Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 24994 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Minarsih Moerdhoko; Pembimbing: Hasbullah Thabrany
B-684
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kamarus Zaman Sedjati; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amila Megraini, Hendrianto Trisnowibowo, Wachyu Sulistiadi
B-843
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusrahma Nurina; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: HM. Hafizurrachman, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Ahmad Husni Basuni
Abstrak: Situasi saat ini RS Cengkareng sedang dalam tahap mengubah image atau citra rumah sakit pemerintah yang masih melekat dan berkonotasi negative, Perencanaan strategik pemasaran merupakan upaya pemecahan masalah dan antisipasi terhadap keadaan mendatang, strategi pemasaran yang akan dijalankan adalah migrasi segmentation ke target market kelompok masyarakat menengah keatas, hal ini dilakukan karena peluang yang besar , dimana wilayah RS berada merupakan daerah pemukiman dan industri, sehingga peluang ini dapat memberikan kontribusi maksimal bagi pendanaan RS, tetapi tidak meninggalkan segmen awalnya (current market ). Desain strategi pemasaran RS Cengkareng secara sistematis terdiri dari : strategi segmentasi pasar, marketing targeting srategik dan yang terakhir adalah market positioning strategy. Kemudian dilakukan Taktis strategi berupa marketing program development dengan mix marketing (produk, price, place, promotion). Penelitian dilaksanakan di RS Cengkareng dengan metoda penelitian operational reseach. Dimana data sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang kemudian dilakukan proyeksi dan korelasi data base . Hasil proyeksi tersebut digunakan sebagai informasi didalam kegiatan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) untuk mengidentifikasi variabel lingkungan eksternal dan internal rumah sakit. Dari hasil penelitian Wilayah yang menjadi segmentasi target sasarannya adalah wilayah Jakarta Barat , Tanggerang serta Jakarta Utara berusia 25-64 tahun dengan pendidikan D3 – S1. Target sasarannya secara moderat maka potensi penjualan untuk Jakarta barat per bulan rata ratanya pada tahun 2005 sampai dengan 2010 adalah 210, 814, 907 , 979, 984 : dengan pertumbuhan pertahunnya masing- masing wilayah ± 30 – 40 % , keadaan ini diimbangi dengan penambahan kapasitas layanan meningkat 50 % di tahun 2006 dan 100 % pada tahun 2007. Untuk pengembangan pemasaran produk RS Cengkareng adalah mengoptimalkan performance core produknya : poliklinik dan rawat inap serta mengangkat issue kesehatan dan keselamatan kesehatan kerja, termasuk medical check up. Promosi produk tersebut diimbangi dengan Penetapan harga dimulai berdasarkan kebutuhan dan manfaat yang didapat dari produk dibandingkan dengan produk dari kompetitor. Harga ditentukan relatif lebih murah dibandingkan dengan harga dari kompetitor untuk dapat memberikan nilai lebih bagi konsumen . Selain itu distribusi (place) Lebih mendekat ke industrial market dan pasar komunitas kelas menengah keatas di sekitar RS. Cengkareng, tujuannya adalah untuk menyesuaikan citra produk yang dihubungkan dengan segmen yang dituju. dengan memaksimalkan kinerja staf pemasaran. Kata kunci :Strategik pemasaran (STP) , Bauran Pemasaran
At present Cengkareng Hospital has just entering into the stage of changing an image of a government Hospital that is still attached and has a negative conotation.marketing strategic Plan constitutes an effort of solving the problem and anticipation toward the future, a marketing strategy that will be perform is migration segmentation toward a target on middle to upper community group market, this issue is performed because of a large opportunity, where the existence area of the Hospital is a residencial and industrial area so that this opportunity will be able to give maximum contribution for the hospital funding, however it doesn’t leave out the current market. The Design of Cengkareng Hospital systematically consist of market segmentation strategy, marketing targeting strategy and the last one is strategy positioning market. Further Tactic strategy is carried out in the form of development marketing program by mix marketing (product, price, place and promotion). This research is held in RS Cengkareng , using kuantitative and kualitatif analysis . Where secondary data obtained from various sources and corelation data base . And result from projection of the data used as information in Focus Group Discussion (FGD) activity to identify hospital’s internal and external environmental. From the result of regional research that become the segmentation target, its aim is West Jakarta district, Tanggerang as well as North Jakarta with the community segmentation who domiciled in the area mentioned above aged 25 – 64 , with minimal graduate diploma 1 – University. The main objective is in a moderate manner then the selling potential for west Jakarta per month in the year of 2005 up until 2010 is as follow : 210, 814, 907 , 979, 984 persons. By the annual increase of each district +/- 30 – 40 % this condition is kept in balance by additional service capacity increases with 50 % in 2006 and 100 % in 2007. To optimalize more the result of developing in marketing product of Cengkareng Hospital is to optimalize the performance of its core product : Policlinic and Hospitalization and also to raise the issue of health and work health safety, including medical checkup. The promotion product mentioned is balanced by decisioning of price which start based on the need and benefit which is gained from the product to compared with the product of competitors. The price is decided relatively to be compared with competitors price to be able to give value added for the consumers. Other than that (becides) the place is closer to the industrial market and middle and upper class community market around Cengkareng Hospital, its objective is to make in accordance with the image product which is connected with the pricing segment by maximalizing marketing staff performance. Intensive networking by Soekarno Hatta Airport managers and the road managers around Cengkareng . Keyword : strategic marketing , marketing mix
Read More
B-905
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mustikasari; Pembimbing: Does Sampoerno; Penguji: Besral
B-731
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Sri Anggarini; Pembimbing: Suprijanto Rijadi
B-471
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Andini; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Purnawan Junadi, Yassir, Sumijatun
Abstrak:

Perawat sebagai salah satu sumber daya manusia di rumah sakit merupakan ujung tombak pelayanan yang harus direncanakan secara matang, baik secara kuantitas (beban kerja) maupun kualitas (kompetensi kerja). Dalam penelitian ini akan dibahas tentang analisa kebutuhan tenaga keperawatan di Instalasi Hemodialisa RSUP Persahabatan berdasarkan beban kerja (menggunakan time and motion study kepada 8 perawat kemudian diolah dengan Metode Ilyas) dan kompetensi kerja (depth interview kepada tiga informan dengan fokus kepada pengetahuan seputar pekerjaan, keterampilan dan sikap). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat satu dan atau dua tenaga perawat dengan kualifikasi minimal lulusan D3 keperawatan yang telah diikutkan pelatihan hemodialisa.


Nurses, as one kind of the human resources in hospitals, act as a frontline service that should be planned thoroughly, both in its quantity (based on workload) and quality (based on competencies). This research was about needs assessment of nursing personnel in the Hemodialysis Installation of RSUP Persahabatan based on workload (using time and motion study technique then manipulated by Ilyas Method) and competencies (depth interview focusing on job knowledge, skill and attitude, on three subjects). The research concluded that there is one or two nursing shortage, having qualification of D3 of nursing (as minimal education) and hemodialysis training.

Read More
B-1473
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helsa Riyanika; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianti Permanasari, Anasthasia Lumantik
Abstrak:

ABSTRAK Sistem pelaporan kegiatan rutin di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center yang masih manual atau belum terintegrasi secara online, sehingga menyebabkan beberapa masalah seperti tidak standarnya laporan-laporan yang diberikan oleh masing-masing unit, dan terjadinya kesalahan dalam input dan rekapitulasi laporan oleh petugas rekam medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran dan identifikasi sistem pelaporan rutin rumah sakit Metropolitan Medical Center sehingga dapat memberikan saran guna meminimalkan kesalahan dalam pembuatan laporan rutin rumah sakit. Rumah sakit metropolitan medical center memiliki 162 tempat tidur, dimana unit rekam medis bertanggung jawab dalam pembuatan dua laporan wajib rumah sakit, yakni laporan eksternal, yaitu laporan kepada departemen kesehatan, dan laporan internal, yaitu laporan kepada seluruh direksi rumah sakit. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, terbatas pada laporan internal rumah sakit. Informan penelitian berjumlah 14 orang. Dari penelitian didapatkan hasil mengenai sumber daya dan fasilitas yang berhubungan dengan pembuatan laporan kegiatan, dan diketahui bahwa belum semua unit yang terkomputerisasi dan memiliki sistem online, serta tidak standarnya format formulir laporan di setiap unit. Selain itu juga ditemukan adanya kesulitan dari unit rekam medis dalam memproses laporan yang diterima. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa perlunya suatu formulir standar sehingga dapat memudahkan unit rekam medis dalam melakukan rekapitulasi di setiap unit pelaksana sehingga dapat mengurangi kemungkinan timbulnya kesalahan dalam pembuatan laporan rutin rumah sakit. ABSTRACT Report activities in Metropolitan Medical Center are done manually and has not yet adopted an online integration. This causes a number of problems such that the report are not collected in one unified standard and that input mistakes are often made in the reports by the medica record staffs. The purpose of this research is to describe and analyze the daily and monthly report activities at the hospital therefore to advice which could be use to overcome the problems. The Metropolitan Medical Center has 162 beds, and its medical record unit responsible to produce essential reports that are external and internal reports. The external reports are to be submitted to the Ministry of Health Department while the internal reports to the board of directors. The type of research conducted will be qualitatif-descriptive and limited to only internal reports. The research is held the interview of fourteen informants and observations. The informations result from the interview are type of resources and facilities needed to produce the reports as well as evidence that not all the units has the computerized system or online system, and also the format of the form reports is not standard for each unit. It is also known that there is some difficulties to process the reports in medical record unit. The conclusion of the research is standar form is needed to facilitate the medical record unit in order to process the reports for each unit in hospital, so that can minimalized the chance of mistakes in the process of reporting the hospital reports.

Read More
B-1538
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ambo Sakka; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Yuli Prapanca Satar, Ervin Yamani Amaouzegar
Abstrak: Penelitian ini mengenai rencana pemasaran Instalasi Griya Puspa Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Tahun 2011. Jenis penelitian ini adalah penelitian operasional dengan pendekatan metode kualitatif. Penelitian ini telah mengidentifikasi dan menguraikan situasi Griya Puspa dalam posisi tumbuh dan berkembang dimana strategi pemasaran yang direkomendasikan adalah optimalisasi kegiatan pemasaran yang didasarkan pada pengembangan riset dan analisa pasar. Untuk itu ditetapkan anggaran sebesar Rp.646,500,000, dengan harapan Griya Puspa akan memperoleh kenaikan pendapatan pada Tahun 2011 sekitar 20%. Disarankan agar Griya Puspa segera membuat rencana pengembangan riset dan analisa pemasaran untuk memulai kegiatan pemasarannya.
 

 
This research about marketing plan of Griya Puspa in Persahabatan General Hospital on 2011. This research type is operational research with qualitative method approach. This research has identified and elaborates situation of Griya Puspa in grow and build position while marketing strategy recommended is optimalisation of marketing activity based on by propagation of research and market analysis. For the purpose is specified budget equal to IDR. 646,500,000 on the chance of Griya Puspa will obtain increase of earnings at 2011 around 20%. Suggested that Griya Puspa soon blocks in expansion of research and marketing analysis to start the marketing activity.
Read More
B-1216
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhidayat Pua Upa; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Yuli Prapancha Satar
Abstrak:

Kepuasan pelanggan ditentukan olch berbagai jenis pelayanan yang didapatkan oleh pelanggan selama menggunakan pelayanan..Rumah Sakit Persahabatan merupakan Salah satu rumah sakit yang berbentuk perusahaan jawatan di DKI .lakana yang bergerak di bidang jasa pelayanan kcschatan. Dari data kunjungan pasien di poliklinik pcnyakit dalam regular dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 menunjukkan peningkatan setiap tahunnya, sedangkan pada poliklinik penyakit dalam non regular (Griya Puspa), data kunjungan pasien secara keseluruhan tahun 2005 hingga tahun 2006 mengalami angka penurunan kunjungan yang signitikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbcdaan tinglcat kepuasan pasien regular dan non regular beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya di poliklinik penyakit dalam di RS Persahabatan Tahun 2007. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner tertutup yang disebarkan kepada pasien yang sudah pemah berobat paling sedikit I (satu) kali. Dari hasil penelitian diketahui tingkat kcpuasan pasien reguler dimana pasien benar - benar menilai pelayanan tersebut penting olch karcna rumah sakit belum memenuhi harapan pasien, seperti : perawat berpakaian rapih dan bersih, ketersediaan obat rcscp dan pelayanan cepat, perawat memberikan informasi dengan jelas, perawat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan tugas. Dimensi yang memililci nilai paling memberikan rasa puas dalam pelayanarl yaituzdokter berpakaian rapih dan bersih scrta pcrawat terampil dan meyakinkan dalam memberikan pelayanan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor yang menyebabkan kepuasan pasien non reguler adalah lingkungan poliklinik penyakit dalam terlihat rapih dan bersih, ruang tunggu dan ruang pemeriksaan nyaman dan bersih, perawat berpalcaian rapih dan bersih, dokter terampil dan meyakink n dalam pelayanan, dokter menanggapi keluhan dan menjawab denganm baik, dokter memberikan inf`om1asi tentang penyakit kepada pasien serta dokter memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan tugas. Sedangkan faktor yang menjadi ketidakpuasan pada pasien non reguler adalah ketersediaan obat resep dan pelayanan cepat. Berdasarkan hasil uji statistik tidak ada hubungan yang bermakna antara umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, transportasi, persepsi jarak, jumlah kunjungan dan sumber biaya dengan kepuasan pasien. Dengan delnikian perlu dilakukan usaha perbaikan pada poliklinik penyakit dalam reguler seperti, melakukan monitoring kerapihan dan kebersihan pakaian pada saai bertugas, pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat seperti seminar atau simposium atau workshop dan perbaikan manajemen Iogistik untuk obat. Sedungkan pada poliklinik penyakit dalam non reguler, faktor-faktor yang menjadi prioritas utama untuk ditanggulangi adalah perlunya dilakukan upaya perbaikan ketérsediaan obat resep dan pelayanan cepat Dengan demikian pada poliklinik penyakit dalam non reguler perlu dilakukan usaha perbaikan terhadap faktor-faktor tersebut di atas. Misalnya dengan dilakukan perbaikan manajemen logistik untuk obat. Hal lain yang perlu dilakukan adalah perlunya dilakukan survei kepuasan pasien secara berkala. Dengan dcmikian pclayanan kesehaian yang diberikan kepada pasien dapat tems dievaluasi sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dari rumah sakit itu sendiri.


Level of customer satisfaction is detennined by the services that the customers receive. Persahabatan Hospital is one of' public company hospitals in DKI Jakarta. From the year 2002 - 2006, there had been an increase of patients visit in Internal Medicine regular clinic. On the other hand, there had been a significant decrease of visit to Non regular (Griya Puspa) lntemal Medicine Clinic around the year 2005-2006. The aim of this study is to show differences in satisfaction level between patients in regular and non regular lntemal Medicine Clinic Persahabatan Hospital in 2007, along with the factors influencing the differences. The data is collected through interview guided by questionnaires to patients who have visited the clinic at least once. This study shows that in regular clinic, factors that are important to the patients because of hospital not yet titlfilled patient expectation. are: nurses who dress neatly and cleanly, availability of prescribed medicine, nurses who give clear explanation to the patients and nurses who are competent and skillful, Dimensions that major at the clinic are doctors who dress cleanly and neatly, and the level of nurses' competence, skill, and knowledge in delivering the services. This study shows that in non regular clinic, patient satisfaction factors are polyclinic environment in seen neatly and cleanly, clean and comfortable waiting room and examination room, nurses who dress neatly and cleanly,. doctor who are competent and skillful, doctor care about patient?s sigh, doctor who give clear explanation to the patients , the level of doctor? competence, skill, and knowledge in delivering the services. While in the other side, the dissatisfaction factors are availability of prescribed medicine and bad service. There is no significant relation between satisfaction level and patients? age, sex, educational background, occupation, distance perception, numbers of visit, and financial source. For the hospital, it means some efforts to improve regular clinic are monitoring nurses who dress neatly and cleanly, logistic management for the medicine in dispensary, and to hold seminars, symposiums, and training to enhance knowledge and skill of doctors and nurses. While in non regular patients, main factors of to strive repair is availability of recipe drug and service quickly. For example by repair of logistics management for drug. It is necessary to carry periodical patient satisfaction survey to evaluate the service and to improve the service quality of the hospital.

Read More
B-1051
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Betania Samboe; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Rini Pratiwi, Dyah Eko Judihartanti
Abstrak:
Implementasi rencana strategis di rumah sakit umum daerah menghadapi tantangan signifikan karena ketidakselarasan indikator, keterbatasan sumber daya, dan sistem tata kelola yang lemah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rencana strategis RSUD Sukajadi Banyuasin Tahun 2025-2029 untuk mengidentifikasi hambatan implementasi dan  merumuskan rekomendasi perbaikan. Mengevaluasi implementasi rencana strategis RSUD Sukajadi menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dan merumuskan rekomendasi perbaikan. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan informan dari pihak eksternal dan internal RSUD Sukajadi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan review dokumen. Analisis data menggunakan model CIPP untuk mengevaluasi empat dimensi: Context (faktor lingkungan), Input (sumber daya), Process (mekanisme implementasi), dan Product (hasil/outcome). Hasil penelitian didapatkan hambatan di semua dimensi CIPP: (1) Context: ketidakselarasan indikator antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Renstra Dinkes, dan Renstra RSUD, dengan fenomena "silo mentality" dalam perencanaan kesehatan daerah; (2) Input: keterbatasan sarana prasarana, sumber daya manusia, dan alokasi anggaran; (3) Process: tata kelola keuangan yang lemah, sistem monitoring evaluasi yang belum optimal, dan komunikasi ke pihak eksternal yang tidak efektif; (4) Product: kinerja RSUD yang rendah dengan Bed Occupancy Rate (BOR) 7% (target 75%), Average Length of Stay (ALOS) 2,5 hari (target 3-5 hari), Angka Kepuasan Pasien yang rendah dan tingkat komplain yang tinggi, cakupan ASPAK 61% (target >80%), dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) tidak tercapai. Kesimpulan: Implementasi rencana strategis RSUD Sukajadi memerlukan perbaikan sistemik di semua dimensi CIPP. Rekomendasi jangka pendek, menengah, dan panjang mencakup pengembangan prosedur cascading indikator, implementasi Balanced Scorecard, perbaikan tata kelola keuangan, penguatan sistem monitoring evaluasi, dan advokasi untuk perubahan regulasi yang mendukung perencanaan strategis terintegrasi di tingkat daerah.

Strategic plan implementation in regional general hospitals faces significant challenges due to indicator misalignment, resource limitations, and weak governance systems. This study evaluates the strategic plan of Sukajadi Regional General Hospital (RSUD) Banyuasin for 2025-2029 to identify implementation barriers and formulate improvement recommendations.  Objective of this study is to evaluate the strategic plan implementation of Sukajadi RSUD using the CIPP model (Context, Input, Process, Product) and formulate recommendations for improvement.  Methods: This descriptive qualitative study involved informant from intern and external of RSUD Sukajadi. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions (FGD), and document review. Data analysis used the CIPP model to evaluate four dimensions: Context (environmental factors), Input (resources), Process (implementation mechanisms), and Product (outcomes).  Results: The study identified critical barriers across all CIPP dimensions: (1) Context: misalignment of indicators between Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD), Health Department Strategic Plan, and RSUD Strategic Plan, with "silo mentality" in regional health planning; (2) Input: limitations in infrastructure, human resources, and budget allocation; (3) Process: weak financial governance, suboptimal monitoring-evaluation systems, and ineffective inter-management communication; (4) Product: low RSUD performance with Bed Occupancy Rate (BOR) 7% (target 75%), Average Length of Stay (ALOS) 2.5 days (target 3-5 days), low patient satisfaction score, ASPAK score 61% (target >80%), and unmet Minimum Service Standards (SPM).  Conclusion: Strategic plan implementation at Sukajadi RSUD requires systemic improvements across all CIPP dimensions. Short-term, medium-term, and long-term recommendations include developing cascading indicator procedures, implementing Balanced Scorecard, improving financial governance, strengthening monitoring-evaluation systems, and advocating for regulatory changes to support integrated strategic planning at the regional level.
Read More
B-2619
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive