Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32171 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hannibal Pardede; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-443
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Fitrian; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Mieke Savitri, Sjahrul Amri, Rizka Hasanah
B-1960
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Umi Eliawati; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Ede Surya Darmawan, Puput Oktamianti, Prima Yunika, Indah Rosana
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan denganwaktu tunggu rawat inap (Boarding Time)di UGD RS Awal BrosPekanbaru.Variabel yang diteliti adalah tingkat kegawatdaruratan, polapembayaran, pola kedatangan, kasus penyakit, jumlah pemeriksaan penunjang,jumlah konsul dokter spesialis dan jumlah pasien per hari.Penelitian ini adalahpenelitian kuantitatif, menggunakan data retrospektifdengan desain penelitiancross sectional. Pendekatan teori yang digunakan dalam penelitian inimenggunakan model konseptual waktu tunggu Input/Throughput/Outputdengan memfokuskan pada proses input dan throughput. Sampel dalampenelitian ini menggunakan penghitungan rumus penelitian cross sectional,dengan jumlah sampel 374 sampel.Pengumpulan data menggunakan instrumenpenelitian dan data sekunder dari laporan kinerja UGD. Uji statistik yangdigunakan dalam penelitian ini pada analisis bivariat menggunakan uji chisquare, dan pada multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitianpada uji statistic bivariat, dari semua variabel yang diteliti ada 4 yang memilikihubungan signifikan dengan boarding time, yaitu tingkat kegawatan (p value=0,001), pola pembayaran (p value= 0,017), jumlah pemeriksaan penunjang (pvalue = 0,001) dan jumlah konsul dokter (p value = 0,041). Sedangkan pada ujimultivariat, hanya 2 variabel yang signifikan, yaitu tingkat kegawatdaruratan(p value = 0,023) dan jumlah pemeriksaan penunjang (p value = 0,001).Kata kunci : boarding time, tingkat kegawatdaruratan, pola pembayaran, jumlahpemeriksaan penunjang, jumlah konsul dokter spesialis
The purpose of this research is to analyse factors contributing the boardingtime in emergency department of Awal Bros Pekanbaru Hospital. Variablesthat include to this research are triage system, payment pattern, arrival mode,amount of diagnostic examination, amount of consulting doctors, and patientsper day.This research is quantitive, retrospective research, using the crosssectional design.A queing system theory describing in acute care process asInput/Throughput/Output model was the framework used in this study, whichfocusing at input and throughput process. The sample size calculated from thecross sectional research design formula, total sampel was 374. Data collectingusing the research instrument and emergency department performance report.Data analysis using a cross-tabulation or chi-square for bivariate analysis, andusing logistic regression for multivariate analysis. The result of this bivariateanalysis show that among all varaibles, factors that contributing to boardingtime was triage system ( p value= 0,001), payment pattern (p value = 0,017),amount of diagnostic examination (p value=0,001) and amount of consultingdoctor (p value = 0,041). Meanwhile from the multivariate analysis show thatvariables that contributing the boarding time was triage system (p value =0,023) and amount of the diagnostic examination (p value = 0,001).Keywords : boarding time, triage system, payment pattern, amount ofdiagnostic examination, amount of consulting doctors
Read More
B-1763
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Betty Lusiana Silitonga; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Mieke Savitri, Takdir Mustovan, Sjahrul Amri
Abstrak: Infeksi nosokomial merupakan ancaman bagi pasien yang dirawat di rumah sakit.Salah satu usaha mencegah infeksi nosokomial adalah pelaksanaan yang benartindakan mencuci tangan, mengganti perban, memasang infus, dan memasangkateter terhadap pasien rawat inap pasca bedah.Penelitan dengan metode kuantitatif dan kualitatif terhadap perawat di bangsalperawatan pasca bedah. Wawancara mendalam dilakukan terhadap direktur rumahsakit, supervisor kepala ruangan perawatan pasca bedah, dan Tim PPI. Uji bivariatmemperlihatkan ada hubungan antara faktor pengetahuan, supervisi, dan pelatihanterhadap upaya mencegah infeksi nosokomial melalui tindakan mencuci tangan,mengganti verban, memasang infus, dan memasang kateter.93 kata
Kata kunci: infeksi nosokomial, mencuci tangan
Nosocomial infection is a threat to hospital patients. Efforts to prevent nosocomialinfection are hand washing carrying out, correct procedure putting catheter,handling wound, and IV drip. The study used quantitative and qualitative methodeto nurses who taking care post surgeric patients.Indepth interview was done to the director, chief supervisor, and the PPI team.Observations on correct procedure of the above was done. Bivarian test provedthat knowledges, supervision, and training are main factor affecting theprocedure. Hospital are expected to pay more attention to this three aspects.88 words
Keywords: nosocomial infections, hand washing
Read More
B-1800
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zanisa; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Jaslis Ilyas, Adik Wibowo, Ati Nirwanati, Rizka Hasnah
Abstrak: Rumah Sakit Bhakti Yudha mengalami turnover tenaga kesehatan khususnnyaperawat dan dokter lebih dari 10 % setiap tahunnya. Angka turnover yang tinggiakan berdampak buruk bagi rumah sakit. Tujuan dilakukannya analisa faktor-faktor yang berhubungan dengan intention to quit agar dapat memberikangambaran dan rekomendasi kepada rumah sakit untuk masalah ini. Sampelpenelitian sebanyak 100 perawat dan 25 dokter. Jenis penelitian adalah penelitiankuantitatif yang dilanjutkan dengan metode kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa34% tenaga kesehatan memiliki keinginan untuk keluar dariRumah Sakit. Dari analisis multivariat, terdapat empat variabel yang memilikipengaruh signifikan terhadap keinginan untuk berhenti kerja yaitu kepuasan kerja,usia, persepsi terhadap kompensasi dan manfaat serta gaji yang diperoleh. .Proporsi tenaga kesehatan dengan kepuasan kerja yang rendah memilikikecenderungan lebih besar untuk intention to quit. Proporsi tenaga kesehatan yangberusia muda, persepsi terhadap kompensasi dan manfaat yang kurang sesuai, gajidibawah UMRjuga memiliki kecenderungan untuk intention to quit. Kepuasankerja yang rendah terjadi terkait kepedulian manajemen terhadap karyawan dansistem jenjang karir yang kurang baik.
Kata kunci :Intention to quit, turnover, kepuasan kerja, usia, kompensasi dan manfaat, gaji
Bhakti Yudha Hospital has a turnover of health workers (doctors and nurses) morethan 10% per year. A high turnover rate will be bad for the hospital. The purposeof the analysis of factors related to intention to quit in order to provide a fact andrecommendation to the hospital for this problem.The sample was 100 nurses and25 doctors. The type of research is quantitative research followed by qualitativemethod. The results showed that 34% of health workers have a desire to get out ofthe hospital. From the multivariate analysis, there are four variables that have asignificant influence on the desire to quit the job is job satisfaction, age, theperception of compensation and benefits, and salary. The proportion of healthworkers with low job satisfaction has a greater tendency to intention to quit Theproportion of health workers who have a perception of compensation and benefitsthat are less appropriate, low salaryand the younger tend to quit the job.Jobunsatisfaction also caused by management of employees and career path system isless good.
Keywords:Intention to quit, turnover, job satisfaction, age, compensation and benefits, salary.
Read More
B-1954
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Hasanah; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Sandi Iljanto; Anwar Hassan, Takdir Mostavan, Budi Hartono
Abstrak:

Tesis ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan keinginan pindah kerja perawat RSU Bhakti Yudha. Variabel yang diteliti adalah karakteristik perawat, faktor pendorong dan faktor penarik. Karakteristik meliputi umur, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan terakhir, jarak rumah ke tempat kerja, jumlah anak yang dimiliki, lama kerja dan status kepegawaian. Faktor pendorong antara lain meliputi persepsi terhadap kompensasi RS, sistem kerja keperawatan, pengembangan karir dan lingkungan kerja. Faktor penarik meliputi persepsi terhadap kesempatan kerja dan kompensasi perawat RS lain. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif secara cross sectional pada 95 perawat. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan T Test, Annova dan Korelasi Regresi, sedangkan multivariat menggunakan Regresi Linear Ganda. Pemodelan bivariat dengan menggunakan metode enter. Hasil analisis didapatkan kompensasi RS dan kompensasi perawat RS lain yang paling dominan berhubungan dengan keinginan pindah kerja perawat.Saran untuk rumah sakit berdasarkan hasil penelitian adalah RS perlu meninjau ulang mengenai cara pemberian kompensasi terutama uang lembur kepada perawat dan RS diharapkan mempertimbangkan standar kompensasi perawat RS lain dalam memberikan kompensasi.


The aim of this thesis is to analyze of factors associated with desire to move (Turnover Intention) of Nurse In Bhakti Yudha Public Hospital In 2013. Variable which researched is charactheristics of nurse are age, sex, marrital state, the last education, the distance between house and hospital, the amount of children, the lenght of employment, and the state of employment . The Push factors which the perceptions of compensation oh hospital, nursing work system, career development, and work environment. The pull factors containe the opportunity of job and the level compensation of the other hospital. The methode of research which used is quantitatively with cross sectional design which done for ninety five nurses. The analyses which used is univariate, bivariate, multivariate. Bivariat Analysis use T Test, Anova and Regression Correlation, whereas multivariate Regreesion of Binary Logistic. Bivariate model use enter methode. The result of analysis is gained The perseption of Compensation of hospital and the other hospital have the most infuence variable which correlated with turnover intention. The suggestions for Bhakti Yudha hospital are based on the result of analysis are reviewing about its compensation especialliy overtime payment compensation to the nurses and Bhakti Yudha hospital is expected reviewing about the compensation of the other hospital in compensation giving

Read More
B-1533
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofana Pelangi; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Purnawan Junadi, Wahyu Sulistiadi, Murdo Suwardjoko, Hanibal Pardede
B-1274
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tris Cahyoso; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Mieke Savitri, Budi Hartono, Lalu Herman Mahaputra
Abstrak: Dalam layanan Radiologi khususnya foto toraks timbul masalah lamanya waktu tunggupasien untuk mendapatkan hasil foto Toraks. Terdapat beberapa keluhan dari pasien yangtimbul akibat lamanya waktu tunggu pelayanan di unit Radiologi, dari loket pendaftaransampai keluar hasil bacaan dari dokter Radiologi dan faktor-faktor lain yangmempengaruhi waktu tunggu pasien untuk mendapatkan hasil foto thoraks. Dari hasilpenelitian diharapkan diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggulayanan Foto Toraks di Instalasi Radiologi di RSUD Kota Mataram. Penelitian dilakukandengan metode Crossectional dengan analisis Univariat dan Bivariat. Waktu dalammenit. Pada analisis Univariat didapatkan waktu tunggu antrian baca foto yang lama,Mean:241.07 SD:96,864 Min-Max:8-488 CI:227.14-255.01 , hal ini terjadi dikarenakandokter Spesialis Radiologi membaca foto toraks setelah mengerjakan USG, MRI, CTScan sehingga pembacaan foto toraks dilakukan di atas jam 12.00 siang. Sedangkan padaanalisis Bivariat didapatkan hubungan yang signifikan antara waktu tunggu total denganwaktu tunggu kamar baca foto, r=0.984 ; Garis regresi 96.8 % ; P value 0.000. danhubungan waktu tunggu total dengan waktu tunggu di loket pengambilan hasil, r=0.540 ;Garis regresi 29.1% ; P value 0.000. Disarankan Manajemen Rumah Sakit Umum DaerahKota Mataram meningkatkan sistem reward and punishment kepada bagian Radiologidan dokter spesialis radiologi sehingga dapat bekerja dengan disiplin dan penuh tanggungjawab. Meningkatkan fasilitas yang baik untuk dokter spesialis sehingga keberadaannyalebih lama di tempat kerja, misalnya insentif yang memadai. Dapat dipertimbangkanuntuk menambah dokter Spesialis Radiologi dan petugas administrasi di ruang baca fotoagar foto yang sudah dibaca dapat segera di bawa ke loket pengambilan foto sehinggalangsung dapat diterima oleh pasien dengan segera.
Kata Kunci : Waktu Tunggu, Crossectional, Univariat, Bivariat, Pasien foto Torak.
Read More
B-1965
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Devi Melina; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Anhari Achadi, M. Taufik
S-6587
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erwan Jus; Pembimbing: Hasbullah THabrany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Tekky P. Jokom
Abstrak:

Lama waktu di UGD adalah urutan utama dari kecepatan pelayanan UGD dan merupakan petanda dari sasaran mutu. Penelitian tentang waktu untuk menilai proses pelayanan UGD dapat membantu menjelaskan sebab lamanya waktu pelayanan UGD. Tujuan dari penelitlan ini adalah untuk menganallsis faktor-faktor yang mempengruuhi waktu peJayanan pasien UGD RS Ptuit. Metoda: Dengan penelitian survei, yang mengambil tempat di UGD RS Plult, peneliti mengobservasi 171 pasien yang dltangani selama 3 minggu berturut-turut pada periode Maret 2008, Data penting yang dicatat, meliputi karakteristik pasien, durasi pelayanan perawat, durasi pelayanan dokter dan durasi total layanan pasien UGD RS Pluit. Dilakukan uji Anova dan t test untuk menentukan fuktor-faktor yang rnempengaruhi durasi pelayanan pasien pada nilai a=O,1. Hasil: Pasien berusia tua, pasien status Gawt dokter, pelatihan EKG dokter, pelatihan ACLS perawat berhubungan dengan durasi total layanan pasien UGD RS Pluit. Kesimpulan. Kategori pasien dan karakteristik dokter dan perawat adalah variabel independen penting yang secara signifikan mempengaruhi durasi.


Length of stay (LOS) is a key measure of emergency department (ED) throughput and a marker of quality objective. Time study that assess ED services will help to clarify the causes of prolonged ED service to patients, The objectives of this study were to analyze factors influencing. Methods: In this survey study, conducted at Emergency Department of Pluit hospital investigators observed 171 patients treated during a continuous 3-weeks period in March 2008. Key data were recorded, including patients characteristics, nurses service time doctors service time, and overalJ ED LOS, Anova test and t test were performed to determine which factors were associated with Emergency Department LOS to patients on a=O,1. Results: Elderly patients, patients in emergency status, patients with doctors better, doctors ECG training and nurse's ACLS training were significant associated with ED's service duration.

Read More
B-1076
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive