Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 16113 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muljati Prijanto ... [et al.]
Bulitkes Vol.28, No.2
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2000
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kes. Masy. Indonesia (MKMI), XXIII, No.10, Nop, 1995: hal. 682-684
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusharmen; Pembimbing: Syahrizal Syarif
T-562
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.34, No.2/ 155, 2007, hal: 73-76
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Gitawati, Ani Isnawati
CDK-Vol.34/No.2
Jakarta : Kalbe Farma, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qomariah
MPPK Vol.XI, No.2
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salman Rusly; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Renti Mahkota, Masdalina Pane
Abstrak:

Setiap tahun jumlah jamaah haji yang mengalami ibadah haji meningkat jumlahnya dengan proporsi jamaah berumur 60 tahun keatas juga ikut meningkat. Pemerintah terus memperbaiki sistem pelayanan kesehatan bagi jamaah haji guna menekan angka morbidity dan mortality jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi faktor risiko terhadap mortalitas peda jamaah haji seluruh Indonesia tahun 1428H/2008M. Rancangan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan desain penelitian dasar observasional yaitu cross-sectional. Dengan menganalisis data sekunder Siskolat 2008. Siskohatkes 2008, data buku laporan pelaksanaan tugas TKHI kloter tahun 2008, data Profil Kesehatan Haji Ditjen PP dan PL Departemen Kesehatan RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa factor resiko yang paling dominan (setelah diadjusted) mempengaruhi moralitas JHI adalah jamaah yang mempunyai riwayat penyakit system pernafasan berisiko kejadian moralitas 316 kali lebih tinggi, jamaah yang mempunyai usi >80 tahun berisiko kejadian moralitas 115 kali lebih tinggi, Jemaah yang mempunyai riwayat penyakit system sirkulasi berisiko kejadian moralitas 54 kali lebih tinggi, jamaah yang mempunyai riwayat penyakit system pencernaan berlsiko kejadian mortalitas 8 kali lebih tinggi dan jamaah pria berlsiko kejadian mortalitas 2 kali lebih tinggi. Probabilitas mortalitas tertinggi pada jamaah golongan umur >80 tahun, mempunyai riwayat penyakit sistem sirkolas mempunyai riwayat penyaldt sistem pernafusan, mempunyai riwayat penyakit sistem pencernaan dan berjenis kelamin pria. Menyatankan kepada calon jamaah agar menunaikan ibadah sebelum berusia 50 tahun, memberikan pelayanan kesehatan yang lebih ekstra kepada jamaah pria, berumur >50 tahun. berpendidikan rendah, aktivitas fisik tidak terlatih, IMf kurus, yang mempunyai riwayat penyakit sistem sirkolasi, pernafasan dan pencernaan, Jamaah faktor risiko tinggi, seperti usia lanjut mempunyai riwayat penyakit, sebaiknya disediakan dokter khusus, jumlah TKHI disesuaikan dengan jumlah jamaah, penempatan pemondokan di Arab Saudi diatur sedemikian rupa sebingga dekat dengan pusat ibadah, dibutuhken kebijakan skrining kondisi kesehatan melalui pemerikaaan kesehatan yang diarahkan pada jamaah, agar jamaah yang mempunyai riwayat penyakit terjaring olehnya.


It is identified that the number of Indonesian hajj pilgrim (IHP) is increasing every year with the proportion of pilgrims age 60 is also increase. Therefore, Indonesia government stii1eontinuing to improve the health service system on its hajj management, in order to decrease the morbidity and mortality rate of hajj pilgrims, during the hajj ritual at the Holy Land of Mecca. The study has a purpose on exploring how high the contribution of risk factors on mortality of nil Indonesian hajj pilgrims of the year 1428H/2008M. The design of the study is using the basic observational study, the cross sectional study design. The study is analyzing the secondary data of Siskobal 2008, Siskobalkes 2008, data of the Report of TKHI (Indonesia Hajj Taskforsei/IHT) task of kloter I 2008, data of the Hajj Health Profile, and synchronizing with the MS Access format that issued by the Hajj Health Sub directorate of General Directorate of PP and PL of the Indonesia Ministry of Health. The Study found the most dominant risk factors which influence the mortality of IHP which have certain conditions, namely: those who has the history of respiratory system disorder processing risk to pass away 316 times compare to those who has not have; those who age >80 years old has risk to death 115 times; pilgrimage who has history of circulatory system disorder has risk to death 54 times; those who has history of digestion system process risk to die 8 times; and men tend to have risk 2 times women. All factors above are acounted after adjustment. Probability of highnest death at pilgrim having history disease of system circulatory, respiratory, digestion and male; faction age >80 years male, having history disease of circulatory system and have history disease of respiratory system. It is suggested that hajj pilgrim candidate suppose to do the pilgrimage before age of 50, the hajj management should give an extra services for health towards pilgrims with certain conditions, namely: men, age above 50 years old, has low level I education, less exercise for physical activities, underweight on BMI, has history of circulatory, respiratory, and digestion system disease. Thereforet for those pilgrims I that have some above conditions and categorized to be high risk pilgrims, should hajj management provides special flight order, appropriate number on hajj taskforce I officers, residential hajj location at Arab Saudi should he placed near to the center of hajj ritual, and there is a need for health screening pelicy at the health examination and those who have risk will he detected in advance.

Read More
T-2780
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rudini; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Yovsyah, Evy Nuryana
Abstrak: Jumlah jamaah haji Indonesia yang menunaikan haji di Arab Saudi setiaptahun adalah yang terbanyak. Jumlahnya adalah seperlima dari seluruh jamaahdidunia yang berhaji di Arab Saudi dengan rata-rata per tahun setidaknya lebihdari 200.000 jamaah haji. Banyaknya jumlah jamaah haji diikuti juga tingginyainsiden kematian dibandingkan dengan negara islam lainnya. Studi ini bertujuanuntuk mengetahui insiden kematian jamaah haji reguler Indonesia tahun 2015 M/1436 H beserta faktor risikonya.Desain penelitian dengan cohort retrospektif dimana variabel independenberupa usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, status risiko tinggi, menderitapenyakit sistem sirkulasi dan respirasi. Data dianalisis dengan analisis univariatuntuk mengetahui distribusi frekuensi variabel yang ada dan analisis bivariatmenggunakan chi square dengan nilai pengamatan di nyatakan dalam nilai pdengan tingkat kemaknaan () 5% dan CI 95%. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh jamaah haji reguler Indonesia tahun 2015 M/ 1436 H. Sampelmenggunakan seluruh populasi dengan kriteria inklusi terdaftar dalam SiskohatkesKemenkes RI pada pemeriksaan akhir di embarkasi keberangkatan serta data yangada terisi lengkap yaitu sejumlah 148.049 jamaah haji.Penelitian ini mendapatkan angka insiden kematian yang terjadi padajamaah haji reguler Indonesia tahun 2015 M/ 1436 H sebesar 4,3 per 1.000jamaah haji. Dimana usia lanjut (> 61 tahun) memiliki risiko 16,8 kali (95% CI:11,6-25,5), pensiunan 14,76 kali (95% CI: 10,8-20,2), pendidikan rendah 2,13 kali(95% CI: 1,67-2,71), berusia > 60 tahun dan memiliki paling sedikit satu riwayatpenyakit 9,62 kali (95% CI: 7,12-13,04), menderita penyakit sistem sirkulasi 2,52kali (95% C: 2,12-3,00), dan menderita penyakit sistem respirasi 3,20 kali (95%CI: 2,27-4,48) untuk mengalami kematian pada jamaah haji reguler Indonesia.Untuk itu diperlukan upaya yang lebih baik lagi untuk menurunkan insidenkematian dengan optimalisasi pembinaan kesehatan jamaah haji sebelumkeberangkatan terutama yang mempunyai status risiko tinggi seperti usia lanjut,pendidikan menengah kebawah, menderita penyakit sirkulasi atau respirasi.Disamping itu pentingnya edukasi agar jamaah haji mengoptimalkan pemanfaatanlayanan kesehatan yang ada serta berperilaku hidup bersih dan sehat.Kata Kunci : Jamaah Haji, Insiden Kematian, cohort retrospektif.
Read More
S-9032
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tabah Siswoyo; Pembimbing: Yovsyah
S-2200
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Makara Sei Sains, Vol.9, No.1, Apr 2005, hal. 13-18, ( Cat. ada di bendel 2005 - 2007 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive