Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23606 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mudjihardjo; Pembimbing: Tris Eryando
T-853
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ryza Jazid Baharuddin Nur; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Tris Eryando, Artha Prabawa, Hakimi, Yuliandi
Abstrak: ABSTRAK Imunisasi merupakan program kesehatan paling efektif dan hemat biaya dalam mencegah PD3I. Agar berhasil dalam mencegah PD3I program imunisasi harus menjaga cakupan imunisasi dan efikasi vaksin. Sistem informasi sangat penting dalam meningkatkan dan mengevaluasi keberhasilan program imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan data dan informasi yang berguna bagi program imunisasi melalui pengembangan sistem informasi vaksin (SiVaksin). Pengembangan sistem informasi ini dilakukan di Dinas Kesehatan Kota, salah satu Puskesmas dan Bidan Praktik Mandiri yang ada di Kota Depok, menggunakan metode pengembangan sistem dengan pendekatan prototyping untuk menghasilan sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program imunisasi di Kota Depok menghadapi masalah lemahnya sistem informasi dalam mendukung kegiatan perencanaan, pemantauan dan evaluasi. Hasil akhir penelitian ini berupa prototipe sistem informasi yang mampu menyediakan data dan informasi untuk mendukung kegiatan pemantauan suhu rantai dingin vaksin, sistem manajemen stok vaksin dan pelayanan imunisasi. Prototipe sistem informasi ini berbasis website responsive online yang dapat digunakan pada berbagai macam platform dan terintegrasi secara internal antar unit pelayanan imunisasi dan dinas kesehatan kota. Sistem informasi ini menyediakan panel informasi yang dibutuhkan bagi pelaksana imunisasi, pemegang program imunisasi, pengelola vaksin dan penentu kebijakan di dinas kesehatan kota untuk melakukan pengambilan keputusan yang lebih baik. Rekomendasi yang ditawarkan agar sistem ini dapat diimplementasikan ialah menyiapkan dana dan sumber daya, menyiapkan standar operasional prosedur, dan melakukan pelatihan kepada pengguna. Kata Kunci: Sistem Informasi, Imunisasi, Manajemen Stok Vaksin, Rantai Dingin Vaksin. Immunization is the most effective and cost-effective health program to prevent PD3I. An effective immunization program in preventing PD3I is achieved if immunization coverage and vaccine efficacy are maintained. Information systems are critical in improving and evaluating the ongoing success of immunization programs. This study aims to provide useful data and information for immunization programs through the development of vaccine information systems (SiVaksin). This information sistem was developed at Depok City Health Office, Pancoran Mas Health Center and one of Midwife Independent Practices in Depok City, using prototyping approach to develop information system according to user needs. The results showed that immunization program in Depok City faced the problem of weakness of information system in support of planning, monitoring and evaluation activities. The final product of this study is a prototype of information system which is able to provide data and information to support vaccine cold chain temperature monitoring activities, vaccine stock management system and immunization services. This prototipe of information system is based on an online responsive website that can be accessed on a variety of platforms and it is integrated between immunization service units and public health office. This information system provides dashboard for immunization officer, immunization program managers, vaccine managers and policy makers in public health office to make a better decisions. Recommendations offered to implement this information systems are prepare funds and resources, set up standard operating procedures, and conduct training to users. Keywords: Information System, Immunization, Vaccine Stock Management, Vaccine Cold Chain.
Read More
T-5357
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muh. Kyrgizt Al-Muqhni; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: Popy Yuniar, R. Sutiawan, Sigit Wibowo, Edy Purwanto
Abstrak:
Implementasi aplikasi ASIK pada program imunisasi di fasilitas kesehatan primer masih menghadapi kendala teknis, keterbatasan kapasitas SDM, dan masalah integrasi data yang memicu beban input ganda serta disparitas angka cakupan. Kesenjangan antara desain sistem nasional dan realitas implementasi ini mendasari perlunya evaluasi komprehensif terhadap efektivitas pencatatan, pelaporan, dan pemanfaatan data di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi implementasi aplikasi ASIK dengan menggunakan integrasi dari model evaluasi sistem informasi UTAUT2, DeLone & McLean, HOT-Fit, dan DOQ-IT sebagai upaya penguatan pencatatan, pelaporan serta pemanfaatan data pada program imunisasi di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini menggunakan mix methods dengan pendekatan Sequential Explanatory pada staf dinas kesehatan, tenaga kesehatan di puskesmas, dan kader kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Luwu Timur dan Kota Makassar. Data kuantitatif diperoleh melalui pengisian kuesioner secara daring oleh tenaga kesehatan dengan total 148 orang dan kader kesehatan dengan total 283 orang yang kemudian dilakukan analisis dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sedangkan data kualitatif diperolah dengan wawancara mendalam terhdapa 9 orang informan terdiri dari staf dinas kesehatan, tenaga kesehatan di puskesmas, dan kader kesehatan di masing-masing wilayah penelitian. Hasil analisis PLS-SEM menunjukkan perbedaan determinan adopsi sistem antara kedua kelompok pengguna. Pada Kader Kesehatan, Niat untuk Menggunakan dipengaruhi secara signifikan oleh Harapan Kinerja (P-value < 0,001), Kepuasan Pengguna (P-value < 0,001), dan Kondisi yang Memfasilitasi (P-value < 0,001). Sementara itu, pada kelompok Tenaga Kesehatan, Kepuasan Pengguna menjadi satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan terhadap Niat untuk Menggunakan (P-value = 0,004). Pada kedua kelompok, Kendala Operasional dan Niat untuk Menggunakan sukses mendorong Penggunaan aktual, yang secara linear berdampak signifikan terhadap peningkatan Manfaat Bersih. Hasil kualitatif mengungkap bahwa hambatan adopsi bersumber dari beban input ganda akibat belum terintegrasinya sistem, kendala konektivitas di wilayah rural, serta masih kurangnya pengadaan fasilitas seperti gawai atau kuota internet. Strategi penguatan implementasi aplikasi ASIK kedepannya dapat dikelompokkan ke dalam empat pilar utama yang saling berkaitan, di mana perbaikan pada satu aspek akan memperkuat variabel lainnya guna mencapai keberlanjutan sistem yang optimal.

The implementation of the ASIK application in the immunization program at primary health care facilities still faces technical obstacles, limited human resource capacity, and data integration issues that trigger double input burdens and disparities in coverage rates. This gap between the national system design and the reality of implementation underlies the need for a comprehensive evaluation of the effectiveness of recording, reporting, and data utilization in the field. The purpose of this study is to evaluate the implementation of the ASIK application using an integration of the UTAUT2, DeLone & McLean, HOT-Fit, and DOQ-IT information system evaluation models as an effort to strengthen recording, reporting, and data utilization in the immunization program at primary health care facilities. This study used a mixed methods with a sequential explanatory approach on health service staff, health personnel at community health centers, and health cadres. This study was conducted in South Sulawesi Province, specifically in East Luwu Regency and Makassar City. Quantitative data were obtained through online questionnaires completed by 148 health personnel and 283 health cadres, which were then analyzed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. Meanwhile, qualitative data was obtained through in-depth interviews with 9 informants consisting of health service staff, health personnel at community health centers, and health cadres in each research area. The results of the PLS-SEM analysis showed differences in the determinants of system adoption between the two user groups. For Health Cadres, Intention to Use was significantly influenced by Performance Expectations (P-value <0.001), User Satisfaction (P-value <0.001), and Facilitating Conditions (P-value <0.001). Meanwhile, for the Health Personnel, User Satisfaction was the only factor that significantly influenced Intention to Use (P-value = 0.004). In both groups, Operational Constraints and Intention to Use successfully drove actual Use, which linearly had a significant impact on increasing Net Benefits. Qualitative results revealed that barriers to adoption stemmed from the burden of multiple inputs due to the lack of system integration, connectivity constraints in rural areas, and the lack of facilities such as devices or internet quotas. The strategy for strengthening the implementation of the ASIK application in the future can be grouped into four main pillars that are interrelated, where improvements in one aspect will strengthen other variables to achieve optimal system sustainability.
Read More
T-7534
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hasnawati; Pembimbing: Indang Trihandini
T-741
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jesa Nuhgroho; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar Raden Bagus Irwan Ruswandi, Dwita Ratih Fitriani
Abstrak:
Dengan ditetapkan registrasi pangan olahan berbasis risiko maka dibutuhkan data dan informasi tentang produk pangan terdaftar dan proses perizinannya. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan suatu sistem pelaporan pangan olahan terdaftar dalam rangka pengawasan keamanan pangan untuk menjamin pangan olahan yang aman, bermutu, dan berdaya saing. Metode System Development Life Cycle (SDLC) digunakan dalam pembuatan prototype pelaporan berbasis web dilanjutkan dengan analisis kebutuhan sistem menggunakan metode studi kasus pada Direktorat Registrasi Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Prototype tersebut akan diintegrasikan ke dalam Sistem Registrasi Pangan Olahan Berbasis Risiko dan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemantauan kinerja, pengambilan kebijakan dan penyusunan strategi organisasi.

With the stipulation of risk-based processed food, data and information on registered food products and the licensing process are needed. Based on this, a registered food reporting system is needed in the context of food safety supervision to ensure safe, quality, and competitive processed food. The System Development Life Cycle (SDLC) method is used in the manufacture of a web-based reporting prototype followed by a system requirements analysis using the case study method at the Directorate of Processed Food Registration of the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia. The prototype will be integrated into the Risk-Based Processed Food Registration System and is expected to be used to monitor, make policy, and formulate organizational strategies.
Read More
T-6608
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Totok Subianto; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: R. Sutiawan, Ahmad Syafiq, Ade Surisno, Ida Hafrida
Abstrak:

Permasalahan kesehatan masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan deteksi tumbuh kembang anak di Kabupaten Nunukan adalah rendahnya jumlah anak yang dideteksi tumbuh kembang. Jumlah anak yang dideteksi tumbuh kembang pada tahun 2007 sebesar 23,5% (target pada standart pelayanan minimal = 90%). Rendahnya cakupan anak yang di deteksi menyebabkan beberapa anak yang tidak datang lepas dari pengamatan, sehingga perubahan tumbuh kembang tidak bisa terdeteksi secara berkala. Kejadian tersebut menyebabkan kejadian gangguan tumbuh kembang tidak bisa diketahui secara cepat dan akurat. Akibatnya anak terlambat untuk dirujuk ke tempat pelayanan kesehatan lanjutan karena kejadiannya lambat diketahui. Sistem informasi pemantauan gangguan tumbuh kembang anak yang sedang berjalan belum bisa menjawab kebutuhan manajemen program, sehingga penelitian ini bertujuan agar tersusun model sistem pemantauan yang efektif dan efisien dengan prototipe program dan basis data sehingga dapat mendukung manajemen program. Prototipe diharapkan dapat menghasilkan laporan tepat waktu, cakupan indikator tumbuh kembang anak yang lebih valid, daftar kasus yang terinci, jumlah anak yang melakukan deteksi secara rutin, daftar anak yang harus dideteksi dan informasi keberadaan tenaga terlatih di posyandu, TK dan puskesmas. Rancangan penelitian ini menggunakan metodologi pengembangan sistem dengan metode incremental yaitu menggabungkan elemen-elemen dalam model berurutan linear dengan filosofi iteratif dari metode prototipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemantauan gangguan tumbuh kembang anak di Kabupaten Nunukan belum berjalan sesuai pedoman. Tenaga pelaksana belum melibatkan kader dan guru TK, keluaran sistem belum menghasilkan informasi kasus baru atau lama, jumlah anak yang dideteksi secara rutin dan persen puskesmas, posyandu dan TK dengan tenaga terlatih. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa 1)Rendahnya cakupan deteksi disebabkan karena belum ada keterlibatan masyarakat dan lintas sektor terkait dalam kegiatan ini. 2) Sistem informasi yang dikembangkan menggunakan visual programming dengan database dari SQL, agar dapat ditanam di website. 3)Sistem baru dapat menghasilkan indikator input, proses dan output yang lebih valid dan lebih cepat. 4) Menghasilkan daftar sasaran yang harus dideteksi tumbuh kembang secara rinci sehingga permasalahan pemantauan gangguan tumbuh kembang anak di Kabupaten Nunukan dapat terselesaikan.


It has already known that the problems of publich health about development and growth monitoring abnormally children program in Nunukan Regency on 2007th is the descent number of the children who detected development and growth. The number of the children who detected development and growth on 2007th is 23,5% (minimum standart = 90%). The descent of the children who detected coverage to make some children who don?t come to detection and stimulation place out of evaluation, so that development and growth change can?t detection regularly. It has to make the children development and growth abnormal can not known on time and accurately. The impact it, the children late revered to the publich health serveice, because it has to late to known. The information system development to monitor development and growth abnormally children in Nunukan Regency can not given yet manajemen program demand., so that this research goal is to create effective and efficient monitoring system with prototype and basis data so that be able to support manajemen program. Prototype be hoped can to produce routine and incidental report, development and growth indicator program more valid, listing case detail, number of the children who detected routinely, the children listing who have to detected and man power. This research design to develop system with incremental and iterative model to add elemens in the linear structure. Result of this research known that monitor abnormal development and growth children in Nunukan Regency haven?t been doing like the guidens program yet. Kader posyandu and kindergarden teacher not joint this program yet, output system not result 1) old and new case information 2) number of children to detected routinely and 3) persen posyandu, kindergarden and puskesmas with man power have trained. This research conclussion to show that 1) Descent of children detected coverage, because kader and another departemet not joined this program yet 2) The information system development with visual programming and SQL database in order to upload website. 3) New system able to produce indicator input, proses and output more valid and fastly. 4) Produce children listing who have to detected development and growth detail so that the problem of abnormal development and growth children in Nunukan Regency can to solved.

Read More
T-3038
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Moh. Nur Ginting; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Kemal N. Siregar, Tris Eryanto, Endang Sri Widyaningsih, Endang Herdanto
Abstrak:

Didalam sistem monitoring dan evaluasi ketersediaan obat dan penggunaan obat secara rasional dibutuhkan data,dan informasi yang lengkap, akurat dan legal waktu. Sistem informasi ini harus mampu menyediakan laporan laporan, baik rutin maupun khusus yang berkaitan dengan seluruh fungsi sistem informasi ketersediaan obat dan penggunaan obat secara rasional. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi ketersediaan obat dan penggunaan obat secara rasional dilakukan di Kabupaten Tangerang guna meningkatkan pengolahan dan penyampaian data dan informasi ketersediaan obat dan penggunaan obat secara rasional, serta teridentifikasinya faktor-faktor yang strategis untuk diintervensi dan dikembangkan lebih lanjut serta rekomendasi untuk sistem informasi ketersediaan obat dan penggunaan obat secara rasional. Pendekatan kajian dengan mengembangkan sistem yang ada menggunakan paket software MapInfo dan uji coba implementasi dengan melibatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dilingkungan Kabupaten Tengerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Software Maplnfo sangat membantu penyajian serta penyampaian infonnasi untuk mengambil keputusan di tingkat Kabupaten. Disamping itu dapat mendukung pelaksanaan pemantauan ketersediaan obat dan pembinaan kepada petugas di unit pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan sistem monitoring dan evaluasi ketersediaan obat dan penggunaan obat secara rasional perlu dilakukan intervensi lebih lanjut. Faktor strategis yang perlu diintervensi adalah pembuatan paket software pendukung yang lebih sederhana dan mudah digunakan oleh pemakai di tingkat Kabupaten?

Read More
T-1476
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wini Wulansari; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Tris Eryando, R. Sutiawan, Herbet Sidabutar, Dyah Purwaning
Abstrak: Kasus penyalahgunaan maupun ketergantungan NAPZA akibat gangguan jiwa atau sebaliknya merupakan masalah kesehatan jiwa. Para ahli mengatakan bahwa jika seseorang yang memiliki gangguan jiwa namun tidak terdiagnosis akan mengarah kepada penyalahgunaan NAPZA. Begitu pula mereka yang memiliki risiko tinggi gangguan jiwa akibat pengaruh genetik, lingkungan, masalah sosial dan lainnya akan mendorong mereka ke arah penyalahgunaan NAPZA Laporan BNN menyebutkan bahwa hingga akhir November 2015, jumlah penyalahguna di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dari 4,2 juta jiwa menjadi 5,9 juta jiwa. Sedangkan penyalahguna yang melakukan program rehabilitasi sebagai upaya pengobatan tercatat baru mencapai 100 ribu jiwa. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah perlu membuat suatu upaya pencegahan dan pengendalian penyalahgunaan NAPZA dengan membentuk masyarakat yang memiliki ketahanan dan kekebalan terhadap penyalahgunaan NAPZA. Upaya tersebut adalah melakukan skrining penggunaan zat. Skrining ini bertujuan untuk menggali informasi pasien terkait keterlibatannya dengan penggunaan NAPZA. Skrining dapat membantu petugas kesehatan untuk mencatat dan melaporkan kasus penyalahgunaan zat di wilayah Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi skrining NAPZA untuk kesehatan jiwa. Penelitian ini menggunakan skrining dengan metode ASSIST. Sistem ini memberikan informasi yang berguna bagi pasien untuk meningkatkan status kesehatannya dan memberikan gambaran kasus penyalahgunaan NAPZA yang berguna bagi Puskesmas untuk menentukan langkah yang tepat melaksanakan pencegahan dan pengendalian penyalahgunaan NAPZA di wilayah kerja Puskesmas. Kata kunci: penyalahgunaan, NAPZA, skrining, ASSIST Cases of drug abuse or dependence due to mental or otherwise are mental health problems. Similarly, those who have high risk of mental disorders due to genetic, environmental, social and other influences will push them to drug abuse. The National Drugs Agency report says that by the end of November 2015, the number of drugs abuser in Indonesia has increased significantly from 4.2 million people to 5.9 million people. Drugs abuser who perform the rehabilitation program only reached 100.000 people. Based on this, the government needs to make an effort to prevention and control of drug abuse by forming a society that has resilience and immunity against drug abuse. The effort is to screen for substance use. This screening aims to explore patient information related to their involvement with drug use. Screening can help health workers to record and report substance abuse cases in the public health center area. This study aims to build a system of drug screening information for mental health. This research used screening with ASSIST method. The drugs screening information system provides useful information for people to improve their health status and provides an illustration of drug abuse cases that are useful for public health center to determine appropriate measures to implement prevention and control of drug abuse in public health center working areas. Key words: drugs user, drugs, screening, ASSIST
Read More
T-4909
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arbiansah; Pembimbing: Besral; Penguji: Artha Prabawa, Tris Eryando, Hakimi, Wulantanir
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk lmunisasi merupakan upaya yang efektif dan diperlukan oleb semua daerah untuk menurunkan angka kematian. kesakitan dan kecacatan bayi dan Balita. Program imunisasi memperkenalkan PWS sebagai alat pantau cakupan. PWS secara nyata sangat berguna untuk memantau kecenderungan pencapaian cakupan program dalam periode tertentu dan segera dilakukan koreksi serta. ditindakJanjuti. Cakupan imuniss.si bayi di Aceh Utara dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 cenderung rnengalami peningkatan kecuati irnunisasi Hepatitis B. Namun cakupan imunisasi Kabupaten Aceh Utara Tahun 2006 masih rendab dibandingkan dengan cakupan Provinsl Nanggoe Aceh Darussa1am. Dampak masih rendahnya cakupan ini yaitu masih tingginya angka kesakitan dan kematian yang disebabkan o!eh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3l), Pennasalahan pada sistem informasi berpengaruh terhadap perencanaan. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode incremental iteratif dari model prototype, melalui beberapa tahapan yaitu analisis, penmeangan, pengkodean dan ujicoba. Identifikasi dan analisis masalah sistem dilakukan dengan wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi pada dinas kesehatan dan Puskesmas. Hasil analisis sistem dapat mengidentifikasi pennasaiahan yang ada pada sistem yang sedang berjalan serta beberapa alternatif solusi pada input, proses dan output. Output yang dihasilkan berupa laporan bulanan, berisi informasi monitoring vaksin, logistik vaksin, laporan PD3I, kulkas vaksin, drop out. target cakupan imunisasi, kebutuhan vaksin, alat suntik, safety box dan desa UCI. Perancangan prototype dilakukan dengan monggunakan bahasa pomrograman PHP dan basis data mysqi yang bersifat open source. Prototype ini masih mempunyai keterbatasan sehingga dibutuhkan pengembangan lebih lanjut. Pengembangan Prototype yang bersifat a.plikatlf dapat menjadi alat manajemen untuk peningkatan program imunisasi dengan penguatan perencanaan, monitoring dan evaluasi. Output yang dihasilkan dapat dijadikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dalam penanggulangan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.


immunization is an effective way and needed by all of districts to decrease infant and under five children mortality, morbidity and disability rates. Immunization program introduces PWS as a coverage monitoring tool. PWS is clearly useful in monitoring the trend of program coverage achievement in given period, so the correction and follow up can be done immediately. Infant immunization coverage tends to increase in Aceh Utara from 2004 to 2006, except for Hepatitis B. However, immunization coverage in Aceh Utara District in 2006 was still lower compared to Nanggroe Aceh Darussalam Province. Consequences of this lower coverage are mortality and morbidity rates due to immunization preventable disease (PD31) are still high. Issues in information system have an impact on planning, implementation, monitoring and evaluation of the program. Processing and analyzing of immunization PWS data were performed in a simple way through immunization and analysis of system problem were conducted by depth interviewdocument study, and observation in health district office and heaJth center. The result of system analysis can identifY the existing issue in the world system and some solution alternatives in input, process and output. The output is in monthly reporting form, consisting vaccine monitoring information, vaccine logistic, PD3I report, vaccine refrigerator, drop out, immunization coverage target, vaccine requirement, injection tool. safety box and UCI village. Prototype design is performed by using PHP programming language and open source mysql data base, This prototype still has limitations so that further development is needed. Applicable prototype development can be a management tool to improve immunization program by reinforce the planning, monitoring and evaluation. Output resulted from this development can be used as an information to support decision making in immunization preventable disease prevention.

Read More
T-2794
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Redjeki; Pembimbing: Besral; Penguji: R Sutiawan, Arie Zakaria, Afarosiansi
Abstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh fasilitas kesehatan angkatan laut adalahkurangnya ketersediaan sarana prasarana dan SDM serta belum mempunyaidatabase yang dapat digunakan bersama untuk melaksanakan monitoring terhadapfasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistemmonitoring fasilitas kesehatan angkatan laut di Dinas Kesehatan Angkatan Laut.Pengembangan sistem menggunakan Sistem Development Life Cycle (SDLC)dengan pendekatan prototype. Pengumpulan data primer dengan cara wawancaramendalam. Data sekunder berdasarkan telaahan dokumen pencatatan danpelaporan. Penilaian didalam sistem monitoring dan evaluasi fasilitas kesehatanangkatan laut berdasarkan peraturan Kementrian Kesehatan. Sistem yangdikembangkan dapat memperlihatkan informasi terhadap kemampuan fasilitaskesehatan (rumah sakit dan BK/BP) di bidang pelayanan kesehatan, sarana danprasarana serta SDM. Penggabungan sistem dilaksanakan dengan cara fullmigrasi agar dapat melaksanakan sharing data secara langsung. Saran tindaklanjut ialah melaksanakan revisi petunjuk pelaksanaan pencatatan dan pelaporansesuai peraturan Kementrian Kesehatan.Kata Kunci :Sistem Monitoring dan Evaluasi, Fasilitas Kesehatan, Prototype, PenggabunganSistem
Problems being faced by naval medical facilities are the lack of infrastructure andhuman resources as well as non-availibility of database which can be usedsimultaneously in carrying out monitoring of health facility. This research isintended to develop a monitoring system for health facilities in the Department ofthe Naval Health. The development of systems is using the System DevelopmentLife Cycle (SDLC) with a prototype approach. Primary data collection is carriedout by the method of in-depth interviews. Secondary data research is done bypaper based document recording and reporting. Rating of monitoring andevaluation systems in naval health facilities is subjected to the Ministry of Healthregulations. The system being developed is having a capacity of showing theaccurate information on the ability of health facilities (hospitals and BK / BP) inarea of health care, infrastructures and human resources. Merging of system iscarried out by way of full migration as to enable the direct data sharing. Follow-up suggestion is to revise the recording and reporting implementation guidelinesin accordance with Ministry of Health regulations.Keywords:System Monitoring and Evaluation, Health Care Facilities, Prototype, MergerSystems
Read More
T-4360
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive