannya, PMA belum didukung dengan sistem informasi pengolahan data yang masih dilakukan secara manual, belum ada analisis tiap penelitian adalah Ruang Rawat Inap yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Sebagai hasil dari penelitian ini adalah diperolehnya prototipe Sistem lnformasi Pemantauan Mutu Asuhan Keperawatan yang diharapkan dapat effektif dan effisien dalam penyediaan informasi yang dibutuhkan. lnformasi yang diperoleh akan dirancang agar benar-benar relevan. cepat, tepat dan akurat, serta dapat lebih bennanfaat. terutama untuk kepentingan perencanaan peningkatan mutu pada umumnya, dan pemantauan Askep pada khususnya, sehingga dapat tercapai optimalisasi pemantauan mutu Askep di rumah sakit tersebut Agar pelaksanaan sistem infonnasi ini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan, dibutuhkan pengembangan prototipe yang berbasis jaringan.


Asuhan Keperawatan (Askep) represent an approach to do a nurse to its clien. Quality of Askep in Dr. H. Abdul Moeloek :cam pung hospital still found documentation of asuhan keperawatan on IJ&.tient record which still not yet loaded; there is still of society which feel not et satisfied to service given in a hospital (03%); sigh about ice counted 2 J,goA,; 70% from 20 patient tell less friendly nurse in handling patient, 75% from 20 patient feel not be paid attend on by nurse. This matter very important to get attention from all related partieand place Monitoring Quality of Askep ( PMA) as activity which is important to be implementation chronically. In its implementation, PMA not yet been supported with infonnation system. data-processing which still (done/cond ucted) manually. there is no analysis every treatment upbringing step and also monitoring instrument quality of standard not yet altogether used to assess quality o askep. For that require to develop of monitoring. This research was result a prototype of Information System Monitoring Quality of Askep. This system is expected to supply any needed information effectively earn and effektif of efficient in is ready of required information. obtained infonnation will be designed to really relevant, quickly, precisely and is accurate, and also earn more useful, especially for planning of make-up of quality in general, and monitoring of Askep especially, so that can reach by monitoring quality of Askep. For implementation of this information system can walk better and have continuation, required by development of prototype being based on network.

Read More
T-2860
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive