Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32733 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Edy Suryawan Purba; Pembimbing: Tris Eryando, Toha Muhaimin; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Hasnawati, Sugito
Abstrak: Secara geografis Indonesia memang berada pada daerah yang rawan bencana, seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, angin topan, kekeringan, hama penyakit dan epidemi. Disamping itu beberapa bencana yang lain dapat terjadi karena akibat kelalaian atau kesalahan dalam pengelolaan sumber daya dan lingkungan, contohnya kebakaran hutan atau pencemaran lingkungan, kecelakaan transportasi dan kegagalan teknologi. Salah satu bencana yang sering pula terjadi di berbagai daerah adalah kerusuhan sosial yang disebabkan antara lain karena kemiskinan, konflik budaya, ketidak adilan dalam pembagian sumber daya, kesenjangan sosial ekonomi, adanya perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) atau karena adanya intervensi negara lain. Penanggulangan masalah kesehatan yang timbul akibat bencana tersebut dapat secara cepat dan tepat dilakukan apabila didukung oleh informasi yang cepat, tepat dan akurat. Untuk mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan akurat tersebut perlu dikembangkan suatu sistem informasi agar dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat dalam melakukan intervensi. Tujuan pengembangan sistem ini adalah terbentuknya sistem informasi akibat bencana untuk pengambilan keputusan yang tepat dalam penanggulangan masalah kesehatan. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan adalah pendekatan siklus hidup pengembangan sistem (System Development Life Cycle) yang terdiri dari perencanaan sistem dan analisa kelayakan, analisis terhadap sistem, desain sistem dan implementasi sistem. Perencanaan sistem dilakukan untuk mengidentifikasi peluang pengembangan sistem. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi, teknis dan organisasi Sistem Informasi Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana di Departemen Kesehatan Republik Indonesia berpeluang untuk dikembangkan. Perancangan sistem yang disusun adalah dengan rancangan basis data dengan rancangan keluaran dalam bentuk tabel dan rancangan masukan adalah berupa formulir pelaporan. Beberapa keunggulan dari sistem yang dikembangkan adalah menggunakan formulir dan manajemen basis data dalam entry data, menggunakan cara otomatis, lebih terstruktur dan prosesnya cepat dalam hal pengolahan data, laporan dapat dicetak langsung dan penyajian data dalam bentuk tabel. Sedangkan kekurangan dari sistem yang dikembangkan adalah masih perlu adanya pengembangan lebih lanjut dan belum terujinya sistem pada tahap implementasi di Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Disarankan perlu adanya kebijakan pendukung dalam mengatur pelaksanaan Sistem Informasi Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana, baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, termasuk mekanisme umpan balik dan pengawasan secara berkesinambungan sehingga proses pelaporan kegiatan upaya penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana dapat berjalan dengan baik. Kata Kunci : SIB-PMK
Geographically, Indonesia indeed, lies on high-risk natural disaster, like earthquake, tsunami, landslide, flood, typhoon, drainage and epidemic diseases. Besides, there are other disasters might happen due to the awareness and failure in managing natural resources and environment, such as, haze, environment pollution, traffic accident and technology failure. One of disasters that often occurred in some region is social riot, caused by poverty, culture conflict, injustice in natural resources distribution, social economic gap, different ethnic, religion and races or the intervention of other countries. Health crisis response caused by those stated disasters can be handled quickly and accurately if it is supported by quick, accurate and exact information. In order to gain the quick, accurate and exact information above, it is necessary to develop information system that can be applied as the base of the appropriate decision making in conducting the intervention. The aim of the development of system is to form disaster information system to make an appropriate decision in responding to health crisis. The system development methodology applied is the approach System Development Life Cycle which consists of planning system and visible analysis, analysis toward system, system design and system implementation. Information system is conducted by identifying the opportunity of system development. Based on the analysis of economic visibility, techniques and organization Information System for Health Crisis Response Consequence of Disaster in Ministry of Health, Republic of Indonesia, may still be further developed. Designing system is organized by data based design output design in table and input design in report form. Some advantages of system developed are the use of form and data base management in data entry, use automatic will be more structured and quick process in data processing, report can be directly printed and data developed in table. Meanwhile, the constraint from the developing system is it is still needed to be further developed and has not been justified in implementation stage in Health Provincial Office and Health District Office. It is advisable that there is a supporting policy in regulating the implementation Information System for Health Crisis Response Consequence of Disaster, both in province and district, including feedback mechanism and sustainable control so that the reporting process of health crisis response of disaster can be operated well. Key words : SIB-PMK
Read More
T-2185
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pujianingsih; Pembimbing: Meiwita P. Budiharsana; Penguji: Tris Eryando, Ahmad Syafiq, Dodo Suhendar, Edi Sutardi
Abstrak:

Bencana selalu memberikan arti merugikan. Bencana adalah suaru pcristiwa yang terjadi sccam mendadak atau tidak terencana atau secara pcrlahan tetapi bcrlanjut yang menimbulkan dampak terhadap pola kehidupan normal atau kerusakan ekosistem. Bencana seringkali menimbulkan korban masal dalam jmnlah yang relatif banyak dan perlu mendapatkan pertolongan keschatan segera dengan menggunakan sarana, fasilitas dan tenaga yang lebih dari yang tersedia sehari-hari. Secara geografis wilayah Kabupaten Bandung terletak pada wilayah yang rawan terhadap bcncana banjir. Banjir yang tejadi setiap tahunnya berpotensi memicu te1jadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular karena terganggunya layanan kesehatan masyarakat dasar dan memburuknya semua kondisi kehidupan. Frekucnsi banjir pada tahun 2004 8 kali dengan jumlah korban scbanyak 1.542 orang, tahun 2005 I0 kali dengan jumlah korban sebanyak 1.231 orang dan 2 orang diantaranya meninggal dunia. Tahun 2006 telah terjadi 3 kali bencana banjir dengan jumlah korban scbanyak 5.429 orang. Dan disertai dengan peningkatan kasus Penyakit Diarc, ISPA dan Dermatitis. Penanggulangan banjir dilakukan dengan pembcrian bantuan untuk mencegah teljadinya krisis kesehatan dengan dasar hasil pendataan yang dilakukan segera setelah informasi awal diterima mcnggunakan metode Rapid Health Assessment (RH/1), operasional mctode ini belum berjaian optimum dan output yang dihasilkan sebatas laporan kejadian banjir dan KLB penyakit. Pengembangan sistem yang dilakukan berdasarkan metode Decision Support Syszems (DSS), yaitu perencanaan, analisis sistem, perancangan sistem, uji coba protozype dan implementasi sistem, dengan memadukan konsep Data Base Management Sysrem dan aplikasi program Visual Basic menjadi kekuatan dalam Sistem Informasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Banjir (SI BANJIR). Hasil analisis sistem dapat mengidentifikasi bcsamya masaiah kesehatan yang ditimbulkan, kebutuhan untuk mengatasi masalah krisis kesehatan dan kemampuan merespon untuk penangulangan kxisis kesehatan akibat banjir. SI BANJIR didesain untuk kemudahan input data dan otomasi proses pengolahannya menj adi informasi. Output yang dihasilkan berupa peta ranggap bencana, laporan sumary kejadian bencana, tabulasi kebutuhan dan kemampuan mercspon, gmfik perkembangan korban, kerusakan sarana kesehatan lingkungan, pengungsi dan kasus penyakit. Aplikasi Sl BANJIR ini dapat menjadi alat manajcmen dalam program penanggulangan banjir, menguatkan kemampuan pada kegiatan perencanaan dan surveilans. Output yang dihasilkan dapat diiadikan informasi untuk masukan pada pengambil keputusan dalam program penamggulangan krisis kcschatan akibat banjir. SI BANJIR ini diharapkan dapat dijadikan alat bagi pengelola program dan dimungkinkan dapat dikembangkan di tempat rawan bencana lainnya.

Read More
T-2642
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cut Zyllan Zelila; Pembimbing: Besral; Penguji: R. Sutiawan, Dinarti, Ns. Sardi
Abstrak:

ABSTRAK

Kebutuhan akan data dan informasi tentang lulusan tenaga kesehatanpada Poltekkes Aceh sangat diperlukan dalam pengambilan kebijakan untukpengembangan institusi pendidikan kesehatan dimasa depan. Tujuan studi iniadalah untuk pengembangan sistim informasi penelusuran lulusan PoltekkesAceh yang nantinya dapat diakses secara online. Menggunakan pendekatankualitatif dengan metode pengembangan sistem SDLC. Penelitian dilakukanterhadap enam jurusan dibawah naungan Polekkes Aceh. Hasil penelitiandiketahui Poltekkes Aceh masih menggunakan cara manual dan semi manualdalam pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan datanya. Denganpengembangan sistim informasi ini diharapkan akan mampu membantuPoltekkes Aceh dalam melakukan penelusuran lulusannya secara online.

ABSTRACT

The need of data and information about health human resource atPoltekkes Aceh are needed in policy making for institution development healtheducation in the future. The study aims is for information system development oftracer study in Poltekkes Aceh which can be access online. Qualitative approachusing with SDLC system development method. This study is performs towardsix departments under Poltekkes Aceh. The result shows that Poltekkes Acehstill using manual method and semi manual in collect, save, and data process.With this system information development, it is hope will support PoltekkesAceh in do it’s tracer study online.

Read More
T-3949
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jumontang Manurung; Pembimbing: Pandu Riono, Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastomo, Ariani Murti, Sehat Ginting
Abstrak: Latar Belakang: Penyebab utama tingginya prevalensi tuberkulosis di Indonesia adalah cukup besarnya jumlah penduduk dan tingginya kepadatan penduduk Indonesia terutama pada beberapa daerah. Pengobatan yang cukup lama yaitu 6 – 8 bulan menyebabkan banyak penderita yang tidak menyelesaikan pengobatannya secara tuntas. Di samping itu tingkat kedisiplinan penderita tuberkulosis untuk minum obat masih rendah dan tuberkulosis menyerang orang dengan status gizi buruk dan kurang dengan kondisi fisik yang lemah. Sementara sistem pencatatan dan pelaporan tuberkulosis yang terlalu rumit dengan formulir isian sebanyak 13 formulir (TB 01 – 13) yang dilakukan secara manual sehingga besar kemungkinan terjadi kesalahan pada waktu pengisian sehingga banyak ditemukan data yang tidak lengkap. Data yang tidak lengkap bila diolah akan menghasilkan informasi yang tidak baik, sehingga informasi tersebut tidak dapat digunakan untuk menanggulangi tuberkulosis. Tujuan: Tujuan dikembangkannya sistem menjadi komputerisasi dengan pengolahan dan penghitungan secara otomatis dapat memberikan gambaran masalah tuberkulosis di Kotamadya Jakarta Timur. Metoda: Metoda yang digunakan dalam Pengembangan Sistem Informasi Penanggulangan Tuberkulosis adalah metoda Siklus Hidup Pengembangan Sistem yang terdiri dari preanalisis sistem, analisis sistem, perancangan sistem dan uji coba. Hasil: Hasil pengembangan sistem adalah terbentuknya prototipe Sistem Informasi Penanggulangan Tuberkulosis yang dapat membantu memberikan gambaran situasi an kegiatan tuberkulosis di Jakarta Timur dan memberikan gambaran yang akan dilakukan serta membantu pengelola program dalam membuat rencana kerja program tahunan. Pengembangan Sistem Informasi Penanggulangan Tuberkulosis di Kotamadya Jakarta untuk menggantikan sistem lama (TB elektronik) merupakan suatu upaya untuk mengatasi permasalahan tuberkulosis di Kotamadya Jakarta Timur. Dengan terbentuknya sistem ini, akan membantu dalam mengolah dan menganalisis data tuberkulosis menjadi informasi, seperti angka penemuan kasus baru, angka kesembuhan, angka konversi, angka kesalahan laboratorium, pola penyebaran kasus baru dan kasus dropout pada daerah yang padat penduduknya dan daerah gakin, memberikan gambaran kinerja puskesmas dan penyebaran puskesmas dalam pelayanan penderita tuberkulosis. Kesimpulan: Teridentifikasinya peluang dan kelayakan untuk pengembangan Sistem Informasi Penanggulangan Tuberkulosis. Kata kunci: TBC, Sistem Informasi TBC.
Background:The high cause of tuberculosis prevalence in Indonesia is the enough big of population number and the high density of Indonesian population especially in some of regions. The enough long treatment, 6 – 8 months cause many patients cannot settle their treatment completely. Beside that the discipline level of tuberculosis patient for drinking medicine is still low and tuberculosis attacked people with bad nutrient status and weak physical condition. While the system of recording and reporting of tuberculosis which were most complicated with registration form in number of 13 forms (TB 01 – 13) which was executed manually so that it is much possible that the mistake was happened at the time of filling and many found incomplete data. Incomplete data if it is processed, hence it will create improper information, so that said information cannot be used to prevent tuberculosis. Objective: The objective to be developed the former system becoming new system with automatic processing and calculation can give description of tuberculosis problem in East Jakarta Municipality. Methode: Method used in the development of information system of tuberculosis prevention is life cycle of system development consisting of pre analysis, planning and try out systems. Result: The result of system development is established information system prototype of tuberculosis prevention which can give description of tuberculosis condition in East Jakarta and give conducted description activity as well as help program manager in making work plan of annual program. The development of information system of tuberculosis prevention in East Jakarta for changing former system (TB electronic) represents one effort to handle tuberculosis problem in East Jakarta Municipality. With the establishment of this system, it will help in processing and analyzing tuberculosis data becoming information, such as percentage of new case invention, percentage of recovery, percentage of conversion, percentage of laboratory mistake, the path of new case distribution and drop out case and density population area and poor family (gakin) area, as well as give description of health center performance and health center distribution in servicing tuberculosis patient. Conclusion: Identification of the opportunity and feasibility for developing information system of tuberculosis prevention. Keyword: TBC, Information System of Tuberkulosis
Read More
T-2162
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masruroh; Pembimbing: Kemal Nasaruddin Siregar, Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Artha Prabawa, Sapari, Better Ridder
Abstrak:

Selama ini yang menjadi masalah di Subdit Inspeksi Produk II, Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisiona1, Kosmetik dan Produk Komplemen unt-uk kegiatan pengawasan kosmetik yang ada di peredaran adalah tidak adanya basis data kosmetik terdaftar yang lengkap dan cepat bila diperlukan sewaktu-waktu untuk proses tindak lanjut atau pemberian sanksi kepada produser distributor importir yang melanggar. Juga belum adanya basis data kosmetik yang diuji sehingga tidak ada data kosmetik yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat baik tidak memenuhi syarat mutu maupun tidak memenuhi syarat penandaan. Kegiatan pengawasan kosmetik sangat didukung oleh sistem informasi yang 1engkap, cepat dan tepat. Dengan adanya prototype sistem informasi pengawasan kosmetik di Subdit Inspeksi Produk II ini diharapkan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi selama ini. Prototype ini selain menghasilkan basis data kosmetik terdaftar, basis data kosmetik yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat, data monitoring juga dapat menghasilkan output berupa laporan hasil pengawasan kosmetik berupa indikator pengawasan untuk laporan bulanan, triwulan atau tahunan. Manfaat dari prototype sistem informasi pengawasan kosmetik ini diharapkan dapat mendukung keiancaran dalam proses pengawasan kosmetik yang ada di peredaran, yaitu di Subdit Inspeksi Produk II.


During the time becoming the problem in Sub Directorate of Inspection Product II, Directorate Inspection and Certification of Traditional Medicine, Cosmetic and Product Complement for cosmetic control on the market is the cosmetic registration of data bases inexistence, complete and quickly when needed at any times in process of follow-up action or give of sanction to the company/distributor/importer which not complying. Also there is no the cosmetic analyze data bases, so that there is no the cosmetic data for cosmetic is compliance and the cosmetic data for cosmetic is not compliance for quality requirements and also labeling requirements. Activity of the cosmetic control is very supported by complete information system, quickly and correct. With existence of information system prototype of the cosmetic control in Sub Directorate of Inspection Product II that hoped as solution for the solving of problems that happened during the time. This prototype unless produces the cosmetic registration data basis, cosmetic data basis of compliance and not compliance, monitoring data but also it can produce output the result of cosmetic control of control indicator for report every month, three months or year. Benefit of information system prototype of this cosmetic control is expected can support fluency in process of cosmetic control to the market in Sub Directorate of Inspection Product II.

Read More
T-2588
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Johari; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Tris Eryando, Milla Herdayati, Sam Askari Soemadipradja, Astuti Arifin
Abstrak:

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah upaya kesehatan masyarakat yang dilaksanakan dalam rangka pembinaan kesehatan anak usia sekolah. Anak usia sekolah (6-21 tahun) merupakan kelornpok yang sangat strategis untuk mempersiapkan generasi penerus pembangunan yang sehat, mandiri, produktif, berkualitas, tangguh dan mampu bersaing secara global tetapi juga kelompok yang rawan karena sedang mengalami masa perturnbuhan fisik yang sangat cepat dan tidak Seimbang dengan perkembangan mental dan sosialnya. Pelaksanaan Program UKS di Dinas Kesehatan Kabupaten Punvakarta berada di bawah Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar pada Bidang Pelayanan Kesehatan Dasar sesuai Pemturan Bupati Purwakarta Nomor 11 Tahun 2005 tentang Tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten Punwakarta. Hasil kegiatan UKS di Kabupaten Purwakarta berasal dari laporan hasil penjaringan dan laporan keadaan UKS, sedangkan laporan LB4 kegiatan UKS pada SP3 sesungguhnya berasal dari Iaporan penjaringan meskipun ada beberapa variabel yang berbeda. Berdasarkan pencapaian kegiatan UKS dari Standar Pelayanan Minimal tahun 2005 yaitu Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan prasekolah sebesar 74,57%, cakupan pemeriksaan kesehatan siswa SD dan setingkat oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS atau dokter kecil) sebesar 61,82% dan cakupan pelayanan kesehatan remaja sebesar SI,I7%. Angka ini masih dibawah target SPM secara nasional. Pencapaian sekolah UKS di Kabupaten Purwakarta tahun 2006 yaitu TK/RA 58,6%, SD/MI 88,8%, SMP/MTS 8l,0% dan SMA(K)/MA 870,7% sedangkan pencapaian strata/paket pelayanan UKS sekolah yang mencapai paket optimal dan paripurna masih sangat kecil yaitu berkisar 0-17,5% pada paket optimal dan O~l,8% pada paket paripuma. I-Iasil penjaringan kesehatan rnenunjukan penyakit terbesar yang ditemukan pada anak usia sekolah adalah penyakit gigi dan mulut. Metodologi yang digunakan berdasarkan 5)/stem Development Li/22 Cycle (SDLC) yang terdiri dari tahap perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi sistem/uji coba prototype. Pengumpulan data dan informasi melalui wawancara xnendalarn, telah dokumen dan obsrvasi. Unit kexja yang menjadi obyek penelitian adalah Dinas kesehatan, Puskesmas Jatiluhur, Puskesmas Campaka dan Puskesmas Plered di Kabupaten Purwakarta. Dalam penelitian ini telah dihasilkan prototipe Sistem Informasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Kabupaten Purwakarta yang diharapkan dapat membantu pelaksanaan manajemen UKS sehingga dapat meningkatkan kualitas Iaporan dan pencapaian kegiatan UKS. Pelaksanaan sistem informasi ini agar berjalan dengan baik dan berkelanjutan membutuhkan komitmen dan kebijakan yang kuat dari penentu kebijakan, aturan yang jelas tentang organisasi pelaksana, motivasi yang kuat dari pelaksana dan dukungan dana yang berkesinambungan.


Health effort at school (UKS) is a public health effort which is conducted in health training for school age children. School age children (6-21 years old) are most strategic group to prepare next generation of health development, self-supporting, productive, quality, delay and can compete globally but they are also a gristle group because they have been experiencing a high physical growth period and this is not balance with their physical growth and social. UKS program at Health Service Department in District of Purwakarta is conducted at Section of Primary Health Service in Department of Primary Health Service based on Regent Regulation of Purwakarta No. ll in 2005 concerning main duty and function of Health Department at District of Putwakarta. UKS activity result at District of Purwakarta comes from connection result report and UKS report, while LB4 report of UKS activity on SP3 comes from connection report although there are some different variables. According to UKS activity result of Minimize Service Standard in 2005 such as early detection coverage of children underfive years old and pre school children growth are 74,57%, health check coverage for Primary School children and the same level by health worker or expert (UKS teacher or young doctor) are 61,82% dan health service coverage for adult are 5l,l7%. This number is still under SPM target nationally. UKS School coverage at District of Purwakarta in 2006 included kindergarten are 58,6%, Primary School are 88,8%, Junior High School are 8l,0% and Senior High School are 87O,7%, while level coverage of UKS service at school which reached an optimal and paripurna level is still low, it is 0-115% on optimal level and 0-l,8% on paripurna level. Health coverage level indicated that the biggest disease which is found in school age children are tootle and mouth disease. This study used a System Development Life Cycle (SDLC) method which contains steps of planning, analysis, arrangement and implementation of prototype test system. Data and information was collected by in-depth interview, document study and observation. Job unit which became study object is Heath Service Department at District of Purwakarta., Primary Health Care of Jatiluhur, Primary Health Care of Campaka and Primary Health Care of Plered at District of Purwakartai This study resulted a prototype of UKS Information System at District of Purwakarta which is suggested it can help UKS management implementation so it can improve report quality and UKS activity coverage. This information system implementation is suggested can conduct well and continue. It needs a high commitment and policy from policy maker, good regulation of organization officer, high motivation from officer and continuity of financial support.

Read More
T-2529
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Sidik Arsyad; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Besral, Dewi Syarifah, Lenny Lia Ekawati
Abstrak:

Salah satu bagian penting dari program pembangunan kesehatan dan titik pusat pembangunan sumber daya manusia adalah program kesehatan reproduksi. Mengingat bahwa program kesehatan reproduksi menggunakan pendekatan siklus hidup, mengenai setiap orang dan mencakup banyak aspek kehidupan sejak dalam kandungan sampai pada kematian. Pengembangan sistem informasi program pelayanan kesehatan reproduksi yang terpadu yang difokuskan pada pemanfaatan indikator yang ada serta analisis pencapaian terhadap setiap komponen program kesehatan reproduksi khususnya paket esensial yaitu KIA, KB, ISR, dan KRR merupakan pendukung kegiatan monitoring dan evaluasi program serta bahan untuk melakukan manajemen program secara berkesinambungan dalam pencapaian menuju pelayanan kesehatan reproduksi yang efektif dan efisien. Kota Banda Aceh selama ini telah melakukan kegiatan pelayanan kesehatan reproduksi. Akan tetapi masih difokuskan kepada kegiatan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak serta kegiatan Pelayanan Keluarga Berencana saja, sedangkan untuk pelayanan Kesehatan Reporduksi Remaja (KRR) baru dalam tahap sosialisasi dan penyuluhan. Begitupun untuk pelayanan kesehatan, khususnya kasus penyakit menular seksual maupun infeksi saluran reproduksi belum dilakukan sebagai bentuk kegiatan rutin seperti pencegahan dan kontrol infeksi saluran reproduksi (termasuk HIV/AIDS) terutama pada ibu hamil. Permasalahan sistem informasi pada program pelayanan kesehatan reproduksi di kota Banda Aceh masih cukup banyak, diantaranya adalah masih belum optimalnya sistem tersebut dalam menyediakan informasi yang cepat, tepat dan akurat oleh karena masih dikerjakan secara manual, akibatnya sering terjadi keterlambatan maupun kesalahan dalam intervensi program dilapangan. Dengan dikembangkannya sistem informasi program pelayanan kesehatan reproduksi diharapkan dapat membantu dalam penguatan manajemen program yaitu perencanaan, monitoring dan evaluasi yang nantinya akan berujung pada pada peningkatan kinerja program pelayanan kesehatan reproduksi sebagai bagian upaya pelaksanaan program pelayanan kesehatan rerproduksi yang terpadu, khususnya untuk mencapai integrasi pelayanan yang optimal. Tujuan lain dikembangkannya sistem informasi program pelayanan kesehatan reproduksi ini adalah dapat diidentifikasinya permasalahan-permasalahan pada.sistem informasi pelayanan kesehatan reproduksi yang ada dan berjalan sebelumnya, terbentuknya sistem pencatatan dan pelaporan yang terpadu untuk program pelayanan kesehatan reproduksi di puskesmas, tersusunnya basis data dalam mendukung sistem informasi khususnya untuk kegiatan manajemen program kesehatan reproduksi, serta teridentifikasinya indikator-indikator utama dari tiap komponen program pelayanan kesehatan reproduksi khususnya paket pelayanan essensial (KIA, KB, PMS - HIV/AIDS serta KRR). Pengembangan sistem informasi program pelayanan kesehatan reproduksi ini mengikuti metode siklus hidup pengembangan sistem, dimana pengembangannya dibatasi hanya sampai pada tahap ujicoba prototype. Dan hasil analisis kelayakan yang dilakukan dalam rangka pengembangan sistem informasi ini dimana aspek kelayakan yang dinilai adalah dari aspek kelayakan ekonomis, teknis, dan organisasi maka disimpulkan bahwa sistem informasi ini cukup layak untuk dikembangkan. Sistem informasi program pelayanan kesehatan reproduksi ini memiliki beberapa prasyarat untuk dapat berjalan dengan baik, diantaranya adalah sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem ini adalah orang yang bisa mengoperasikan komputer dan bisa memasukan data secara rutin, seluruh bidan desa maupun puskesmas mengerti tentang indikator-indikator yang digunakan dalam program pelayanan kesehatan reproduksi, tersedianya komputer dan perangkat lainnya untuk mengoperasikan aplikasi sistem informasi ini. serta yang cukup penting adalah sosialisasi kepada pengguna dan pihak pemegang kebijakan (stake holder). Mengingat bahwa aplikasi sistem informasi yang dikembangkan masih berupa prototype maka sebaiknya dilakukan ujicoba dilapangan berulang kali untuk mengetahui kelemahan dan kehandalan sistem sebenarnya.


 

One of the important part of the health development programs and the center of human resources development is Reproductive Health Programs, because it is using a human lifecycle approaches not only considering all human being but it also covering almost all aspect of the life from the beginning of life into the end of life. The development of the integrated reproductive health information systems which is focused in the analyzing performance of existing indicators and from each components from essential package in the reproductive health services (MCH, FP, RTI including HIV/AIDS, and adolescents reproductive health services) are the substance in the monitoring and evaluation activity, and also as an object for the continuity in program management in order to achieve an effective and efficient reproductive health services. Banda Aceh city have giving reproductive health services, but still focusing in maternal and child health and family planning services, and for the adolescent reproductive health services is only delivered as socialization activity. Like wise the health services for sexual transmitted disease including HIV/AIDS and reproductive tract infection not yet delivered as a routine activity especially for pregnant women. Information system problems in reproductive health programs at Banda Aceh city is quite a lot, such as the existing information is not yet adequate for giving a fast, reliable and accurate information because it still done manually, the consequences of this problem like late and wrong in reproductive health program intervention frequently happen. The Expectation in the development of this reproductive health information system is that it can help in strengthening the program management such as planning, monitoring and evaluating which can be ended in improvement of programs performance as the effort in delivering services, especially to gain the optimum integrated reproductive health services. Other objectives in this information system development are that it can help identify problems in existing information systems, the developing of integrated reporting and recording activity for reproductive health programs in health centers, the formed of database to support the information systems specially for programs management, and the identifications of the main reproductive health services program indicators that will be used specially the essential package (MCH, FP, STD including HIVIAIDS and ARH). The development of this reproductive health service program was based on the system development life cycle methods, where the development was limited only in the trial of the sistem information application prototype. This reproductive health information systems have several requirements in order to be well functioned, such as the human resource requirement like an operators that familiar with computers and can routinely inputting data, all the midwives that involve in this reproductive health services is understand about the indicators that used in this program, the availabilty of computers and other hardwares in order to operate the application, and also the one of the important thing is a socialization of the systems on the stakeholders. Because this developed information systems application was in form of prototype then field trials was emphasized to identify the weaknesses and reliability of the applications.

Read More
T-2336
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ainol Mardhiah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, R. Sutiawan, Aris Purwanto, Tutut Indrawahyuni
Abstrak:

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu sumber daya yang penting dalam suatu organisasi: juga penentu berhasil atau tidaknya pembangunan di suatu negara, baik dalam pembanguoan ekonomi dan: kesehatan. Undang-undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 menyatakan bahwa tenaga kesehatan merupakan salah satu sumber daya kesehatan yang diperlukan sebagai pendukung Sehingga perlu dikembangkan suatu sistem informasi perencanaan kebutuhan SDM kesehatan di Puskesmas berdasarkan beban kerja. Dimana sistem yang akan dikembangkan ini diharapkan dapat membantu pengambil keputusan dan d.ijadikan bahan acuan dalam menentukan kebijakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi terhadap perencanaan dan distribusi SDM. Sistem infonnasi ini disebut sistem pendukung keputusan. Metodologi yang dipakai adalah dengan menggunakan pendekatan Development Lift Cycle (SDLC) dengan cara wawancara mendalam dengan para informan. Permasalahan sistem yang ada sekarang adalah data yang ada masih terpisah-pisah dibagian yang berbeda, pengolahan masih dilakukan secara manual, sehingga bel diperolehnya informasi. Pengembangn sistem dimulai dari penetapan kebutuban sitepemodelan sistem serta penetapan sofeware dan hardware yang digunakan dengan harapan dapat penghasilan informasi yang dibutuhkan user dalam perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan.


 

Software yang digunakan untuk aplikasi prototype ini adalah Fox pro, dengan spesifikasi minimum hardware adalah pentium ll 450 Mhz, kapasitas RAi\.1 128 MB, kapasitas hardisk 106 B. Human resource is one of the important resources in an organization, it is also a de derminant-factor on success or failure o development in a country, both of economic and health. The health legislation no. 23 in 1992 expressed that a health officer is one of important health resource as a supported health effort in order to existence of public health level optimally. To reach an efficacy of health development as expressed on legislation no. 23 in research used Development Life Cycle (SDLC) method by a deep interview to informant. The existing system problem is existing data still separated by different shares, processing is still conducted by manual, so the information is not obtained yet System development is started by determining of system requirement, system model and also determining of software and hardware which is used in order to get an important information for user on requirement of health human resources planning. Software used for the application of this prototype is Fox pro, 'Yioith a minimum specification of hardware is Pentium II 450 :Mhz, memory capacity is 128MB, hard disk capacity is 10 B. Almost all of required information by user are availaole on development of this system. On the next system, it is expected can result development of health human resources planning and also inventory of health facilities in Depok. By developing an information system o requirement of health human resources planning. it is expected can improve perfcnnance of program organizer-in managing and analyzing data quickly and efficient, so it can result a required information for user.

Read More
T-2351
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ronny Budiman; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo, Pandu Riono; Penguji: Tris Eryando, Prastowo Nugroho
Abstrak: Latar Belakang: Pelaksanaan sistem informasi kesehatan maternal dan neonatal di Banggai Kepulauan masih terdapat masalah diantaranya alat catat masih cukup banyak, pemanfaatan komputer belum optimal, informasi yang dihasilkan masih bersifat deskriptif, ketepatan waktu pengiriman laporan rendah dan kelengkapan laporan rendah. Permasalahan ini menyebabkan sistem informasi belum adekuat dalam menyediakan data yang berkualitas dalam penguatan manajemen program kesehatan maternal dan neonatal di Kabupaten Banggai Kepulauan. Tujuan: Tujuan pengembangan sistem ini adalah dikembangkannya Sistem Informasi Program Kesehatan Maternal dan Neonatal yang adekuat dalam menghasilkan informasi berkualitas untuk mendukung manajemen program kesehatan maternal dan neonatal di Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode: Pengembangan sistem berdasarkan siklus hidup pengembangan sistem yang terdiri dari tahap perencanaan, analisis, perancangan dan pelaksanaan. Pengumpulan data dan informasi melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan telaah dokumen. Unit kerja yang menjadi obyek penelitian adalah kantor Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Banggai Kepulauan dan empat puskesmas di wilayah kerjanya. Hasil: Dalam penelitian ini telah dihasilkan prototipe Sistem Informasi Manajemen Program Kesehatan Maternal dan Neonatal Puskesmas dan Kabupaten yang diharapkan dapat membantu dalam menyediakan data dan informasi kesehatan maternal dan neonatal berkualitas yang dapat digunakan untuk penguatan manajemen progam kesehatan maternal dan neonatal di Kabupaten Banggai Kepulauan. Kesimpulan: Pelaksanaan sistem informasi ini agar berjalan dengan baik dan berkelanjutan membutuhkan komitmen dan kebijakan yang kuat dari penentu kebijakan, aturan yang jelas tentang organisasi pelaksana, motivasi yang kuat dari pelaksana dan dukungan dana yang berkesinambungan. Kata Kunci: Sistem informasi, maternal, neonatal
Background: There are many problems in the implementation of maternal and neonatal health information system at Banggai Kepulauan District such as too many record form, the type of information was only descriptive matter, using computer on data management was not optimally, lack of timely reporting, and incompleteness of reporting. These problems make the data quality is low and not adequately support the management of maternal and neonatal health program in Banggai Kepulauan District. Objective: The purpose of this system development is to develop an application of Maternal and Neonatal Health Program Management Information System that provided good quality of information to support maternal and neonatal health programs management in Banggai Kepulauan District. Methodes: The method for this research using system development life cycle approach that consist of planning, analysis, design and implementation stages. Data and information needed were collecting by depth interview, focused group disccusion and document observation. The object of research are the office of Banggai Kepulauan Health and Social Prosperity and four selected health centers. Results: This research had been created a prototype of Maternal and Neonatal Health Program Management Information System at District and Health Center that hoped to help on providing good quality of maternal and neonatal health data and information to support maternal and neonatal helath program management in Banggai Kepulauan District. Conclution: Good and continuity of system implementation need the policy and commitment of decision maker, clear regulation of system organization, good motivation of the system operator and continuity of financial support. Keywords: Information system, maternal, neonatal
Read More
T-2168
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asep Zaki Mulyatno; Pembimbing: Farida Mutiarawati Tri Agustina, Tris Eryando; Penguji: Artha Prabawa, Fx. Kuning Tiadi, Ubbay Ujziana
Abstrak:

Sistem informasi geografis bidang kesehatan dapat digunakan untuk melihat status kesehatan (outcome) melakukan perencanaan program, perencanaan infrastruktur dan peralatan, untuk melihat kemajuan indikator kesehatan (sebagai sistem evaluasi & monitoring), melihat cakupan pelayanan kesehatan, dan hubungan antar sektor. Pemantauan wilayah setempat (PWS) adalah alat manajemen program KIA untuk memantau cakupan pelayanan KIA di suatu wilayah (Puskesmas/kecamatan) secara terus menerus agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat lerhadap wilayah yang cakupan pelayanan KIA nya masih rendah. Kabupaten Majalengka telah lama melaksanakan program KIA namun masih memiliki permasalahan sistem informasi, diantaranya masih belum baiknya dalam penyediaan informasi yang cepat, tepat, dan akurat. Tujuan dikembangkannya SIG PWS KIA adalah guna menghasilkan informasi yang berkualitas dalam rangka membantu para pengambil kebijakan dalam melakukan evaluasi dan intervensi program kesehatan ibu dan anak secara cepat, tepat dan akurat di Kabupaten Majalengka. Pengembangan SIG PWS KIA ini mengikuti tahapan siklus hidup pengembangan sistem (system developmemf Iife cycles) yang dibatasi sampai pada tahap implementasi sistem (ujicoba prototype). Hasil uji kelayakan (feasibility study) pengembangan SIG PWS KIA di Kabupaten Majalengka dilihat dari aspek kelayakan ekonomis, teknis, operasi maupun organisasi cukup layak untuk dikembangkan. Hasil wawancara menyatakan bahwa sebenamya data yang dihasilkan dari sistem pelaporan PWS KIA yang telah berjalan selama ini sudah cukup memadai. Hanya perlu di tambahkannya beberapa indikator penunjang seperti kualitas pelayanan ANC, dikarenakan saat tidak adanya instrumen rutin dalam laporan yang melihat kualitas pelayanan ANC oleh Bidan. DO Pelayanan ANC yang tidak tersedia dalam Iaporan PWS, Kantong taksiran partus dan kunjungan luar wilayah, distribusi kematian ibu dan bayi berdasarkan penyebab, waktu terjadinya dan penolongnya yang belum tersedia secara rutin pada laporan PWS bulanan. Juga disetujui jika output SIG PWS KIA berupa peta geografis, yang memperlihatkan status kerawanan tertentu di suatu daerah. Sistem Informasi Geografis PWS KIA di Kabupaten Majalengka dapat berjalan dengan baik di seluruh Puskesmas jika ada beberapa prasyarat di antaranya adalah : Semua Bidan di desa I di puskesmas melakukan pengisian kartu ibu, kohor bayi dan format autopsi verbal dengan baik dan benar, tersedianya sarana komputer di Puskesmas dan di Dinas Kesehatan, tenaga pengelola SIG PWS KIA di Puskesrnas maupun di Dinas harus terlatih terlebih dahulu Software SIG PWS KIA.

Read More
T-2402
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive