Ditemukan 36328 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Fatihah Khoirunnisa; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ahmad Syafiq, Elmy Rindang Turhayani
S-8825
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gita Novianti Setyawati; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Triyanti, Kusuma Wijayanti
Abstrak:
Masa remaja merupakan masa pertumbuhan. Tuntutan profesi sebagai penari ballet membuat seorang remaja putri rentan mengalami malnutrisi. Dukungan gizi yang optimal, dapat membantu penari ballet dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, sera membantu performanya sebagai seorang penari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran status gizi pada penari ballet remaja dan faktorfaktor yang berhubungan dengan status gizi. Penelitian ini menggunakan design studi cross-sectional dengan total sampel sebesar 97 penari ballet remaja dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4,1% penari ballet memiliki status gizi underweight dan 16,5% penari ballet memiliki status gizi overweight. Terdapat perbedaan rata-rata nilai Z-score IMT/U yang bermakna berdasarkan citra tubuh, pengaruh orangtua, dan status pubertas berdasarkan umur menarche. Sebagian besar penari ballet memiliki asupan energi, zat gizi makro, dan zat gizi mikro yang kurang dari kebutuhan. Dibutuhkan kerjasama antara pihak orangtua, sekolah ballet, tenaga ahli gizi serta psikolog untuk membantu tumbuh-kembang serta memenuhi tuntutan mereka sebagai seorang penari ballet.
Read More
S-7861
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ariyani Novita Savitri; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Elmy Rindang Turhayati
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada penari balet di Namarina Ballet-JazzFitness Jakarta tahun 2015. Penelitian yang melibatkan 84 penari balet ini menggunakan desain cross sectional dengan metode pengambilan sampel berupa accidental sampling. Data yang dikumpulkan berupa riwayat menstruasi, durasi latihan, IMT, persen lemak tubuh, usia menarche, perilaku makan menyimpang, dan stres. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara mandiri, pengukuran antropometri untuk berat dan tinggi badan, serta pengukuran persen lemak tubuh menggunakan BIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,5% responden mengalami gangguan siklus menstruasi. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan rata-rata durasi latihan, IMT, dan persen lemak tubuh yang signifikan antara penari balet yang mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi dengan penari balet yang mengalami keteraturan siklus menstruasi. Uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia menarche, perilaku makan menyimpang, dan stres dengan siklus menstruasi. Analisis regresi logistik ganda menunjukan bahwa perilaku makan menyimpang (OR= 4,8) merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada penari balet di Namarina Ballet-Jazz-Fitness Jakarta tahun 2015.
Kata Kunci: Siklus menstruasi, penari balet, perilaku makan menyimpang
The aim of this study is to identify the dominant factor associated with the menstrual cycle on ballet dancer in Namarina Ballet-Jazz-Fitness Jakarta 2015. This study which conducted on 84 ballet dancers used cross sectional design and was performed by accidental sampling. The collected data were menstrual history, duration of exercise, BMI, body fat percentage, menarche age, eating disorder, and stress. These data were collected by using self administered questionnaire, measurement for weight and height, and body fat measurement using BIA. The result of this study showed that 65,5% respondents experience menstrual cycle disorder. Mann-Whitney test showed no significant differences in the average duration of exercise, BMI and body fat percentage between ballet dancers who experience menstrual cycle irregularity with ballet dancers who experience menstrual cycle regularity. Chi square test showed significant relation between the age of menarche, eating disorder, and stress to the menstrual cycle. Regression binary logistic analysis showed that eating disorder (OR= 4,8) as the dominant factor associated with the menstrual cycle on ballet dancer in Namarina BalletJazz-Fitness Jakarta 2015.
Keywords: Menstrual cycle, ballet dancer, eating disorder
Read More
Kata Kunci: Siklus menstruasi, penari balet, perilaku makan menyimpang
The aim of this study is to identify the dominant factor associated with the menstrual cycle on ballet dancer in Namarina Ballet-Jazz-Fitness Jakarta 2015. This study which conducted on 84 ballet dancers used cross sectional design and was performed by accidental sampling. The collected data were menstrual history, duration of exercise, BMI, body fat percentage, menarche age, eating disorder, and stress. These data were collected by using self administered questionnaire, measurement for weight and height, and body fat measurement using BIA. The result of this study showed that 65,5% respondents experience menstrual cycle disorder. Mann-Whitney test showed no significant differences in the average duration of exercise, BMI and body fat percentage between ballet dancers who experience menstrual cycle irregularity with ballet dancers who experience menstrual cycle regularity. Chi square test showed significant relation between the age of menarche, eating disorder, and stress to the menstrual cycle. Regression binary logistic analysis showed that eating disorder (OR= 4,8) as the dominant factor associated with the menstrual cycle on ballet dancer in Namarina BalletJazz-Fitness Jakarta 2015.
Keywords: Menstrual cycle, ballet dancer, eating disorder
S-8639
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fanny Chungafarmodjo; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Rahmah Astuti
S-7812
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Reratri Andadari; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Ahmad Syafiq, Anies Irawati
S-9806
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Irmalia Afrianty; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ahmad Syafiq, Hartono
Abstrak:
Citra tubuh adalah pandangan subjektif penampilan fisik seseorangberdasarkan pengamatan diri dalam kaitannya dengan kepuasan ukuran tubuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dan faktordominan terhadap citra tubuh pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain studicross sectional. Data dikumpulkan dari 120 siswa-siswi di SMAI Al-Azhar 4 Bekasidengan menyebarkan self-administered questionnaire dan pengukuran antropometri.Analisis data menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik ganda modelprediksi. Hasil penelitian menunjukkan 73,3% responden memiliki ketidakpuasancitra tubuh. Terdapat hubungan yang bermakna antara citra tubuh dengan kelompokresponden berdasarkan jenis kelamin, distorsi, status gizi, riwayat diet, pengaruhteman dan pengaruh media. Sedangkan tidak ditemukan hubungan yang bermaknaantara citra tubuh dengan kelompok responden berdasarkan aktivitas fisik,pengetahuan gizi, kepercayaan diri, dan pengaruh orang tua. Hasil analisis multivariatmenunjukkan faktor dominan terhadap ketidakpuasan citra tubuh adalah status gizi.
Kata kunci : citra tubuh; distorsi; remaja; riwayat diet; status gizi
Body image is subjective view of one's physical appearance based on observations inrelation to body size satisfaction. This study aims to determine factors associated anddominant factor to body image among students. This study used cross sectional designstudy. Data was completed by 120 students in SMAI Al-Azhar 4 Bekasi using self-administered questionnaire and anthropometric measurement. Analysis data used chisquare test and logistic regression test with prediction model. The results showed that73,3% respondents have body image dissastisfaction. There are significant relationshipof body image and respondents group according to gender, distortion, nutritionalstatus, diet history, friends influence, and media influence. Whereas, there are nosignificant relationship of body image and respondents group according to physicalactivity, nutritional knowledge, self esteem, and parental influence. Multivariateanalysis showed that the dominant factor of dissatisfaction body image is nutritionalstatus.
Keywords : body image; distortion; adolescent; diet history; nutritional status
Read More
Kata kunci : citra tubuh; distorsi; remaja; riwayat diet; status gizi
Body image is subjective view of one's physical appearance based on observations inrelation to body size satisfaction. This study aims to determine factors associated anddominant factor to body image among students. This study used cross sectional designstudy. Data was completed by 120 students in SMAI Al-Azhar 4 Bekasi using self-administered questionnaire and anthropometric measurement. Analysis data used chisquare test and logistic regression test with prediction model. The results showed that73,3% respondents have body image dissastisfaction. There are significant relationshipof body image and respondents group according to gender, distortion, nutritionalstatus, diet history, friends influence, and media influence. Whereas, there are nosignificant relationship of body image and respondents group according to physicalactivity, nutritional knowledge, self esteem, and parental influence. Multivariateanalysis showed that the dominant factor of dissatisfaction body image is nutritionalstatus.
Keywords : body image; distortion; adolescent; diet history; nutritional status
S-9149
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sofia Agustina; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, Salimar
S-8839
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Denita Selvia Sinta; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Triyanti, Iwan Hermawan
S-8902
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Risma Berliana; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Engkus Kusdinar Achmad
Abstrak:
Status gizi lebih menjadi masalah kesehatan global dan membawa dampak buruk bagi kesehatan maupun psikososial bagi remaja. Prevalensi kegemukan dan obesitas pada anak usia 5-12 tahun di Jakarta Utara tahun 2018 sebesar 29.03%, yang mana angka ini melampaui prevalensi nasional dan provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini membahas mengenai faktor yang berkaitan dengan kejadian status gizi lebih berdasarkan pengukuran persen lemak tubuh pada siswi kelas 6 sekolah dasar di Jakarta Utara pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian tentang kegemukan dan obesitas pada anak sekolah dasar dengan indikator indeks massa tubuh menurut umur. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25.43% siswi di Jakarta Utara mengalami status gizi lebih. Terdapat perbedaan proporsi yang signifikan antara asupan lemak (p-value 0.015) dan status menarche (p-value 0.006) terhadap kejadian status gizi lebih, dengan status menarche sebagai faktor dominan. Tidak terdapat perbedaan yang signfikan antara asupan energi, asupan protein, asupan karbohidrat, kebiasaan sarapan, konsumsi buah dan sayuran, konsumsi minuman manis dalam kemasan, aktivitas fisik, durasi menonton TV, dan menggunakan gawai dengan kejadian status gizi lebih. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa perlu dilakukan edukasi terkait pola makan seimbang dan aktivitas fisik bagi remaja putri untuk menjaga status gizi normal.
Kata kunci: Status gizi lebih, remaja putri, asupan lemak, status menarche
Over nutritional status has been the global health problem and will become a negative impact on health and psychosocial for adolescents. Based on Riskesdas 2018, prevalence of overweight and obesity in children aged 5-12 years in North Jakarta is 29.03%, which is higher prevalence than the national and province DKI Jakarta. This research objectively investigated factors that related with over nutritional status in grade 6 elementary school students in North Jakarta in 2018 that used body fat percentage assessment. This study used secondary data from rencetly research about obesity in student grade 6 elementary school in North Jakarta. This study used a cross sectional method. The results showed that 25.43% of female students in North Jakarta changed obesity. There was a significant difference between fat intake (p-value 0.015) and menstrual status (p-value 0.006) to the incidence of over nutritional status, with menstrual status as a dominant factor. There is no significant proportional differences between energy intake, protein intake, carbohydrate intake, breakfast, fruit and vegetable consumption, consumption of sugar sweetened beverages, physical activity, TV viewing and gadget time, with over nutritional status. The results of this study prove that education related to balanced diet and physical activity is important for adolescent women according their needs to normal nutritional status.
Key words: Over nutritional status, adolescent female, fat intake, and menstrual status
Read More
Kata kunci: Status gizi lebih, remaja putri, asupan lemak, status menarche
Over nutritional status has been the global health problem and will become a negative impact on health and psychosocial for adolescents. Based on Riskesdas 2018, prevalence of overweight and obesity in children aged 5-12 years in North Jakarta is 29.03%, which is higher prevalence than the national and province DKI Jakarta. This research objectively investigated factors that related with over nutritional status in grade 6 elementary school students in North Jakarta in 2018 that used body fat percentage assessment. This study used secondary data from rencetly research about obesity in student grade 6 elementary school in North Jakarta. This study used a cross sectional method. The results showed that 25.43% of female students in North Jakarta changed obesity. There was a significant difference between fat intake (p-value 0.015) and menstrual status (p-value 0.006) to the incidence of over nutritional status, with menstrual status as a dominant factor. There is no significant proportional differences between energy intake, protein intake, carbohydrate intake, breakfast, fruit and vegetable consumption, consumption of sugar sweetened beverages, physical activity, TV viewing and gadget time, with over nutritional status. The results of this study prove that education related to balanced diet and physical activity is important for adolescent women according their needs to normal nutritional status.
Key words: Over nutritional status, adolescent female, fat intake, and menstrual status
S-10265
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maeza Windyarty; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Wahyu Kurnia, Mury Kuswari
Abstrak:
Kebugaran adalah suatu kondisi dimana seseorang memiliki energi dan vitalitas yang cukup untuk mengerjakan pekerjaan sehari-hari dan berekreasi secara aktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai proporsi tingkat kebugaran serta mengetahui perbedaan antara status gizi, asupan gizi yang berkaitan dengan tingkat kebugaran pada pegawai satuan polisi pamong praja di wilayah kerja kota administrasi Jakarta Timur tahun 2015. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi kuantitatif dengan desain cross sectional dengan metode simple random sampling dan tes kebugaran dengan 3 menit YMCA Step Test dan pengukuran denyut nadi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 124 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69% responden memiliki status tidak bugar dan faktor-faktor yang berhubungan antara lain IMT (p value 0,019) , asupan karbohidrat (p value 0,221), asupan protein (p value 0,609), asupan lemak (p value 0,020), asupan vitamin C (p value 0,565), dan asupan zat besi (Fe) (p value 0,326) dan kebiasaan merokok (p value 0,029). Namun diperlukan penelitian lanjutan yang dapat mengkur hubungan kausalitas pada faktor-faktor tersebut.
Kata Kunci: kebugaran, IMT, asupan gizi, tes bangku 3 menit YMCA
Read More
Kata Kunci: kebugaran, IMT, asupan gizi, tes bangku 3 menit YMCA
T-4349
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
