Ditemukan 14906 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Penelitian Gizi dan Makanan, Vol. 37, no. 2, Desember 2014: hal. 109-118
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fitrah Ernawati
Penelitian Gizi dan Makanan (PGM), Vol.37, No.2, Des. 2014; hal. 109-118
Bogor : Balitbangkes, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hasyyati; Pembimbing: Helda; Penguji: Yovsyah, Astrid Hereline
Abstrak:
Skripsi ini membahas hubungan pemberian stimulasi terhadap perkembangan anak umur 12 bulan di Wilayah Kecamatan Jambe pada bulan Mei tahun 2017. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dan pengambilan sampel dilakukan dengan Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 92,9% dari anak umur 12 bulan di wilayah Kecamatan Jambe mengalami perkembangan yang sesuai dengan umurnya. Sebanyak 61,4% anak umur 12 bulan mendapatkan stimulasi yang cukup. Sebanyak 67,2% dari responden merupaka perempuan. Sebanyak 94.3% anak memiliki berat badan lahir yang normal saat lahir. Sebanyak 94,3% anak memiliki status gizi baik. Sebanyak 68,6% anak diberikan ASI eksklusif. Sebanyak 68,6% dari responden ibu memiliki pendidikan rendah dan 91,4% dari responden ibu tidak bekerja. Sebanyak 85,7% dari anak umur 12 bulan diasuh oleh selain orang tua. Sebanyak 77,1% memiliki jumlah saudara lebih dari satu. Terdapat hubungan antara pemberian stimulasi dengan perkembangan anak umur 12 bulan di Kecamatan jambe pada bulan Mei tahun 2017 (p=0,04). Kata kunci: Perkembangan anak,stimulasi. This thesis discusses about relationship between stimulation with the development of childr aged 13 in jambe sub-district in may 2017. This study is a quantitative study with cross sectional research design and sampling carried out by the Total Sampling. The results showed that 92,9% have the good development of Child, 61,4% child aged 12 in Jambe Sub-district have a sufficient stimulation, 67,2% respondents are girls, 94.3% child have a normal weight when they born, 94,3% child have a good nutrition, 68,6% ASI eksklusif, 68,6% respondents have a low educated mothers, 91,4% mothers does not doing work, 14,3% full taken care ye teir parents, 77,1% have more than one siblings. There is a relatonship between stimuation and the development of child aged 13 in Jambe Sub-district in May 2017 (p=0,04). Keyword : development of child, stimulation.
Read More
S-9559
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Ridho Nugroho; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Trini Sudiarti, Dewi Damayanti, Rika Rachmalina
Abstrak:
Berdasarkan berat badan rujukan menurut Departemen Kesehatan, bayi yang lahir dengan gizi baik akan mempunyai berat badan antara 2,5 kg sampai 3,4 kg. Pertambahan berat badan bayi sangatlah pesat, tetapi laju pertambahan berat badan makin lama makin berkurang. Pada umur 5 bulan, berat badan bayi menjadi dua kali berat lahir, sedangkan pada umur 1 tahun beratnya tiga kali berat lahir, dan pada umur 2 tahun berat badannya menjadi empat kali berat lahir. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir terhadap pertambahan berat badan usia 12 bulan pada bayi yang di lahirkan di klinik bidan praktek mandiri (BPM) di Kota Lubuklinggu Propinsi Sumatera Selatan Tahun 2019, sampel sebanyak 108. Desain penelitian cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan 81,5% bayi lahir dengan berat badan ≥3000gram, sebanyak 47,2% bayi yang mengalami kenaikan berat badan 3 kali berat lahir, 47,2 % bayi diberi ASI eksklusif, 63% bayi mendapat MP ASI pada usia ≥ 6 bulan, 59,3% bayi menderita penyakit infeksi, 88% ibu yang memiliki usia kehamilan ≥ 38 minggu, 70,4 % ibu yang memiliki pendidikan ≥ SLTA, 63% bayi rutin melakukan penimbangan berat badan serta 80,6% bayi mendapatan imunisasi lengkap. Terdapat hubungan antara berat badan lahir (p value = 0,001) dan status imunisasi (p value = 0,017) terhadap pertambahan berat badan bayi pada usia 12 bulan. Perlu adanya peningkatan program antenatal care (ANC) dan peningkatan program cakupan imunisasi/universal child immunization (UCI) serta peningkatan kunjungan posyandu agar bayi dapat mencapai berat badan yang ideal pada usia 12 bulan. Kata kunci: Berat badan lahir, berat badan usia 12 bulan, imunisasi Based on the reference weight according to the Ministry of Health, babies born with good nutrition will have a weight between 2.5 kg to 3.4 kg. Baby's weight gain is very rapid, but the rate of weight gain decreases over time. At the age of 5 months, the baby's weight is twice the birth weight, while at the age of 1 year it weighs three times the birth weight, and at the age of 2 years the weight becomes four times the birth weight. The purpose of the study was to determine the relationship between birth weight to weight gain of 12 months in infants born at independent practice midwife clinics (BPM) in Lubuklinggu City, South Sumatra Province in 2019, a sample of 108. The study design was cross sectional. The results showed 81.5% of babies born with a weight of 0003000gram, as many as 47.2% of infants who gained weight 3 times birth weight, 47.2% of infants were given exclusive breastfeeding, 63% of infants received MP ASI at the age of ≥ 6 month, 59.3% of babies suffer from infectious diseases, 88% of mothers who have gestational age ≥ 38 weeks, 70.4% of mothers who have education ≥ SLTA, 63% of babies routinely weigh weight and 80.6% of babies get complete immunization . There is a relationship between birth weight (p value = 0.001) and immunization status (p value = 0.017) on infant weight gain at 12 months of age. There needs to be an antenatal care (ANC) improvement program and an increase in the universal child immunization (UCI) program and an increase in posyandu visits so that babies can achieve the ideal body weight at 12 months of age. Key words: Birth weight, 12 month body weight, immunization
Read More
T-6001
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Esti Sri Ananingsih; Promotor: Ratna Djuwita; Kopromotor: Endang Laksminingsih Achadi, Hardiono Pusponegoro; Penguji: Budi Utomo, Rini Sekartini, Anies Irawati, Besral, Yekti Widodo
Abstrak:
Read More
Ukuran lingkar kepala digunakan sebagai indikator antropometri non-invasif dan murah untuk menilai status gizi dan perkembangan otak dan gambaran pertumbuhan otak yang kemudian hari dapat menentukan perkembangan fungsi kognitif. Penelitian, mengkaji hubungan antara ukuran lingkar kepala anak usia 0 ? 12 bulan dengan perkembangan kognitif anak usia 24 bulan di 5 Kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan desain longitudinal, menggunakan data riset Kohor Tumbuh Kembang Anak di Kota Bogor yang dimiliki oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Sampel penelitian diambil dari seluruh bayi baru lahir yang memiliki data ukuran lingkar kepala 0 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan serta memiliki data perkembangan kognitif saat usia 24 bulan. Jumlah sampel yang dilakukan analisis berjumlah 271. Ukuran lingkar kepala anak menggunakan data ukuran lingkar kepala usia 0 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan pertambahan ukuran lingkar kepala anak usia 0 ? 6 bulan dan anak usia 6 ? 12 bulan. Perkembangan kognitif dijelaskan dengan data skor kognitif anak usia 24 bulan. Analisis yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan dan uji regresi linier untuk menganalisis hubungan antara ukuran lingkar kepala anak usia 0 ? 6 bulan dan usia 6 ? 12 bulan dengan perkembangan kognitif anak usia 24 bulan. Pertambahan ukuran lingkar kepala merupakan refleksi dari pertumbuhan otak anak dan berhubungan dengan perkembangan kognitif anak usia 24 bulan. Ada hubungan positif antara pertambahan ukuran lingkar kepala usia 0 ? 6 bulan dengan perkembangan kognitif anak usia 24 bulan. Anak yang memiliki rata-rata pertambahan ukuran lingkar kepala usia 0 ? 6 bulan sebesar 7,5 cm dan mendapatkan ASI Ekslusif 6 bulan kemungkinan skor kognitif anak pada usia 24 bulan sebesar 91,82 poin, termasuk cukup berkembang kognitifnya dibandingkan anak-anak lain seusianya. Hasil studi menyarankan, pengukuran lingkar kepala menjadi perhatian dalam proses pengukuran antropometri dan interpretasi yang bermanfaat untuk pemantauan perkembangan anak.
Head circumference (HC) measurement is performed as a non-invasive and inexpensive anthropometric indicator to assess nutritional status and brain development. It is also utilized as an overview of brain growth which can later determine a cognitive function development. This study examines the association between HC at 0-12 months of age and cognitive development at 24 months in 5 subdistricts in Bogor Tengah district, Bogor city. This research was a longitudinal study using data from the Bogor cohort study on child growth and development held by National Health Research and Development. The sample size was 271 recruited from all newborns who had HC at 0 months, 6 months, and 12 months and had cognitive development at 24 months. The HC measurement was collected from data of HC at the age of 0 months, 6 months, and 12 months and the children?s HC increments aged 0-6 months and 6-12 months. Meanwhile, cognitive development was reported based on children?s cognitive scores aged 24 months. The analysis used was an unpaired t-test and linear regression test to analyze the association between HC of children aged 0-6 months and 6-12 months and cognitive development of children aged 24 months. This study showed that the HC increment was a reflection of children?s brain growth and was associated with cognitive development at 24 months of age. There was a positive association between the increase of HC at 0-6 months and the children?s cognitive development aged 24 months. Children having an average HC increment of 0-6 months of 7.5 cm and experience exclusive breastfeeding for 6 months may have a cognitive score of 91.82 points at 24 months and can be categorized as having adequate cognitive development compared to other children at their age. It is recommended that HC measurement can be a concern in the process of anthropometric measurements and a useful interpretation for monitoring child growth and development.
D-467
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratih Ratnaningrum Ambarwati; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Rahmawati
S-7314
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurleka Yulastri; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Rini Sekartini, Farjrinayanti
Abstrak:
Perkembangan anak pada periode emas sangatlah penting karena menentukankualitas individu terutama pada 1 tahun pertama. Berdasarkan data WHO lebihdari 200 juta anak di negara berkembang berisiko perkembangan terhambat.DiBeiji diketahui prevalensi perkembangan terhambat sebesar 9,7 %. ASI eksklusifmerupakan faktor yang berkaitan dengan perkembangan anak. Di Musi Banyuasinprevalensi ASI eksklusif baru mencapai 56,83%. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan perkembangansuspek terhambat pada anak usia 12 bulan. Di samping itu dilakukan metodekualitatif kepada 11 informan yang bertujuan menggali pemahaman ibu secaramendalam mengenai hubungan ASI eksklusif dan perkembangan anak. Penelitianini dilakukan dengan desain cross sectional. Responden terdiri dari 320 anak usia12 bulan yang berasal dari 19 Puskesmas di Kabupaten Musi Banyuasin.Diperoleh hasil hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif danperkembangan dengan PR adjusted 1,932 (95% CI: 0,719-5,186). Selain itudiketahui mayoritas ibu telah paham bahwa ASI eksklusif berhubungan denganperkembangan anak, namun tradisi pemberian makan dari nenek sebagai faktorutama dalam pencapaian ASI eksklusif.
Kata kunci:ASI Eksklusif, Perkembangan, Suspek Terhambat, Anak Usia 12 bulan
The children development in golden period is very important because determinequality of individu especially in the first year. Based on WHO data, more than 200millions children in developing countries had developmental delay risk. In Beiji,the prevalence of developmental delay 9,7%. Exclusive breastfeeding as a factorof developmental delay. In Musi Banyuasin regency, the prevalence of exclusivebreastfeeding is 56,3%. This study purposes is to analyze the relationship betweenhistory of exclusive breastfeeding and suspected delayed development among 12months infants. Besides, we had done qualitative methode among 11 informans tomining the deeply knowing of mom about relationship of exclusive breasfeedingto infant development. This study used cross sectional design involved 320sample (infants) at 19 Puskesmas in Musi Banyuasin Regency. The result showedthat the relationship between exclusive breastfeeding and developmental delayamong infants was PR adjusted 1,932 (95% CI: 0,719-5,186). Furthermore, studyfound that mostly moms had known that exclusive breastfeeding related to infantdevelopment, but feeding tradition from grand mothers were play as a role factorin practicing exclusive breastfeeding among mothers.
Keywords:Exclusive Breastfeeding, Development, Suspected Delayed, 12 Months Infants
Read More
Kata kunci:ASI Eksklusif, Perkembangan, Suspek Terhambat, Anak Usia 12 bulan
The children development in golden period is very important because determinequality of individu especially in the first year. Based on WHO data, more than 200millions children in developing countries had developmental delay risk. In Beiji,the prevalence of developmental delay 9,7%. Exclusive breastfeeding as a factorof developmental delay. In Musi Banyuasin regency, the prevalence of exclusivebreastfeeding is 56,3%. This study purposes is to analyze the relationship betweenhistory of exclusive breastfeeding and suspected delayed development among 12months infants. Besides, we had done qualitative methode among 11 informans tomining the deeply knowing of mom about relationship of exclusive breasfeedingto infant development. This study used cross sectional design involved 320sample (infants) at 19 Puskesmas in Musi Banyuasin Regency. The result showedthat the relationship between exclusive breastfeeding and developmental delayamong infants was PR adjusted 1,932 (95% CI: 0,719-5,186). Furthermore, studyfound that mostly moms had known that exclusive breastfeeding related to infantdevelopment, but feeding tradition from grand mothers were play as a role factorin practicing exclusive breastfeeding among mothers.
Keywords:Exclusive Breastfeeding, Development, Suspected Delayed, 12 Months Infants
T-4475
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Titin Haerunnisa; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Dwiretno Yuliarti
S-9138
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bobok S. Simanjuntak; Pembimbing: Endang L. Achadi, Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Dodik Briawan, Salimar
T-3453
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rizki Nurmaliani; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Lhuri Dwianti Rahmartani, Ratna Djuwita, Julina
Abstrak:
Read More
Stunting merupakan permasalahan malnutrisi yang paling banyak terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun. Salah satu faktor yang berhubungan dengan stunting adalah berat badan lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir dengan stunting pada anak usia 6-23 bulan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross-sectional menggunakan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 87.754 anak. Analisis data dilakukan menggunakan uji Cox Regression Constant Time dengan ukuran asosiasi prevalence ratio (PR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Indonesia tahun 2022 adalah sebesar 20,92% dan prevalensi bayi berat lahir rendah (BBLR) pada anak usia 6-23 bulan di Indonesia tahun 2022 adalah sebesar 5,71%. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa anak yang memiliki riwayat Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) memiliki risiko lebih besar untuk mengalami stunting dibandingkan anak yang tidak memiliki riwayat BBLR setelah dikontrol variabel panjang badan lahir dengan besar risiko bergantung pada kelompok usia anak. Pada anak usia 6-11 bulan, riwayat BBLR meningkatkan risiko stunting sebesar 2,10 (APR=2,10, 95% CI 1,89-2,33) setelah dikontrol variabel panjang badan lahir, sedangkan pada anak usia 12-23 bulan, riwayat BBLR meningkatkan risiko stunting sebesar 1,38 (APR=1,38, 95% CI 1,29-1,48) setelah dikontrol variabel panjang badan lahir. Diperlukan upaya pencegahan terjadinya BBLR serta tata laksana dan pemantauan pertumbuhan yang optimal sedini mungkin bagi bayi dengan berat lahir rendah agar risiko stunting dapat diminimalkan.
Stunting is the most common form of malnutrition among children under five years of age. One of the factors associated with stunting is birth weight. The aim of this study was to examine the relationship between birth weight and stunting among children aged 6–23 months in Indonesia. This study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) with a sample size of 87,754 children. Data were analyzed using Cox regression with constant time, using prevalence ratio (PR) as the measure of association, along with a 95% confidence interval. The results showed that the prevalence of stunting among children aged 6–23 months in Indonesia in 2022 was 20.92%, while the prevalence of low birth weight (LBW) in the same age group was 5.71%. Multivariate analysis indicated that children with a history of LBW had a higher risk of stunting compared to those without such a history, after adjusting for birth length. Moreover, the magnitude of risk varied by age group. Among children aged 6–11 months, LBW increased the risk of stunting by 2.10 times (APR = 2.10; 95% CI: 1.89–2.33), whereas in those aged 12–23 months, the risk increased by 1.38 times (APR = 1.38; 95% CI: 1.29–1.48). Preventive measures to reduce the incidence of LBW, along with optimal management and early monitoring of growth in LBW infants, are essential to minimize the risk of stunting.
T-7329
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
