Ditemukan 395 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
☉
Sikap remaja terhadap keperawanan dan hubungan dengan perilaku seksual dalam berpacaran di Indonesia
Desi Rusmiati; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: R. Sutiawan, Rahmadewi Julianty
T-4170
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dzia Ur Ridha; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Popy Yuniar, M. Royan
T-4107
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ira Gustina; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful, Sutanto Priyo Hastono, Sulistyo
Abstrak:
Indonesia termasuk ke dalam kategori high burden countries untuk bebantertinggi TB dunia, menempati urutan ketiga setelah India dan Cina.Penanggulangan penyakit ini salah satunya dengan pemodelan kejadian TB Parudengan faktor-faktor risikonya dengan analisis regresi linear. Namun, belum tentucocok diterapkan disemua wilayah karena memiliki kondisi geografis yangberbeda, sehingga dapat menyebabkan adanya perbedaan kasus TB Paru antarawilayah satu dengan wilayah yang lainnya. Oleh karena itu, perlu dimasukkanunsur pengaruh geografis dengan pemodelan regresi linear spasial atauGeographically Weighted Regression (GWR), dalam penelitian ini untuk menilaihubungan kejadian TB Paru dengan faktor kondisi lingkungan fisik rumah,kondisi lingkungan rumah tinggal, karakteristik kependudukan, danmemanfaatkan pelayanan kesehatan terhadap kejadian TB Paru. Penelitian inimenggunakan desain studi potong lintang (cross sectional) dengan menggunakandata Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010. Sampel penelitian ini adalahresponden dalam Riskesdas 2010 berusia 15 tahun ke atas di Jawa Barat. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa memanfaatkan pelayanan kesehatan merupakanfaktor dominan yang berhubungan dengan kejadian TB Paru di tiapKabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat kecuali Majalengka dan Pekerjaan jugaberhubungan hanya di Kabupaten Bogor.Kata kunci: TB Paru, Regresi Linear, Spasial, GWR
Indonesia is in the category of high-burden countries for the highest burden ofPulmonary Tuberculosis of the world, the third rank after India and China. Theeffort to overcome this disease is to do modeling the prevalence of PulmonaryTuberculosis using linear regression model globally. However, it is notnecessarily suitable to be applied in all areas because every area has differentgeographical condition, so it can lead to differences of TB cases between oneregion with another region. Therefore, the effect of geographic elements need tobe incorporated with linear regression modeling spatial or GeographicallyWeighted Regression (GWR). This study applied GWR model to assess theassociation of Pulmonary Tuberculosis prevalence by the physical condition of thehome environment, residential environment, demographic characteristics, andhealth care utilizing factors on the prevalence of Pulmonary Tuberculosis. Thisstudy used a cross-sectional study design using Riskesdas Data - 2010. Samples inthis study were Riskesdas 2010 respondents aged 15 years and over in West Java.The results showed that utilize of health care is the dominant factor associatedwith the prevalence of Pulmonary Tuberculosis in each district/city of West Javaexcept Majalengka, also related employement status only in Bogor Regency.Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Linear Regression, Spatial, GWR
Read More
Indonesia is in the category of high-burden countries for the highest burden ofPulmonary Tuberculosis of the world, the third rank after India and China. Theeffort to overcome this disease is to do modeling the prevalence of PulmonaryTuberculosis using linear regression model globally. However, it is notnecessarily suitable to be applied in all areas because every area has differentgeographical condition, so it can lead to differences of TB cases between oneregion with another region. Therefore, the effect of geographic elements need tobe incorporated with linear regression modeling spatial or GeographicallyWeighted Regression (GWR). This study applied GWR model to assess theassociation of Pulmonary Tuberculosis prevalence by the physical condition of thehome environment, residential environment, demographic characteristics, andhealth care utilizing factors on the prevalence of Pulmonary Tuberculosis. Thisstudy used a cross-sectional study design using Riskesdas Data - 2010. Samples inthis study were Riskesdas 2010 respondents aged 15 years and over in West Java.The results showed that utilize of health care is the dominant factor associatedwith the prevalence of Pulmonary Tuberculosis in each district/city of West Javaexcept Majalengka, also related employement status only in Bogor Regency.Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Linear Regression, Spatial, GWR
T-4116
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Loveria Sekarrini; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Tris Eryando, Indah Yuiani
T-4126
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suharmanto; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Besral, Tris Eryando, Vivi Silawati
Abstrak:
Tesis ini membahas efektifitas terapi musik dalam menurunkan dismenore padasiswi SMK Putra Bangsa Depok tahun 2013, menggunakan desain eksperimenpretest-posttest dengan grup kontrol. Sampel berjumlah 60 orang yang terdiri dari30 orang kelompok kontrol yang mendapat terapi musik pop dan 30 orangkelompok intervensi yang mendapat terapi musik Mozart. Penurunan dismenorediukur menggunakan metode self-reported, wawancara dan observasi dandilakukan sebanyak dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatkonsistensi dalam pengukuran dan tidak ada perbedaan penurunan dismenorepada setiap pengukuran. Terdapat perbedaan rata-rata dismenore sebelum dansesudah terapi musik, baik musik Mozart maupun musik pop. Terapi musik poplebih baik dalam menurunkan dismenore pada remaja. Sehingga dapat disarankanbahwa penggunaan terapi musik pilihan oleh responden (musik pop) pada remajasangat efektif dalam menurunkan dismenore pada remaja dibandingkan denganmusik Mozart.Kata kunci: penurunan dismenore, terapi musik.
Read More
T-4032
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Olwin Nainggolan; Pembimbing; R. Sutiawan; Penguji: Besral, Sandjaja, Hakimi
Abstrak:
Indonesia memiliki angka cakupan kelengkapan imunisasi dasar yang masih cukup rendahyaitu sekitar 53,8% (Riskesdas 2010). Akses terhadap fasilitas kesehatan dengan situasi dankondisi geografis merupakan tantangan yang cukup besar di dalam pemberian pelayanan immunisasi secara merata di seluruh Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran serta hubungan akses fasilitas kesehatan dengan status imunisasi dasar lengkap pada baduta berusia 12-23 bulan di Indonesia pada tahun 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dan analisis statistik dilakukan dengan menggunakan regresi logistik berganda. Berdasarkan hasil analisis multivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (P value) antara waktu tempuh ke fasilitas kesehatan UKBM (OR=1,23); serta waktu tempuh (P value=0,000) ke fasilitas kesehatan non UKBM dengan (OR=1,80) setelah dikontrol oleh variabel pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status sosia lekonomi keluarga, kunjungan K4 serta pemeriksaan nifas. Diperlukan upaya dan peran sertapemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan aksesibilitas penduduk terhadap fasilitas kesehatan terutama revitalisasi Posyandu dan jaringannya untuk meningkatkan cakupan kelengkapan imunisasi dasar di seluruh Indonesia. Kata kunci: Imunisasi dasar lengkap, baduta, UKBM, non UKBM, Indonesia
Indonesia has a low number of complete basic immunization coverage, approximately 53.8%(Riskesdas 2010). Access to health facilities with geographic circumstances are considerablechallenges in the provision of immunization services throughout Indonesia. The purpose ofthis study is to describe the relationship as well as access to health facilities with completebasic immunization status at children age 12-23 months in Indonesia in 2013. This studyusing cross-sectional design and statistical analysis performed using multiple logisticregression. The results of multivariate analysis showed a significant correlation (P value)between the travel time to health facilities Community Based Health Efforts (UKBM) withOdds Ratio = 1.23; and time (P value = 0.000) to health facilities with non UKBM (OddsRatio = 1.80) after controlled by variable maternal education, maternal occupation, familysocioeconomic status, K4 visit and postpartum examination. Required effort and the role ofthe government and the community to improve the accessibility of the population to healthfacilities, especially the revitalization of posyandu and its network to improve thecompleteness of basic immunization coverage in Indonesia.Keywords: complete basic immunization, baduta, UKBM, non UKBM, Indonesia
Read More
Indonesia has a low number of complete basic immunization coverage, approximately 53.8%(Riskesdas 2010). Access to health facilities with geographic circumstances are considerablechallenges in the provision of immunization services throughout Indonesia. The purpose ofthis study is to describe the relationship as well as access to health facilities with completebasic immunization status at children age 12-23 months in Indonesia in 2013. This studyusing cross-sectional design and statistical analysis performed using multiple logisticregression. The results of multivariate analysis showed a significant correlation (P value)between the travel time to health facilities Community Based Health Efforts (UKBM) withOdds Ratio = 1.23; and time (P value = 0.000) to health facilities with non UKBM (OddsRatio = 1.80) after controlled by variable maternal education, maternal occupation, familysocioeconomic status, K4 visit and postpartum examination. Required effort and the role ofthe government and the community to improve the accessibility of the population to healthfacilities, especially the revitalization of posyandu and its network to improve thecompleteness of basic immunization coverage in Indonesia.Keywords: complete basic immunization, baduta, UKBM, non UKBM, Indonesia
T-4180
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Handayani; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Endang Laksminingih Achadi, Asri C. Adisasmita, Asep Muhammad, Yuminar Usman
T-4199
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
A. Yudi Kristanto; Pemnbimbing: Iwan Ariawn; Penguji: Besral, Tri Yunis Miko Wahyono, Julianti Pradono, Chita Septiawati
T-4202
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rr. Arum Ariasih; Pembimbing: Meiwita P. Budiharsana; Penguji: Besral, Laily Hanifah
Abstrak:
Kekerasan perempuan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia. Hasil pemetaan Komnas Perempuan tahun 2013 di seluruh Indonesia menunjukkan kekerasan terhadap perempuan persebarannya semakin luas, bentuknya beragam, menimbulkan bekas trauma yang dalam, dan jumlah terus berkembang mencapai 279.156 kasus. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 sikap setuju terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) meningkat menjadi 34,5% dari 30,8% (pada perempuan) dan 17,3% dari 16,3% (pada laki-laki) di tahun 2007. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan besaran sikap dan faktor individu, keluarga, dan masyarakat yang berhubungan dengan sikap setuju terhadap KDRT. Analisis data dilakukan pada responden laki-laki dan perempuan menikah; 38.873 orang pada SDKI 2007 dan 40.626 orang pada SDKI 2012. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan analisis statistik menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukan peningkatan sikap setuju terhadap KDRT dari tahun 2007 ke 2012. Sikap setuju lebih diterima secara luas pada faktor individu (perempuan, orang berusia lebih muda, orang berpendidikan rendah, menikah muda, status ekonomi rendah, tinggal di pedesaan, tinggal di wilayah timur) dan faktor keluarga (pernikahan yang singkat, pengambilan keputusan tunggal).
Read More
T-4207
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
