Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32414 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sofya Umi Labiba; Pembimbing: Suyud Wano Utomo; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Diah Wati
Abstrak: Malaria merupakan penyakit tular vektor yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pengendalian malaria yang dilakukan lebih berfokus pada diagnosis dan pengobatan ACT serta upaya pencegahan gigitan nyamuk lainnya sehingga diperlukan upaya berbasis lingkungan salah satunya dengan konservasi hutan mangrove mengingat tantangan resistensi parasit dan vektor malaria dan perubahan iklim yang terjadi saat ini. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara konservasi hutan mangrove, dengan kejadian malaria. Disain penelitian yang digunakan adalah ekologi korelasi yang berbasis populasi. Didapatkan 18 kabupaten/kota dari total 28 sampel yang berada di pantai utara Pulau Jawa. Data yang digunakan adalah Riskesdas tahun 2013 dan RTK-RHL DAS Mangrove dan Sempadan Pantai tahun 2010. Hasil menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengelolaan hutan mangrove dengan kejadian malaria (r =-0,675) dengan (p = 0,002). Konservasi hutan mangrove dapat menjadi upaya pengendalian malaria berbasis lingkungan karena memiliki hubungan kuat yang negatif dengan kejadian malaria sehingga semakin besar pengelolaan hutan mangrove maka semakin kecil kejadian malaria pada suatu wilayah. Konservasi hutan mangrove didukung dengan adanya pemberdayaan masyarakat sekitar hutan mangrove. Kata Kunci: Konservasi Hutan Mangrove, Malaria, Pengendalian Malaria Berbasis Lingkungan Malaria is a vector-borne disease that still remains as a health problem in Indonesia. Malaria control focus more on the diagnosis and treatment of ACT and other mosquito bite prevention efforts so the environmental-based efforts are necessary, one of them is mangrove forests conservation in view of the resistance challenges of parasite and vector of malaria and climate change that is happening now. This study aim to examine the relationship between the conservation of mangrove forests with the prevalence of malaria. The design study is a population-based ecological correlations. 18 districts / cities were obtained of a total of 28 samples that were on the north coast of Java Island. The data used are Riskesdas in 2013 and RTK-RHL DAS Mangrove dan Sempadan Pantai Ministry of Forestry in 2010. The results showed significant relationship between the management of mangrove forests and malaria incidence (r = -0,675) with (p = 0,002). Mangrove forests conservation can be an environmental-based malaria control effort because it has a strong negative correlation with the incidence of malaria, so the larger the mangrove forests management the smaller the prevalence of malaria in the region. Mangrove forests conservation is supported by the community empowerment around the forests. Key words: Mangrove Forests Conservation, Malaria, Environmental-Based Malaria Control
Read More
S-8697
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asrul Hudaira; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Dewi Susanna, Agustin Kusumayati, R Marjunet, Sri Irianti
Abstrak:

Malaria is an infectious disease caused by a malaria parasite spread by female Anopheles mosquitoes, and is currently a public health problem. Besides causing death, it also affects work productivity and income. Puskesmas Hanura, wich is included ah High Incidence Area with AMI of l59,8 per 1000 persons, has done many efforts to deal with malaria, one of those is encouraging the use of bednets by distributing them to the community. The community there uses bednets while sleeping to help prevent malaria incidence. This study used case control design, to elicit whether there is any significant relationship between exposure to mosquitoes and malaria by comparing case group and control group. Data were collected from Puskesmas I-Ianura, whit case group being patients who have been diagnosed with malaria (based on clinical symptoms and laboratory result) and control group are those who are not diagnosed with malaria, Primary data were also collected using stmctured questionnaires. The result of bivariate analysis with a confidence of 95% showed that variabels correlating with malaria incidence the use of badnets with p value = 0,000 and OR = 4,177 (95%: 2,537-6,879), the use of mosquito coil with p value = 0,038 and OR = 1,962 (95% Cl: 1,078-3,57l) and being outside the housing during night time with p value = 0,016 and OR = 1,926 (95% CI: 1,159-3,20l). The result of multivariate analiysis showed that using bednets when sleeping has a correlation with malaria incidence. Those who do not use bednets have 4,177 times begger risk to catch malaria than those who do. g. It is suggested that the community be given thorough infomation on the importance of preventing the spread of malaria. The distribution of badnets should be continued and information should be given also regarding how to use bednets properly and their benefits. It is also suggested that people should stay inside the house night.

Read More
T-2303
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irnawati Marsaulina; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi, M.Sudomo, Singgih H. Sigit
D-76
Depok : FKM UI, 2002
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salwa Anfa ; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Laila Fitria, Debbie Valonda
Abstrak:
Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat signifikan, khususnya pada balita. Salah satu upaya penanggulangannya di Indonesia adalah melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang mencakup lima pilar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelaksanaan lima pilar STBM terhadap kejadian diare balita di Pulau Jawa tahun 2023. Penelitian menggunakan desain studi ekologi dengan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi negatif binomial. Data sekunder diambil dari Profil Kesehatan Provinsi empat provinsi di Pulau Jawa (Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur), mencakup 99 kabupaten/kota. Variabel yang dianalisis adalah persentase capaian lima pilar STBM dan jumlah kasus diare balita terkonfirmasi. Hasil analisis menunjukkan tiga pilar—SBABS (Stop Buang Air Besar Sembarangan), PSRT (Pengelolaan Sampah Rumah Tangga), dan PLCRT (Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga)—berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare balita (p < 0,05). Peningkatan pelaksanaan SBABS dan PLCRT menurunkan risiko diare masing-masing sebesar 1,65% dan 2,57%, sedangkan PSRT justru meningkatkan risiko sebesar 3,37%. Pilar CTPS dan PAMMRT menunjukkan arah negatif, namun tidak signifikan. Pemerintah perlu menguatkan lintas sektor serta evaluasi berkala agar pelaksanaan STBM lebih efektif.

Diarrhea remains a major public health issue, particularly among children under five. One of Indonesia’s strategies to address this is the Community-Based Total Sanitation (STBM) program, which consists of five pillars. This study aims to analyze the influence of the five STBM pillars on the incidence of diarrhea among children under five in Java Island in 2023. An ecological study design with a quantitative approach and negative binomial regression analysis was used. Secondary data were obtained from the Provincial Health Profiles of four provinces in Java (Banten, West Java, Central Java, and East Java), covering 99 districts/cities. Variables analyzed included the percentage implementations of the five STBM pillars and the number of confirmed diarrhea cases in children under five. The results showed that three pillars—SBABS (Stop Open Defecation), PSRT (Household Waste Management), and PLCRT (Household Wastewater Management)—had a statistically significant effect on diarrhea incidence (p < 0.05). Increased implementation of SBABS and PLCRT reduced diarrhea risk by 1.65% and 2.57%, respectively, while PSRT was associated with a 3.37% increase. CTPS (Handwashing with Soap) and PAMMRT (Drinking Water and Food Management) showed a negative but non-significant association. Strengthened cross-sector efforts and regular evaluations are recommended to enhance STBM effectiveness.
Read More
S-11962
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Guntur Agus Triwibowo; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Laila Fitria, Atang Saputra, Robiur Rosyid
Abstrak:
Bandara Internasional Soekarno Hatta secara rutin melakukan pengendalian vektor dengan fogging setiap bulan untuk mematuhi International Health Regulation (IHR) 2005. Sejak tahun 2019, insektisida Sipermethrin untuk mengendalikan nyamuk. Namun, penggunaan berulang insektisida ini dapat menyebabkan nyamuk menjadi resisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi resistensi nyamuk Aedes aegypti terhadap Sipermethrin di bandara tersebut. Studi menggunakan desain eksperimental post-test only with control group dan metode uji kerentanan sesuai dengan WHO. Sampel nyamuk berasal dari ovitrap di 8 titik pengamatan, dengan total 960 nyamuk digunakan untuk pengujian. Nyamuk betina berumur 3-5 hari yang kenyang gula dipaparkan selama 5, 10, 15, 20, 30, 40, 50, 60 menit dan pengamatan 24 jam dengan Sipermethrin 0,05%. Hasilnya menunjukkan bahwa pada 5 menit tidak ada kematian, namun kematian meningkat seiring dengan durasi paparan: 10 menit (16%), 15 menit (30%), 20 menit (56%), 30 menit (63%), 40 menit (70%), 50 menit (81%), 60 menit (92%), dan setelah 24 jam (93%). Hasil akhir menunjukkan bahwa nyamuk Aedes aegypti di Bandara Soekarno Hatta memiliki status "Terduga Resisten" terhadap Sipermethrin 0,05%.

Soekarno Hatta International Airport routinely conducts vector control through monthly fogging to comply with the International Health Regulation (IHR) 2005. Since 2019, they have used Sipermetrin insecticide to control mosquitoes. However, repeated use of this insecticide can lead to mosquito resistance. This study aims to identify the resistance of Aedes aegypti mosquitoes to Sipermetrin at the airport. The study employed a post-test only with control group experimental design and vulnerability testing methods in accordance with WHO guidelines. Mosquito samples were collected from ovitraps at 8 observation points, with a total of 960 mosquitoes used for testing. Female mosquitoes aged 3-5 days, fed with sugar, were exposed to Sipermetrin 0.05% for durations of 5, 10, 15, 20, 30, 40, 50, 60 minutes, and observed after 24 hours. Results showed no mortality at 5 minutes, but mortality increased with exposure duration: 10 minutes (16%), 15 minutes (30%), 20 minutes (56%), 30 minutes (63%), 40 minutes (70%), 50 minutes (81%), 60 minutes (92%), and after 24 hours (93%). The final results indicate that Aedes aegypti mosquitoes at Soekarno Hatta Airport are "suspected resistant" to Cypermethrin 0.05%.
Read More
T-6974
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elfi Cut Mutia; Pembimbing: Agustin Kusumayati, I Made Djaja; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Alma Lucyati, Kusno Dihardjo
T-2400
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Texasi Bryanita; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji:: Rachmadi Purwana, Sabar Paulus, Enny Wahyu Lestari
Abstrak:

Penyakit Malaria merupakan penyakit yang endemis di Indonesia. Penyakit Malaria sering dikaitkan dengan perubahan iklim, karena baik nyamuk Anopheles maupun Plasmodium sensitif terhadap perubahan iklim. Penelitian ini dilakukan di Desa Sigeblok, Kecamatan Banjarnangu, Kabupaten Banjrnegara untuk mengetahui apakah iklim dan kepadatan vektor berhubungan dengan kejadian Malaria di daerah tersebut. Penelitian ini merupakan studi korelasi dengan menggunakan data sekunder yang dikumpulkan sejak bulan Oktober 1999 hingga September 2001 oleh Stasiun Lapangan Pemberantas Vektor (SLPV) Banjamegara, Dinas Kesehatan Banjamegara, dan Kantor Badan Statistik Banjamegara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata Man Biting Rule (MBR) per bulan adalah 0,09757 untuk An. aconirus, 0,05875 untuk An. maculatus, dan 0,009167 untuk An. balabacencis. Rata-rata per bulan faktor iklim adalah curah hujan 634, 5mm, jumlah hari hujan 15,08 hari, index hujan 308,83, suhu 25,52°C dan kelembaban 88,87%. Sedangkan rata-rata kejadian malaria adalah 33 per bulan. Hasil analisis bivariat memperlihatkan bahwa kejadian penyakit malaria bermakna secara statistik dengan dengan curah hujan (p=0,007), indeks hujan (p=0,027), serta berpola negalif dengan MBR An aconims (p==0,023)_ Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara kejadian malaria dengan jumlah hari hujan, suhu, kelembaban, MBR A n. maculatus dan MBR An. balabacencis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah curah hujan dan indeks hujan berhubungan secara bemakna dengan kejadian malaria, sedangkan MBR An. aconirus berhubungan secara bermakna dan berbanding terbalik dengan kejadian malaria. Jumlah hari hujan, suhu, kelembaban, MBR An. macrulatus dan MBR An. balabacencis tidak bermakna dengan kejadian malaria. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya Dinas Kesehatan Banjamegara untuk melakukan program pencegahan kejadian malaria terutama menjelang musim hujan dengan cara mempersiapkan obat, melakukan penyemprotan, larva ciding, serta membenikan penyuluhan bagi masyarakat agar menghindari kontak dengan nyamuk dengan cara menggunakan kelambu, berpakaian yang menutupi permukaan kulit, serta tidak melakukan aktivitas di luar rumah pada malam hari. Bagi SLPV pengumpulan data, terutama yang berkaitan dengan usia nyamuk mendapatkan gambaran yang lebih baik mengenai hubungan antara iklim, kepada vektor dan kejadian malaria. Penelitian lanjutan lebih lengkap seperti data mengenai usia nyamuk serta bagaimana keadaan lingkungan biologi dari wilayah penelitian.


 

Malaria is an endemic disease in Indonesia. Malaria often related to climate, because both Anopheles mosquito and the Plasmodium are sensitive to climate change. This study was carried out in Sigeblok Village, Banjarmangu Sub District, Banjarnegara District, Central Java. The purpose of this study is to know whether climate and vector density are related to malaria incidence. This study is a correlation study using secondary data. Monthly data that was collected from October 1999 until September 2001 by Vector Control Field Station (SLPV Banjarnegara), Banjarnegara Health Service, and Banjarnegara Statistics Office. The study shows that the mean Man Biting Rate (MBR) per per month is 0,09757 for ,4«. aconitus, 0,05875 for An. maculates, and 0,009167 for An. balabacencis. The mean rainfall 634,5mm, raindays 15,08 days, rain index 308,83, temperature 25,52°C, humidity 88,87% and malaria incidence 33. The bivariate analysis shows that malaria incidence are statistically significant with rainfall (p=0,007), rainfall index (0,027), and it has a negative pattern with MBR An. aconitus (p=0,023). There are no statistically significant relation between malaria incidence with raindays, temperature, humidity, MBR An. maculatus and MBR An. balabacencis. The result of this study shows that rainfall, rain index are significantly correlated with malaria incidence, while MBR An. aconitus is significantly correlated and inversely proportional with malaria incidence. Raindays, temperature, humidity, MBR An. maculatus and MBR An. balabacencis has no significant relation with malaria incidence. Recommendation for Banjarnegara Health Service is to carry out a malaria prevention program especially when the rainy season is near by preparing medicines, larvaciding, and by giving elucidation to the community to avoid any contact with the mosquito by using mosquito net, clothes that covers the skin, and bay not doing activity outside the house at night- To SLPV Bartjarnegara, in collecting the data, there should be a data about mosquito longevity, so we can get a better picture on the association of climate, vector density, and malaria incidence. Continuation study on the same issue would be better if it contains more variable to be analyze such as mosquito longevity and biological environment in the study region.

Read More
T-1344
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Wali Rodiyah; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Aria Kusuma
Abstrak: Penyebaran infeksi COVID-19 di Indonesia hingga saat ini masih terus berlangsung. Kepatuhan masyarakat dalam menerapkan kebijakan physical distancing menjadi salah satu kunci untuk menekan laju penyebaran infeksi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap kebijakan physical distancing di Kota Depok. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dan diperoleh total 296 responden dari Kota Depok menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online yang dibagikan ke media sosial (Whatsapp, Instagram, Twitter) dan terdiri dari tiga bagian kuesioner yang memuat variabel: karakteristik individu (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), pengetahuan tentang COVID-19, dan kepatuhan terhadap kebijakan physical distancing. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Lebih dari 50% masyarakat di Kota Depok patuh terhadap implementasi kebijakan physical distancing, mayoritas di dominasi oleh responden perempuan, berusia 15-25 tahun, memiliki tingkat pendidikan tinggi, dan pengetahuan yang baik tentang penyakit COVID-19 dengan status sebagai pekerja/pelajar. Hasil penelitian didapatkan tiga dari lima variabel memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan physical distancing diantaranya jenis kelamin (p=0,038), pendidikan (p=0,001), dan pengetahuan (p=0,028). Kebijakan physical distancing masih perlu diimplementasikan bagi seluruh masyarakat sebagai upaya dalam mencegah penularan COVID-19.
The spread of COVID-19 infection in Indonesia is still ongoing. Community compliance in implementing physical distancing policies is one of the keys to suppressing the spread of COVID-19 infection. The purpose of this study is to determine variables related to compliance with physical distancing policies in Depok City. This research is a quantitative study with cross-sectional design and obtained 296 respondents from Depok City using purposive sampling method. Data collection was obtained through an online questionnaire distributed to social media (Whatsapp, Instagram, Twitter) and consisted of three-part questionnaire containing variables: individual characteristics (age, gender, educations, occupation), knowledge of COVID-19, and compliance to physical distancing policy. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with chi-square test. More than 50% respondents in Depok City comply with the implementation of physical distancing, the majority are dominated by female respondents, aged 15-25 years, have a high level of education, and good knowledge about COVID-19 with status as workers/students. The result showed that three of five variables had a significant relationship with physical distancing compliance including gender p=0,038), education (p=0,001), and knowledge (p=0,028). Physical distancing health protocols still need to be implemented for the entire community as an effort to prevent the transmission of COVID-19.
Read More
S-11116
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edwina Bernita Sitorus; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Haryanto, Aria Kusuma
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan COVID-19 dengan perilaku social distancing dalam upaya pencegahan COVID-19 pada masyarakat di DKI Jakarta. Penelitian dengan pendekatan metode kuantitatif, desain cross sectional, dilakukan pada 408 orang yang berusia 15-64 tahun dan diambil secara random sampling dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Data dikumpulkan dengan metode responden mengisi kuesioner secara mandiri yang dilakukan secara online dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai COVID-19, seperti gejala, penularan, pencegahan, dan penyembuhan. Hasil tersebut juga sejalan dengan perilaku social distancing yang dimiliki oleh masyarakat, dimana perilaku masyarakat sudah cukup baik dalam menjaga jarak di tempat umum, menghindari zona merah, penggunaan transportasi umum dan menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Read More
S-10725
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggita Sawitri; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Zakianis, Riris Nainggolan
S-6576
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive