Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31619 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Beta Sindiana Dewi; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Anies Irawati
S-8702
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gadis Rizky Zakiyah; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Mury Kuswari
Abstrak: Alat ukur persen lemak tubuh yang akurat dinilai mahal dan memiliki rosedur yang sulit, sehingga dibutuhkan alternatif lain untuk menilai persen Lemak tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengukuran Antropometri yang paling akurat dalam mendeteksi kasus overweight dengan Menggunakan bia sebagai golden standard. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-mei 2017 pada remaja di sma al-azhar 3 jakarta usia 14-17 tahun dengan Jumlah sampel sebesar 107 laki-laki dan 71 perempuan. Desain studi yang Digunakan adalah cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan imt/u memiliki Nilai koefisien korelasi paling tinggi pada kedua jenis kelamin (r=0,88). Validitas Yang paling baik dalam mendeteksi kasus overweight juga ditunjukkan oleh Pengukuran imt/u pada kedua jenis kelamin, dengan cut-off points pada laki-laki Sebesar +0,77 sd (se:86,6%; sp:85,0%; npp:89%; npn: 81%; lr+:5,77; lr-:0,16). Pada perempuan memiliki cut-off points imt/u sebesar +0,09 sd (se:93,1%; sp:95,0%; npp:95%; npn:96%; lr+:13,80; lr-:0,05).
Kata kunci: Persen lemak tubuh, bia, overweight, remaja, imt/u

Accurate instruments to measure percent body fat are expensive and haved ifficult procedures, so another alternative to measure percent body fat are Needed. This study aims to obtain the most accurate anthropometric measurement in evaluating overweight with bia as a golden standard. This study was conducted in april-may 2017 and the respondents are adolescent in senior high school student of al-azhar 3 jakarta (14-17 years old) with a total number of respondents were 107 boys and 71 girls. This study is a cross sectional design. The results showed that bmi/age had the highest coefficient correlation value in both sexes (r=0,88). In addition, bmi/age also had the best validity in detecting overweight in both sexes, with a cut-off points +0,77 sd (se:86,6%; sp:85,0%; Ppv:89%; npv: 81%; lr+:5,77; lr-:0,16) in boys and +0,09 sd (se:93,1%; Sp:95,0%; ppv:95%; npv:96%; lr+:13,80; lr-:0,05) in girls.
Keywords: Percent body fat, bia, overweight, adolescent, bmi/age
Read More
S-9496
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rezka Arsy Effrin; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Kusdinar Achmad, Husnah Maryati
Abstrak: Prahipertensi pada remaja diketahui dapat menyebabkan kejadian hipertensi di masa dewasa, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor dominan kejadian prahipertensi pada remaja di SMA Budi Mulia Kota Bogor tahun 2016. Penelitian yang bersifat kuantitatif dengan desain crosssectional ini dilakukan pada April?Mei 2016 pada 130 siswa berusia 14-18 tahun. Data tekanan darah didapatkan melalui pengukuran menggunakan sfigmomanometer merkuri Riester tipe novapresameter dan stetoskop Littmann. Indeks Massa Tubuh (IMT) dikalkukasi dari hasil pengukuran antropometri berat badan dan tinggi badan. Physical Activity Questionnaire for Adolescence digunakan untuk mengukur tingkat aktivitas fisik. Data asupan natrium didapatkan dari wawancara 24 hour food recall. Sedangkan data berat lahir, waktu tidur, riwayat hipertensi keluarga, dan jenis kelamin didapatkan dari pengisian angket. Prevalensi prahipertensi pada penelitian ini adalah 21,5% serta ditemukan perbedaan yang bermakna antara tekanan darah dengan indeks massa tubuh, berat lahir, dan riwayat hipertensi keluarga.Indeks massa tubuh merupakan faktor dominan kejadian prahipertensi dengan odds ratio sebesar 7,664. Responden disarankan untuk menjaga IMT kurang dari 1 standar deviasi menurut standar WHO serta menghindari faktor risiko lain jika memiliki riwayat hipertensi pada keluarga untuk mengurangi risiko kejadian prahipertensi.
 

 
Prehypertension in adolescents known as a risk factor of developing hypertension later in life. The objective of this study is to identify the dominant factor determining the prevalence of prehypertension among adolescents in SMA Budi Mulia Kota Bogor 2016. Cross-Sectional Study was conducted from April until May 2016 involving 130 students aged 14?18. Blood Pressure measurement obtained using Riester Novapresameter Mercury Sfigmomanometer and Littman Stethoscope. Body Mass Index data was calculated from weight and height measurements. Physical Activity Questionnaire for Adolesent was used to obtain Physical Activity Data. Sodium Intake was calculated by conducting twice 24-hour food recall. Self Administered Questionnaire was used to collect remaining data such as Birth Weight, Sleep Duration, Family History of Hypertension, and Sex. The prevalence of prehypertension is 21,5%. Chi-Square analysis found no association between blood pressure and physical activity, and also with sleep duration. Associations adjusted for Sodium Intake, Birth Weight and Sex showed independent relationship with BMI (OR=7,664) and Family History of Hypertension(OR=4,007) Respondents are advised to maintain BMI below 1 standard deviation according to WHO standards and avoid other risk factors if happen to have hypertension history in the family to reduce the risk of prehypertension.
Read More
S-9107
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuzulvia Damayanti; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Suma`mur
S-8004
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aidah Auliyah; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Diah M. Utari, Eman Sumarna
S-7302
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Andriani; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Mury Kuswari
Abstrak: Kebugaran fleksibilitas yang rendah dapat berkontribusi pada kejadian cedera akut. Untuk mengukur kebugaran fleksibilitas pada mahasiswi penari dilakukan dengan metode modified sit-and-reach test yang merupakan tes yang paling banyak digunakan untuk mengukur fleksibilitas hamstring dan punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara IMT, persen lemak tubuh, aktivitas fisik, aktivitas peregangan, kualitas tidur, asupan energi dan zat gizi makro dengan kebugaran fleksibilitas. Desain penelitian yang diguanakan yaitu cross sectional dengan sampel 160 orang. Rata-rata kebugaran fleksibilitas dengan metode modified sit-and reach test pada sampel penelitian sebesar 31,70 ± 6,70 cm. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas peregangan dengan kebugaran fleksibilitas (p value 0,001). Selain itu, terdapat pola hubungan positif antara aktivitas fisik, aktivitas peregangan, kualitas tidur, dan asupan protein dengan kebugaran fleksibilitas dan terdapat pola hubungan negatif antara IMT, persen lemak tubuh, asupan energi, asupan karbohidrat, dan asupan lemak dengan kebugaran fleksibilitas.
Read More
S-9987
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ireka Arsyidah Qurniati; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Rahmawati
S-6281
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bara Miradwiyana; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Trini Sudiarti, Kusharisupeni Djokosujono, Pritasari, Marzuki Iskandar
Abstrak:
Masalah gizi Iebih pada masa sekarang ini sudah menjadi masalah global. Gizi Iebih terjadi tidak hanya di negara maju, tetapi juga sudah mulai terjadi pada negara-negara dunia ketiga khususnya didaerah perkotaan. Orang dewasa yang mengalami over-weigh! dipastikan sebagian besar mengalami overweight pada masa remaja. Masa remaja merupakan tahapan kritis terakhir untuk terjadinya kemungkinan overweight. Overweight yang terjadi pada masa remaja akan menimbulkan masalah penyakit degeneratif pada masa kehidupan selanjutnya. Untuk menentukan apakah seorang remaja mengalami overweight atau tidak dilakukan pengukuran dengan menggunakan lndeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur. Hubungan antara asupan kalsium dengan berat badan masih menjadi kontroversi. Beberapa penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antara asupan kalsium dengan kejadian overweight. Diduga, orang yang mengkonsumsi kalsium dalam jumlah sama dengan atau Iebih dari yang dianjurkan akan dapat mencegahnya untuk menjadi overweight. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang status gizi pada siswa SLTP Al Azhar 12 Rawamangun Jakarta beserta asupan kalsiumnya dan faktor lain yang kemungkinan mempengaruhi IMT. Penelitian ini merupakan anaiisis data primer dengan pendekatan kuantitatif observasional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Jumlah sampel 125 orang. Siswa pada penelitian ini diwakili oleh siswa kelas 7 dan 8. Pemilihan sampel dilakukan secara stratyied random sampling dari IO kelas yang ada. Variabel terikat adalah IMT dan variabel bebas adalah asupan kalsium, total energi. persen energi dari Karbohidral, protein dan lemak, lama menonton tv, kebiasan konsumsi fa.s'U’oocL soda, jenis kelamin, pendidikan orangtua, pendapatan orangtua dan suku. Hasil penelitian menunjukan rata- rata IMT siswa adalah 22.28 kg/m2 i 5.09. Proporsi siswa yang overweight sebesar 4l.6%. Rana- rata asupan kalsium adalah sebesar 396 mg, asupan energi 1972 kalori. Hasil analisis multivariat bahwa ada hubungan bermakna antara jenis keiamin, suku, persen energi dari karbohidrat dan persen energi dari Iemak. Variabel persen energi dari Iemak merupakan variabel yang paiing berpengaruh dengan IMT menurut umur. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada instansi kesehatan yang terkait umuk membuat program untuk mcncegah semakin banyaknya remaja yang mengalami gizi Iebih. Kegiatan yang dapat dilakukan misalnya mengadakan seminar tentang overweight dengan sasaran remaja. Untuk puskesmas, perlu kerja sama dengan sekolah dalam mengadakan penyuluhan yang berkesinambungan tentang masalah gizi. Untuk sekolah lebih memanfaatkan klinik yang ada disekolah dan melakukan pemantauan IMT pada awal dan akhir semester. Overweight has a global problem of public health in recent years. Overweight not only to occurred in industrial countries but now in developing countries too, especially in urban areal.

Overweight in adolescent is directly associated with being overweight in adulthood. Adolescence, represents a second critical period for the development of overweight. Overweight present in adolescence increase the risk of degenerative disease later in life. For adolescence, Body Mass Index (BMI)-for-age is used to screen for overweight, at risk of overweight, or underweight. The relation between calcium intake and body weight still remains controversial. Some studies have reported of significant association between calcium intake and overweight. Suggested, people who is consume recommended amounts or more of calcium intake can prevent to be overweight. The objective of this study was to findings status of nutrition, calcium intake and the others factor description which may be to influencing BMI in Al Azhar junior high school adolescence Rawamangun Jakana. This study was to form primer data analyze with observational quantitative approach. This study used cross-sectional design. Sample size was l25. Sample of this study was taken from students in both class of seven and class of eight with stratified random sampling from ten class offer there.. Dependent variable was BM] and independent variables were calcium intake, total energy, percent energy from carbohydrate, protein and fat, watching tv, fast-food consumption, soda consumption, sex, parents education degree, parents income and ethnic. Results showed that average ot`BMl-for-age was 22.28 kg/m2 nt: 5.09. Propose from o students were 4 I .6%. An average of calcium intake was 396 mg, mean of energy intake was |972 kkal. Results from multivariate showed that there was not significantly relationship between calcium intake and BMI-for-age. There was significant relation between sex, ethnic, percent energy from tat and carbohydrate. Dominant variables of this study which was to influence BM l was percent energy from fat. Based from results of study, suggested to health authority was made many program for decrease overweight of adolescence. To create seminar about overweight in adolescence example, was an activity which one to worked. For Puskesmas, collaborated with the school to create of information about problem nutrition through a routine was important. For the school, to maximized the clinic offer there and BMI monitoring on both the beginning and the end of semester.
Read More
T-2717
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuwaratu Syafira; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Jahari Abas Basuki
Abstrak: Indeks Massa Tubuh IMT memiliki banyak manfaat, termasuk untuk memberikan gambaran obesitas suatu populasi maupun untuk merancang diet pasien di rumah sakit. Namun orang yang memiliki kesulitan menopang berat badannya atau tidak dapat berdiri tegak belum tentu dapat diukur IMT-nya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan metode alternatif menghitung IMT berdasarkan ukuran ekskremitas tubuh pada mahasiswa usia dewasa muda di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan total sampel 132 responden.
 
Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang sangat kuat antara rasio LiLA/ radic;Panjang Ulna dengan IMT r = 0,926 pada laki-laki dan r = 0,886 pada perempuan dan juga antara LiLA dengan IMT r = 0,913 pada laki-laki dan r = 0,877 pada perempuan . Model prediksi yang paling ideal digunakan adalah IMT laki-laki kg/m2 =1,109 LiLA cm ndash; 9,202 dan IMT perempuan kg/m2 = 0,236 0,825 LiLA cm dengan pertimbangan akurasi yang tinggi serta kemudahan pengaplikasian di lapangan.
 

Body Mass Index BMI serves various purposes, including to measure the prevalence of obesity in a population, and also in formulating a patient rsquo s diet at a hospital. However, the BMI of an individual with difficulties in carrying their own weight or standing up straight can not necessarily be measured. The aim of this study was to form a prediction model for the BMI of young adult students of Public Health Faculty of University of Indonesia. This study used a cross sectional design, with a total sample of 132 respondents.
 
Results of this study showed that there is a very strong correlation between MUAC radic Ulna Length and BMI r 0,926 for males and r 0,886 for females, and also between MUAC and BMI r 0,913 for males and r 0,877 for females. The prediction model considered most ideal to be used is Male BMI kg m2 1,109 MUAC cm ndash 9,202 and Female BMI kg m2 0,236 0,825 MUAC cm, based on the high accuracy levels and the convinience of application on the field.
Read More
S-9384
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irmalia Afrianty; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ahmad Syafiq, Hartono
Abstrak: Citra tubuh adalah pandangan subjektif penampilan fisik seseorangberdasarkan pengamatan diri dalam kaitannya dengan kepuasan ukuran tubuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dan faktordominan terhadap citra tubuh pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain studicross sectional. Data dikumpulkan dari 120 siswa-siswi di SMAI Al-Azhar 4 Bekasidengan menyebarkan self-administered questionnaire dan pengukuran antropometri.Analisis data menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik ganda modelprediksi. Hasil penelitian menunjukkan 73,3% responden memiliki ketidakpuasancitra tubuh. Terdapat hubungan yang bermakna antara citra tubuh dengan kelompokresponden berdasarkan jenis kelamin, distorsi, status gizi, riwayat diet, pengaruhteman dan pengaruh media. Sedangkan tidak ditemukan hubungan yang bermaknaantara citra tubuh dengan kelompok responden berdasarkan aktivitas fisik,pengetahuan gizi, kepercayaan diri, dan pengaruh orang tua. Hasil analisis multivariatmenunjukkan faktor dominan terhadap ketidakpuasan citra tubuh adalah status gizi.
Kata kunci : citra tubuh; distorsi; remaja; riwayat diet; status gizi
Body image is subjective view of one's physical appearance based on observations inrelation to body size satisfaction. This study aims to determine factors associated anddominant factor to body image among students. This study used cross sectional designstudy. Data was completed by 120 students in SMAI Al-Azhar 4 Bekasi using self-administered questionnaire and anthropometric measurement. Analysis data used chisquare test and logistic regression test with prediction model. The results showed that73,3% respondents have body image dissastisfaction. There are significant relationshipof body image and respondents group according to gender, distortion, nutritionalstatus, diet history, friends influence, and media influence. Whereas, there are nosignificant relationship of body image and respondents group according to physicalactivity, nutritional knowledge, self esteem, and parental influence. Multivariateanalysis showed that the dominant factor of dissatisfaction body image is nutritionalstatus.
Keywords : body image; distortion; adolescent; diet history; nutritional status
Read More
S-9149
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive