Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33690 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dwi Puspasari; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Besral, Laily Hanifah
Abstrak: Infeksi HIV bukan hanya mempengaruhi kesehatan fisik tetapi juga dapat mengakibatkan kecemasan atau depresi berkaitan dengan mortalitas, terapi, dan stigma, yang kemudian berdampak pada kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu. Penelitian ini menggunakan rancangan studi deskriptif dan mengumpulkan sebanyak 121 responden.
 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kurang baik (63,6%), mayoritas responden memiliki dimensi kesehatan fisik yang kurang baik yaitu (60,3%). Pada dimensi psikologis responden memiliki nilai yang kurang baik (75,2 %). Dalam dimensi interaksi sosial, mayoritas responden juga memiliki nilai yang kurang baik (57,9%). Dalam dimensi lingkungan (62,8%) nilainya kurang baik. Dari dimensi tingkat kemandirian, mayoritas responden (70,2%) nilainya kurang baik. Sedangkan dimensi spiritual, sebanyak 68 orang (56,2%) nilainya kurang baik.
 

HIV Infection not only affects physical health but also causes anxiety or depression related to mortality, therapy, and stigma, and then influence quality of life. The purpose of this study was to determine the picture quality of life of people living with HIV / AIDS (PLWHA) in Bhayangkara Hospitals Indramayu. This study used a descriptive study design and collect as much as 121 respondents.
 
The results showed that most of respondents have a poor quality of life (63.6%), more specically, all dimention the of qualiti of life majority respondents showed less than expected. Dimention of physical health, (60.3%), (75.2%), social interaction (57.9%), environmental (62.8%), level of independence (70.2%), and spiritual dimension (56.2%).
Read More
S-8809
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nimas Ayu Lestari Nurjanah; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Toha Muhaimin, Adria Rusli, Sarikasih Harefa
Abstrak: Abstrak
Infeksi HIV pada tubuh bertindak sebagai stresor yang akan menimbulkan permasalahan bagi individu yang terinfeksi di ataranya masalah fisik, psikologis dan psikososialnya. Permasalahan fisik terkait dengan perjalanan penyakit dan komplikasi sistem saraf pusat, mulai dari munculnya gejala penyakit, turunnya sistem kekebalan tubuh. Masalah psikosial dan psikologis yang dialami oleh penderita HIV diantaranya adalah munculnya stigma dan diskriminasi baik didalam keluarga maupun di masyarakat.
 
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas hidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan faktor -faktor yang mempengaruhi kualitas hidup ODHA di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianto Saroso.
 
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, teknik pengambilan sample menggunakan cara consecutive sampling dengan jumlah sample sebanyak 420 orang. Analisis bivariat menggunakan chi-Square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.
 
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan (nilai p = 0,001), Spiritual (nilai p = 0,003), Depresi (nilai p 0,000), kepatuhan minum ARV (nilai p 0,000), lama terapi ARV (nilai p 0,002), Stigma (nilai p 0,000), dukungan sosial (nilai p 0,003), dukungan keluarga (nilai p 0,001), dukungan sebaya (0,002) dengan kualitas hidup ODHA. Faktor yang paling mempengaruhi kualitas hidup ODHA adalah kepatuhan minum ARV dengan OR 4,250 . yang berarti ODHA yang patuh dalam meminum ARV akan memiliki kualitas hidup yang tinggi 4,250 kali daripada ODHA yang tidak patuh dalam meminum ARV.
 

HIV infection in the body act as stressors that will cause problems for individuals infected among physical, psychological and psychosocial. Physical problems related to the course of the disease and complications of the central nervous system, starting from the symptoms appearance of the disease, the decline of the immune system. Psychosocial and psychological problems experienced by HIV sufferers include the emergence of stigma and discrimination within the family and in society.
 
The aims of this study were to quality of life of People Living With HIV/AIDS and factors influencing the quality of life People Living With HIV/AIDS In Infectious Disease Hospital Prof Dr Sulianti Saroso.
 
This study used a cross sectional design, the sampling technique used consecutive sampling method with a total sample of 420 people. Bivariate analysis used chi-square and multivariate analysis used logistic regression.
 
The results showed significant correlation between work (p = 0.001), Spiritual (p = 0.003), Depression (p value 0.000), adherence to taking ARV (p value 0.000), duration of ARV therapy (p value 0.002), Stigma (p value 0,000), social support (p value 0.003), family support (p value 0.001), peer support (0.002) with quality of life People Living With HIV/AIDS. The most influencing factor for the quality of life People Living With HIV/AIDS is the adherence to taking ARV with OR 4.250 which means that People Living With HIV/AIDS who are obedient in taking ARVs will have a high quality of life of 4.250 times than People Living With HIV/AIDS who are not obedient in taking ARV.
Read More
T-5717
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nency Benedicta Romauli Situmorang; Pembimbing: Rina Artining Anggorodi; Penguji: Teng Soegilar, Paul F. Matulessy
S-4536
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Puspita Sari; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Evi Martha, Laily Hanifah
Abstrak: Pengetahuan masyarakat yang minim tentang HIV/AIDS dan interpretasi yang salah tentang masalah tersebut merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya penurunan jumlah kasus orang dengan HIV/AIDS. Perlakuan tidak adil, kasar, dan stigma yang negatif membuat ODHA tidak mau memberanikan dirinya untuk terbuka bahkan untuk mengakses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pada wanita pernah kawin usia 15-49 tahun yang berhubungan dengan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah wanita pernah kawin usia 15-49 tahun yang pernah mendengar HIV/AIDS dalam data SDKI 2012. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur yang lebih muda dalam memberi stigma terhadap ODHA daripada umur yang lebih tua. Semakin rendah pendidikan seseorang semakin besar kemungkinan untuk memberi stigma terhadap ODHA. Selain itu, pengetahuan komprehensif mengenai HIV/AIDS yang kurang juga dapat menyebabkan seseorang menstigma ODHA. Hasil uji chi-square didapatkan proporsi wilayah pedesaan lebih memberi stigma terhadap ODHA daripada wilayah perkotaan. Pemanfaatan sumber informasi juga sangat berpengaruh dalam memberi stigma terhadap ODHA, responden dengan sumber informasi ≤ 3 jenis cenderung memberi stigma terhadap ODHA. Status ekonomi rendah juga cenderung memberi stigma terhadap ODHA. Upaya keterlibatan seluruh stakeholder untuk peningkatan keterpaparan informasi sebagai upaya promotif dan preventif dengan penyebaran informasi tentang HIV/AIDS melalui media massa, khususnya melalui koran, radio, dan televisi lokal.
Kata Kunci : Wanita Pernah Kawin, ODHA, Stigma
Read More
S-8552
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Umaira Arlym; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Besral, Krisnawati Bantas, Erlin Listiyaningsih, Soewawrta Kosen
Abstrak: Kanker merupakan faktor penting dalam beban penyakit global saat ini.Kasus baru setiap tahun terus meningkat. Angka kasus kanker payudara di RumahSakit Kanker Dharmais masih menempati urutan pertama dari jenis kanker lain.Informasi mengenai kualitas hidup perempuan dengan kanker payudara menjadisangat penting mengingat masih tingginya angka kasus kanker payudara sertauntuk memberikan dukungan kepada pasien kanker payudara dalamkeberlangsungan hidup jangka panjang. Kualitas hidup pasien kanker payudaratak luput dari faktor karakteristik individu, faktor karakteristik klinis dan faktorlingkungan sosial. Penelitian ini menggunakan desain case series dengan 90sampel diambil secara consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkanbahwa usia, terapi yang sedang dijalani, paparan informasi serta dukungankeluarga berhubungan dengan kualitas hidup pasien kanker payudara. Saran untukRumah Sakit Kanker Dharmais agar lebih meningkatkan penyebaran informasitentang kanker payudara, bagi masyarakat meningkatkan dukungan keluargaterhadap pasien kanker payudara.Kata kunci: Kualitas Hidup, Pasien Kanker Payudara, Dukungan Keluarga, Usia,Paparan Informasi Kanker Payudara, Terapi yang Sedang Dijalani
Cancer is an important factor in the current global disease burden. New cases eachyear continues to increase. The numbers of breast cancer cases in the DharmaisHospital Cancer still ranks first than other types of cancer. Information on thequality of life of women with breast cancer becomes very important consideringthe high number of cases of breast cancer and to provide support to breast cancerpatients in the long-term survival. The quality of life of breast cancer patientslitely dependent the individual characteristic, clinical characteristics and socialenvironmental factors. This study used a case series design with 90 samplesemployed consecutive sampling. The results showed that age, the therapy beingundertaken, breast cancer exposure information as well as family support relatedto the quality of life of the breast cancer patients. Suggestions one made to theDharmais Cancer Hospital to further improve the dissemination of informationabout breast cancer, in the family to increase family support for breast cancerpatients.Keywords: Quality of Life, Breast Cancer Patient, Family Support, Age, BreastCancer Exposure Information, in going Clinical Therapy
Read More
T-4422
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lolita Susanti; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Rina Artining Anggorodi; Usep Solehudin
S-4248
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silowati; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Rina A Anggorodi, Kemal Nazaruddin Siregar, Gandi Kosim, H. Adi Sasongko
T-2894
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurwinda Riani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Intan Dewi
S-5909
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maiyusrita; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Tris Eryando, Mayor Kes Seno Hadi
Abstrak:

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Sejak ditemukannya kasus AIDS pertama kali pada tahun 1987 sampai dengan 30 Juni 2011 jumlah kumulatif pengidap infeksi HIV/AIDS yang dilaporkan mencapai 26.483 kasus. Bahaya Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) ternyata bukan hanya berada di kalangan masyarakat umum, namun telah merambah ke berbagai lingkungan institusi negara. Berdasarkan hasil Praktek Kesehatan Masyarakat (Prakesmas) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) dr. Esnawan Antariksa tercatat angka kejadian HIV/AIDS dimana terjadi peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pencegahan HIV/AIDS pada TNI AU di Batalyon 467 Wing 1 Paskhasau tahun 2011.Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan pemilihan sampel dilakukan dengan cara Non Probably Sample (Selected Sample) dalam hal ini cara pengambilan sampelnya disebut sampel berjatah (Quota Sampling). Penelitian ini menggunakan data primer melalui kuesioner terstruktur yang dilaksanakan pada bulan Desember 2011 di Batalyon 467 Wing 1 Paskhasau. Gambaran perilaku pencegahan HIV/AIDS yang baik pada TNI AU di Batalyon 467 Wing 1 Paskhasau tahun 2011 sebesar 46,4%.Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, keterpaparan sumber informasi, dan peran teman sejawat mempunyai hubungan yang bermakna terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada TNI AU di Batalyon 467 Wing 1 Paskhasau tahun 2011 dengan OR sebesar 3,130 dan 95% CI 1,431-6,848untuk pengetahuan, OR sebesar 2,870 dan 95% CI 1,320-6,240 untuk keterpaparan sumber informasi, dan OR sebesar 2,585 dan 95% CI 1,195-5,595 untuk peran teman sejawat. Hasil penelitian tersebut pemberian informasi perlu ditingkatkan di kalangan TNI AU baik dalam bentuk kegiatan rutin ataupun acara tahunan terutama difokuskan pada tanda dan gejala HIV/AIDS serta stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS.


 

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) is a syndrom of symptoms or diseases caused by declining immunity due to infection by the virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). From the discovery of the first AIDS cases in 1987 up to June 30, 2011 the cumulative number of people living with HIV / AIDS infections are reported to reach 26 483 cases. Danger of Human Immunodeficiency Virus (HIV) or Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) was not only being among the general public, but has penetrated into the various environments of state institutions. Based on the results of the Public Health Practice (Prakesmas) at the Air Force Central Hospital (RSPAU) dr. Esnawan Antariksa recorded the incidence of HIV / AIDS which was increasing every year. This study aims to know the description of the behavior of the prevention of HIV / AIDS in the Air Force in Battalion 467 Wing 1 Paskhasau in 2011.This study uses cross-sectional method and sample selection done by way of non Probably Sample (Selected Sample) in this way of taking the sample is called sample berjatah (Quota Sampling). This study uses primary data through structured questionnaires conducted in December 2011 in a Battalion 467 Wing 1 Paskhasau. Description of the behavior of HIV / AIDS both at the Air Force in Battalion 467 Wing 1 Paskhasau in 2011 at 46.4%.The analysis showed that the variables of knowledge, exposure to sources of information, and the role of peers has a significant relationship to the behavior of HIV / AIDS in the Air Force in 2011 with OR of 3.130 and 95% CI 1.431 to 6.848 for knowledge, OR of 2.870 and 95% CI 1.320 to 6.240 for exposure to sources of information, and OR of 2.585 and 95% CI 1.195 to 5.595 for the role of peers. From the results of these studies need to be improved provision of information among the Air Force in the form of routine or annual event is primarily focused on signs and symptoms of HIV / AIDS and the negative stigma against people living with HIV / AIDS.

Read More
S-6875
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oon Fatonah Akbarini; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Toha Muhaimin, Besral, Heni Handayni
T-4378
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive