Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32356 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Septalina Purba; Pembimbing: Indang Trihandini, Sudijanto Kamso
T-1761
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghotama Airlangga; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Junediyono, Indra Kurniawan
Abstrak:

Tahun 1998 dikembangkan Early Warning Outbreak Recognition System (EWORS) guna memantau penyakit menular berpotensi KLB/wabah secara dini, khususnya penyakit menular baru. Informasi yang disajikan oleh EWORS berupa kombinasi beberapa gejala penyakit yang harus dianalisis secara manual, serta belum dapat membandingkan kondisi dengan standar untuk menentukan terjadinya KLB, khususnya untuk penyakit-penyakit menular lama, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan diarc, sehingga sistem belum dapat memberikan peringatan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model sistem informasi kewaspadaan dini KLB penyakit DBD) dan diare dengan (uji coba pada pendekatan diagnosis sebagai supplement EWORS). Desain penelitian ini adalah riset aksi dan dibatasi hanya sampai pada tahap uji coba prototype. Penelitian berhasil mengembangkan Sistem Informasi Kewaspadaan Dini KLB Pcnyakit DBD dan Diare (Uji Coba dengan Pendekatan Diagnosis sebagai Supplement EWORS), dengan keluaran berupa diagnosa dan jumlah kasus berdasarkan jenis penyakit, trn perjenis penyakit, prediksi kewaspadaan dini KLB, rekomendasi sebagai tindak lanjut dari prediksi, serta prediksi dapat dihasilkan sesuai kebutuhan (real time). Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa sistem informasi ini berpeluang untuk dikembangkan, baik dari segi operasional, teknis, dan ekonomi. Agar sistem inforrmasi ini dapat dioperasikan secara optimal dan berkelanjutan, aplikasi dapat digunakan bersamaan dengan penggunaan EWORS dan perlu dukungan aspek legal berupa Surat Keputusan Menteri Kesehatan, sehingga kerja sama lintas program maupun lintas sektor dapat terlaksana.


 

In 1998 Early Warning Outbreak Recognition Sysrem (EWORS) started to develop in order to look over the outbreak potential diseases earlier, specially newly communicable diseases. Initially, EWORS only provided the information through the combination of several diseases that must be analyzed manually and did not compare standardized conditions to determine whether the disease was classified into outbreak, specially the old type communicable such as dengue hemorrhagic fever (Dl-IF) and diarrhea as well. Therefor the sysem could not send early warning. The research objective is to develop early warning information system for DHF and diarrhea outbreak by diagnosis approaching trial as EWORS supplement. Research design is action research and limited on prototype trial level only. The research has successfully developed by providing the diagnosis and number of cases based on diseases type, trend of each disease, the outbreak early warning prediction and recommendation following from the prediction as the result. The tit of study shows that the information system has an opportunity to develop both in operational, technique and economy side as well. For optimal operation, the application of the system could be applied together with EWORS and requires legal aspect such as The Letter of Ministry of Health, therefore both program and sector coordination could be carried out.

Read More
T-3102
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wawan Ridwan; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: R. Sutiawan, Arnaningsih Susilowati
Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah merupakan masalah kesehatan di Indonesia sejak tahun 1968 sampai sekarang. Ada beberapa daerah yang sudah ada penurunan tetapi sebagian wilayah Indonesia malah dari tahun ke tahun terus meningkat angka kesakitan penyakit ini. Di Kabupaten Bandung selama 3 tahun terakhir dari tahun 2011 sampai 2013 angka kesakitan DBD terus meningkat yaitu sebesar 1078 tahun 2011, 1127 tahun 2012 dan tahun 2013 1240 penderita. Permasalahan peningkatan penderita disebabkan banyak kendala atau permasalahan salah satunya adalah lemahnya sistem kewaspadaan dini terhadap KLB DBD. Deteksi Dini KLB DBD adalah suatu sistem pemantauan wilayah setempat yang bisa mendeteksi peningkatan kasus disuatu wilayah berdasarkan katagori KLB yang tertuang di dalam Permenkes No. 1501 Tahun 2010 Tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan.
 
Penelitian dilakukan menggunakan desain penelitian kualitatif dengan menerapkan pendekatan model prototyping dalam membangun model sistem informas kesehatan. Penelitian ini menghasilkan rancangan basis data dan desain prototype dari sistem informasi kesehatan penyakit demam berdarah dengue dengan deteksi dini KLB DBD di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, sehingga deteksi awal kejadian luar biasa penyakit demam berdarah dengue bisa diketahui pada saat melakukan input data sebelum pengolahan data untuk pembuatan laporan Kabupaten Bandung.
 

 
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a health problem in Indonesia since 1968 until now. There are several existing areas decreased but parts of Indonesia, even from year to year increase in morbidity of this disease. In Bandung District during the last 3 years from 2011 to 2013 number of DHF cases continue to rise in the amount of 1078 in 2011, 1127 in 2012 and 1240 of 2013 patients. Problems caused an increase in patients with many obstacles or problems one of which is the lack of an early warning system against dengue outbreak. Early detection of outbreaks of dengue fever is a local area monitoring system that can detect an increase in cases of outbreaks in a region based on the categories set out in the Minister Regulation No. 1501 Year 2010 Concerning Certain Communicable Disease Type Potential Outbreak and Response Efforts.
 
The study was conducted using qualitative research design with prototyping models approach in building models health information system. This research resulted in the design of the database and prototype design of health information systems dengue fever with early detection of dengue outbreak in Bandung District Health Office, so that early detection of outbreaks of dengue fever can be known at the time of the input data before data processing for the manufacture of report Bandung district.
Read More
S-8583
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asep Nurul Ridwan; Pembimbing: Pandu Riono, Sudijanto Kamso; Penguji: Iriani Samad, Eka Muhiriyah
Abstrak: Penyakit DBD masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada tahun 2014 kasus DBD di Indonesia berjangkit di 433 Kota atau Kabupaten dengan angka kesakitan sebesar 39,83 per 100.000, sementara itu jumlah kasus DBD sendiri di Jawa Barat, hingga 28 Januari 2019 tercatat ada 2.204 orang yang terjangkit DBD. Sebanyak 14 orang di antaranya meninggal dunia. Kota Cimahi dan Kabupaten Cianjur merupakan wilayah dengan jumlah kasus DBD tinggi yakni sebanyak 292 kasus dan jumlah kematian sebanyak 2 kasus di Kota Cimahi sementara di Kabupaten Cianjur jumlah kasus 532 kasus dan 2 kasus kematian upaya pengendalian DBD monitoring serta upaya pencegahaan yang dilakukan dengan surveilan DBD belum optimal menekan jumlah kasus DBB di Kota Cimahi dan Kabupaten Cianjur. Maka kemudian perlu dilakukan upaya evaluasi untuk mengetahui dan memberikan solusi perbaikan sistem informasi demam berdarah dengue di Kabupaten Cianjur dan Kota Cimahi pada komponen masukan, proses dan luaran, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, observasi dan telaah dokumen sebagai instrumen penelitiannya dengan jumlah informan sebanyak 12 orang dimana 6 orang berada di wilayah kota Cimahi dan 6 orang informan berada diwilayah kabupaten Cianjur. Hasil penelitian menunjukan bahwa komponen masukan komponen proses dan komponen luaran berbeda antara kota Cimahi dan kabupaten Cianjur serta perbedaan sistem informasi DBD di Kota Cimahi Menggunakan aplikasi sistem informasi Demam berdarah dengue (SI DBD) dan pengiriman laporan melalui surat elektronik sementara di Kabupaten Cianjur Pengumpulan data dan pengolahaan data dilakukan secara manual, dan laporkan dikirimkan melalui pos atau petugas pelaksana program ke dinas kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini 1) Komponen masukan sistem informasi DBD berkaitan dengan masalah kelengkapan dan ketepatan laporan pada luaran ketenagaan memerlukan tenaga terlatih sehingga upaya pelatihan dan kursus singkat diperlukan 2) Permasalah pada komponen proses adalah pengolahaan data selama ini belum dilakukan secara terstruktur dan masih manual walaupun menggunakan komputer sehingga memerlukan waktu relatif lama serta frekuensi pengolahaan yang tidak menentu pada akhirnya data jarang diolah dan di analisa untuk menghasilkan informasi DBD 3) Kondisi pada komponen proses dapat menyebabkan permasalahan pada komponen Luaran yaitu informasi tidak dapat mendukung para pengambil kebijakan dalam pengambilan keputusan 4) Adanya peluang dalam pengembangan Sistem Informasi DBD yaitu, otomatisasi pelaporan sehingga dapat menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan relevan sesuai dengan kebutuhan manajemen
Read More
T-5672
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sholahuddin Anwar; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Besral, Artha Prabawa, Muammar Muslih
Abstrak: Sistem Surveilans Penyakit Berpotensi KLB Berdasarkan Kejadian merupakan bagian dari peningkatan kewaspadaan dini dan respon terhadap adanya ancaman KLB melalui pengelolaan data dan informasi adanya kejadian berpotensi KLB yang telah terverifikasi kebenaran dan besarannya. Pengembangan ini bertujuan membangun Sistem Online Surveilans Penyakit Berpotensi Kejadian Luar Biasa berdasarkan kejadian yang dapat mengelola data KLB terverifikasi untuk menghasilkan laporan harian KLB yang akurat, dan tepat waktu untuk peningkatan kewaspadaan dini yang terjadi sewaktu waktu. Pengembangan sistem ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengembangan system development life cycle yang meliputi tahap analisis, perancangan, dan implementasi yang menghasilkan prototype aplikasi. Penelitian ini menghasilkan prototype sistem informasi online untuk memudahkan dalam komponen masukan, pengolahan dan luaran. Sistem ini mempermudah proses pengumpulan, entri dan pengolahan data hingga menghasilkan informasi yang tepat waktu dan akurat karena prosesnya sudah secara otomatis dengan teknologi komputer. Penyimpanan data menggunakan teknologi basis data sehingga memudahkan penelusuran data, pengolahan data dan terkoneksi dengan internet. Keluaran sistem berupa penyajian informasi persebaran, status KLB, kronologi kejadian yang tepat waktu, menggambarkan periode, yang dapat mendukung dalam identifikasi upaya yang akan dilakukan sebagai peningkatan kewaspadaan dini dan respon. Kata kunci: Sistem informasi KLB berdasarkan Kejadian, KLB
Monitoring system based on event or EBS is part of an increase in vigilance and early response to the existence of a threat of the outbreak through the management of data and information of the existence of the outbreak that has potentially occurrences verified truth and adjustment. This research aims to develop information systems online monitoring of the outbreak based on events (event based surveillance) in the command post of the outbreak the Ministry of health who can manage the outbreak data are accurate, realtime and daily in increased alertness and early response. The research development of the system using a kualitatfi approach that aims to obtain identify information systems that are running at the moment. Data collection was done through in-depth interviews, observation and document study. Information obtained become the foundation to design a system of which refer to method of development used namely system development life cycle which includes the analysis stage , design , and the implementation of the simulation as prototype of application .This research produce prototype EBS information system in the form of application to make it easier for online in a component input , processing and the outer covering of .The system should ease the process of collecting the , entry and processing data up to produce information that realtime and accurate because the process is already automatically with computer technology .Data storage using technology database in order to facilitate the search for data , process data and is connected with the internet .Output berua system presentation of information that realtime , describing a period of daily , that could support in the efforts that identification will be carried out as increasing awareness and response . Key word: Monitoring system based on event, Outrbreak.
Read More
T-4859
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andang Charisma Perdana; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Popy Yuniar, Bai Kusnadi
Abstrak: Manajemen dan analisis data yang baik dan sistematis dalam pengelolaan program kewaspadaan dini dan respon diharapkan mengahasilkan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengunakan metode Incremental and Iterative Model yang meliputi tahapan pengumpulan kebutuhan, desain sistem, penulisan kode program, pengetesan program, pengecekan program. Penelitian ini menghasilkan aplikasi sistem kewaspadaan dini dan respon berbasis web di Dinas Kesehatan Kota Bogor. Aplikasi sistem kewaspadaan dini dan respon berbasis web di Dinas Kesehatan Kota Bogor dapat membantu dalam melakukan input data, pengolahan data, penyajian data dan disitribusi data sehingga diharapkan kedepanya mampu meningkatkan kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan.

Management and analysis of good data and systematic in the management of early warning and response program is expected to result in a data and information that is accurate and timely as the basis for decision making. This study is a qualitative research method, Incremental and Iterative Model which includes the stages of gather requirements, design, code, test it, examine. The result of this research is web-based early warning system and response application in Bogor City Health Agency. Web-based early warning system and response application in Bogor City Health Agency can assist in doing data input, data processing, data presentation that the expected in the future able to improve the completeness and timeliness of data reporting. 
Read More
S-8550
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puji Winarta; Pembimbing: Pandu Riono, Indang Trihandini
T-1592
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ike Yuliani Dewi AK; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Popy Yuniar, R. Sutiawan, Yuni Hartini, Ratna Budi \Hapsari
T-4778
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Taruno Nugroho Putro; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Indang Trihandini, Tri Krianto
S-6071
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Balqis Khalisa; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Iwan Ariawan, Inggariwati
Abstrak:
Saat ini, 98% kasus Covid-19 disebabkan oleh Varian Omicron yang diketahui lebih mudah menular, namun memiliki tingkat keparahan yang rendah. Salah satu upaya yang dapat menekan angka hospitalisasi dan kematian akibat Covid-19 adalah vaksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status vaksinasi dengan kejadian hospitalisasi pada individu yang terinfeksi varian Omicron SARS-CoV-2. Dengan menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2022, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling dengan 16.443 subjek. Pada individu yang terinfeksi Varian Omicron SARS-CoV-2, risiko hospitalisasi meningkat pada kelompok umur 50-59 tahun (RR 1,36, 95% CI 1,13 – 1,64) dan >60 tahun (RR 2,62; 95% CI 2,27 – 3,02) dibandingkan dengan kelompok umur

Currently, 98% of Covid-19 cases are caused by the Omicron Variant, which has higher level of transmissibility and low level of severity. One measures that can reduce hospitalization and death rates from Covid-19 is vaccination. This study aims to determine the association between vaccination status and the incidence of hospitalization in individuals infected with the Omicron variant of SARS-CoV-2. By using secondary data from the DKI Jakarta Provincial Health Office in 2022, this research is a quantitative study with a cross-sectional method. The sampling method used was total sampling with 16,443 subjects. In individuals infected with Omicron Variant of SARS-CoV-2, the risk of hospitalization increased in the age group 50-59 years (RR 1.36, 95% CI 1.13 – 1.64) and >60 years (RR 2.62; 95 % CI 2.27 – 3.02) compared to the
Read More
S-11311
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive