Ditemukan 34752 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
<abstrak< b="">Perawatan saluran akar gigi (endodontik) merupakan salah satu jenis perawatan dalam bidang kedokteran gigi. Jenis perawatan ini memerlukan beberapa kali kunjungan untuk menuntaskan rasa sakit dan keluhan yang dialami seorang pasien, agar gigi dapat berfungsi kembali. Kemauan pasien untuk menjalani tahapan terapi saluran akar gigi hingga tuntas merupakan hal yang sering menjadi kendala. Tesis ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku menuntaskan perawatan akar gigi pada pasien dewasa di Lakesgilut TNI AU, yang meliputi gambaran perilaku menuntaskan, gambaran faktor pemudah, pemampu dan penguat, hubungan ketiga faktor tersebut dengan perilaku menuntaskan serta faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi.
Penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menuntaskan perawatan saluran akar gigi, yang kebanyakan terdiri dari pasien wanita, berusia > 48,5 tahun, berpendidikan tinggi, dengan pekerjaan ibu rumah tangga atau tidak bekerja, memiliki pengetahuan tentang gigi yang tinggi serta sikap yang mendukung perawatan. Pada analisis bivariat, hanya faktor sikap yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi, dengan nilai p sebesar 0,039, dengan OR 2,439 (95% CI: 1,114 ? 5,339) atau dengan kata lain pasien bersikap mendukung perawatan saluran akar gigi berpeluang menuntaskan perawatan sebesar 2,4 kali dibanding yang tidak bersikap mendukung.
Pada analisis multivariat, faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi adalah sikap pasien dan jumlah kunjungan yang diperlukan untuk perawatan saluran akar gigi. Sikap pasien memiliki nilai p 0,030 dengan OR = 2,543 dan jumlah kunjungan memiliki nilai p sebesar 0,010 dengan OR = 0,294.
ABSTRACT
Dental root canal treatment (endodontics) is the one of treatment in the field of dentistry. This type of treatment requires multiple visits to complete and complaints of pain experienced by a patient, so that the teeth can function again. Patient's willingness to undergo root canal treatment stages to completion is often a constraint.
This thesis explores the factors associated with behavioral treatment completed dental roots in adult patients in Lakesgilut Air Force, which includes the description of complete behavior, predisposing factors, enabling factors and reinforcing factors, the relationship of these three factors with behavioral and completed the most dominant factor the complete behavior of root canal treated teeth. The research used in this thesis is a descriptive quantitative research design.
The results of univariate showed that most patients complete dental root canal treatment, which consisted mostly of female patients, aged> 48.5 years old, highly educated, with housewives work or do not work, have a high knowledge of dental and supportive attitude treatment.
In the bivariate analysis, only attitudinal factors that have a significant relationship with behavioral completed root canal treatment, with a p value of 0.039, with OR of 2.439 (95% CI: 1.114 to 5.339) or in other words being supportive patient care likely to complete the root canal care by 2.4 times compared to that not being supportive.
In the multivariate analysis, the factors significantly associated with behavioral completed root canal treatment is the attitude of the patient and the number of visits required for dental root canal treatment. Attitude has a p-value of 0.030 patients with OR = 2.543 and the number of visits has a p value of 0.010 with OR = 0,294.</abstrak<>
ABSTRAK Penelitian ini bertujuau untuk mengetahui gambaran kinerja bidan di desa (bides) dan faktor-falctor yang berhubungan dengan kinerja bidan di desa dalam pelayanan kebidanan program JPKMM di'Kabupaten Aceh Selaian tahun 2007. Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan kuautitatif dan dianalisa secara univariat, bivariat dan multivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bides yang bertugas di wilayah Aceh Selatan tahun 2007 berjumlah 117 orang dan yang menjadi sampel adalah bides yang sudah bertugas minimal 1 tahun pada bulan Agustus 2006 berjumlah 104 orang. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar kinerja bides dalam pelayanan kebidanan program JPKMM di Kabupaten Aceh Selatan tahun 2007 kurang (56%), Faktor yang dominan berhubungan dengan kinerja adalah pesaing, pembiusan, pengetahuan dan motivasi. Faktor yang tidak berhubungan dengan hides adalah umur, status pernikahan, status kepegawaian, domisili, jumlah desa, sikap, imbalan, kemampuan dan pendidikan. Perlu adanya bememtaan pembinaan kepada bides dan memberikan penghargaan kepada Bidan untuk meningkatkan motivasi bidan di desa dalam melakukan pelayanan kebidanan program JPKMM.
ABSTRACT This Research aimed to find out the picture of village midwife performance and what factors that related to village midwife performance in midwifery service of program JPKMM in Aceh Selatan District, year 2007. This Research was done by a cross sectional method with quantitative approach and imivariate, `bivarite, multivariate analyzed. The Population was all village midwives in Aceh Selatan District in 2007 amormt to l 17 people and that become sampel was village midwife. Researches Result shows a large part of village midwife performances in midwifery service of program JPKMM in Sub-Province of Aceh Selatan year 2007 less (56%), Dominant Factor relaters to village midwife performance aria: competitor, supervision, knowledge and motivation. Factors which unrelated to village midwife performance are : age, marriage status, employe status, domicile, amount village, attitude, reward, ability and education. Must existence of supervision generalization to village midwife and give reward to village midwife to improve village midwife motivation in conducting service of program midwifery JPKMM.
Berdasarkan Survey Dasar Kependudukan Indonesia (SDKI) Pada tahun 2002- 2003 AKI sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup, Hal ini menunjukan AKI di Indonesia masih tinggi salah satu penyebabnya adalah komplikasi dan resiko tinggi kehamilan yang dapat dicegah melalui pemantauan antenatal dengan pemeriksaan kehamilan serta memberikan pelayanan rujukan bagi kasus resiko tinggi yang dapat menekan angka kematian sampai 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang kinerja petugas KIA puskesmas pembantu dalam pelayanan Antenatal dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas KIA tersebut, serta faktor yang paling dominan berhubungan dengan kinerja petugas KIA puskesmas pembantu. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Agam dengan rancangan penelitian cross Sectional. Sampel penelitian adalah semua petugas KIA puskesmas pemhantu yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Agam yang berjumlah 115 orang. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara bivariat dan multivariat Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan variabel independen dengan variabel dependen dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik untuk melihat faktor yang paling dominan. Hasil penelitian menunjukan 55.7% kinerja petugas KIA puskesmas pembantu di Kabupaten Agana kurang dan 44.3% mempunyai kinerja baik, dan hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara status perkawinan, motivasi dengan kinerja serta analisis multivariat menunjukan bahwa status perkawinan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kinerja. Penelitian ini menyarankan agar dinas kesehatan Kabupaten Agam dan puskesmas dalam memberikan pembinaan kepada petugas KIA puskesmas pembantu dengan kinerja kurang khususnya tentang memeriksa glukosa urine atas indikasi, memeriksa urine untuk test protein atas indikasi, mengukur suhu, menganjurkan ibu buang air kecil sebelum memeriksa kehamilan, mencuci tangan sebelum memeriksa kehamilan.
Indonesian Health Demogaphy Base Survey (SDKI) in 2002-2003 showed that Maternal Mortality Rate (AKI) was 307 per 100.000 life birth. This indicated that AKI in Indonesia is still high compared to The National target, due to complication and high risk pregnancy that are preventable through proper antenatal monitoring and earlier pregnancy cheek up and delivering referal care for high risk case in order to repress mortality rate until 80%. This research is aimed to describe KIA’s officer job performance at assistant community health center in performing antenatal care and to explore factors related to KlA'S officer job performance, and the most dominant motor related to KIA oiiicer job performance at servant community health center. This research was conducted in Agam District region with cross sectional's design. The sample were all KIA’s oticer of servant community health center in Agam District Health office region with l 15 omcers. Data were analyzed in univariat, bivariat, and multivariate way. The bivariate analysis used chi square test to explore the correlation between independent and dependent variable and multivariate analysis used logistic regression test to explore the most dominant factor. The result show that 55,7% KIA oiiicer job performance is improper and 44,3% is good, and the analysis showed that there are significant correlation between marital status and job performance and between motivation and job performance. The multivariate analysis showed that marital status was the most dominant factor related to job performance. This research suggests Agam District health o&ice and community health center to develop a training for KIA otlicers of cervant community health center with improper job performance, particularly about testing urine glucose on indication, checking urine for protein test on indication, measuring tempemtme, washing hand before checks pregnancy.
