Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32872 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri; Pembimbing: Sandi Iljanto
Abstrak:
Sejak |997 RSUP Fatmawati telah melakukan tiga kali angket pelayanan pelanggan. Dalam kurun waktu tiga tahun tcrakhir ini dapat dikatakan proporsi pelanggan yang merasa puas dengan pclayanan RSUP Falmawali telah meningkat. Namun dcmikian, sesungguhnya sulit menilai kemajuan pelayanan pelanggan di RSUP Fatmawati melalui tiga kali angket kepuasan pelanggan selama periode |997 hingga 2000. Pertama, kesulitan tcrsebut muncul karena adanya perbedaan alat pengumpul data yang digunakan dalam angkel pelanggan \997 dengan angket pada 1999/2000. Kcdua, ada beberapa pertanyaan yang bermakna ganda sehingga hasil penilaian responden mcnjadi mcragukan. Kedua hal tcrsebut selain menyebabkan kesulitan penilaian juga mengandung bias yang berpotensi menurunkan kesahihan, keterhandalan dan akurasi penilaian terhadap klxalitas pclayanan pelanggan di RSUP Falmawali Secara umum, penelilian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas informasi mengenai pelayanan pelanggan di RSUP Fatmawati. Peningkatan kualitas ini dicapai mclalui penyusunan melodologi penelitian yang Iebih tcpal dan pencrapan kaidah-kaidah penelitian yang Iebih ketat agar data yang diperoleh bcbas dari bias. Desain penelilian yang digunakan adalah survei, cross sectional, dengan unit analisis pelanggan yang telah selesai memperolch pelayanan. Populasi pcnelilian adalah pelanggan RSUP Fatmawati, baik yang datang untuk rawat jalan maupun unluk rawat inap. Sampel pelanggan rawat jalan mewakili se\uruh poliklinik yang ada, sedangkan sampcl pelanggan rawat inap mcwakili kelas perawatan yang ada. Dari target 200 sampel, bcrhasil dipcroleh sebanyak |98 respondcn yang tcrdiri dari 97 orang penderila rawat jaian dan 10| orang penderita rawat inap. Berdasarkan penilaian responden terhadap kualitas pelayanan pelanggau di masing- masing litik simpul pelayanan, diperoleh nilai rerata keseiuruhan sebesar 7,65 dcngan simpang baku sebcsar 0.94. Nilai rerata ini menunjukkan bahwa pelanggan merasa cukup puas tcrhadap pelayanan pclanggan yang diselenggarakan oleh RSUP Fatmawati. Bagi para pclanggan lcmyata scluruh titik simpul pelayanan same pentingnya. Sclain ilu seluruh faktor pencntu temyata bcrhubungan dengan kuat dan bcmwakna terhadap kepuasan atas pelayanan pelanggan. Para pelanggan juga menyatakan kescdiaan yang cukup kuat untuk melakukan kunjungan ulang dan memberi rckomendasi. Berdasarkan analisis multivariat terdapat 5 variabel bcbas yang paling kual dan berhubungan secara bermakna terhadap kcpuasan pelayanan pelangan di RSUP Fatmawati, yaitu kelas perawatan, keramahan, tarif, serta kepuasan atas pelayanan pelanggan di ruang rawat inap dan apolik.
Read More
B-477
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhayati Madiar; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Luknis Sabri
Abstrak: Kepuasan pelanggan adalah perbandingan antara harapan pelanggan dengan pengalaman yang dirasakan terhadap jasa yang diterima, dimana kepuasan pelanggan adalah salah satu indikator untuk menilai kualitas jasa. Jika dilihat dari dimensi mutu maka ada lima dimensi mutu yang menentukan dalam kepuasan pelanggan yaitu : reliability, responsiveness, assurance, empathy, tangibles. Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Depok merupakan rumah sakit khusus. Dimana tingkat kepuasan yang didapat adalah 43 % sampai 58 %. Kepuasan yang tertinggi adalah dimensi responsiveness dan yang terendah adalah dimensi reliability. Faktor yang menentukan kepuasan di Unit Rawat Jalan Anak RSIA Hermina Depok adalah umur, pekerjaan dan cara bayar. Dengan menggunakan diagram Kartesius dapat diketahui sampai dimana pihak manajer rumah sakit telah memenuhi kepuasan pelanggan. Hal yang harus menjadi prioritas untuk dibina di Unit Rawat Jalan Anak RSIA Hermina Depok adalah kemampuan dan kesiapan petugas serta ketanggapan dari perawat agar tingkat kepuasan dapat ditingkatkan sehingga pelanggan yang sudah ada tidak mudah pindah ke Rumah Sakit lainnya. Jadi selain saran untuk meningkatkan pembinaan kepada perawat dan petugas rumah sakit maka disarankan juga untuk melakukan penelitian terhadap pelanggan internal agar misi rumah sakit untuk melakukan upaya secara berlanjut untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggan dan tujuan menjadi rumah sakit sayang bayi dan sayang ibu dapat segera terwujud.
Read More
B-725
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Prita Vaudika; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Kurnia Sari, Lila Miryam
S-6141
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maringan T.H. Simanjuntak; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Peter AW Pattinama, Yuyun Kurniasih
Abstrak: Latar Belakang Dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan strategis yang mendasar baik internal maupun eksternal, maka pembangunan Nasional khususnya pembangunan Kesehatan harus dapat menjawab tantangan tersebut yang di jabarkan melalui visi Indonesia Sehat 2010. Lebih spesifik lagi dalam bidang pelayanan kesehatan visinya adalah Pelayanan Medik Prima 2010, dengan misi yang khusus mengenai perumah sakitan adalah di antaranya ” Mempersiapkan Sistim Rumah Sakit dan Sarana Kesehatan dalam Menghadapi Perubahan akibat Globalisasi dan Desentralisasi”. Untuk turut mendukung tercapainya Misi tersebut Rumah Sakit di jajaran kesehatan Angkatan Darat melakukan pelayanan terhadap masyarakat umum dengan berpedoman kepada etika perumahsakitan yang ada. Rumah Sakit Salak Bogor yang merupakan bagian dari Rumah Sakit di jajaran Angkatan Darat perlu menyusun perencanaan strategi untuk menselaraskan dengan Misi pemerintah tentang pelayanan Kesehatan. Tujuan Untuk keperluan penyusunan perencanaan strategi Rumah Sakit Salak Bogor periode 2006 – 2010 dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh baik eksternal maupun internal. Metode Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian operasional dengan deskriptif analitik melalui pendekatan kualitatif. Hasil Llingkungan eksternal, peluang : Politik, Ekonomi, Sosial, Demografi, Geografi, Pemasok dan Pelanggan, untuk Ancaman : Teknologi dan Pesaing. Lingkungan internal, kekuatan : Visi & Misi, SDM, Produk layanan, Pemasaran dan Keuangan, untuk kelemahan : Fasilitas Fisik, Organisasi dan Sisitim Informasi. Pada formulasi strategi tahap input dengan matriks EFE dan IFE, tahap penentuan posisi dengan matriks IE Hold and Maintain dan matriks SPACE Competitive, selanjutnya dilakukan matching dengan pilihan strategi Product Development dan Market Penetration, pada tahap keputusan dengan QSPM nilai TAS tertinggi pada Product Development pilihan produk layanan Tim Ambulan Cepat. Kesimpulan Strategi terpilih yang direkomendasikan adalah Product Development dengan produk layanan Tim Ambulan Cepat. Kata kunci : Rencana strategi, product development, Tim Ambulan Cepat
Background In the face of various elementary strategic challenges and as well as internal external changes, National development especially health development should be able to answer the challenges which is formulated by Indonesia Sehat 2010 vision. More specifically the vision of health service is Pelayanan Medik Prima 2010, with one of the special missions regarding hospital services “ Drawing up Hospital systems and Health Media in the face of changes due to Globalization and Decentralization. In order to participate in achieving the mission, Salak Hospital Bogor as an integral part of the Indonesian Army Health services, carries out health services to the public based on conducts the existing ethics. As a consequence Salak Hospital Bogor has to set up a strategic planning. Objective A research on the internal and external influencing factors was done to formulate the Salak Hospital Bogor Strategic Planning for 2006 – 2010. Methods The research method taken is an operational research with descriptive analysis by qualitative approach. Results The external factors are, opportunity : politic, economics, social, demography, geography, customer and supplier. Threat : technological and competitor. The internal factors comprise of Strength : mission and vision, human resources, service product, finance and marketing. Weaknesses : physical facility, organizational and information systems. The input stage of the strategic formulation uses EFE and IFE matrix, the determining stage of position Hold and Maintain with IE matrix, Competitive with SPACE matrix, further stage conducted by matching with strategy choice product development and market penetration, the decision stage uses QSPM with highest TAS value at product development is Rapid Team Ambulance. Conclusions The strategic recommended is product development with Rapid Team Ambulance. By implementing the selected strategy into the annual work plan, Salak Hospital Bogor will be able to improve his performance gradually and continuously. Keywods : Strategic plan, product development, Rapid Team Ambulance.
Read More
B-915
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erita Fitri Surbakti; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Prastuti Soewondo, Pujiyanto, Alvina Rubianti, Doni Arianto
Abstrak: Percutaneous Coronary Intervention (PCI) adalah suatu tindakan intervensi nonbedah dengan menggunakan kateter untuk melebarkan atau membuka pembuluhkoroner yang menyempit dengan balon dan dilanjutkan dengan pemasangan stent agarpembuluh darah tetap terbuka. Proses penyempitan pembuluh darah koroner ini dapatdisebabkan proses aterosklerosis atau thrombosis. PCI merupakan suatu tindakan yangbiayanya relatif mahal. Hal ini terkait dengan sumber daya manusia yang terlibat, bahanhabis pakai yang digunakan dan penggunaan alat-alat medik. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis faktor-faktor yang terkait dengan biaya perawatan pasien dengantindakan PCI di RSUP Fatmawati. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectionaldengan pendekatan kuantitatif melalui telaah data Sistem Informasi Rumah Sakit(SIRS), billing dan unit cost dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya perawatan untuk tindakan PCI diRSUP Fatmawati pada tahun 2017 adalah sebesar Rp53.629.532, dan komponen biayaterbesar dari total biaya perawatan tindakan PCI adalah biaya tindakan intervensi PCI,yaitu 82,8%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadapbiaya perawatan adalah tingkat keparahan penyakit, lama hari rawat, penggunaan ICCUdan jumlah stent, sedangkan kelas perawatan, jumlah oklusi pembuluh darah dan kasuselektif tidak berpengaruh terhadap total biaya perawatan.Kata kunci:Percutaneous Coronary Intervention, Cost of Percutaneous Coronary Intervention,Hospital PCI cost, stent jantung
Percutaneous Coronary Intervention is a nonsurgical intervention procedure byusing a catheter to dilate or open coronary vessels that are narrow with balloons andfollowed by stent replacement to keep blood vessels open. The process of narrowing ofthese coronary arteries can be due to the process of atherosclerosis or thrombosis. PCI isan procedure that is relatively expensive. It is related to the human resources involved,the consumabled used and the used of medical devices. This study aims to analyse thefactors associated with patient care costs with PCI procedure at Fatmawati GeneralHospital. This cross sectional study was conducted quantitatively through hospitalinformation system, billing and unit cost, and qualitatively through in-depth interview.The results show that the average cost for PCI procedure at Fatmawati General Hospitalin 2017 was Rp53,629,532 and the largest cost component of total PCI cost was the costof PCI intervention measure of 82,8%. The statistic results showed that the variablesseverity level, length of stay, use of ICCU and number of stents are correlated with totalcosts of procedure PCI, but variable room class, blood vessel occlusion and electivecases is not correlated to total cost of PCI.Keywords:Percutaneous Coronary Intervention, Cost of Percutaneous Coronary Intervention,Hospital PCI cost, Coronary stent.
Read More
B-1977
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gerald Parulian Sitompul; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Amila Megraini, Purnawan Junadi, Sontang Simamora
B-1080
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Nyoman Rudi Susantha; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Puput Oktamianti, I Nyoman Gede Anom, A. A. Ngurah Budiarta
Abstrak: Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yangberhubungan dengan kepuasan terhadap imbal jasa medis dokter di Rumah SakitSanjiwani Gianyar.Methode: Penelitian observasional ini menggunakan methode potong lintangmelalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Responden kuantitatif adalah 75orang dokter umum dan dokter spesialis yang memenuhi kriteria inklusi sudahmenerima jasa medis minimal tiga kali. Informan penelitian terdiri dari DirekturRSUD Sanjiwani, Wadir Pelayanan, Wadir Umum, Wadir Keuangan Kepala KMF,Ketua Tim Jasa Pelayanan, Kepala KSM Bedah, Kepala KSM Neurologi, KepalaKSM Interna, Kepala KSM Pediatri total berjumlah 11 orang.Hasil: Lima elemen imbal jasa medis yang diteliti diantaranya: besar jasa medis,cara pembagian jasa medis, waktu pembagian jasa medis, kesesuaian jasa medis,serta perbandingan jasa medis yang diterima dengan rumah sakit lainnya. Hasilpenelitian menunjukkan adanya hubungan antara sistem pembagian jasa medis,komunikasi dan kepemimpinan, dengan kepuasan terhadap imbal jasa medis dokter(p<0.05).Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu perbaikan dalam hal besarjasa medis, cara pembagian jasa medis, pola kepemimpinan yang mengayomidokter, mampu mengadvokasi pihak Owner, transparansi dalam segala bidang,mampu membangun komunikasi ke owner dan ke pihak dokter, dalam upayameningkatkan kepuasan dokter terkait imbal jasa medis dokter di rumah sakit.Kata kunci: Jasa Medis, Komunikasi, Kepemimpinan, Kepuasan.
Read More
B-2026
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Hidayah; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Purnawan Junadi, Wachyu Sulistiadi, Tri Erri Astoeti
Abstrak:

Depkes Rl menyatakan bahwa penyakit pulpa dan kerusakan tulang periapikal masih menjadi masalah, karena dari pantauan penyakit gigi dan mulut psnderita yang berkunjung ke rumah sakit menunjukkan bahwa kaxics gigi sebanyak l7,22% dan penyakit pulpa serta periapikal sebanyak 38,83%. Hal ini tidakjauh berbeda dengan data dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang tahun 2006 bahwa dari kasus penyakit gigi dan mulut di Kota Tangerang penyakit pulpa dan nekrosis periapikal scbanyak 39,4%. Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mcmatuhi standar profesi dan menghomnati hak pasien. Dalam situasi apapun tenaga dolcter, selaku tenaga kesehatan pofesional, merupakan tenaga inti yang bertanggung jawab atas pelayanan medis yang dilakukannya. Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Puskesmas, dokter gigi diharapkan dapat bekerja secara profesional dalam memberikan pelayanan gigi dan mulut kepada masyarakat untuk memelihara kesehatan maupun pengobatan gigi. Bcrdasarkan hal tersebut, maka penulis berminat untuk meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan dokter gigi terhadap standar pelayanan medis pcngobatan nekrosis pulpa di Puskesmas Kota Tangerang. Penelitian ini menganalisis hubungan sejumlah faktor-faktor intemal yang terdiri dari umur, jenis kelamin, Iama kcuja, pengetahuan, pelatihan, pcrsepsi, motivasi dan sikap, serta sejumlah thktor-faktor ekstemal yang terdiri dari sax-ana, komitmen pimpinan dan beban kerja yang dinilai mempengamhi kepatuhan dokter gigi terhadap standar pelayanan medis pengobatan nekrosis pulpa. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang dirancang dengan metode cross sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer yang diperoleh dari observasi dan penyebaran kuisioner kepada responden yaitu sebanyak 35 doktcr gigi di Puskesmas yang ada di Kota Tangerang. Penelitian ini mcnggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis membuktikan bahwa pada faktor intemal hanya variabel masa kexja dan motivasi, sedangkan pada faktor ekstemal hanya variabel beban kerja yang mempunyai hubungan signifikan dengan kepatuhan dokter gigi terhadap standar pelayanan medis pengobatan nekrosis pulpa. Pada analisis multivariat variabel independen yang mcmiiiki hubungun paiing dominan dengan kepatuhan adalah motivasi. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk memotivasi dokter gigi agar mematuhi standar yang sudah ada dengan cara memberikan perhatian dan penghargaan kepada dokter gigi yang sudah melaksanakan standar pelayanan medis dengan baik. Seiain itu, perlu menambah personil dokter gigi untuk beberapa Puskesmas yang beban ke|janya relatif oukup tinggi sehingga beban kerja dokter gigi tidak terlalu tinggi dan dapat mematuhi standar pelayanan medis. Disamping itu, Dinas Kesehatan perlu memerhatiknn faktor sarana yang ada di tiap-tiap Puskesmas sebagai upaya memberikan rangsangan bagi dokter gigi umuk dapat belcexja dengan baik dan dapat mematuhi standar yang ada.


Depkes RI state that pulp disease and periapical bone damage still become problems, because 'fiom monitoring of tooth and mouth disease, patient that visited hospital shows tooth caries is 17.22% and pulp disease and periapical is 38.83%. It was not significantly different with Health Depanment Tangcrang City at 2006 that pulp and periapical nccroscs fiom tooth and mouth cases in Tangerang City are 39.4%. Health staff in conducting their task obliged to obey profession standard and respecting patients’ right. ln any situation, doctor as professional health staf£ is the core that responsible for medical service he gave. in conducting health service in Puskesmas, dentist hoped to work professionally in giving tooth and mouth services to public for maintaining health and tooth medication. Based on it, writer interested to research factors that affecting dentist compliance toward medical service standard of necroses pulp medication in Puskesmas Tangerang City. This research is analyzing relation of some intemal factors that consist of age, gender, work length, knowiedge, training, perception, motivation and attitude; also some extemal factors that consist of medium, leadership commitment and work responsibility that assessed affecting dentist obedient toward medical service standard of pulp necroses medication. This research is quantitative research designed by cross sectional method. Data used is secondary data and primary data that obtained from distributing questioner to 35 dentists in Puskwmas Tangerang City. This research is using analysis of univariate, bivariate and multivariate. Analysis result shows that intemal factors were only work length and motivation, while extemal factors was only work responsibility has significant relation with dentist compliance toward medical service standard of pulp necroses medication. On multivariate analysis of independent variable that has the most dominant relation with compliance is motivation. From this research suggested to Health Department Tangerang City to motivate dentist so that comply with available standard by giving attention and appreciation to dentist that already implementing good medical service standard. Besides, Health Department requires paying attention toward available medium factor in each Puskesmas as effort to encourage dentist work better and comply with available standard.

Read More
B-1009
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hesti Hamdanah Octa Viapin; Pembimbing: Wiku Bakti Asisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Nuryanih Ns.
Abstrak: Perawat memiliki peran yang sangat penting dalam perawatan paliatif sepertipenapisan. Penapisan perawatan paliatif dilakukan untuk mengetahui pasien kankeryang membutuhkan perawatan paliatif. Penapisan perawatan paliatif di RSUPFatmawati belum berjalan dengan baik. Pada bulan Juni 2016, terdapat pasien kankersebanyak 99 orang, tetapi tidak ada satupun pasien kanker yang dilakukan penapisanperawatan paliatif oleh perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilakuperawat terhadap penapisan perawatan paliatif pada pasien kanker di Instalasi RawatInap Teratai RSUP Fatmawati. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktorindividu (pengetahuan), faktor organisasi (pelatihan, kebijakan rumah sakit, saranaprasarana dan pengawasan) dan faktor psikologis (persepsi) mempengaruhi perawatdalam melakukan penapisan perawatan paliatif. Setiap variabel dalam faktor tersebutmemiliki masalah masing-masing terkait dengan penapisan perawatan paliatif. Olehsebab itu, perlu diadakannya perbaikan pada setiap variabel untuk meningkatkanmutu pelayanan perawatan paliatif di RSUP Fatmawati.
Kata Kunci : Penapisan perawatan paliatif, kanker, perilaku.
Read More
S-9271
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lely Nurlely; Pembimbing: Dina Fitriningsih
B-680
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive