Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31603 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Budiyanto Nagawidjaja; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-417
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astuty; Pembimbing: Purnawan Junadi
B-430
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewa Ngakan Gde Wahyu Mahatma Putra; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Adang Bachtiar, Bambang Dwipoyono, Chairulsjah Sjahruddin
Abstrak: ABSTRAK Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya waktu tunggu antrian pasien OK yang cukup lama hingga 21 hari dan angka utilisasi beberapa ruangan OK yang masih di bawah standar utilisasi. Waktu tunggu antrian OK yang lama dan angka utilisasi yang belum optimal salah satunya disebabkan oleh metode penjadwalan operasi yang belum akurat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui utilisasi ruangan OK IBS dan mengetahui hubungannya dengan akurasi waktu mulai operasi, jumlah operasi, dan jenis operasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode telaah dokumen. Uji korelasi dilakukan dengan menggunakan metode Spearman. Berdasarkan 320 data sampel yang diteliti diperoleh rata-rata utilisasi ruangan OK IBS pada bulan Januari-Maret 2018 adalah 53,36%. Total pemakaian ruangan OK adalah 555 jam 24 menit. Terdapat dua faktor yang berhubungan dengan utilisasi kamar operasi yaitu akurasi waktu mulai operasi (p-value=0,012) dan jumlah operasi (p-value=0,015) dengan hubungan positif. Sedangkan jenis operasi (p-value = 0.373) tidak memiliki hubungan dengan utilisasi kamar operasi. Faktor lain yang mempengaruhi utilisasi kamar operasi adalah hari efektif jam buka ruangan OK setiap bulannya. Kata Kunci: Kamar Operasi, Operasi Elektif, Utilisasi, Akurasi Waktu Operasi, Jumlah Operasi, Jenis Operasi The background of this research is the high number of OK patients queue and delayed operation schedule due to the high utilization rate in the OK room in Central Surgery Installation Sanglah General Hospital. The study aims to find out the utilization of OK IBS room and to know its relation to the accuracy of the starting time of operation, the number of operation, and the type of operation. This research uses quantitative approach with document review method. The correlation test is done by using Spearman method. Based on the 320 sampled data obtained, the average utilization of OK IBS room in January-March 2018 is 53.36%. The total usage of OK room is 555 hours 24 minutes. There are two factors related to operating room utilization that is accuracy of starting time of operation (p-value = 0,012) and number of operation (p-value = 0,015) with positive relation. While the type of operation (p-value = 0.373) has no relationship with operating room utilization. Another factor affecting operating room utilization is the effective day open room hours OK in every month. Keywords: Operating Room, Elective Operation, Utilization, Accuracy of Starting Operation Time, Number of Operations, Type of Operation
Read More
B-2014
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Devi Melina; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Anhari Achadi, M. Taufik
S-6587
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isma Sari Chumairah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Kurnia Sari, Vetty Yulianty Permanasari, Anis Mardiyah, Iing Ichsan Hanafi
Abstrak:
Kamar operasi merupakan unit pelayanan strategis yang berperan penting terhadap mutu layanan dan indikator kinerja rumah sakit, namun pencapaian volume tindakan operasi tidak selalu mencerminkan pemanfaatan waktu kamar operasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi kamar operasi di RS Hermina Depok serta merumuskan strategi optimalisasi yang dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pelayanan bedah tanpa mengurangi mutu layanan rumah sakit maupun keselamatan pasien. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan desain crossectional, yang menggunakan seluruh tindakan operasi yang dilaksanakan di tujuh kamar operasi selama bulan Oktober 2025 sebagai sampel penelitian. Utilisasi kamar operasi dihitung berdasarkan pemanfaatan waktu operasional dan dikategorikan menjadi utilisasi optimal dan rendah. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik sederhana, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Selama periode penelitian, tercatat 1.021 tindakan operasi, melampaui target manajemen, yaitu 900 tindakan, namun sebagian besar hari operasional berada pada kategori utilisasi rendah (<70%), dengan 64,2% tindakan berlangsung pada hari dengan utilisasi rendah dan tidak ditemukan kejadian over-utilization. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa usia pasien 45–59 tahun (Adjusted OR 1,720; 95% CI 1,032–2,866) dan ≥60 tahun (Adjusted OR 1,983; 95% CI 1,147–3,430) berhubungan dengan peningkatan peluang utilisasi kamar operasi berada pada kategori rendah dibandingkan kelompok usia anak. Faktor rumah sakit yang paling konsisten berhubungan dengan utilisasi rendah adalah status penjadwalan yang tidak tercatat (Adjusted OR 2,061; 95% CI 1,043–4,074), sementara faktor lain seperti status ASA, persiapan pasien, kehadiran dan persetujuan tindakan, jenis pembiayaan, ketersediaan dan ketepatan waktu kedatangan SDM, waktu turnover, jenis prosedur, dan spesialisasi tindakan tidak menunjukkan hubungan signifikan setelah dikontrol dalam model. Temuan ini menunjukkan bahwa utilisasi kamar operasi di RS Hermina Depok belum optimal meskipun target volume tindakan tercapai, dan rendahnya utilisasi lebih dipengaruhi oleh aspek pengelolaan waktu dan pencatatan penjadwalan operasi. Oleh karena itu, strategi optimalisasi perlu diarahkan pada penguatan sistem penjadwalan terintegrasi berbasis waktu serta pengembangan persiapan praoperatif yang lebih komprehensif bagi pasien usia lanjut (geriatrik), guna mengantisipasi kompleksitas klinis dan kebutuhan khusus kelompok usia tersebut, sehingga pemanfaatan kamar operasi dapat ditingkatkan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan mutu layanan dan keselamatan pasien. Kata kunci: Kamar Operasi, Utilisasi, Faktor Pasien, Faktor Rumah Sakit, Efisiensi

The operating room is a strategic service unit that plays a critical role in healthcare quality and hospital performance indicators; however, achieving surgical volume targets does not necessarily reflect optimal utilization of operating room time. This study aimed to analyze factors influencing operating room utilization at Hermina Depok Hospital and to formulate optimization strategies that enhance efficiency, effectiveness, and surgical service quality without compromising patient safety or care standards. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted, including all surgical procedures performed in seven operating rooms during October 2025. Operating room utilization was calculated based on actual operating time and categorized into optimal and low utilization. Bivariate analysis was performed using Chi-square tests and simple logistic regression, while multivariate analysis employed multiple logistic regression. During the study period, 1,021 surgical procedures were recorded, exceeding the management target of 900 procedures; however, most operating days fell into the low utilization category (<70%), with 64.2% of procedures occurring on low-utilization days and no instances of over-utilization observed. Multivariate analysis showed that patient age was the only patient-related factor associated with operating room utilization, with patients aged 45–59 years (Adjusted OR 1.720; 95% CI 1.032–2.866) and ≥60 years (Adjusted OR 1.983; 95% CI 1.147–3.430) having a higher likelihood of low operating room utilization compared to pediatric patients. The most consistent hospital-related factor associated with low utilization was undocumented scheduling status (Adjusted OR 2.061; 95% CI 1.043–4.074), while other factors—including ASA status, preoperative preparation, patient attendance and consent, payment method, staff availability and punctuality, turnover time, procedure type, and surgical specialty—were not significantly associated after adjustment. These findings indicate that operating room utilization at Hermina Depok Hospital remains suboptimal despite achieving surgical volume targets and is primarily influenced by time management and scheduling documentation. Therefore, optimization strategies should focus on strengthening time-based integrated scheduling systems and developing more comprehensive preoperative preparation for geriatric patients to address clinical complexity and special care needs, thereby improving sustainable operating room utilization without compromising service quality or patient safety.
Read More
B-2569
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edi Satriawan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Ronnie Rivany
B-765
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Noviati; Pembimbing: Dumiah Ayuningtyas; Penguji: Hafizurrachman, Petter Patinama, Luwiharsih
Abstrak:
Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo merupakan rumah sakit pemerintah. Kunjungan pasien di Instalasi Gawat Darurat rata-rata perhari 78 pasien. Persentase jumlah kunjungan tahun 1999-2000 kasus non bedah 21286 (94,06%) dan bedah 1344 (5,94%), tahun 2000-2001 kasus non bedah 26664 (91,21%) dan kasus bedah 2570 (8,79%) serta tahun 2002 kasus non bedah 27653 (93,18%) dan kasus bedah 2025 (6,82%). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat kepuasan dan melihat bagaimana hubungan antara kepuasan melalui pengukuran harapan dan persepsi pasien. Penelitian menggunakan rancangan penelitian manajemen data primer dengan pengisian kuisioner oleh pasien yang datang berobat ke gawat darurat . Untuk kuisioner A (harapan) kemudian dilanjutkan pertanyaan B (persepsi) setelah pasien dirawat 1 hari Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Variabel independen yang dianalisis adalah karakteristik pasien diantaranya jenis kelamin, umur dan persepsi pasien berdasarkan 5 (lima) dimensi service quality serta variabel dependennya adalah kepuasan pasien. Data yang dikumpulkan diolah secara kuantitatif. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis Univariat, bivariat (uji chi-square) serta analisis Kartesius. Hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi pasien yang puas seimbang dengan yang tidak puas, yaitu 50 %. Karakteristik pasien yang lebih banyak adalah umur < 25 tahun (76,2%). Uji bivariat dengan chi-square secara garis besar didapat karakteristik pasien yang berhubungan dengan harapan adalah umur pasien, pendidikan dan penghasilan pasien, sedangkan yang berhubungan dengan persepsi adalah umur dan jenis kelamin. Adapun hasil uji chi-square antara karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan pasien didapatkan hubungan yang bermakna pada umur pasien dan penghasilan. Analisis kartesius menempatkan sebagai bagian prioritas utama adalah faktor tempat parkir, petunjuk arah IGD, ruang tunggu yang luas dan nyaman , perawat berpenampilan rapi dan bersih, perawat membantu pasien menghadapi masalah dengan cepat tanggap terhadap keluhan, penampilan dokter menimbulkan percaya, dokter dan perawat ramah senyum dan sopan, dokter memahami dan memberi kesempatan konsultasi sesuai kebutuhan pasien. Untuk bagian pertahankan prestasi dimana pasien merasa puas adalah faktor ruang tunggu yang baik dan bersih, pelayanan sesuai dengan prosedur yang tidak berbelit-belit, pasien tidak menunggu lama, perawat dan dokter berperilaku baik, dokter memiliki kemampuan dalam menangani pasien, petugas tidak pilih kasih. Dari hasil penelitian, saran untuk semua pihak terkait untuk memperhatikan pasien yang mempunyai harapan tinggi tetapi berpersepsi rendah, dimana hal tersebut menggambarkan tingginya tingkat ketidak puasan pasien. Rumah Sakit Umum Daerah

Pasar Rebo (RSUD PASAR REBO)represent governmental hospital in which the percentage from total visitor's patient in the emergency room are 78 patients everyday. Percentage sum up visit of year 1999-2000 case of non surgical operation 21286 (94,06%) and surgical operation 1344 (5,94%), year 2000-2001 case of non surgical operation 26664 ( 91,21%) and the case operate on 2570 ( 8,79%) and also year 2002 case of non surgical operation 27653 ( 93,18%) and the case operate on 2025 (6,82%). This research aim to get picture mount satisfaction and see how relation between satisfaction through patient measurement of expectation and perception use design management data research of primary with admission questionnaire filling by incoming patient in the emergency room. Questionnaire A (hope) then continued questionnaire B (perception) after patient to be cared one day sum up sample as much 100 respondents. Independent variable which the analyst characteristic of patient that is gender, age and patient perception pursuant to 5 (five) of dimension service quality and also dependent variable patient satisfaction. Data collected to be processed quantitatively. Analysis of statistic is using Univariat analyzed, Bivariate (chi-square test) and also Cartesius analisys. Result of this research show that proportion of well-balanced satisfied patient with dissatisfying, that is 50 %. Characteristic of Patient which is more amount age < 25 year ( 76,2%). Test of Bivariate by chi-square marginally got characteristic of patient which deal with expectation old age patient, education and patient production, which deal with perception age and gender as for result chi-square among characteristic' of patient with storey level of patient satisfaction got relation having a meaning age of patient and production. Now, the result of the chi-square test between patient's characteristics with patient's satisfaction level found the meaningful connection on patient's age and salary. Cartesius analysis place as shares of especial priority factor of place parking area to emergency room, large waiting room and convenience, nurse of have natty appearance and the cleanness, nurse assist patient face problem swiftly listen carefully to sigh, appearance of doctor generate trust, friendly nurse and doctor smile and respectably, doctor comprehend and give a break consultancy according to patient requirement. To maintain the prestigious of patient's satisfaction are factor clean waiting room and good one, services on schedule and procedural not many handicap, doctors and nurses are always hospitable and delight. Base on the research it is suggested to all who might concern to give more attention to patient with high expectation but with low perception, where as it described the high level of patients unsatisfaction.
Read More
B-823
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Darmajaya; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adik Wibowo, Dumilah Ayunungtyas, Sukamto Koesnoe, Ketut Rupini
B-1604
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Nuryanti; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Prastuti Soewondo, Khafifah Any, Diardi Nugroho
Abstrak:

RSUD Pasar Rebo bezmula hanya sebagai Rumah Sakit Rakyat pada tahun 1945, yang dikenal sebagai Pos PBK. PMI. Dalam perkembangannya mmah sakit ini menjadi rumah sakit khusus TBC pam sampai akhimya berkembang menjadi rumah sakit swadana pada tahun 1996. Perkembangan terakhir memmjukan adanya persiapan yang dilakukan oleh rumah sakit ini menuju organisasi yang lebih dinamis dan mandiri lagi yaitu bentuk organisasi BUMD yang diharapkan dapat lebih menjawab tantangan di masa depan.PKS adalah salah satu instalasi produksi di RSUD Pasar Rebo, pertama kali diselenggarakan pada tahun 1993 dengan hanya melayani 4 klinik yaitu klinik paru, umum, gigi dan mulut dan klinik Perloembangan terakhir tahun 2002 berkembang menjadi 16 pelayanan klinik spesialis dan subspesialis yang berapm. Pada awalnya PKS diselenggarakan untuk Iebih meningkatkan layanan kepada masyarakat sekaligus mendapatkan tambahan penghasilan untuk karyawaxmya dengan cara lebih mendayagunakan fasilitas yang idle pada sore hari. Didalam perkembangan organisasi yang lebih mandid dan target pasar menengah-atas yang tidak memerlukan subsidi maka diharapkan pula diperoleh dana tambahan untuk subsidi silang dan menjadi sumber pendapatan tambahan rumah sakit dari aktivitas penyelenggarasm PKS ini.Tujuan penelitian ini xmtuk melihat tingkat kinerja keuangan penyelenggaraan Instalasi PKS dengan melihat tingkat kemampuan pengernbalian biaya Instalasi PKS melalui pendapatan yang diperoleh dari pelayanan kepada pasiennya dan memdapatkan gambaran umum mengenai pemanfaatan neraca surplusnya.Penelitian merupakan penelitian kualitatif-deskriptif dengan melakukan analisis biaya terhadap penyelenggaraan PKS dan dilakukan dengan metoda cross sectional. Analisis tingkat pengembalian biaya dilakukan melalui anaiisis biaya yang dilakukan dengan metode activity based costing untuk melihat aktivitas dan besarnya biaya aktivitas tersebut, Selanjutnya identitikasi sumber pendapatan untuk mendapatkan jumlah pendapatan yang diperoleh dari aktivitas PKS. Perbandingan antara pendapatan dan biaya dari masing-masing poliklinik merupakan informasi tingkat kemampuan pengembalian biayanya (cost recovery rate=CRR). CRR di atas 100% berarti instalasi atau cost object telah mampu membiayai seluruh biaya yang menjadi bebannya melalui pendapatannya, sedangkan CRR di bawah 100% artinya cost object belum mampu membiyai seiuruh biaya yang menjadi bebannya atau masih mendapat subsidi. Surplus merupakan selisih antara pendapatan dan biaya cost object tersebut.Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa hanya 4 klinik dari 16 pelayamin klinik yang telah mencapai CRR di atas 100%, yaitu Klinik Anal; Bedah, Gigi dan Klinik Kebidanan Selain itu hasil penelitian ini tidak menemukan kebijakan khusus mengenai pemanfaalan dana neraca surplus dari penyelenggaraan PKS ini.Saran dari penelitian ini adalah melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap pencatatan di pengelola anggaran, aturan mengisi fonnulir srruk pembqyaran PKS kenaikan tarif, cost containment, peningkatan mum produk dan promosi mengenai produk PKS.


 

In 1945 Pasar Rebo District General Hospital known as "hospital for the people", part of P3K Indonesia Red Cross division. The hospital was established as a TBC hospital and then converted to an autonomous (swadana) hospital since 1996. At the moment, the hospital is being prepared to be converted as a more dynamic and autonomous institution (BUMD) to respond any challenge in the future.One of production unit in Pasar Robo District General Hospital is Private Outpatient Department (PKS) established in 1993, which only provided four clinics: pulmonary clinic, general clinic, dental clinic and nutrition clinic. In 2001 number of clinics were 16 specialist and sub-specialist services. In the begirming Private Outpatient Department was set up to extend service for the public and to increase income for employees by utilizing idle facilities alter fomial oiiice hours, As a more self-suflicient institution and the clinics is expecting to catch up the middle-up socio economic market provides cross-subsidy.The aim of the study was to analyze financial performance of Private' Outpatient Department or its cost recovery rate and to obtain information about on how to use its surplus.The research is a descriptive-qualitative study using cost analysis on Private Outpatient Department services with cross-sectional design. Cost analysis was conducted by using activity based costing method. Total revenue from Private Outpatient Department was also identiiied. If cost recovery rate (CRR) more than l00%, meaning that the department potential to recover its costs and vice versa. Surplus was obtained by subtracting total cost from total revenue. It was concluded that only 4 (four) out of 16 (sixteen) clinics reached CRR more than 100% i.e. Pediatric, Surgery, Dental and Obstetric/gynecology clinics. And there was no panicular policy on using its surplus.It is recommended to Pasar Rebo District General Hospital to improve thc recording system on its expenses, to [ill in the billing sheet properly, to adjust the tariff to apply cost containment program, to improve product quality and product promotion.

Read More
B-580
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vony Vionita; Pembimbing: Amila Megraini; PengujiL Peter Albert W. Pattinama, Mieke Savitri, Sumijatun
B-934
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive