Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21968 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ruliando Hasea Purba; Pembimbing: Heru Kusumanto; Penguji: Hendrianto Trisnowibowo, Dumilah Ayuningtyas, Boyke Dian Nugraha, Gatot Sutono
Abstrak:

Klinik Pasutri pada saat ini sedang mengembangkan layanan kesehatan melalui internet yang pada saat ini telah banyak digunakan oleh klinik-klinik online. Layanan kesehatan ini meliputi layanan Artikel, konsultasi kesehatan melalui E-mail dan chatting.Untuk dapat melayani masyarakat melalui internet butuh banyak persiapan yang meliputi kesiapan Teknologi, Sumber daya manusia, keuangan dan Manajemen serta organisasi yang cocok untuk mengelola layanan ini. Sehubungan banyaknya persiapan dalam menyediakan layanan ini, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Klinik Pasutri dalam memanfaatkan internet sebagai media komunikasi dengan customer, serta mengenali permasalahan yang ada, dan sekaligus mencari cara pemecahan masalah yang tepat.Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan mengadakan pendekatan kualitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan mengadakan wawancara mendalam (indeph interview) terhadap petugas yang berkaitan dengan layanan kesehatan melalui internet ini di Klinik Pasutri.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dibalik persiapan yang sudah dilaksanakan oleh Klinik Pasutri masih ada kekurangan-kekurangan yang masih harus dibenahi baik dalam manajemen, teknologi, sumber daya manusia serta keuangan.


 

Health Clinics nowadays are using internet online as a tool to help community in health services. Pasutri Clinic, one of health clinics is also developing in health services via internet. These health services are consist of article service and health consultation via E-mail and chatting.For community services via Internet, they need more preparation and readiness of technology, human resources, financial, management and suitable organization. Related in preparing these services, therefor this research has intend for knowing how ready Pasutri Clinic in using internet as a communication media with customers and also knowing its problem plus to End out the right solution.This research is a descriptive study with using a qualitative approach. Qualitative method is made by in-depth interview with person in charged who relate with health service via intemet in Pasutri Clinic.We got the result and make our conclusion from this research that preparation which has been done by Pasutri Clinic still find out many of lacks and has to straighten out by management,technology, human resource and finance.

Read More
B-647
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhima Paramitha Oktacynara; Pembimbimbing: Helen Andriani; Penguji: Kartika Anggun Dimar Setio, Dhoni Suhendra, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Kemajuan teknologi digital telah menjadikan media sosial, khususnya Instagram, sebagai platform yang sangat berpengaruh dalam edukasi kesehatan. Namun, eksplorasi pemanfaatan media sosial oleh rumah sakit masih perlu dikaji dari perspektif pasien dan tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di RSIA Pasutri Bogor pada April - Juni 2025. Informan terdiri atas sepuluh pasien dan lima tenaga kesehatan (dokter spesialis, perawat, bidan). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Konten edukasi kesehatan di Instagram RSIA Pasutri Bogor dinilai mudah dipahami oleh pasien maupun tenaga kesehatan. Fitur interaktif Instagram mendukung komunikasi dua arah yang efektif, dengan konten edukatif terbukti paling memengaruhi keputusan pasien. Selain itu, konsistensi penyampaian, relevansi topik dengan isu kesehatan terkini, serta kolaborasi antara tenaga medis dan tim pemasaran menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan edukasi kesehatan. Temuan ini menegaskan bahwa Instagram dapat menjadi media strategis dalam edukasi kesehatan rumah sakit jika dikelola secara konsisten, relevan, dan kolaboratif. Hasil penelitian diharapkan memberi rekomendasi praktis bagi RSIA Pasutri Bogor dalam menyempurnakan strategi komunikasi digital, berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat, serta memperkaya literatur terkait edukasi kesehatan berbasis media sosial. Kata kunci: Edukasi kesehatan, media sosial, Instagram, tenaga kesehatan

Advances in digital technology have positioned social media, particularly Instagram, as a highly influential platform for health education. However, the utilization of social media by hospitals still requires further exploration from the perspectives of patients and healthcare providers. This study employed a descriptive qualitative approach conducted at RSIA Pasutri Bogor from April to June 2025. The informants consisted of ten patients and five healthcare providers (specialist physicians, nurses, and midwives). Data were collected through in-depth interviews and observations, and subsequently analyzed using data reduction, data display, and conclusion-drawing techniques. The health education content on RSIA Pasutri Bogor’s Instagram account was perceived as easy to understand by both patients and healthcare providers. Instagram’s interactive features supported effective two-way communication, with educational content proven to have the greatest influence on patients’ decision-making. In addition, consistency in message delivery, relevance of topics to current health issues, and collaboration between medical professionals and the marketing team were identified as key factors determining the success of health education. These findings affirm that Instagram can serve as a strategic medium for hospital health education when managed consistently, relevantly, and collaboratively. The results of this study are expected to provide practical recommendations for RSIA Pasutri Bogor in refining its digital communication strategy, contribute to the improvement of public health, and enrich the literature on social media–based health education
Read More
B-2576
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juanna Soehardy; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Muhammad Baharuddin, Risa
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Juanna Soehardy Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul Tesis : Analisis KesiapanRumah Sakit Budi Kemuliaan dalam Perubahan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut Jaminan Kesehatan Nasional. Untuk melihat kesiapanRumah Sakit Budi Kemuliaan dalam Perubahan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) Jaminan Kesehatan Nasional(JKN), maka peneliti mengadakan penelitian dengan analisis kualitatif dari tahun 20142016. Dilakukan wawancara mendalam dengan 8 informan yaitu : Pemilik Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Komite Medik, Ketua Tim Pengendali Jaminan Kesehatan Nasional, Kepala Unit MPKR Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Batam dan verifikator Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Selain itu dilakukan telaah dokumen yang relevan mengenai kesiapan organisasi, kesiapan sistem Administrasi, kesiapan Manajemen Keuangan, dan kesiapan manajemen Medis. Penelitian ini menemukan Rumah Sakit Budi Kemuliaan sudah melakukan beberapa kesiapan, yaitu : kesiapan organisasi (Keputusan Direksi, terbentuk Tim Pengendali Jaminan Kesehatan Nasional), kesiapan administrasi (Persyaratan menjadi FKTL dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), kesiapan manajemen keuangan (Sistem Tarif INA-CBG’s, keterlambatan klaim ke BPJS, Klaim yang direvisi, Pembayaran Jasa Medis Dokter), kesiapan manajemen medis  (Penyusunan clinical pathway), dan yang masih perlu dilakukan yaitu  pengurusan akreditasi baru, pengiriman klaim yang tepat waktu serta pengisian klaim yang tepat waktu, menyusun clinical pathway Staf Medik Fungsional Penyakit Dalam, Staf Medik Fungsional Anak, Staf Medik Fungsional Mata , Staf Medik Fungsional Saraf. Penelitian ini mengusulkan adanya kebijakan dari Direksi mengenai dokter-dokter harus mau mengisi resume medis tepat waktu, membuat diagnosa yang tepat, menyusun clinical pathway,  adanya Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang terintegrasi, mengurus akreditasi baru versi 2012. Kata kunci : Keterlambatan klaim, Klaim yang direvisi, clinical pathway.


ABSTRACT Name : Juanna Soehardy Study Programe : Hospital Administration Public Health Faculty University of Indonesia Thesis Title : Readiness Analysis Hospital Budi Kemuliaan in changes as anAdvanced Health Facilities National Health Insurance To see the readiness Hospital Budi Kemuliaan in the Amendment as Advanced Health Facilities National Health Insurance, the researchers conducted research with a qualitative analysis of the years 2014-2016. Conducted in-depth interviews with eight informants: Own Hospital Budi Kemuliaan, Director, Deputy Director, Chairman of the Medical Committee, Chairman of the National Health Security Control Team, Head of Unit MPKR Social Security Agency and Health Branch Batam verifier Social Security Agency of Health. Additionally conducted study of relevant documents concerning the readiness of the organization, system readiness Administration, Financial Management preparedness and readiness of medical management. This study found the Hospital Budi Kemuliaan already done some preparation, namely: the readiness of the organization (Decision of the Board of Directors, formed Control Team National Health Insurance), the readiness of administration (Conditions become FKTL of BPJS), readiness of financial management (System Rates INA-CBG's, delay claims to BPJS, claims revised, Payment Services medical Doctor), readiness of medical management (preparation of clinical pathways), and that still needs to be done, namely the maintenance of a new accreditation, sending claims on time and charging claims timely, compiling clinical pathways SMF Disease , SMF Child, Eyes SMF, SMF Neuroscience. This study proposes a policy of the Board of Directors of the doctors have to fill in a timely medical resume, make a proper diagnosis, compiling clinical pathways, their SIMRS integrated, the new 2012 version takes care accreditation. Keywords: Delay claims, claims revises, clinical pathway

Read More
B-1843
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Bal`an Kamali Rangkuti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Budi Hidayat, Wahyu Sulistiadi, Dewi Puspitorini
B-1243
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novalino; Pembimbing: Wiku Bakti B. Adisasmito; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Adang Bachtiar, Iwan Dewanto, Shanti Wirdiawati
Abstrak: Pendahuluan : Pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan gigi. Adanya kenyataan bahwa penularan covid -19 mudah terjadi di ruang praktek dokter gigi, sehingga pelayanan ini untuk sementara waktu sempat dihentikan. RSKGM FKG UI sebagai rumah sakit pendidikan yang berfungsi sebagai penyelenggara pelayanan dan pendidikan harus membuka layanannya kembali. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai kesiapan sumber daya yang ada pada RSGM (pendidikan) untuk dapat melakukan pelayanan kedokteran gigi yang aman pada era pandemi Covid-19. Metode : Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menganalisis hasil observasi di rumah sakit dan wawancara dengan informan terpilih. Hasil : Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sumber daya yang ada di RSKGM FKG UI adalah SDM, fasilitas, peralatan dan teknologi, APD, obat dan bahan. SDM yang terbesar adalah peserta didik baik peserta didik program profesi dan spesialis. RSKGM FKG UI membuat ruang tekanan negatif yang rasional, serta mengatur pemakaian dental unit. Pembahasan : Sebuah rumah sakit khusus gigi dan mulut pendidikan harus siap membuka pelayanan kembali dengan melakukan modifikasi alur pelayanan, modifikasi ruang, penambahan peralatan dan teknologi, modifikasi jadwal SDM (peserta didik) agar tetap berfungsi sebagai tempat pendidikan dokter gigi dan dokter gigi spesialis. Kesimpulan : RSKGM FKG UI menjadi model contoh pendidikan kedokteran gigi, dan bagaimana dokter gigi berpraktek pada masa pandemi, serta sebagai sarana untuk menghasilkan dokter gigi yang berkompeten, dan juga pelayanan kedokteran gigi yang kondusif, aman dan disiplin sesuai dengan kondisi normal baru masa pandemi Covid-19.
Introduction : The COVID-19 pandemic has greatly affected dental health services. Due to the fact that it is easy to transmit COVID-19 in the dentist's office, this service has been temporarily suspended. RSKGM FKG UI as a teaching hospital that functions as a service and education provider must reopen its services. Objective: This study aims to obtain information about the readiness of existing resources at the RSGM (education) to be able to provide safe dental services during the Covid-19 pandemic era. Methods: This research is a qualitative descriptive with a case study approach, analyzing the results of observations in hospitals and interviews with selected informants. Results: From the results of the study, it was found that the available resources at RSKGM FKG UI are human resources, facilities, equipment and technology, PPE, drugs and materials. The largest human resources are students, both professional and specialist program students. RSKGM FKG UI creates a rational negative pressure room, and regulates the use of dental units. Discussion: A special dental and oral education hospital must be ready to reopen services by modifying the service flow, modifying space, adding equipment and technology, modifying the schedule of human resources (students) so that it continues to function as a place for dentistry and dental specialist education. Conclusion: RSKGM FKG UI is a model example of dental education, and how dentists practice during a pandemic, as well as a means to produce competent dentists, as well as dental services that are conducive, safe and disciplined in accordance with the new normal conditions during the Covid pandemic. -19.
Read More
B-2206
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Sudarmanto; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Yuli Prapanca Satar, Puput Oktamianti
Abstrak: Abstrak
Kesiapan Instalasi Gawat Darurat di RSUP Dr. Kariadi sebagai rujukan Sistem Gawat Darurat Terpadu Sehari-Hari sangat dipengaruhi oleh faktor input : Sumber Daya Manusia dan pengaturan jaganya, tersedianya ambulan 24 jam, melalui call center, sarana fisik bangunan, sarana medik dan non medik, ketersediaan obat alat kesehatan dan bahan habis pakai di ruang tindakan, Standar prosedur pelayanan pasien, serta faktor proses pelayanan pasien meliputi alur pasien, triase, pelayanan gawat darurat di label merah, pemeriksaan penunjang laboratorium dan radiologi dan ketersediaan obat di farmasi 24 jam.
 
 
Hasil penelitian ini dengan membandingkan Kepmenkes No 856/Menkes/SK/IX/2009 tentang standar Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit didapatkan bahwa mampu memberikan semua jenis pelayanan 100%, tersedianya SDM sesuai dengan kualifikasi dan pendidikan serta dokter jaga spesialis anak, bedah, penyakit dalam, obstetrik dan kandungan serta anesthesi 24 jam 100%, terpenuhinya syarat fisik bangunan di ruang tindakan, operasi dan observasi 100%, tersedianya obat, prasarana medik di ruang tindakan berupa obat, bahan habis pakai dan peralatan medik 100%, tersedianya layanan ambulan 24 100%, tersedianya pemeriksaan penunjang laboratorium, radiologi dan farmasi 24 jam 100% dan belum berfungsinya call center.
 

Preparedness of Emergency Department Kariadi Hospital Semarang as a referral Emergency Comprehensive Services System Daily influenced by input factors, human resources and distribution services, 24 hour ambulance services, call center ,physical building , medical and non medical equipment, drugs and single used material in service area standard operating procedure for patients services, and process factor as patient flow through an emergency department, triage, true emergency services (red label), supporting services as laboratory, radiology and pharmacies 24 hours.
 
 
Result of this study compare with the Kepmenkes No 856/Menkes/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit, is prepared for all services case, qualification and education of human resources and prepared of special doctor on site pediatrician, surgeon, internist, obstetric and gynecologist also anesthesiologist 24 hours, prepared of physical building in services area, operation room, and observation room 100%, prepared of medication, medical equipment and material single used 100%, ambulance services 24 hours, prepared of supporting services as laboratory, radiology and pharmacies 24 hour and call center is not well done.
Read More
B-1551
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herpani Sudirman; Pembimbing: Wiku Bakti; Penguji: Adik Wibowo, Pujiyanto, Hariyadi Wibowo, Erlina P. Mahadewi
Abstrak: Latar belakang: Kunjungan wisatawan yang semakin meningkat memberikan pengaruh pada resiko penyebaran penyakit oleh wisatawan. Pelayanan kesehatan bagi wisatawan merupakan hal yang diperlukan ketika seseorang ingin berwisata. Hal tersebut tentunya diperlukan suatu kesiapan bagi rumah sakit yang ada di Bali untuk menanganinya, salah satunya menyesuaikan standar pelayanan kesehatan untuk wisatawan mancanegara, yakni berstandar Travel Medicine. Tujuan penelitian: Menganalisis Kesiapan Rumah Sakit di Bali Dalam Penerapan Layanan Travel Medicine. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Validasi menggunakan triangulasi sumber dan metode (wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen). Hasil: Belum terpenuhinya beberapa faktor input dalam penerapan layanan Travel Medicine. Selain itu, faktor process belum berjalan dikarenakan belum terpenuhinya beberapa faktor input dan penerapan model pelayanan yang berbeda dengan layanan Travel Medicine. Kesimpulan: Dari segi kualifikasi, ketiga rumah sakit yang menjadi objek penelitian; RSUP Sanglah, BROS dan BaliMed belum siap menerapkan layanan Travel Medicine.
Read More
B-2098
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Waryantini; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Ede Surya Darmawan, Enie Rochaeni
Abstrak:

Pelayanan keperawatan sebagai salah satu subsistim pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan komponen sentral untuk terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu. Keberhasilan pelayanan kesehatan yang bermutu ditentukan oleh berbagai faktor antara lain kualitas sumber daya manusia, sarana dan fasilitas, kebijakan yang ada serta manajemen rumah sakit. RSU Bina Sehat Kabupaten Bandung, dalam bidang keperawatan masih banyak menghadapi berbagai kendala. Rendahnya kinerja rumah sakit dengan nilai BOR (Bed Occupancy Rate) baru mencapai 4l,05%, tingkat keterlibatan perawat/bidan dalam upaya peningkatan kualitas layanan masih rendah, dan dari sisi manajemen RSU Bina Sehat belum memiliki konsep dan fondasi manajemen yang kuat. Dalam upaya meningkatkan manajemen dan kinerja perawat/bidan, pemerintah melalui Menteri Kesehatan mengeluarkan keputusan tentang Pedoman Pengembangan Manajemen Kinerja (PMK) Perawat dan Bidan yang tercantum dalam Kepmenkes RI Nomor 836/Menkes/SK/VU2005. Tujuan penelitian ini secara umum adalah menganalisis kesiapan RSU Bina Sehat dalam menerapkan PMK perawat/bidan melalui faktor input dan proses. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah pada lini manajemen dan pelaksana yang berhubungan dengan keperawatan dan kebidanan. Dari hasil telaah dokumen, wawancara mendalam, dan FGD (Focus Group Discusion) menunjukkan bahwa Faktor Input PMK yaitu uraian tugas, SOP, SAK/SAB, pelatihan, sistem penghargaan, kecuali indikator kinerja, sudah dijalankan namun masih bersifat superfisial. Faktor Proses PMK yaitu monitoring, evaluasi, pengelolaan penyimpangan, diskusi refleksi kasus, dokumentasi asuhan keperawatan, dokumentasi asuhan kebidanan belum berjalan optimal sesuai dengan aturan dan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dari hasil penilaian terhadap faktor-faktor tersebut RSU Bina Sehat tidak siap dalam menerapkan Kepmenkes RI No. 836/Menkes/SK/VI/2005 atau kesiapan baru mencapai 30%. Hambatan pelaksanaan PMK adalah kurangnya dukungan terhadap program, kurangnya kualitas dan kuantitas SDM , sarana dan prasarana masih kurang serta rendahnya motivasi kerja. Selain melengkapi kekurangan dari faktor input dan proses, dalam rangka menunjang kinerja dan sistem manajerial, secara umum diusulkan melalui 10 langkah perbaikan yaitu perbaikan struktur organisasi rumah sakit dan instalasi; kebijakan pimpinan rumah sakit; komitmen visi, misi, tujuan rumah sakit dari seluruh komponen rumah sakit; memupuk sifat kepemimpinan; peningkatan ketrampilan klinis dan manajerial; perbaikan deskripsi pekerjaan dan beban kerja; menilai kembali tata letak ruang rawat; melengkapi sarana dan alkes; memperbaharui sistem penghargaan; mengembangkan kerja tim dan pembelajaran.


 

Nursing service is, as a subsystem of health service in hospital, a central component to achieve quality heath service. The success of quality health service is dependent on the quality human resotuces, facilities and infrastructures, standing policies, and hospital management. Bina Sehat Hospital in Kabupaten Bandung is still facing many problems in nursing services including low perfomiance with 41.05 per cent of BOD (Bed Occupancy Rate) , low involvement of nulseslmidwives in the upgrading of quality service and Bina Sehat Hospital does not have solid concept and foundation of management. In an attempt to improve management and performance of nurses/midwives, the government of Indonesia through the Minister of Health has issued guidance on the development of performance management nurse/midwife in Kepmenkes RI No. 836/Menkes/SK/VI/2005. The objective of this study is to analyze the readiness of Bina Sehat Hospital in Development of Perfomance Management (DPM) nurse/midwife through input and process factor. This study employs descriptive analytic method with qualitative approach. The focus ofthe study is on the line management and execution related to nursing and obstetric. According to the results of document’s review, in-dept interview, and Focus Group Discussion, it is shown that input factors of DPM comprising of job description, Standard Operating Procedure (SOP), nursing/midwifery upbringing standard, training, reward system, except performance indicator, have already been operational yet still superficial. Process factors of DPM consisting of monitoring, evaluation, storage management, case reflection discussion, nursing documentation, obstetric documentation have not been optimal by the govemrnents’ rules and standards. Evaluation results on these factors, Bina Sehat Hospital is considered not ready yet in the implementation of Kepmenkes RI No. 836/Menkes/SK/VI/2005 as its readiness currently achieves only 30 per cent. The problems in implementing DPM nurse/midwife are the lack of support on the program, shortage in the quality and the quantity of human resources, shortage of facilities and infrastructure, and low work motivation. Apart from filling the gap in input and process factors, in supporting performance and managerial system, ten improvement steps are proposed are improve structural organization of hospital and installation; improve hospital management policies, committed vision, mission, objectives of the whole hospital components, nurture leadership, up-grade clinical and managerial skills, improvejob description and work load, review the lay out of nursing, add on facilities and health instrument, renew reward system, develop team work and learning system.

Read More
B-1174
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Efelyn Yunita Handriani; Pembimbing: Anhari Achadi Penguji: Vetty Yulianty, Budi Hartono
S-6231
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Pusvitasari; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Vetty Yulianty Permanasari, Wahyudi, Amila Megraini
Abstrak:
Telemedicine sudah ada sejak 1970-an bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara jarak jauh. Sejak berlakunya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2019 mengenai pelaksanaan pelayanan telemedicine antar fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama di daerah kepulauan, terpencil dan perbatasan, hal tersebut juga dalam rangka pemerataan tenaga kesehatan Dokter dan Dokter Spesialis. Berdasarkan hal tersebut dengan melihat kondisi bentang alam Kalimantan Barat yang cukup luas dan belum meratanya pelayanan fasilitas Kesehatan terutama di daerah di luar Ibu Kota Provinsi menjadi permasalahan utama dalam pelayanan kesehatan, untuk mendukung program pemerintah tersebut diperlukan suatu penilaian terhadap kesiapan untuk melaksanakan telemedicine di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkdarie. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi pada variabel dengan pendekatan kriteria Malcolme Baldrige yaitu Kepemimpinan, Strategi, Sumber Daya Manusia, Pelanggan, dan Operasional untuk mengukur kesiapan pelaksanaan telemedicine di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkdarie, Malcolme Baldrige digunakan karena dapat menilai tidak hanya output tetapi juga input dan proses. Hasil penelitian berdasarkan penilaian didapatkan hasil bahwa secara kriteria kepemimpinan, Strategi, Sumber Daya Manusia, dan Operasional masih belum siap masih dalam tahapan proses persiapan, sedangkan untuk kriteria Pelanggan di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie sudah siap untuk melaksanakan telemedicine.

Telemedicine, which has existed since the 1970s, aims to provide health services remotely. Since the enactment of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 20 of 2019 concerning the implementation of telemedicine services between health service facilities in improving the quality of health services, especially in the island, remote and border areas, and this is also in the context of equal distribution of doctors and medical specialists. Based on this, looking at the condition of the landscape in West Kalimantan which is quite extensive, and the uneven distribution of health facility services, especially in areas outside the Provincial Capital City, is a major problem in health services, to support the government's program an assessment of the readiness to implement telemedicine at Sultan Hospital is needed. Sharif Mohamad Alkdarie. This research is qualitative research using in-depth interviews and observation methods on variables with the Malcolme Baldrige criteria approach, namely Leadership, Strategy, Human Resources, Customers, and Operations to measure the readiness of implementing telemedicine at Sultan Syarif Mohamad Alkdarie Hospital, Malcolm Baldrige is used because it can assess not only output but also input and process. The results of the research based on the assessment showed that in terms of leadership, strategy, human resources, and operational criteria, they were still in the preparation process stage, while for the customer criteria at Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Hospital, they were ready to implement telemedicine.
Read More
B-2321
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive