Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14255 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lini Anisfatus Sholihah, Ratu Ayu Dewi Sartika
KJKMN Vol.8, No.7
Depok : FKM UI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lini Anisfatus Sholinah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Susi Desminarti, Wahyu Kurnia
S-7828
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
ST Khumaidah; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Evi Martha, Teti Tejayanti, Weni Muniarti
Abstrak:
Jumlah remaja Indonesia berusia 10-24 tahun menurut BPS 2018 berkisar 25% dari jumlah total penduduk Indonesia. Masa remaja sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan terutama yang bersumber dari perilaku seksual seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak program Posyadu Remaja terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja Suku Tengger di Kecamatan Tosari Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini 233 responden remaja berusia 10-24 tahun yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu; 72 responden mengikuti Posyandu Remaja secara Rutin sedangkan 161 responden tidak mengikuti Posyandu Remaja Dalam penelitian ini dampak Posyandu Remaja terhadap perilaku seksual berisikiko masih sangat kecil sehingga dalam perhitungan statistik hasilnya tidak signifikan. Meningkatkan kapasitas kader remaja melalui pelatihan dan pembinaan penting dilakukan untuk optimalisari program.

The number of Indonesian sdolescence aged 10-24 years according to BPS 2018 is around 25 % of the total population in Indonesia. Adolescence is very vulnerable to various health problems, especially those originating from risky sexual sexual behavior. This study aims to look at the impact of the Posyadu Remaja program on Tengger Adolescent Reproductive Health in Tosari, East Java. This research is a quantitative research with cross sectional approach. The sample size in this study was 233 respondents of adolescents aged 10-24 years, divided into two groups, namely; 72 respondents attend the Posyandu Remaja routinely while 161 respondents do not take the Posyandu Remaja. Multivariate analysis results show that variables related to knowledge are age, education and information sources of health workers. Variables related to attitude are knowledge, information sources from posyandu remaja, teachers and parents. Variables related to high-risk sexual behavior are attitude variables, sources of information from parents or family, age, level of education and level of knowledge. Attitude is the most dominant variable with high risk sexual behavior p value = 0.001 (OR: 17.68, 95% CI: 4.36 - 71.70). In this study, Posyandu Adolescents are not related to adolescent knowledge, attitudes or sexual behavior. Increasing the capacity of youth cadres through training and coaching is important to be done to optimize the program.

Read More
T-5934
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
P 664.62 SEM s
[s.l.] : Jakarta: FK-UI - Puspen Peng. Gizi Depkes, 1986, s.a.]
Prosiding   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
[s.l.] : 6, s.a.]
Buku / Monograf Publikasi Dosen   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nasrin Kodim
MJKI No.6
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chantika Permata Demayanti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Yovsyah, Dhora Yufita N
Abstrak:
Masalah gizi pada ibu hamil di Indonesia masih menjadi perhatian serius karena tingginya angka kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia. Untuk mengatasinya, pemerintah telah menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil sebagai intervensi gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran alasan pemberian PMT pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), menggunakan data sekunder SKI 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan PMT pada ibu hamil masih belum optimal, dengan proporsi terbesar penerima PMT berada pada kelompok usia 20–35 tahun, usia kehamilan trimester 2, berpendidikan dasar-menengah, tidak bekerja, dan tinggal di wilayah pedesaan. Alasan utama pemberian PMT adalah pemeriksaan kehamilan di posyandu (59,9%), karena ibu mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), diikuti oleh anemia, berat badan selama hamil tidak naik, serta berasal dari keluarga tidak mampu. Pemberian makanan tambahan telah menyasar ke sasaran prioritas sesuai dengan aturan juknis PMT 2023, namun pendistribusiannya belum merata dan menjangkau seluruh ibu hamil yang membutuhkan. PMT juga belum sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan gizi, karena sebagian besar distribusi diberikan berdasarkan faktor administratif seperti kehadiran di posyandu. Temuan ini menyoroti pentingnya peningkatan ketepatan sasaran dalam implementasi program PMT.

Nutritional problems among pregnant women in Indonesia remain a serious concern due to the high prevalence of Chronic Energy Deficiency (CED) and anemia. To address this, the government has implemented a Supplementary Feeding Program (PMT) for pregnant women as a nutritional intervention. This study aimed to describe the reasons behind the provision of PMT to pregnant women in Indonesia based on data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). A descriptive quantitative design with a cross-sectional approach was used, utilizing secondary data from the 2023 SKI. The results showed that the coverage of PMT among pregnant women remains suboptimal, with the majority of recipients being women aged 20–35 years, in their second trimester of pregnancy, with basic to intermediate education levels, unemployed, and residing in rural areas. The main reason for PMT provision was antenatal care visits at the posyandu (59.9%), followed by CED, anemia, inadequate weight gain during pregnancy, and low household income. While the provision of supplementary food has targeted priority groups in accordance with the 2023 PMT technical guidelines, its distribution remains uneven and has yet to fully reach all pregnant women in need. Moreover, PMT is not entirely based on nutritional need, as distribution is often influenced by administrative factors such as attendance at posyandu. These findings highlight the importance of improving targeting accuracy in the implementation of the PMT program.
Read More
S-11976
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qomariah Alwi
JKR Vol.1, No.2
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nasrin Kodim
MJKI No.6, XXXVIII
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ance Murdiana Dahro
Seri Gizi 17
Bogor : P3G, 1994
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive