Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33601 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irianny Pudjiastuti; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, HM. Hafizurrachman, Derita Situmorang
B-907
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yohanes Yanson Purnawaqn; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Budi Hartono
B-1616
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Maryam; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: M. Hafizurrachman, Amila Megraini, Yuli Prapancha Satar
Abstrak:

Pentingnya pemahaman tentang konsumen dalam pemasaran telah dikembangkan yaitu para pemasar berusaha memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran. Konsep perilaku konsumen adalah interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku dan lingkungannya dimana manusia melakukan kegiatan pertukamn dalam hidup mereka. Prinsip-prinsip dan riset perilaku konsumen dapat mambantu pengambilan keputusan manajerial salah satunya pada bidang pengembangan bauran pemasaran. Medical Check Up merupakan satu produk pusat layanan kesehatan yang memiliki dua jenis kegiatan yaitu kegiatan intemai dan kcgiatan ekstemal. Kegiatan intemal adalah pemeriksaan penunjang medis lengkap didukung oleh pemeriksaan medis, sedangkan kegiatan eksternal adalah berupa pemasaran ke perusahaan dan publik yang ingin menjaga diri terhadap kemungkinan penyakit. Lengkap dan akurat pelayanan Medical Check Up sering digunakan dalam upaya promosi suatu rumah sakit sehingga diharapkan dapat menjaring lebih banyak konsumen dalam penggunaan fasilitas kesehatan lainnya di rumah sakit tersebut. Unit Medical Check Up Rumah Sakit PMI Bogor berdiri sejak pertengahan tahun 2003, yang pada saat itu telah didahului 2 rumah sakit swasla lainnya di Kota Bogor. Dari data kunjungan pada tahun 2005 dapat diketahui bahwa tezjadi penurunan penjualan dari pelanggan pribadi sebesar 29,l% jika dibandingkan tahun sebelumnya hal ini berakibat penurunan pendapatan rumah sakit sebesar 5,2 % dari total pendapatan unit Medical Check Up pada tahun 2005. Oleh karena itu dilakukan pcnclitian yang bcrtujuan mcngctahui gambaran perilaku pelanggan pribadi dalam pengambilan keputusan berdasarkan bauran pemasaran di Unit Medical Check Up Rumah Sakit PMI Bogor. Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif dengan metode Rapid Asessment Procedure (RAP) untuk meneliti dampak dari sistem pemasaran pelayanan kesehatan terhadap perilaku pelanggan dalam pengambilan keputusan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pelanggan pribadi datang karena adanya motivasi ingin mendeteksi kesehatan baik untuk melengkapi persyaratan rnelanjutkan sekolah, mencari pekerjaan atau untuk mendapatkan saran pengobatan yang teramh. Selanjutnya mereka mencari infoxmasi secara luas terutama infonnasi dari mulut ke mulut, beberapa atribut yang membentuk sikap positif yaitu produk yang ditawarkan dalam hal ini manfaat dan kemasannya , orang-orang yang memberikan pelayanan yang cepat, ramah dan profcsional, serta bukti fisik sebagai penunjang pcmcriksaan pelayanan baik tata ruang, kclengkapan alat penunjang medis atau suasanya di lingkungan unit Medical Check up. Selanjutnya adalah proses pengintegrasian dari sikap pelanggan pribadi adalah mernilih bukti Hsik yang ada di Unit Medica! Check Up Rumah Sakit PMI Bogor terutama karena kelengkapan alat medis yang tersedia. Pengalaman yang dirasakan setelah melakukan pemeriksaan sebagian besar adalah baik dan merasakan kepuasan karena mendapatkan pelayanan yang sesuai atau lebih dari yang diharapkan. Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan upaya promosi tidak hanya menginfommasikan keberadaannya tetapi juga kearah edukatif , kecendemngan pemilihan dan pembelian yang tidak terlepas dari pengembangan bauran pemasaran lairmya dan dengan cara pendekatan psikologis internal yang menyertai proses pengambilan keputusan.


 

The importance of understanding clients in marketing effort is developed that the marketers are trying to satisfy the needs and wants of the target market. Client behavior concept is a dynamic interaction between affection and cognition, as well as behavior and environment in where men perfonning the activity of exchange in their lives. The principle and research of clients? behavior may help taking a managerial decision of which is the development of marketing. Medical check-up is a product of health center which has two types of activity, that is, internal and extemal ones. lntemal activity is a complete medical supports inspection followed by medical inspection. While extemal activity is performing marketing to corporate and public intending to protect themselves from possible diseases. The completeness and accuracy of Medical Check Up services are often used in promoting a hospital and expected to gain more clients to use the health facilities available in it. Medical Cheek Up unit of PMI Bogor Hospital was established in mid 2003. At that time, two hospitals in the city of Bogor have already set up. From the visitor?s data in 2005, it is known that there was a decrease in personal clients market of 29,1% compared to the previous years. This makes a decrease in hospital income of 5,2% ofthe total revenue of Medical Check Up unit in 2005. Therefore, a research is conducted in order to know the all about of personal clients? behavior in making a decision based on marketing mix of Medical Check Up Unit of PMI Bogor Hospital. This research uses qualitative approach with Rapid Assessment Procedures (RAP) method in order to know the effect of marketing system of the health center to clients? behavior in taking a decision. Based on the research it is concluded that personal clients come in because they want to check their health both to complete the requirement to continue study, find a job or seek for medical advices. Further they are looking for information in wide scope mainly mouth to mouth information, some attributes which are positive in benefit and package, people who make good, fast and professional services, as well as physical evidences which support the services (lay out, medical equipment, and surroundings in Medical Check Up Unit). Further, integration process in personal clients is selecting physical evidences available at the unit in the hospital, particularly the completeness of medical support in the premises. Experiences gained when receiving medical services is mostly due to satisfaction from the good services as expected. It is suggested that the hospital can improve the promotion efforts by not only informing its existence but also for education. The tendency of selecting and using the services are due to the creation of other marketing mix and intemal psychological approach following the process of decision making.

Read More
B-957
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isnani Dewi Saefina; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Pratiwi Andayani
S-9613
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desmawati; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Peter Pattinama, M. Hafizurrahman, Kemala Rita
Abstrak: Tenaga perawat di rumah sakit menjadi sangat penting sebagai salah satu sumber daya yang dapat meningkatkan profesionalisme dan citra rumah sakit. Untuk itu diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan mutu keperawatan melalui peningkatan mutu SDM keperawatan. Penelitian dilaksanakan di RSUP Fatmawati dengan metoda penelitian kualitatif. Dimana data sekunder diperoleh dari telaah dokumen, sedangkan data primer diperoleh melalui Focus Group Disscussion terhadap perawat pelaksana dan wawancara mendalam terhadap pihak manajemen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pola pengembangan karir perawat di RSUP Fatmawati yang sesuai dengan peran dan fungsinya. RSUP Fatmawati memiliki tenaga keperawatan sebanyak 619 orang dengan karakteristik 24,07% berada pada kelompok umur 36 ? 40 tahun, 42,49% memiliki masa kerja 11 ? 20 tahun, 64,5% latar belakang pendidikan D-III, 90,14% merupakan tenaga PNS, serta 85,79% merupakan tenaga keperawatan wanita. Mekanisme pengembangan tenaga keperawatan di RSUP Fatmawati mencakup kegiatan orientasi terhadap tenaga baru selama 6 bulan, mutasi, promosi, pendidikan dan pelatihan. Berdasarkan hasil FGD dan Wawancara mendalam diperoleh gambaran pola jalur karir tenaga keperawatan di RSUP Fatmawati yang sesuai dengan peran dan fungsinya terdiri atas 4 kategori yaitu PD (PD) yang terdiri dari 5 level yaitu PD I - PD V, PM (PM) yang terdiri dari PM I - PM V, perawat klnik (PK) yang terdiri dari PK I - PK VI serta PP (PP) yang meliputi PP I - PP IV.
Kata kunci : Perawat, Jalur Karir
Medical nurse in hospital turns into importance since it becomes as one of resource which can improve professionalism and hospital image. So that any efforts to develop nursing quality, one of them through development of nursing human resouces. This research was held in RSUP Fatmawati using method of qualitative research. Where secondary data obtained from study about documents and primary data obtained through Focus Group Disscussions for nurses and Detailed Interviews. And the purpose of the research is to identify nursing career development pattern in RSUP Fatmawati considering its functions and roles. RSUP Fatmawati has nursing employee 619 people with characteristic : 24,07% of medical nursing is on a group of 36 to 40 years, having longest working periode is in group 11 to 20 years of age 42,49%, having D-III background 64,5%, 90,14% represent state officers, and female medical nursing 85, 79%. The mechanism in developing medical nursing in RSUP Fatmawati includes activities such as: orientation for new worker in 6 months, mutation, promotion, education, and also training. Pursuant to FGD result and detailed interview, obtained a picture of medical nursing career pattern in RSUP Fatmawati which is base on role and function, consist of 4 (four) categories; that is: educator nurse (PD) consist of 5 levels , that is PD I - PD V, manager nurse (PM) consist of PM I - PM V, clinical nurse (PK) consist of PK I - PK VI and research nurse (PP) consist of PP I - PP IV.
Keyword : Nurse, career pattern
Read More
B-853
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Benny Patuwo; Pembimbi: Amila Megraeni; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Yuli Prapanca Satar
B-872
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarwati; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Yawestri Pudjiati, Andi Julia Rifiana
B-1624
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evindiyah Prita Dewi; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: M. Hafizurrachman, Budi Hidayat, Derita Situmorang
B-901
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anindya Dwita; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Budi Hartono, Amila Megraeni
Abstrak:

Laporan keuangan merupakan sumber informasi keuangan rumah sakit yang digunakan oleh manajer rumah sakit untuk mempelajari dan mengevaluasi hasil-hasil yang dilakukan rumah sakit dari masa lampau hingga saat ini.Laporan keuangan harus disusun dan dianalisa berdasarkan standar tertentu sehingga data yang dihasilkan lebih valid dan dapat digunakan oleh pihak manajemen rumah sakit sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Kendala yang dihadapi unit keuangan RS. RSM menyebabkan penyusunan dan analisa terhadap laporan keuangan terhambat, sehingga manajemen kekurangan informasi yang digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini melakukan analisis terhadap laporan keuangan RS. RSM di Mataram periode tahun 2009-2011. Analisis yang dilakukan adalah Analisis Vertikal, Analisis Horisontal, Analisis berdasarkan Indikator BLU RS Pemerintah. Hasil yang diperoleh menyoroti sejumlah hal yang perlu diketahui oleh manajer non keuangan dari laporan keuangan, seperti sumber pendapatan, sumber pembiayaan, laba rugi keuangan rumah sakit. Posisi aktiva, posisi pasiva dan posisi ekuitas rumah sakit yang dapat digunakan untuk kegiatan operasionalnya. Melalui analisis indikator BLU RS. Pemerintah, RS. RSM dinyatakan Sehat dengan kategori AA, yang artinya masih ada beberapa indikator yang harus mendapat perhatian lebih yaitu ROI, Collection Period, dan TATO. Bagi RS. RSM sebaiknya mulai secara rutin melakukan analisis terhadap laporan keuangan sehingga memiliki suatu dasar dalam pembuatan keputusan. Kata Kunci : Laporan Keuangan Rumah Sakit, Analisa laporan keuangan Daftar bacaan : 38 (1991 –2012).


 Hospital Financial Statements is asource of financial information used by hospital managers to study and evaluate the outcomes of the hospital performance  from  past  to present. Financial Statements should be compiled and analyzed according to certain standards for the resulting data should   more valid and could be used  by the hospital management as a basis for decision making. Constraints faced by the financial unit of the RS. RSM led to a hampered of the preparation and analysis of financial statements, caused  the lack of management information used as a basis for decision making. This study conducted an analysis of hospital financial statements of RS.RSM in Mataram  for period 20092011. The analysis performed  are Vertical Anaysis, Horizontal Analysis, and  Ratio Analysis based on Financial Health Iindicators from Indonesia Department of Health. The results highlight a number of things that need to be known by non-financial managers  from the financial statements, such as sources of income, sources of financing, hospitals’s profit,  assets position, liabilities and  equity position that can be used for its operations. Through the Ratio Analysis from Health Department, RS. RSM otherwise healthy with AA category, which mean there are still some indicators that should receive more attention, such as ROI, Collection Period, Inventory Turnover and TATO. For hospital managers. RSM financial statementsshould be linked with the medical services performance to produce a better KeyWords : Hospital financial statemenst, financial statements analysis. Number of books : 38 (1991 –2012)

Read More
B-1407
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erita Fitri Surbakti; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Prastuti Soewondo, Pujiyanto, Alvina Rubianti, Doni Arianto
Abstrak: Percutaneous Coronary Intervention (PCI) adalah suatu tindakan intervensi nonbedah dengan menggunakan kateter untuk melebarkan atau membuka pembuluhkoroner yang menyempit dengan balon dan dilanjutkan dengan pemasangan stent agarpembuluh darah tetap terbuka. Proses penyempitan pembuluh darah koroner ini dapatdisebabkan proses aterosklerosis atau thrombosis. PCI merupakan suatu tindakan yangbiayanya relatif mahal. Hal ini terkait dengan sumber daya manusia yang terlibat, bahanhabis pakai yang digunakan dan penggunaan alat-alat medik. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis faktor-faktor yang terkait dengan biaya perawatan pasien dengantindakan PCI di RSUP Fatmawati. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectionaldengan pendekatan kuantitatif melalui telaah data Sistem Informasi Rumah Sakit(SIRS), billing dan unit cost dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya perawatan untuk tindakan PCI diRSUP Fatmawati pada tahun 2017 adalah sebesar Rp53.629.532, dan komponen biayaterbesar dari total biaya perawatan tindakan PCI adalah biaya tindakan intervensi PCI,yaitu 82,8%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadapbiaya perawatan adalah tingkat keparahan penyakit, lama hari rawat, penggunaan ICCUdan jumlah stent, sedangkan kelas perawatan, jumlah oklusi pembuluh darah dan kasuselektif tidak berpengaruh terhadap total biaya perawatan.Kata kunci:Percutaneous Coronary Intervention, Cost of Percutaneous Coronary Intervention,Hospital PCI cost, stent jantung
Percutaneous Coronary Intervention is a nonsurgical intervention procedure byusing a catheter to dilate or open coronary vessels that are narrow with balloons andfollowed by stent replacement to keep blood vessels open. The process of narrowing ofthese coronary arteries can be due to the process of atherosclerosis or thrombosis. PCI isan procedure that is relatively expensive. It is related to the human resources involved,the consumabled used and the used of medical devices. This study aims to analyse thefactors associated with patient care costs with PCI procedure at Fatmawati GeneralHospital. This cross sectional study was conducted quantitatively through hospitalinformation system, billing and unit cost, and qualitatively through in-depth interview.The results show that the average cost for PCI procedure at Fatmawati General Hospitalin 2017 was Rp53,629,532 and the largest cost component of total PCI cost was the costof PCI intervention measure of 82,8%. The statistic results showed that the variablesseverity level, length of stay, use of ICCU and number of stents are correlated with totalcosts of procedure PCI, but variable room class, blood vessel occlusion and electivecases is not correlated to total cost of PCI.Keywords:Percutaneous Coronary Intervention, Cost of Percutaneous Coronary Intervention,Hospital PCI cost, Coronary stent.
Read More
B-1977
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive