Ditemukan 31195 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Iswanelly Mourbas; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad
T-502
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ida Ruslita Amir
T-551
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Endang Titi Amrihati; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Lanita Somali
S-1281
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ajib Jayadi; Pembimbing: Endang L. Achadi
S-2092
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diana Syafitri; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah
S-1192
Depok : FKM UI, 1997
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Martiem Mawi
JKT Vol.23, No.3
Jakarta : FK Univ. Trisakti, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sugeng Wiyono; Pembimbing: Endang L. Achadi
S-1355
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Titus Priyo Harjatmo; Pembimbing: Iwan Ariawan
T-780
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dhea Riana Kismaningrum; Pembimbing: Tris eryando; Penguji: Besral, Minarto, R. Giri Wurjandaru
Abstrak:
Obesitas disebabkan ketidakseimbangan asupan kalori masuk dan energi keluaryang diukur melalui parameter IMT. Timbulnya ketidakseimbangan inimerupakan peran dari berbagai determinan. Tujuan penelitian ini adalahmengidentifikasi determinan komposisional dan kontekstual terkait IMT padaorang dewasa di 16 propinsi diatas rata-rata prevalensi obesitas nasional.Penelitian menggunakan desain potong-lintang dengan jumlah responden 180.352orang dewasa usia 19-44 tahun di Indonesia. IMT dihitung dari hasil pengukurantinggi badan dan berat badan responden. Data determinan komposisional didapatdari Riskesdas 2013. Data determinan kontekstual didapat dari Statistik PotensiDesa tahun 2011, Statistik Perilaku Peduli Lingkungan Hidup tahun 2013 danStatistik Pengeluaran Konsumsi Makanan-Bukan Makanan danPendapatan/Penerimaan Rumah Tangga tahun 2013. Penelitian ini menggunakananalisis multilevel regresi linear. Hasil penelitian ini melaporkan bahwadeterminan komposisional yang memiliki hubungan dominan dengan IMT adalahstatus ekonomi pada semua kelompok. Determinan kontekstual yang memilikihubungan dominan dengan IMT adalah peningkatan akses terhadap penggunaankendaraan bermotor dan makanan siap saji sejalan dengan peningkatan IMT.Penelitian ini memiliki kontribusi untuk memahami hubungan kompleks antaradeterminan individu dan komunitasnya terkait IMT. Kebijakan yang mendukungpeningkatan akses terhadap makanan sehat dan aktivitas fisik melalui falsilitasyang tersedia di sekitar tempat tinggal dan edukasi pola hidup seimbangdiharapkan mampu mengurangi risiko penyakit tidak menular terkait IMT dimasyarakat.Kata kunci: Indeks Massa Tubuh (IMT), orang dewasa, analisis multilevel.
Obesity caused by unequality of nutrition intake and energy output which ismeasured by body mass index (BMI) as parameter. Unequality phenomenaaccured by complex determinants called compositional and contextual factor. Theaim from this study is identify complex determinants of BMI in 16 province inIndonesia which have higher obesity prevalence than national obesity prevalence.This study use cross-sectional design study and 180.352 sampel of Indonesianadults in 19-44 years old. BMI measured from body height and body weight. Datafor compositional determinants collected from Basic Health Research 2013 givenby National Health Research and Development of Indonesia. Data for contextualdeterminants collected from Statistical of Statistik Potensi Desa 2011, StatistikPerilaku Peduli Lingkungan Hidup 2013 dan Statistik Pengeluaran KonsumsiMakanan-Bukan Makanan dan Pendapatan/Penerimaan Rumah Tangga 2013given by Berau of Statistic of Indonesia. Analysis using multilevel linearregression. Compositional determinant dominant of IMT reported is socialeconomy status. Social economy status have postive associated with BMI.Contextual determinants dominant of IMT reported are motorized-user and fast-food outlet have postive associated with BMI. Policy to encorouge people toaccess healthy food and physical activity expectable to reduce non-communicablediseases.Keywords: body mass index, adults, multilevel analysis.
Read More
Obesity caused by unequality of nutrition intake and energy output which ismeasured by body mass index (BMI) as parameter. Unequality phenomenaaccured by complex determinants called compositional and contextual factor. Theaim from this study is identify complex determinants of BMI in 16 province inIndonesia which have higher obesity prevalence than national obesity prevalence.This study use cross-sectional design study and 180.352 sampel of Indonesianadults in 19-44 years old. BMI measured from body height and body weight. Datafor compositional determinants collected from Basic Health Research 2013 givenby National Health Research and Development of Indonesia. Data for contextualdeterminants collected from Statistical of Statistik Potensi Desa 2011, StatistikPerilaku Peduli Lingkungan Hidup 2013 dan Statistik Pengeluaran KonsumsiMakanan-Bukan Makanan dan Pendapatan/Penerimaan Rumah Tangga 2013given by Berau of Statistic of Indonesia. Analysis using multilevel linearregression. Compositional determinant dominant of IMT reported is socialeconomy status. Social economy status have postive associated with BMI.Contextual determinants dominant of IMT reported are motorized-user and fast-food outlet have postive associated with BMI. Policy to encorouge people toaccess healthy food and physical activity expectable to reduce non-communicablediseases.Keywords: body mass index, adults, multilevel analysis.
T-4588
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eugeunia Angela Andrian; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, Neni Herlina Rafida
Abstrak:
Read More
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok usia dewasa di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor asupan (natrium, lemak, serat, kalium), Indeks Massa Tubuh (IMT), dan gaya hidup (aktivitas fisik, merokok, dan stres) dengan kejadian hipertensi serta mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhi hipertensi pada penduduk dewasa usia 45–59 tahun di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 153 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran langsung. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan prevalensi hipertensi pada responden sebesar 54,9%, hasil ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden dalam kelompok usia tersebut menderita hipertensi. Pada uji multivariat dengan memasukkan faktor asupan natrium, lemak, serat, aktivitas fisik, merokok dan stress didapatkan hasil nilai p = 0,025 pada asupan natrium (OR = 2,276) dan merokok (OR = 2,805), hal ini menjadikan keduanya sebagai faktor dominan yang berkontribusi terhadap hipertensi.
Hypertension is one of the non-communicable diseases with a continuously increasing prevalence, particularly among the adult population in urban areas such as Jakarta. This study aims to examine the relationship between dietary factors (sodium, fat, fiber, potassium), Body Mass Index (BMI), and lifestyle factors (physical activity, smoking, and stress) with the incidence of hypertension, as well as to identify the dominant factors influencing hypertension among adults aged 45–59 years in Kemayoran District, Central Jakarta. A cross-sectional study design was employed, involving a total of 153 respondents. Data were collected through questionnaires and direct measurements. Data analysis was conducted using chi-square tests and logistic regression. The results showed a hypertension prevalence of 54.9% among respondents, indicating that more than half of individuals in this age group were affected by hypertension. Multivariate analysis, which included sodium intake, fat intake, fiber intake, physical activity, smoking, and stress, revealed that sodium intake (p = 0.025; OR = 2.276) and smoking (OR = 2.805) were the dominant contributing factors to hypertension.
Hypertension is one of the non-communicable diseases with a continuously increasing prevalence, particularly among the adult population in urban areas such as Jakarta. This study aims to examine the relationship between dietary factors (sodium, fat, fiber, potassium), Body Mass Index (BMI), and lifestyle factors (physical activity, smoking, and stress) with the incidence of hypertension, as well as to identify the dominant factors influencing hypertension among adults aged 45–59 years in Kemayoran District, Central Jakarta. A cross-sectional study design was employed, involving a total of 153 respondents. Data were collected through questionnaires and direct measurements. Data analysis was conducted using chi-square tests and logistic regression. The results showed a hypertension prevalence of 54.9% among respondents, indicating that more than half of individuals in this age group were affected by hypertension. Multivariate analysis, which included sodium intake, fat intake, fiber intake, physical activity, smoking, and stress, revealed that sodium intake (p = 0.025; OR = 2.276) and smoking (OR = 2.805) were the dominant contributing factors to hypertension.
S-12008
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
