Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39007 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Syahrul Efendi Panjaitan; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf
Abstrak:
Seiring dengan perkembangan dunia industri, banyak perusahaan yang menerapakan tekhnologi baru dengan tujuan meningkatkan produktivitas. Dengan peningkatan penggunaan teknologi baru ini juga berdampak pada perkembangan hazard yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja; disebabkan tidak diikuti perkemabangan pengetahuan dan kemampuan pekerja terhadap teknologi tersebut. Salah satu penyebab kecelakaan paling besar adalah faktor manusia 80 %, oleh sebab itu faktor manusia merupakan faktor yang sangat dipertimbangkan. Faktor manusia yang dibahas mengenai persepsi, pengetahuan, sikap dan kemampuan pekerja menghindari hazard hubungannya dengan perilaku aman. Dengan diketahuinya hubungan faktor tersebut diatas terhadap perilaku aman, dapat dibuat program intervesi dalam rangka mencegah kecelakaan kerja hubungannya dengan perilaku aman. Desain penelitian obeservasional melalui survey analitik dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis hubungan persepsi, pengetahuan, sikap dan kemampuan menghindari hazard dengan perilaku aman dengan memakai uji Chi-square continuity correction dengan bantuan perangkat luck SPSS.

Relation of Perception, Cognition, Attitude and Ability of Avoid Worker thorough Hazard with Safe Behavioral at PT GKD Jakarta, on 2003Many companies implement new technology to aim increasing of productivity in recent industrial development. Increasing its development of new technology have an impact to increase number of hazard associated which contributed work accident due to not following knowledge and skill development through its technology human factor should strongly estimated as one of most accident cause is human factor (80%). Perception, knowledge, attitude and workers ability to avoid hazard related to safe behavior described in this thesis_ Based on relation of the above factor and safe behavior, intervention program cord be made to avoid work accident related to safe behavior. Observational research design through analytic survey with cross-sectional method to analyze relation of perception, cognition and attitude and ability to avoid hazard by safe behavior using chi-square continuity correction test continued by using SPSS software.
Read More
T-1735
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lena Viyantimala; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Frederick J. Sembiring, Mayarni
Abstrak:

Kegiatan pemboran merupakan salah satu aktivitas yang berpotensi dropped object di industri minyak dan gas bumi lepas pantai. Dropped object dapat menyebabkan cidera serius bahkan kematian, kerusakan peralatan dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi, pengetahuan, sikap dan kemampuan menghindari bahaya dropped object dengan perilaku tidak aman pada pekerja di rig pemboran lepas pantai. Desain penelitian cross sectional, menggunakan kuesioner, analisis data mengunakan chi square. Hasil telitian menunjukkan hubungan persepsi, pengetahuan, sikap dan kemampuan menghindari bahaya dropped object dengan perilaku tidak aman. Disarankan bagi perusahaan untuk melakukan pelatihan dan pelatihan penyegaran yang berhubungan dengan pencegahan dropped object, memasukkan materi Alat Identifikasi Bahaya dan Kepedulian Dropped Object dalam induksi keselamatan, meningkatkan program Behavior Based Safety dan pengawasan supervisor. Terkait dropped object incident yang telah terjadi disarankan untuk melakukan dropped object incident study.


 Drilling is one of activity in offshore oil and gas industry that has dropped object potential. Serious injury, fatality, property damage and environmental pollution can be resulted from dropped object. The purpose of this study is to find out associations between perception, knowledge, attitude, ability to avoid dropped object hazard and unsafe behavior among workers in offshore drilling rig. Cross sectional design is used, using questionnaire and chi square for data analysis. The results shows there is significant relationship between perception, knowledge, attititude, ability to avoid dropped object hazard and unsafe behavior. It is recommended to conduct training and refreshing training related to dropped object prevention, Hazard Identification Tool and Dropped Object Awareness should be included in safety induction, improve Behavior Based Safety program and supervisor supervision. and dropped object incident study should be conducted related to dropped object incidents that occurred.

Read More
T-3284
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Utomo Pantyarso; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Mila Tejamaya, Baiduri Widanarko, Muhammad Dawaman, Irawadi Prihaswan
T-5488
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soerjaningsih; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Soehatman Ramli
T-2333
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktaria Penny; Pembimbing: Hendra; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Devie Fitri Octaviani, Widura Imam Mustopo
Abstrak: Tinginya angka prevalensi perilaku tidak aman berisiko menimbulkansebuah kecelakaan ataupun insiden yang pada akhirnya dapat menimbulkankerugian secara finansial bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untukmempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman padapekerja Preparation dan Assembling di PT X Tahun 2016. Faktor yang di telitimerupakan faktor personal (Pengetahuan, Masa Kerja, dan Tingkat Pendidikan)dan daktor pekerjaan (Ketersediaan Informasi K3 dan Pengawasan). Berdasarkanhasil penelitian diketahui bahwa 77,92% pekerja mempunyai perilaku tidak aman,dengan 61,7% diantaranya mempunyai risiko rendah dan 38,3% lainnya berisikotinggi. Selain itu juga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan,tingkat penddikan, dan ketersediaan informasi terhadap perilaku tidak amanpekerja preparation dan assembling dimana tingkat pendidikan merupakan faktorpaling dominan terhadap perilaku tidak aman setelah dikontrol dengan faktorlainnya. Oleh karena itu diperlukan perbaikan terhadap perilaku pekerja.Kata Kunci : Perilaku Tidak Aman, Unsafe Act, Pabrik Sepatu, Manufaktur
The high number of unsafe act prevalence could yield incidents whichcause lose financially to company. The aim of this study is to analyse factors thatcorrelated to unsafe act of workers in preparation and assembling department.This research was conducted in PT X on April to July 2016. These factors dividedinto two categories, personal factors (knowledge, work experience, and educationlevel) and job factors (OHS Information and Supervision). The result shows that72,92% of workers have performed unsafe act in which 61,7% of it is high riskand 38,3% low risk. Moreover, there are siginificant correlations betweeneducation level, knowledge, and availibity of OHS information with unsafe actwhereas education level predominantly contributes to unsafe act after has beencontrolled with other factors. Therefore, company should commit several attemptsto reduce unsafe act on its workers.Keyword : unsafe act, shoes manufacturer, manufactur
Read More
T-4773
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedi Nuryanto; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Hendra, Indri Hapsari Susilowati
S-5047
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devika Grace Sitorus Pane; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Dadan Erwandi, Janis Boniarso
Abstrak: PT Alstom Grid merupakan perusahaan yang bergerak di bidang utility.Pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan diharapkan sesuai dengan harapancustomer, sesuai kualitas dan menghasilkan keuntungan untuk perusahaan. Hal inidapat menyebabkan pekerja selalu berhadapan dengan hazard psikososial. Hazard psikososial berasal dari context of work dan content of work. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pekerja terhadap bahaya psikososial ditempat kerja pada pekerja di Departemen Operation. Hasil Penelitian menyarankan bahwa perusahaan hendaknya mensosialisasikan mengenai bahaya psikososial kepada pekerja sehingga pekerja mampu mengendalikan bahaya tersebut yang setiap harinya mereka hadapi.
Kata Kunci : Persepsi, Bahaya Psikososial.
Read More
S-8062
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yasinta Tri Utami; Pembimbig: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Nungki Agusti
Abstrak: Skripsi ini membahas gambaran persepsi terhadap perilaku aman pada pekerja furniture atau mebel informal di klender tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan wawancara selintas dan penyebaran kuesioner kepada informan dan observasi langsung ke area kerja, sedangkan data sekunder didapatkan dari studi literatur terdahulu. Hasil yang didapat, persepsi pekerja furniture di Klender terhadap bekerja secara aman sangat buruk. Hal ini di tinjau dari pengetahuan, sikap dan lingkungan sosial/kerja.
 

This thesis discusses the overview of safe behavior on the perceptions of workers in the informal furniture Klender in 2012. This research is a quantitative research using primary and secondary data. The primary data obtained through interviews and distributing questionaires to briefly informants and direct observation to the work area, while the secondary data obtained from previous literature. The results, perceptions of furniture workers in Klender to work safely so bad. It is in the review of the knowledge, attitudes and social environment / work
Read More
S-7657
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Santia Saptinary; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Robiana Modjo, Chandra Prijanahadi
Abstrak:
Keselamatan penerbangan merupakan salah satu isu nasional yang sedang menjadi objek pennasalahan dalam dunia keselamatan dan kesehatan ke1ja. Berbagai penycbab dapat saja dgadikan lingkup penelitian dalam mengatasi permasalahan tersebut_ Salah satunya adalah mempertanyakan kembali kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikan alctifitas penerbangan tersebut. Keselamatan penerbangan memang menjadi titik awal dan titik akhir dari setiap aktifitas penerbangan. Namun dalam kenyataanya pelatihan yang secara tend adalah kunci daripada penilaian kualitas SDM, tcmyata masih belum memiliki data yang dapat mcmbuktikan keberhasilan pelaksanaan pelatihan. Dengan pcnelitian ini diharapkan akan mernberikan data awal tentang peranan pelatihan keselamatan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap keselamatan penerbangan. Pemilihan mang lingkup penelitian pengetahuan dan sikap karena pengaruh daripada pelatihan memang hanya dapat mengukur pengetahuan dan sikap pescrfanya. Sedangkan alat ukm' yang digunakan adalah kuesioner yang diisi oleh peserta secara pre dan post. Artinya terdapat dua kali pengukuran dengan alat ukur yang sama. Hal ini dimaksudkan untuk melihat pengaruh intervensi yang dibcrikan yaitu pelatihan. Hasil yang didapatkan membuktikan bahwa pelatihan yang dibcxikan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta. Walaupun tidak terdapat detail basil pcnelitian apakah peningkatannya sudah sesuai dengan tujuan ataupun standar secara nasional maupun internasional. Namun pcnelitan ini juga membcrikan bebezapa kesimpulan dan saran yang diharapkan akan terus berlanjut dalam meningkatkan keselamatan penerbangan sebagai salah satu upaya mengaiasi pcrmasalahan yang telah dimmgkapkan diatas. Kesimpulan dari penelitian ini antara Iain bahwa melalui proses pelatihan, pengetahuan dan sikap individu dapat ditingkatican sesuai dengan tujuan pelatihan secara khusus dan pencapaian program secara umum. Pelatihan sendiri harus diperbaiki dari waktu ke walctu, baik dalam hal metoda maupun matcri pelatihan. Oleh sebab itu, evaluasi pelatihzm harus dilakukan secara berkala. Hal ini sangat pcnting karena pelatihan merupakan elemcn penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang merupakzm aset utama bagi perusahaan penerbangan.

Aviation Safety is a national issue that has become an object in the occupational health and safety world. There are many aspects that can become scope of research in terms of addressing the problem. One of them is to inquire the human resources quality who operate the flight activities. Safety is the starting, as well as the ending, point from each flight. But as a matter of fact, training, that theoretically is the key in judging the human resources ability, still has no information yet that can prove the succeed ofa training. This research is expected to come up with initial data about the role of safety training in improving the knowledge and flight safety attitude. Knowledge and attitude is chosen under consideration that the impact of training can only measure those two aspects of the trainees. A questioner that is filled by the trainees before and aller training would be measurement instruments. It means that there are two measurements with the same instrument. This is for us to see the impact of intervention that is training. The result shows that training can improve knowledge and attitude of the trainees, though there is no detail result whether the improvement is already suited with the purpose or national and international standard. However, this research also comes up with conclusions and suggestions that should be continued in improving flight safety as an effort inaddressing the problems mentioned above. One of the conclusions of this research is that through training process, knowledge and individual attitude can be improved in line with the purpose of the training and generally, program achievements. Training itself should he improved from time to time, both content and method, therefore training evaluation should be conducted frequently. This is very important as it is seen that training is an important element in improving the quality of human resources as main asset for the aviation company.
Read More
T-2546
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Usman Haris Salman; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Baiduri Widanarko, Waluyo Martowiyoto, Agung Surya Irawan
Abstrak:
Sebagai tempat kerja, perkantoran memiliki bahaya dan risiko yang signifikan khususnya terkait dengan interaksi antara manusia dengan komputer kerja. Bahaya dan resiko ini memiliki konsekuensi terhadap kesehatan pekerja, aspek finansial secara langsung maupun tidak langsung dan produktivitas perusahaan yang terganggu. Oleh karena itu, guna melindungi sumber daya manusia, aset, dan fasilitas perusahaan, diperlukan program office ergonomics yang komprehensif dalam mengatur faktor resiko musculoskeletal disorders yang timbul dari interaksi pekerja dengan komputer. Sebagai langkah awal, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan persepsi pekerja akan aspek office ergonomics. Pengetahuan dan persepsi adalah landasan dasar dalam upaya merubah perilaku sehat supaya pekerja mampu mengontrol faktor resiko musculoskeletal disorders. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan persepsi pekerja, penelitian ini melakukan analisis pengaruh intervensi pelatihan office ergonomics terhadap pengetahuan dan persepsi pekerja perkantoran PT XYZ. Penelitian kuasieksperimental dilakukan dengan melibatkan kelompok intervensi dan kelompok pembanding. Kelompok intervensi diberi dua perlakuan yaitu intervensi self-learning dan pelatihan office ergonomics secara daring. Kelompok pembanding hanya diberi satu intervensi self-learning saja. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pelatihan office ergonomics yang dilakukan secara daring meningkatkan pengetahuan dan persepsi keseluruhan pekerja perkantoran PT XYZ. Pelatihan pelatihan office ergonomics secara daring memberi pengaruh lebih bermakna dibanding intervensi bersifat self-learning.

As a workplace, office environments have significant hazards and risks associated with the interactions between human and computer. The consequences that may arise are related with the healthy state of worker, direct and indirect financial impact, and company productivity impact. In order to protect the workers, company assets and facilities; a comprehensive office ergonomics program is required to manage the risk factors of musculoskeletal disorders. As a start, necessary measures are required to improve the knowledge and perceptions of workers in the aspects of office ergonomics. Knowledge and perception are the foundation to achieve healthy behavioral changes. The healthy behavioral change is required for workers to control the risk factors of musculoskeletal disorders. Education, in the form of training, acts as one of critical factors to increase knowledge and perception. This study is performed to analyze the effect of office ergonomics training intervention on the knowledge and perception of office workers at PT XYZ. Quasi-experimental research was selected by involving both, the intervention and comparison groups. Two treatments were given to the intervention group, they are self-learning type intervention and online office ergonomics training intervention. Only one treatment was given to the comparison group, the self-learning intervention. Based on the research, it is concluded that the online office ergonomics training increased the knowledge and overall perceptions of the office workers of PT XYZ. Online office ergonomics training gave a more significant influence than the self-learning type intervention.

Read More
T-5938
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive