Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30525 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Edi Saadudin; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Anondho Wijanarko, Haryanto, Muhamad Dawaman
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang bahaya, risiko serta mitigasi keselamatan dan kesehatan dalam pengembangan biogas skala kecil dari bahan baku kotoran sapi. Penilaian risiko dilakukan dengan cara mengukur komposisi biogas, identifikasi dan perhitungan jumlah bakteri, identifikasi dan perhitungan telur cacing dan observasi kegiatan pembuatan biogas. Data penelitian diolah secara semi kuantitatif sehingga diperoleh nilai risiko keselamatan dan kesehatan pada penggunaan reaktor biogas skala kecil. Risiko keselamatan tertinggi adalah terjadinya ledakan, sedangkan risiko kesehatan tertinggi adalah keracunan H2S. Mitigasi yang disarankan adalah: a) eliminasi dengan penghilangan blower, b) enjinering kontrol dengan modifikasi di bak pengaduk dan membuat pelindung digester serta c) tindakan administratif dengan melakukan edukasi terhadap peternak.

This thesis discusses the hazards, risks and mitigation of safety and health in the small-scale biogas digester from cow manure feedstock. Risk assessment is done by measuring the biogas composition, identification and calculation of the amount of bacteria, identification and calculation of worm eggs and observation activities of the biogas production. Data were analyzed semi quantitatively in order to obtain the value of safety and health risks of the application of a small-scale biogas digester. The highest safety risk is the explosion, while the highest health risk is H2S poisoning. Suggested mitigation are a) elimination by removing blower from system, b) control engineering by considering modifications in the mixing basin, build digester protective and c) administrative action by educating farmers.
Read More
T-4303
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuansyah Arief; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Chandra Satrya, Yuliani Chafsah
Abstrak: UMKM merupakan salah satu industri dengan risiko yang signifikan karenalemahnya implementasi penglolaan risiko. Penelitian ini menilai tingkat risikoyang ada di UMKM pembuatan busana muslim CV. A dan UMKM pembuatanboneka CV. AT tahun 2016. Penilaian risiko dilakukan dengan menganalisis nilaikemungkinan, pemajanan dan konsekuensi dari setiap bahaya yang teridentifikasirisiko menggunakan metode semi kuantiatif yang dikembangkan oleh W.T Fine.Diperoleh bahwa bahaya kelistrikan (instalasi) ; bahaya ergonomi (handling) ;bahaya kimia (pajanan fume) memiliki tingkat risiko very high. Bahaya mekanik(gerakan jarum) ; bahaya fisik (suhu ruangan) memiliki tingkat risiko priority 1.Bahaya kimia (pajanan debu ; pajanan solvent) ; bahaya gravitasi (tertimpa benda); bahaya fisik (pencahayaan) memiliki tingkat risiko substantial. Bahaya safety(penataan ruang) ; bahaya organisasi kerja (stress kerja) memiliki tingkat risikopriority 3. Bahaya mekanik (gerakan menggunting ; gerakan menyetrika) ; bahayafisik (tabung gas) memiliki tingkat risiko acceptable.
Kata kunci :ISO 31000, penilaian risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, tingkatrisiko
SMEs workers are exposed to significant risk due to improper implementation atrisk management. This study aimed to evaluate the risk level at two tekstile SMEsby using risk assessment method developed by W.T Fine. It was found that veryhigh risk was associated with safety hazard (electricity) ; ergonomic hazard(handling) ; chemical hazard (fume exposure). Priority 1 risk was associated withmechanical hazard (seewing) ; physical hazard (temperature). Substantial risk wasassociated with chemical hazard (dust ; solvent) ; gravity hazard (struck down)physical hazard (lightning exposure). Priority 3 was associated with safety hazard(work area) ; work organization hazard (work stress). Acceptable risk wasassociated with mechanical hazard (scissoring ; ironing) ; physical hazard (gastube).
Key word :ISO 31000, risk assessment, probability, exposure, consequences, risk level.
Read More
S-9232
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunisa Hafisa; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Harumiti Ramli
Abstrak: Masalah keselamatan dan kesehatan kerja pada UMKM diakibatkan lemahnyamanajemen risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat risikokeselamatan dan kesehatan kerja pada lima (5) workshop berbahan dasar logam diDesa Gunung Sari, Bogor, 2016. Metode W.T Fine yang digunakan adalah untukmenganalisis tingkat risiko dengan melihat nilai konsekuensi, pajanan, dankemungkinan dari setiap risiko. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkatrisiko tertinggi adalah bahaya ergonomi dan kimia.
Kata Kunci:Kemungkinan, Konsekuensi, Manajemen Risiko, Pajanan, Tingkat Risiko, UMKM
Occupational health and safety issues at SMEs were caused by lack of riskmanagement. The purpose of this study was to assess level of OHS risk at five (5)of metal-based workshop at Gunung Sari Village, Bogor, 2016. W.T Fine methodwas used for analyzing the risk level by scoring the level of consequence,exposure, and likelihood of each risk. The results showed that ergonomics andchemical hazard were categorised as very high risk level.
Keywords:Consequence, Exposure, Likelihood, Risk management, SME, Risk Level
Read More
S-9209
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ali Mulyadi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Yuni Kusminanti, Dadan Erwandi
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai peluang pengembangan dan rancangan sistem informasi identifikasi bahaya dan analisis risiko keselamatan kesehatan kerja secara on line pada pekerjaan yang dilakukan dilingkungan UI. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini adalah bahwa UI perlu mengembangkan sistem informasi identifikasi bahaya dan analisis risiko keselamatan kesehatan kerja secara on line; UI telah memiliki kebijakan umum yang mendukung pengembangan sistem informasi identifikasi bahaya dan analisis risiko keselamatan kesehatan kerja secara on line; UI memiliki sumber daya dan organisasi yang dapat diberdayakan dalam pengembangan dan pelaksana harian sistem informasi identifikasi bahaya dan analisis risiko keselamatan kesehatan kerja secara on line; metode yang paling tepat untuk identifikasi bahaya dan analisis risiko keselamatan kesehatan kerja di UI adalah dengan menggabungkan metode Job Hazard Analysis (JHA) dan Manajemen Risiko dari Australian Standart/New Zealand Standart (AS/NZS); dibutuhkan suatu tim khusus untuk mengelola dan mengembangkan sistem lebih lanjut; di UI terdapat berbagai macam jenis pekerjaan dan kegiatan akademik ataupun non-akademik; bahaya yang paling banyak terdapat di kegiatan atau pekerjaan di UI adalah bahaya fisik, kimia, ergonomi, dan biologi; risiko kegiatan di UI beragam dari risiko yang kecil sampai besar.
Read More
S-6667
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Widya Nazhrah; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Hendra, Ismu Zulfikar, Romy Marliansyah
Abstrak:
Penggunaan biogas dalam mendukung aktivitas pembangunan memiliki risiko kebakaran dan ledakan karena struktur komposisi penyusunnya. Tingkat kecelakaan karena biogas di Eropa tercatat cukup signifikan dalam rentang waktu tahun 2007 2014, yaitu sebanyak 144 kasus dimana 17 kasus di dalamnya mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko kebakaran dan ledakan pada biogas plant di PT X dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis tingkat kemungkinan, konsekuensi, serta mengestimasikan tingkat risiko kebakaran dan ledakan pada instalasi biogas PT X. Analisis kemungkinan risiko kebakaran dan ledakan menggunakan metode Event Tree Analysis (ETA) dan untuk analisis konsekuensi menggunakan perangkat lunak Areal Locations of Hazardous Atmosphere (ALOHA) v.5.4.7. Hasil penelitian ini adalah adanya skenario kebocoran gas dari pipa pada saat operasional biogas yang berdampak jet fire, flash fire dan ledakan dengan kemungkinan 1,08,E-06 untuk jet fire, 1,30,E-05 untuk flash fire, dan 8,64,E-06 untuk ledakan. Dampak kebakaran jet fire mencapai 20 meter, vapor cloud mencapai 63 meter, ledakan 26 meter, dan toxic threat zone kurang dari 10 meter. Risiko individu untuk pekerjaan dengan waktu kerja 10 jam seperti asisten operasional biogas adalah sebesar 6,935 x 10-9 dan untuk pekerjaan dengan waktu kerja 12 jam seperti operator biodigester, gas engine dan security adalah 8,322 x 10-9. Total Potential Loss of Life (PLL) adalah 1,304 x 10-7. Dengan demikian risiko individu dan sosial masih dalam level dapat terima. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah menerapkan pengendalian preventif berbasis risiko, evaluasi sistem proteksi kebakaran, mengembangkan program manajemen krisis dan tanggap darurat baik dari segi sumber daya manusia dan fasilitas

The use of biogas in supporting development activities has the risk of fire and explosion due to the structure of its constituent composition. The accident rate due to biogas in Europe was recorded quite significantly in the period 2007 2014, there are 144 cases of which 17 fatalities. This study aims to analyze the risk of fire and explosion at the biogas plant at PT X with a quantitative approach through analysis of the likelihood, consequence, and estimating the level of risk of fire and explosion at the biogas plant at PT X. Analysis of the possibility of fire and explosion risk using the Event Tree Analysis method (ETA) and for the analysis of consequences using the software Areal Locations of Hazardous Atmosphere (ALOHA) v.5.4.7. The result of this research is that there is a scenario of gas leakage from the pipeline during biogas operation which has an impact on jet fire, flash fire and explosion with a probability of 1.08, E-06 for jet fire, 1.30, E-05 for flash fire, and 8, 64,E-06 for explosion. The impact of the jet fire was 20 meters, the vapor cloud reached 63 meters, the explosion was 26 meters, and the toxic threat zone was less than 10 meters. The individual risk for a job with a working time of 10 hours such as a biogas operational assistant is 6.935 x 10-9 and for a job with a working time of 12 hours such as a biodigester, gas engine and security operator is 8.322 x 10-9. Total Potential Loss of Life (PLL) is 1,304 x 10-7. Thus, individual and social risks are still at an acceptable level. Recommendations that can be given are implementing risk-based preventive controls, evaluating fire protection systems, developing crisis management and emergency response programs both in terms of human resources and facilities
Read More
T-6375
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wishnu Uzma A. Puspoprodjo; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Indri Hapsari Susilowati, Arif Susanto, Yuni Kusminanti
Abstrak: ABSTRAK Jumlah UMKM dan pekerja UMKM di Indonesia terus mengalami peningkatan. Namun, perlindungan terhadap aspek K3 pada pekerja UMKM belum optimal. Dalam rangka menyusun model SMK3 yang efektif untuk UMKM, penelitian ini mengekplorasi tentang faktor-faktor penting yang terkait dengan penerapan SMK3 di UMKM melalui review terhadap hasil penelitian yang ada. Dari pencarian yang dilakukan terhadap database full open access dari library UI (meliputi Google Scholar. Jstor, Science Direct, SpringerLink, Taylor and Francis, proQuest) diperoleh 709.103 artikel. Melalui evaluasi uji inklusi dan ekplusi, dipilih 34 literatur. Dari 34 literatur tersebut diperoleh bahwa faktor-faktor penting yang diperlukan dalam implementasi SMK3 di UMKM adalah faktor komitmen, manajemen risiko, regulasi dan standar, keterlibatan pihak ketiga, faktor training dan sumber daya manusia, faktor ekonomi, informasi dan komunikasi, dukungan manajemen, faktor keterlibatan pengusaha dan karyawan, faktor lingkungan kerja dan karakter bisnis UMKM, dan faktor administrasi, konsultasi dan inspeksi dan intervensi. Kata kunci : Faktor Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Systematic Review, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah The number of SMEs and SMEs workers in Indonesia continues to increase. However, the frequency of aspects of OHS on SMEs workers has not been optimal. In order to develop an effective OHSMS model for SMEs, this research explores important faktors related to OHSMS implementation in UMKM through a review of existing research results. From the searches conducted on the full open access database of UI libraries (including Google Scholar Jstor, Science Direct, SpringerLink, Taylor and Francis, proQuest) obtained 709,103 articles. Through inclusion and exploration evaluation, 34 literatures were selected. From 34 literatures it is found that the important faktors needed in the implementation of SMK3 in SMEs are faktors of commitment, management, regulations and standards, risk faktors, training and human resources faktors, economic faktors, information dan communication, management, communication faktors and responsibilities, occupational faktors and business characteristics, and faktors of administration, consultation and inspection dan intervention. Keywords : Faktors of Occupational Safety and Health Management System, Systematic Review, Micro, Small and Medium Enterprises
Read More
T-5221
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Utami Ningsih; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Lena Kurniawati, Trisnajaya
Abstrak: Kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan terkait pekerjaan bisa terjadi di industri manapun, termasuk pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM menampung lebih dari 60% angkatan kerja sehingga upaya perlindungan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlu dilaksanakan. Salah satu faktor terkait orang yang dekat dengan terjadinya kecelakaan kerja dan cidera adalah motivasi keselamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi penerapan K3 dengan daftar periksa Working Improvement in Small-medium Enterprises (WISE) di UMKM Kabupaten Cianjur yang telah mendapat pembinaan K3 tahun 2014-2015 dan menilai motivasi keselamatan pekerja UMKM. Metode penelitian ini adalah metode kombinasi (mixed-methods). Besar sampel yang digunakan adalah 50 UMKM dan 110 pekerja UMKM. Hasil penelitian menunjukan rata-rata dari proporsi penerapan K3 pada UMKM terpilih adalah 0,4159 (41,59%), pemenuhan dari 46 item pertanyaan WISE sebesar 36,6% (penyimpanan dan penanganan material, lingkungan fisik, proteksi bahaya listrik, penanggulangan bahaya kebakaran, dan fasilitas kesejahteraan), sangat setuju/tepat untuk alasan motivasi instrinsik sebesar 86,8% serta setuju/cukup tepat untuk alasan motivasi eksternal sebesar 50,6%. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan hambatan penereapan K3 terjadi pada level pemerintah, regulator/asosiasi, manajemen, staf, organisasi, dan teknologi. Faktor situasional pembentuk motivasi keselamatan yang paling utama adalah kepemimpinan. Kata kunci: UMKM, penerapan K3, motivasi keselamatan, daftar periksa WISE. Accidents and occupational health problems can occur in any industry, including Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). MSMEs accommodate more than 60% of the workforce so that safeguards against Occupational Safety and Health (OSH) needs to be implemented. One of the proximal person-related factors to the occurrence of accidents and injuries is safety motivation. The research purpose is to evaluate OSH implementation with checklist of Working Improvement in Small- medium Enterprises (WISE) at MSMEs of Cianjur which has got OSH training in 2014-2015 and assess the workers safety motivation. Methods of this research are mixed-methods. The sample size is 50 MSMEs and 110 workers. The results showed that the mean of the proportion of OSH applied to selected MSMEs was 0.4159 (41.59%), fulfillment of 46 items of WISE questions of 36.6% (storage and material handling, physical environment, electrical hazard protection, countermeasures fire hazard, and welfare facilities), strongly agree for reasons of intrinsic motivation of 86.8% and agree for external motivation reasons of 50.6%. Based on interviews, the obstacles of OSH implementation occurred at government level, regulator / association, management, staff, organization, and technology. The distal situational factor that most important form of safety motivation is leadership. Keywords: MSMEs, OSH implementation, safety motivation, WISE checklist.
Read More
T-4920
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M Daveny Soufyan; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Tata Soemitra, Farida Tusafariah
Abstrak:

The International Agency for Research on Cancer (IARC) estimates that in year 2020 the rate of new cancer cases will increase up to 300% to an estimated 27 million people with 17 million estimated to die. At that time, there will be approximately 75 million people in the world who suffer from cancer where 70% of the cancer patients will be from developing countries. With the increasing amount of cancer patients throughout the world, the usage of radiotherapy will also increase. In reality, although the process has been very tightly controlled and supervised, accidents caused by an overdose of radiation exposure still occurs. From a number of radiation accidents, it has been found that the cause is not only due to technical factors, but that planning and administration also plays a role. This factor will be magnified with the increasing work load the radiotherapy operators have to handle with the total patients exceeding the capacity of the available equipment. The purpose of this research is to develop a work health and safety program at XYZ hospital, not only for the safety of the radiation technicians (occupational exposure) and public safety (public exposure) but also and especially for the patients safety (medical exposure). The development of the program is done by identifying all the dangers as well as conducting a risk analysis on each step of the process of providing radiotherapy services. To get an overall picture of the implementation of the health management and safety system, the evaluation is made against the OHSAS 1800:2007 and the IAEA Safety Requirement GS-R-3. Based on the risk analysis and the "gap" analysis with OHSAS 18002:2007 and the IAEA GS-R-3, to reduce the risks identified, the risk management recommendations made are more for the procedural management as well as the continuous development of the manpower competency.


Berdasarkan estimasi dari International Agancy for Research on Cancer (IARC) diperkirakan pada tahun 2020, kasus baru penyakit kanker akan meningkat hingga mencapai 300% yaitu sekitar 27 juta penderita dengan jumlah kematian sekitar 17 juta jiwa. Pada saat itu didunia akan terdapat sekitar 75 juta orang yang menderita penyakit kanker dimana 70 % dari penderita kanker tersebut akan terjadi dinegara yang sedang berkembang. Dengan meningkatnya jumlah penderita kanker diseluruh dunia maka jumlah pemanfaatan terapi radiasi juga semakin meningkat. Tapi kenyataannya, walaupun pengendalian dan pengawasan telah dilakukan dengan sangat ketat, kecelakaan yang disebabkan oleh paparan radiasi disebabkan dosis yang berlebih terhadap pasien masih tetap saja terjadi. Dari beberapa kasus kecelakaan radiasi, faktor penyebabnya tidak saja desebabkan oleh faktor teknis, faktor perencanaan maupun administrasi juga mempunyai peran. Faktor ini akan bertambah lagi dengan beban kerja operator radioterapi dalam menangani pasien yang jumlahnya melebihi kapasitas peralatan yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu program kesehatan dan keselamatan kerja di RS XYZ tidak saja untuk keselamatan pekerja radiasi (occupational exposure), keselamatan publik (public exposure) tetapi juga yang terutama untuk keselamatan pasien (medical exposure). Pengembangan program tadi dilakukan dengan mengidentifikasi seluruh bahaya yang ada dalam proses pelayanan radioterapi beserta kajian risiko untuk mengetahui level bahaya dari setiap tahap kegiatan. Evaluasi sistem yang ada juga dilakukan terhadap standar OHSAS 18001:2007 maupun IAEA Safety Requirement GS-R-3 untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh dari penerapan sistem manajemen kehatan dan keselamatan kerja. Dari hasil analisa Risiko dan hasil evaluasi OHSAS 18001:2007 dan Standard IAEA GS-3-R, dalam hal mengurangi risiko radiasi yang telah diidentifikasi, maka usulan pengendalian risiko lebih banyak diusulkan pada pengendalian secara prosedural disertai pengembangan kompetensi sumber daya manusia secara terus menerus.

Read More
T-3030
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdurrohman; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Kasmadi, Alfajri Ismail
Abstrak:
Industri petrokimia, merupakan sektor dengan tingkat risiko tinggi terhadap bahaya kebakaran dan ledakan akibat keterlibatan bahan mudah terbakar, bahan beracun, serta kondisi operasi pada suhu dan tekanan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif semi-kuantitatif yang bertujuan untuk mengklasifikasikan area berbahaya pada proses produksi berdasarkan standar API RP 500 serta menentukan tingkat risiko kebakaran dan ledakan dalam proses produksi gas amonia menggunakan metode DF&EI. Pendekatan metodologis yang digunakan meliputi identifikasi bahan kimia berbahaya, penilaian tingkat bahaya menggunakan metode DF&EI, analisis estimasi kerugian dan radius paparan, serta kajian tingkat dispersi gas amonia dan ledakan proses yang dihasilkan selama proses produksi menggunakan software ALOHA. Hasil analisis menunjukkan bahwa Plant 1A memiliki indeks DF&EI pada kategori parah (severe), radius paparan 223,78m, dan actual MPPD 154 miliar  pada unit ammonia converter dan ringan (light), radius paparan 45,78, dan actual MPPD 47 miliar pada unit reaktor urea. Klasifikasi area berbahaya mengindikasikan keberadaan zona klasifikasi kelas I, divisi 2 di beberapa titik proses produksi yang berdekatan dengan sumber pelepasan uap amonia dan gas alam. Skenario terburuk menunjukan adanya dampak kerugian yang luas akibat ledakan dari unit ammonia converter sejauh 269m menyebabkan kerusakan kaca bangunan dan sebaran gas ammonia sejauh 10km pada reaktor urea menyebabkan ganguan pernapasan.


The petrochemical industry is a high-risk sector for fire and explosion hazards due to the involvement of flammable and toxic substances, as well as operating conditions at high temperatures and pressures. This study is a semi-quantitative descriptive research aimed at classifying hazardous areas in the production process based on the API RP 500 standard and determining the level of fire and explosion risk in the ammonia gas production process using the Dow’s Fire and Explosion Index (DF&EI) method. The methodological approach includes the identification of hazardous chemicals, hazard level assessment using DF&EI, analysis of loss estimation and exposure radius, and assessment of ammonia gas dispersion and process explosion using the ALOHA software. The analysis results show that Plant 1A has a DF&EI index categorized as severe, with an exposure radius of 223.78 meters and an actual MPPD of IDR 154 billion in the ammonia converter unit, and categorized as light, with an exposure radius of 45.78 meters and an actual MPPD of IDR 47 billion in the urea reactor unit. The hazardous area classification indicates the presence of Class I, Division 2 classified zones in several parts of the production process close to the ammonia vapor and natural gas release sources. The worst-case scenario shows a significant impact due to an explosion from the ammonia converter unit with a blast radius of up to 269 meters causing window glass breakage, and ammonia gas dispersion from the urea reactor spreading up to 10 kilometers, potentially causing respiratory issues.
Read More
T-7421
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulkifli Djunaidi; Promotor: Haryoto Kusnoputranto; Ko-promotor: Johny Wahyudi M. Soedarsono; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Sulistijono, Dedi Priadi, Fatma Lestari, Tri Edi Budhi Soesilo
D-242
Depok : FKM-UI, 2010
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive