Ditemukan 33160 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Agus Rahman; Pembimbing: Ratna Djuwita
T-1166
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Johan Harlan; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo, Kopromotor, Sooemarmo Markam
D-80
Depok : FKM UI, 2003
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nicolaski Lumbun; Promotor: Nasrin Kodim; Ko-Promotor: Bambang Sutrisna, S. Soegianto, R. Rondang; Penguji: Sudijanto Kamso, Sutarmo Setiadji, Nafrialdi; Ratu Ayu Dewi Sartika
D-278
Depok : FKM-UI, 2013
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ayu Herawati; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Endang Sri Wahyuni
S-10423
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lukman Waris; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Supratman Sukowati
Abstrak:
Read More
Malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk di Kalimantan Selatan dan merupakan reemerging disease di dunia. Spesies vektor malaria yang terpenting di pulau Kalimantan adalah An.subpicius Grassi, menjadi masalah karena sehubungan dengan terjadinya penebangan hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Pyriproxyfen terhadap pertumbuhan, perkembangan dan mortalitas larva An.subpictus. Metode penelitian adalah eksperimen skala laboratorium dimana variabel dependen adalah konsentrasi Pyriproxyfen (ppm) dan variabel independen adalah pertumbuhan dan perkembangan larva dan pupa, mortalitas larva dan pupa, abnormalitas dari pra-dewasa dan nyamuk dewasa. Analisis statistik adalah correlation regression dilakukan untuk melihat hubungan korelasi antara variabel dependen dan variabel independen. Pemeriksaan mikroskop dilakukan untuk melihat perkembangan yang abnormal dan penyebab terjadinya kematian pada stadium pra-dewasa. Hasil penelitian adalah Pyriproxyfen sebagai suatu alternatif IGR, memberikan dampak kematian dan pengaruh pertumbuhan terhadap stadium larva ke pupa dan stadium pupa ke nyamuk dewasa. Makin tinggi konsentrasi Pyriproxyfen, makin tinggi kematian larva (p=0,012), dan makin sedikit pupa yang terbentuk (p=0,007), dan makin sedikit pupa yang mati (p=0,015). Hasil analisis korelasi memperlihatkan hubungan positif antara Pyriproxyfen terhadap kematian larva (Kematian Larva=22,29+0,4*Konsentrasi), hubungan negatif antara Pyriproxyfen terhadap pembentukan pupa (Pembentukan Pupa=2,71-24*Konsentrasi), dan hubungan negatif antara Pyriproxyfen terhadap kematian pupa (Kematian Pupa=2,86-0,44*Konsentrasi). Dari penelitian ini tidak ada pupa yang berhasil menjadi nyamuk dewasa. Pengaruh Pyriproxyfen terhadap pertumbuhan larva dan pupa adalah menggagalkan proses ecdysis yang menyebabkan kematian pada larva dan pupa.
Malaria is still as a public health problem in Indonesia including South Kalimantan, and one of a reemerging disease. The important of species malaria vector in coastal area of Kalimantan is An. subpictus Grassi, this species become very important malaria vector due to an increasing deforestation of mangrove. The objective of this study is to describe the impact of Pyriproxyfen to the growth, development and mortality of An. subpictus larvae. The study design is an experimental in laboratory scale, where dependent variable is Pyriproxyfen concentration (ppm) and the independent variables are larvae and pupae growth and development, mortality of larvae and pupae, an abnormality of immature and adult stages. Statistical analysis, correlation regression were used to describe a correlation between dependent and independent variables. Microscopic examinations were carried out to examined development and describe any anomaly or abnormalities, and caused of dead of the immature stages. The results of this study showed that the Pyriproxyfen is very potential IGR, it were kill and hampered the development of larvae to pupae and also pupae to adults stages. The higher concentration of Pyriproxyfen, the higher rate of larva mortality (p=0,012), and as lower pupa formed (p=0,007), and lower rate of pupa mortality (p=0,015). The correlation analysis found that relation between Pyriproxyfen to larva mortality is positive (mortality of larva=22,29+0,4*concentration), relation between Pyriproxyfen to pupa formed is negative (pupa formed=2,71-24*concentration), and relation between Pyriproxyfen to pupa mortality is negative (mortality of pupa= 2,86-0,44*concentration). None of the pupa has been succeeds to emerged become adult stage (mosquito). The important effect of Pyriproxyfen is to the growth of larvae and pupae, it is hampered the ecdysis and at the end will cause death of larva and pupa.
T-1666
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pengaruh tempat perindukan nyamuk terhadap kejadian malaria di wilayah kec. Toboali Kab. Bangka 2000
Hendra Kusumajaya; Pembimbing: Nasrin Kodim
T-840
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
I Made Winarta; Promotor: Mondastri Korib Sudaryo; Kopromotor:Tri Yunis Miko Wahyono, Agnes Kurniawan; Penguji: Evi Martha, Ratna Djuwita, .I Made Djaja, Lukman Hakim, Waras Budiman, Soroy Lardo
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Tidak adanya Pemberian kemoprofilaksis pada pasukan pengamana daerah perbatasan menyebabkan tingkat kesakitan dan kematian akibat infeksi Malaria tinggi. Oleh karena itu sangat dibutuhkan suatu metode intervensi yang dapat mencegah insiden Malaria pada pasukan TNI di perbatasan tersebut. Efektivitas metode ini belum diuji secara optimal di daerah endemis Malaria seperti pada perbatasan Papua dan Papua New Guinea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Pemberian intervensi pada kelompok perlakuan pasukan TNI yang bertugas di wilayah perbatasan. Metode: Sebuah metode Mix Method yang dilakukan pada Juli-Oktober 2019 di Perbatasan Papua dan PNG. Subjek penelitian adalah satgas pasukan TNI Angkatan Darat dalam keadan sehat dan tidak sedang menderita Malaria. Subjek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok intervensi standar sebagai kontrol (P1), kelompok intervensi meflokuin (P2), dan kelompok intervensi kombinasi Meflokuin dan Indooor Residuak Spraying (P3). Kemudian semua pasien difollow-up selama 126 hari dan dilihat insiden Malaria pada pasukan tersebut. Hasil: Insiden infeksi Malaria pada kelompok intervensi P2 lebih rendah dibandingkan dengan kelompok intervensi P1 (16.349% vs 82.39%). Dan Insiden infeksi Malaria pada kelompok intervensi P3 juga lebih rendah dibandingkan dengan kelompok intervensi P1(13.25% vs 82,39%). Rate Ratio (RR) intervensi Meflokuin terhadap insiden Malaria adalah 0.078 (CI 95%; 0.039 – 0.154). Rate Ratio (RR) intervensi kombinasi meflokuin dengan IRS terhadap infeksi Malaria adalah 0.073 (CI 95% = 0.045 – 0.119). Proporsi kasus yang dapat dicegah (PFu%) dengan intervensi P2 sebesar 92% dan intervensi P3 93%. Artinya, sebanyak 92% kejadian infeksi Malaria pada kelompok intervensi P1 dicegah dengan Pemberian kemoprofilaksis meflokuin dan sebesar 93% Artinya, sebanyak 93% kejadian infeksi pada kelompok intervensi P1 dicegah dengan Pemberian kombinasi kemoprofilaksis meflokuin dengan IRS. Hasil kualitatif memnemukan adanya hak ulayat dan tidak memakai kemoprofilaksis srehingga mudah terkena malaria Kesimpulan: Intervensi dengan meflokuin dan intervensi kombinasi meflokuin dengan IRS adalah sangat efektif dapat mencegah kedarian infeksi Malaria. Berkurangnya kejadian infeksi Malaria sejalan dengan bekuranngya transmisi dan morbiditas infeksi Malaria pada Satgas pengamanan daerah perbatasan yang endemis Malaria.
Background: The absence of giving chemoprophylaxis to security forces in border areas cause high morbidity and mortality due to Malaria infection. Therefore, an intervention method is urgently needed that can prevent Malaria incidents in TNI troops on the border. The effectiveness of this method has not been optimally tested in Malaria endemic areas such as the border of Papua and Papua New Guinea. The study aims: to determine the effectiveness of giving interventions to the treatment group of TNI troops serving in the border area. Method: A mixed method was conducted in July till October 2019 on the border of Papua and PNG. The research subjects were the Indonesian Army Troops task force who were in good health and were not suffering from Malaria. The research subjects were divided into 3 groups, namely the standard intervention group as a control (P1), the Meflokuin intervention group (P2), and the Meflokuin and Indoor Residual Spraying combination intervention group (P3). Then all patients were followed-up for 126 days and the incidence of Malaria was observed in the troops. Results: The incidence of Malaria infection in the P2 intervention group was lower than in the P1 intervention group (16.349% vs 82.39%). And the incidence of Malaria infection in the P3 intervention group was also lower than in the P1 intervention group (13.25% vs 82.39%). The Hazard Ratio (HR) of the Meflokuin intervention to the incidence of Malaria was 0.078 (95% CI; 0.039 – 0.154). The Hazard Ratio (HR) of Meflokuin and IRS combination intervention for Malaria infection was 0.073 (95% CI = 0.045 – 0.119). The proportion of cases that could be prevented (PFu%) with P2 interventions was 92% and 93% with P3 interventions. This means that as much as 92% of the incidence of Malaria infection in the P1 intervention group was prevented by administering Meflokuin chemoprophylaxis and by 93%. Qualitative results found that they had “Hak Ulayat” and did not use chemoprophylaxis so they were susceptible to malaria Conclusion: Intervention with Meflokuin and Meflokuin combination intervention with IRS is very effective in preventing the occurrence of Malaria infection. The reduced incidence of Malaria infection is in line with the reduced transmission and morbidity of Malaria infection in the Task Force for securing Malaria-endemic. border areas.
D-488
Depok : FKM-UI, 2023
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vierto Irrenius Girsang; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Ratna Djuwita, Sulistyo, Fajrinayanti
T-4093
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
I Made Suwadera; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Ferdinand J. Laihad
T-1585
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Afudin; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Julitasari, Eko Priyono, Sumarsinah, Dewi Susana
T-1623
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
