Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7762 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Arief Oetama; Pembimbing: Fadjrif H.Bustami
B-673
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendryk Timur; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Fadjrif H. Bustami, Hannibal Pardede
Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya rencana Rumah Sakit Sumber Waras untuk membuat IGD yang lebih baik dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. Keberadaan IGD yang ada sekarang ini cukup baik dan sudah dapat memberikan pelayanannya dengan baik. Namun seiring dengan makin meningkatnya persaingan antar rumah sakit, Rumah Sakit Sumber Waras merasa pelu meningkatkan pelayanan kesehatannya terutarna di Instalasi Gawat Darurat.
 
 
Tujuan penelitian ini adalah, untuk menganalisa sejauh mana kondisi fisik yang ada dari Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sumber Waras memenuhi persyaratan Standar Disain Fisik dan mengetahui disain fisik Instalasi Gawat Darurat yang sesuai untuk kebutuhan konsumen IGD Rumah Sakit Sumber Waras.
 
 
Jenis penelitian merupakan studi komparatif dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi didapat melalui kuesioner berikut wawancara, serta pengamatan di lapangan sejak 1 hingga 31 mei 2004.
 
 
Pada penelitian ini diamati faktor-faktor yang mempengaruhi Disain Fisik Instalasi Gawat Darurat, yaitu :
 
1. Zoning
 
2. Bentuk, Karakteristik dan Komposisi
 
3. Persyaratan dan Hubungan Ruang
 
4. Alur Proses dan Tata Letak
 
5. Fungsi/Aktifitas.
 
6. Prasarana
 
7. Peralatan
 
 
Penelitian ini telah menghasilkan sebuah analisa mengenai kondisi dan usulan mengenai pemecahan masalah rancang bangun Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sumber Waras. Dari 7 faktor yang dianalisa didapatkan hasil : 1 faktor yang tidak memenuhi syarat yaitu faktor Zoning (33,3%), 1 faktor yang hampir memenuhi syarat yaitu faktor Bentuk, Karakter dan Komposisi (58,3%) dan 5 faktor yang telah memenuhi syarat yaitu faktor Persyaratan dan Hubungan Ruang (88,8%), faktor Fungsi/Aktifitas (84,6%), faktor Prasarana (75%), faktor Peralatan (86,6%) dan faktor Alur dan Tata Letak (100%).
 
 
Selain hasil perbadingan tersebut, penelitian ini juga menghasilkan sebuah disain IGD rumah sakit Sumber Waras yang sesuai dengan kebutuhan konsumen internal dan konsumen eksternal rumah sakit Sumber Waras yang berupa saran.
 

Physical Design Analysis of Sumber Waras Hospital's Emergency Room is Based on Indonesia Department of Health's Rule, Direction Literature and StandardThis research is motivated by Sumber Waras Hospital's plan to build a better emergency room in the next five years. The emergency room which the hospital has now is already good enough and able to serve well. Along with the raise of the hospital's competition, Sumber Waras Hospital thinks to increase its health service especially the emergency room.
 
 
The purpose of this research used a comparative study with the qualitative approach The data and information are from the questionnaire, interviews and also the field survey which was done from 1 until 31 May 2004.
 
 
Some factors which influence the physical design are observed in this research They are:
 
1. The arrangement in zones
 
2. The form, character and composition
 
3. The room's relation and requirement
 
4. The process and layout
 
5. The function/activity
 
6. The infra structure
 
7. The equipments.
 
 
This research has brought analysis about condition and proposal on construction solving emergency Instalation Sumber Waras hospital.
 
 
From 7 factor that analyzed getting a result one factor that. Is not qualified namely zoning factor (33,3%), one factor that is almost qualified that is, form, character and composition (58,3%) and 5 factor that have been qualified there are The room's relation (88,8%) and requirement, the Process and- Lay Out (100%), the Function/Activity (84,6%), the Infra Structure (75%) and the Equipment (86,6%).
  
Beside that comparation result, this research also produce a design of emergency Instalation Sumber Waras hospital base on the needs internal consumer and external consumer Sumber Waras hospital as suggestion.
Read More
B-799
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hud; Pembimbing: Fadjrif H. Bustami
Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi tidak terdapatnya standarisasi rumah sakit khusus pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang juga memiliki fungsi lain sebagai sarana pendidikan dokter gigi. Selain itu perencanaan pembangunan RSGM FKG UI selama ini masih bersifat tambal sulam, hal ini dikarenakan bangunan dan sarana yang ada saat ini pada awalnya dibangun tidak spesifik sebagai sebuah rumah sakit gigi dan mulut.
 
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kondisi fisik bangunan dan sarana RSGM FKG UI memenuhi standar Departemen Kesehatan RI dan literatur yang benar dari persyaratan dan ketentuan guna dapat memberikan layanan kesehatan gigi dan mulut serta pendidikan dokter gigi yang tepat.
 
 
Jenis penelitian sdalah studi komparatif. Data dan informasi didapat melalui kuesioner, arsip mengenai kondisi fisik hangman dan sarana di RSGM FKG UI serta pengamatan lapangan sejak 15 Mei -- 17 Juni 2003.
 
 
Pada penelitian ini diamati faktor - faktor yang mempengaruhi disain kondisi fisik bangunan dan sarana RSGM FKG Ul yaitu :
 
1. Ruang Layanan Medik
 
2. Sistem Mekanikal
 
3. Sistem Elektrikal
 
4. Pencahayaan
 
 
Akhir penelitian telah menghasilkan sebuah analisa mengenai kondisi dan usulan mengenai pemecahan masalah fisik bangunan dan saran RSGM FKG UI, yang diharapkan dapat berguna bagi perencanaan dan pengembangan seianjutnya RSGM FKG UI.
 

The study of Physical Building and Infrastructure Condition for Dental and Mouth Hospital, Faculty of Dentistry, University of IndonesiaThis study have a background about there is no standardization for Dental and Mouth Hospital. This Hospital have function not for treatment only, but it has another function is for dentist education. In other side, the planning for RSGM FKG UI building well not organized, this situation because building and infrastructures have built not for Dental and Mouth Hospital.
 
 
This study make analyzing condition of physical building and infrastructures for RSGM FKG UT, to fulfill standard who decided from Health Ministry of RI and literatures.
 
 
This study is Comparative study. Information and data will be found with questioner, archives about physical building and infrastructures RSGM FKG UI condition. This study have observation since May 15 -. June 17 2003.
 
 
This study have observed the factors. who had influence to physical building and infrastructure design :
 
1. Medical Room Services
 
2. Mechanical System
 
3. Electrical System
 
4. Lightning
 
 The result in this study is an analysis and proposition about physical building and infrastructure condition at RSGM FKG UI, which can useful for next planning and improving.
Read More
B-761
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedi Tedjakusnadi; Pembimbing: Supriyantoro; Penguji: Petter Patinama, Sutan Yenis, Hanna Permana, Imelda E. Dharma
Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh anggaran belanja logistik yang mengambil porsi terbesar dalam belanja Rumah Sakit Sumber Waras dalam masa krisis ekonomi dan ditengah keluhan masyarakat tentang buruknya pelayanan masyarakat dan pelayanan rumah sakit. Jumlah yang besar tadi, menjadi semakin membengkak akibat anggaran belanja logistik umum yang kurang terkontrol dan masih terdapat duplikasi fungsi logistik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa, membuat kesimpulan dan membuat usulan sistem kontrol logistik Rumah Sakit Sumber Waras untuk meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan Rumah Sakit Sumber Waras.
Jenis penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kwalitatif. Data dan informasi didapat melalui in-depth interview serta pengamatan di lapangan sejak tanggal 6-24 Mei 2002.
Hasil penelitian menunjukan bahwa banyak faktor yang telah mempengaruhi fungsi pengendalian logistik di Rumah Sakit Sumber Waras. Ada delapan faktor yang diteliti yaitu :
 
1. Struktur organisasi.
 
2. Kebijakan.
 
3. Sumber Daya Manusia.
 
4. Prosedur.
 
5. Perencanaan.
 
6. Pencatatan.
 
7. Pelaporan.
 
8. Pengawasan intern.
Duncan, Soenoesoebroto, Hardjoprawiro berpendapat bahwa banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan fungsi pengawasan dan pengendalian, khususnya dalam bidang logistik. Di samping itu, Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah menjadi acuan untuk pengelolaan barang di rumah sakit.
Dalam pembahasan diulas tentang kondisi Rumah Sakit Sumber Waras saat ini melalui wawancara, meneliti data sekunder serta pengamatan di lapangan dibandingkan dengan teori manajemen rumah sakit. Pembahasan mengurai tentang alur proses, struktur yang lebih baik, tim pengendalian, serta analisa pekerjaan, uraian jabatan, dan persyaratan jabatan di bagian logistik.
Pengaturan barang di rumah sakit ini bukanlah hal yang mudah dan sederhana. Sistem kontrol logistik sangat diperlukan di Rumah Sakit Sumber Waras. Saat ini logistik rumah sakit ini masih dijalankan dengan cara yang sederhana, sehingga banyak terjadi inefisiensi.
Penelitian ini mencoba mencari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sistem kontrol pengendalian logistik dan mencari alternatif pemecahannya dengan cara yang dapat ditempuh dengan biaya seefisien mungkin.
 Akhir penelitian ini menghasilkan sebuah sistem kontrol logistik yang diharapkan dapat berguna bagi Rumah Sakit Sumber Waras khususnya, serta bagi institusi pendidikan dan masyarakat pada umumnya.
 

The Analysis of Control System of Logistics in Sumber Waras HospitalThis research was formed by the background of the logistics purchasing budget which took the largest portion in the whole purchasing budget of Sumber Waras Hospital amidst the economic crisis and the complaints of the public on the poor public service, including the service of hospital.
The large sum of the budget increased as the result of the lack of control in the general logistic purchasing budget and duplication of function in logistics procedures.
The targets of this research were to analyze the logistics process of Somber Waras Hospital, to assume and to propose a logistic control system, which can promote the health care services of Sumber Waras Hospital.
The type of this research is a case study with a qualitative approach. Data and information regarding the service process were obtained from in-depth interviews, and from field observation during May 6 to 24, 2002.
The result of the research showed that there were many factors influencing the logistics control system of Sumber Waras Hospital. There were eight factors to be observed:
 
1. Organizational structures.
 
2. Policies.
 
3. Human resources.
 
4. Procedures
 
5. Planning.
 
6. Recording.
 
7. Reporting.
 
8. Internal Auditing.
Duncan, Soenoesoebroto, Hardjoprawiro wrote that many factors had to be observed for developing the logistics control system. On the other hand, the government regulation issued by The Internal Affair and Regional Autonomy Minister No. 1112001, regarding regional logistics managing policy could be adopted as a reference to Sumber Waras Hospital Logistics Department.
The nowadays condition of Sumber Waras Hospital was observed, discussed, in-depth interviewed, and compared with some theory of Hospital Management.
This research tried to fmd some factors that influenced the logistics control system and tried the alternative resolve in an efficient and effective way.
At last, this research gave and outcome a logistics control system and hopefully it would be useful especially for Surnber Waras Hospital, and also for the educational institution, and most of all for the community.
Read More
B-643
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Rizckya Badruddin; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Masyitoh, Elga Ria Vinensa, Tri Wijayanto
Abstrak: Instalasi Bedah Sentral (IBS) merupakan lingkup yang kompleks dan mengambil komponen pengeluaran anggaran rumah sakit yang besar. Pengukuran produktivitas pemanfaatan waktu kerja perawat di kamar operasi memiliki peranan yang cukup penting untuk menilai seberapa efektif dan efisien rumah sakit telah memanfaatan sumber daya di kamar operasi. Penelitian ini membahas pengukuran produktivitas perawat di Instalasi Bedah Sentral berdasarkan penggunaan waktu kerjanya di RS. Mitra Husada Pringsewu. Penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan kualitatif bertujuan untuk mengetahui produktivitas perawat bedah di Instalasi Bedah Sentral. Hasil penelitian menunjukan bahwa produktivitas perawat bedah di IBS RS. Mitra Husada masih belum optimal dengan rata-rata perbulan 40 persen dari standar 80 persen. Analisis lebih lanjut menunjukan bahwa penyebabnya adalah karena utilitas dari ruang operasi di IBS RS. Mitra Husada yang juga belum optimal, selain itu pengaturan penjadwalan operasi yang belum tertib menyebabkan lonjakan jumlah tindakan pada hari-hari dan sif tertentu sehingga terjadi kebutuhan perawat oncall pada waktu-waktu tertentu menjadi tinggi. Rumah sakit perlu melakukan evaluasi terkait utilitas kamar operasi, penertiban penjadwalan operasi, dan manajemen SDM perawat di kamar operasi berdasarkan perhitungan beban kerja untuk dapat mengurangi inefisiensi biaya serta dalam rangka upaya memaksimalkan produktivitas perawat dalam penggunaan waktu kerja di kamar operasi
Read More
B-2279
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luyanti Tshia; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Mustikasari, Wahyu Sulistiadi, Lie A. Dharmawan
Abstrak:

Penelitian dilaksanakan di Instalasi Kamar Bedah RS Husada tanggal 11- 17 Desember 2012. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif-kualitataif, analisa data kuantitatif dengan menggunakan metode Time and motion study, dimana aktifitas perawat bedah diteliti pada kegiatan perioperatif, serta kegiatan diluar operasi. Kemudian dengan menggunakan metode Formula Unit Ruang Bedah dihitung jumlah kebutuhan perawat bedah berdasarkan beban kerja. Penelititan kuatitatif dengan wawancara mendalam mengenai kompetensi yaitu pengetahuan, ketrampilan, dan sikap perawat bedah, kepada 3 responden yaitu Kepala Bagian Bedah, Kepala Perawat, dan perawat bedah di Instalasi Kamar Bedah untuk mengetahui jumlah kebutuhan berdasarkan kompetensi perawat bedah.


Research was conducted at the Hospital Surgery Room Installation Husada on 11 to 17 December 2012. Research conducted a quantitative-qualitative descriptive research, quantitative data analysis using the Time and motion study, which investigated the activities of a surgical nurse perioperative events and activities outside of surgery. Then using the Formula Unit Ruang Bedah calculated amount need based surgical nurse workload. Qualitative research in-depth interviews about the competence of the knowledge, skills, and attitudes of surgical nurses, to the third respondent, Head of Department of Surgery, Head Nurse Installation, and surgical nurse at Surgical Room Installation.

Read More
B-1467
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farid Fauzan Mahubessy; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Aris Raharjo
Abstrak:
"Sejauh ini belum ada evaluasi komprehensif mengenai kinerja Kamar Bedah RSUD Fakfak, sehingga signifikan untuk mengevaluasinya. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian adalah didapatkan kinerja layanan bedah di kamar operasi RSUD fakfak dan menganalisis strategi untuk meningkatkan kinerja layanan bedah RSUD Fakfak pada tahun 2019 ? 2021. Pendekatan penelitian ini kualitatif. Lokasi penelitian Kamar Bedah RSUD Fakfak, Papua Barat. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, survei, dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan perangkat balanced scorecard untuk mengevaluasi kinerja layanan Kamar Bedah RSUD Fakfak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kamar Bedah sudah terpenuhi namun bisa ditingkatkan mengenai pencegahan infeksi, dan electronic health records, Pelanggan merasa puas terhadap layanan Kamar Bedah, kecuali masalah pengaduan pelanggan yang kurang tertangani. Karyawan relatif puas kecuali mengenai tunjangan dan penghargaan. Manajemen pengelolaan pegawai masih harus ditingkatkan. Pengelolaan keuangan masih harus ditingkatkan, dan masih belum bisa diketahui cost and benefit per unit kerja termasuk pada unit Kamar Bedah.

So far there has been no comprehensive evaluation of the performance of the Fakfak Hospital Operating Room, so it is significant to evaluate it. Based on this background, the research objective was to obtain the performance of surgical services in the operating room of Fakfak Hospital and to analyze strategies to improve the performance of surgical services at Fakfak Hospital in 2019 ? 2021. This research approach is qualitative. The research location is the operating room of the Fakfak Hospital, West Papua. Data collection techniques through in-depth interviews, surveys, and document studies. The data analysis technique used the balanced scorecard to evaluate the performance of the Fakfak Hospital Operating Room services. The results showed that the Minimum Service Standards (SPM) for Operating Rooms had been met but could be improved regarding infection prevention, and electronic health records. Customers were satisfied with Operating Room services, except for customer complaints that were not handled properly. Employees are relatively satisfied except regarding benefits and rewards. Employee management still needs to be improved. Financial management still needs to be improved, and the costs and benefits per work unit, including those in the operating room unit, cannot yet be known
Read More
B-2325
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewa Ngakan Gde Wahyu Mahatma Putra; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Adang Bachtiar, Bambang Dwipoyono, Chairulsjah Sjahruddin
Abstrak: ABSTRAK Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya waktu tunggu antrian pasien OK yang cukup lama hingga 21 hari dan angka utilisasi beberapa ruangan OK yang masih di bawah standar utilisasi. Waktu tunggu antrian OK yang lama dan angka utilisasi yang belum optimal salah satunya disebabkan oleh metode penjadwalan operasi yang belum akurat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui utilisasi ruangan OK IBS dan mengetahui hubungannya dengan akurasi waktu mulai operasi, jumlah operasi, dan jenis operasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode telaah dokumen. Uji korelasi dilakukan dengan menggunakan metode Spearman. Berdasarkan 320 data sampel yang diteliti diperoleh rata-rata utilisasi ruangan OK IBS pada bulan Januari-Maret 2018 adalah 53,36%. Total pemakaian ruangan OK adalah 555 jam 24 menit. Terdapat dua faktor yang berhubungan dengan utilisasi kamar operasi yaitu akurasi waktu mulai operasi (p-value=0,012) dan jumlah operasi (p-value=0,015) dengan hubungan positif. Sedangkan jenis operasi (p-value = 0.373) tidak memiliki hubungan dengan utilisasi kamar operasi. Faktor lain yang mempengaruhi utilisasi kamar operasi adalah hari efektif jam buka ruangan OK setiap bulannya. Kata Kunci: Kamar Operasi, Operasi Elektif, Utilisasi, Akurasi Waktu Operasi, Jumlah Operasi, Jenis Operasi The background of this research is the high number of OK patients queue and delayed operation schedule due to the high utilization rate in the OK room in Central Surgery Installation Sanglah General Hospital. The study aims to find out the utilization of OK IBS room and to know its relation to the accuracy of the starting time of operation, the number of operation, and the type of operation. This research uses quantitative approach with document review method. The correlation test is done by using Spearman method. Based on the 320 sampled data obtained, the average utilization of OK IBS room in January-March 2018 is 53.36%. The total usage of OK room is 555 hours 24 minutes. There are two factors related to operating room utilization that is accuracy of starting time of operation (p-value = 0,012) and number of operation (p-value = 0,015) with positive relation. While the type of operation (p-value = 0.373) has no relationship with operating room utilization. Another factor affecting operating room utilization is the effective day open room hours OK in every month. Keywords: Operating Room, Elective Operation, Utilization, Accuracy of Starting Operation Time, Number of Operations, Type of Operation
Read More
B-2014
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uliria Desianna Silaen; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
B-439
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ateng Muljadi; Pembimbing: Adang Bachtiar
B-735
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive