Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5625 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Joko Irianto, Asri C. Adisasmita, Budi Utomo
JKR Vol.5, No.3
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joko Irianto; Promotor: Budi Utomo; Ko-Promotor: Sudarto Ronoatmojo, Asri C. Adisasmita; Penguji: Anhari Achadi, Syahrizal Syarif, Atmarita, Emi Nurjasmi, Trihono
D-300
Depok : FKM-UI, 2014
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Majalah Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.34, No.3, Maret 1984, hal. 109-113
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Medika, No.8, Agt. 1991, hal. 646-650
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tristi Dwi Veronita; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Evi Martha, Televisianiungsih Dwi Kentjana
Abstrak: Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Neonatal (SijariEMAS) merupakan program terbaru di Kota Tangerang dalam upaya menjawab permasalahan kematian ibu dan kematian bayi di Kota Tangerang yang disebabkan karena rujukan yang tidak efektif dan efisien. Penggunaan SijariEMAS pada kelompok sasaran bidan praktek mandiri sebagai penolong persalinan utama di Kota Tangerang masih amat rendah, hanya 15% bidan praktek mandiri yang menggunakan SijariEMAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi SijariEMAS pada bidan praktek mandiri di Kota Tangerang tahun 2017. Dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2017 menggunakan design kualitatif . Pengambilan data dilakukan melalui fokus grup diskusi pada 24 orang informan bidan praktek mandiri (Bidan yang aktif dan tidak aktif menggunakan SijariEMAS) serta wawancara mendalam terhadap para penentu kebijakan terkait program SijariEMAS di Kota Tangerang. Penelitian ini menunjukan bahwa response time atau waktu cepat tanggap rujukan melalui SijariEMAS yang lama ditambah kurangnya koordinasi antara rumah sakit, bidan perujuk dan petugas call center serta kurang nya pengawasan dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang menjadi penyebab kurang maksimalnya implementasi SijariEMAS pada bidan praktek mandiri di Kota Tangerang.
Kata kunci: SijariEMAS; Bidan praktek mandiri

Maternal and Neonatal Reference Network Information System (SijariEMAS) is the latest program in Kota Tangerang as an effort to answer the problem of maternal and infant mortality in Kota Tangerang caused by ineffective and efficient reference. The use of SijariEMAS in the target group of private practice midwives as primary birth attendant in Kota Tangerang is still very low, only 15% of private practice midwives using SijariEMAS. This study aims to determine the implementation of SijariEMAS on i private practice midwife in Kota Tangerang 2017. Implemented in May-June 2017 using qualitative design. Data collection was done through focus group discussion on 24 midwives' informants (active and inactive midwives using SijariEMAS) as well as in-depth interviews on policy makers related to SijariEMAS program in Kota Tangerang . This research indicates that the response time of referral through old Sijariemas plus lack of coordination between hospital, referral midwife and call center officer and lack of supervision from Tangerang City Health Office become the cause of less maximal implementation of SijariEMAS at private practice midwife in Kota Tangerang.
Keywords: SijariEMAS; Private Practice Midwives
Read More
S-9389
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Rudiyanti; Promotor: Budi Utomo; Kopromotor: Dian Kusuma; Penguji: Endang Laksminingsih, Pujiyanto, Sutanto Priyo Hastono, Trisari Anggondowati, Agus Suwandono, Sudibyo Alimoeso
Abstrak:

Latar belakang: Semua ibu hamil memerlukan akses cepat ke perawatan emergensi obstetric melalui sistem rujukan yang efektif. Fasilitas Kesehatan Primer sebagai lini pertama sistem rujukan memiliki peran dalam keputusan merujuk dan mengantarkan ibu mendapatkan perawatan emergensi obstetric dengan aman dan tepat waktu. Kelemahan dalam manajemen kesehatan beresiko meningkatkan keterlambatan yang mengancam keselamatan ibu hamil.
Metode: Desain penelitian Explanatory sequential mixed methods dengan populasi yaitu Puskesmas dan Praktek Bidan. Pada tahap kuantitatif menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan studi ekologi untuk menilai kapasitas deteksi dini komplikasi dan pengiriman rujukan, membuat pemetaan antar Kabupaten/Kota dan mengidentifikasi faktor manajemen yang mempengaruhinya. Pengumpulan data melalui telaah dokumen, wawancara, dan observasi. Data dianalisis menggunakan regresi logistik berganda. Tahap kualitatif dilakukan wawancara mendalam pada Bidan dan Pasien yang dirujuk untuk mengali informasi tentang proses rujukan. Validitas data melalui triangulasi sumber dan dianalisis secara tematik.
Hasil: Kapasitas layanan rujukan maternal dalam kategori baik sangat rendah yaitu 19,7%, kapasitas deteksi dini komplikasi sebesar 48,7%, kapasitas perawatan stabilisasi sebesar 35,3% dan kapasitas pengiriman rujukan sebesar 43,6%. Penyebabnya staf kurang kompeten, kekurangan obat-obatan essensial, lemahnya pendokumentasian, rendahnya kepatuhan staf pada standar pelayanan, dan kurangnya komunikasi antar fasilitas. Penggunaan sistem informasi rujukan, pengembangan kompetensi staf, dan akreditasi menjadi faktor penentu manajemen kesehatan yang dapat meningkatkan layanan rujukan serta di dukung kesiapan pasien dan keluarga dalam mempersiapkan persalinan.
Kesimpulan: Potensi kematian ibu di Provinsi Lampung tinggi karena sekitar 80% pasien dengan komplikasi maternal yang dirujuk beresiko mengalami keterlambatan tipe I dan II. Fasilitas Kesehatan Primer belum memiliki kapasitas yang baik dalam melakukan deteksi dini komplikasi, perawatan stabilisasi dan pengiriman rujukan. Diperlukan intervensi yang terarah untuk mengatasi masalah kompetensi staf, ketersediaan sumber daya essensial, perbaikan sistematis dalam pendokumentasian dan pengawasan terhadap kepatuhan staf pada standar serta meningkatkan komunikasi yang efektif antar fasilitas kesehatan. Pemanfaatan teknologi informasi dan penguatan akreditasi menjadi pendorong utama yang didukung persiapan persalinan yang baik dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan


Background: All pregnant women need rapid access to emergency obstetric care through an effective referral system. Primary Health Facilities as the first line of referral systems have a role in the decision to refer and deliver mothers to receive emergency obstetric care safely and on time. The weakness of Primary Health Facilities in health management is at risk of delays that threaten the safety of pregnant women.
Method: An explanatory sequential mixed-methods research design was used, with the population consisting of Primary Health Care Centres (Puskesmas) and Midwife Practices. In the quantitative phase, a cross-sectional design with an ecological study approach was used to assess the capacity for early detection of complications and referral processes, create a mapping between districts/cities, and identify management factors influencing these processes. Data collection was conducted through document review, interviews, and observations. Data were analysed using multiple logistic regression. The qualitative stage involved in-depth interviews with midwives and referred patients to explore information about the referral process. Data validity was ensured through triangulation of sources and analysed thematically.
Results: The capacity of maternal referral services in the good category is very low at 19.7%, the capacity for early detection of complications is 48.7%, the capacity for stabilization care is 35.3% and the capacity for sending referrals is 43.6%. The causes are incompetent staff, lack of essential medicines, weak documentation, low staff compliance with service standards, and poor communication between facilities. The use of a referral information system, staff competency development, and accreditation are determining factors in health management that can improve referral services and are supported by patient and family readiness in preparing for childbirth.
Conclusion: The potential for maternal mortality in Lampung Province is high because around 80% of patients with maternal complications who are referred are at risk of experiencing type I and II delays. Primary Health Facilities do not yet have good capacity in carrying out early detection of complications, stabilization care and referral delivery. Targeted interventions are needed to address issues of staff competence, availability of essential resources, systematic improvements in documentation and supervision of staff compliance with standards and improving effective communication between health facilities. The use of information technology and strengthening accreditation are the main drivers supported by good preparation for childbirth and community empowerment in rural areas.

Read More
D-587
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syamsul Ridjal; Pembimbing: Zarfiel Tafal
S-394
Jakarta : FKM UI, 1987
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochamad Setyo Pramono, F.X. Sri Sadewo
Bulitsiskes Vol.15, No.3
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadian Tarzon; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Kemal N. Siregar, Mieke Savitri, Muhammad Ilhamy Setyahadi, Wasnidar
T-3128
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahayu Pertiwi; Pembimbing: A. Rahman
S-2423
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive