Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38598 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ahmad Rodhi; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: H.E. Kusdinar Achmad
T-1976
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Artia Diarina; Pembimbing: Dian Ayubi, Syahrizal Syarif; Penguji: Anwar Hasan, Hasan AD, Mohammad, Junaiti Sahar
Abstrak: Latar belakang : Kualitas tenaga keperawatan sebagai pemberi jasa pelayanan kesehatan, tidak terlepas dari kualitas pendidikan yang diperoleh sebelumnya. Mengingat perbaikan mutu tidak dapat dilakukan sekaligus dan diperlukan data penunjang dalam menetapkan skala prioritas, maka pengukuran kepuasan pelanggan merupakan salah satu cara pengukuran kualitas yang dapat digunakan sebagai masukan dalam perbaikan mutu pelayanan intitusi pendidikan. Tujuan : Penelitian ini untuk mendapatkan data tentang tingkat kepuasan mahasiswa terhadap mutu pelayanan pendidikan di Jurusan Keperawatan Tanjungpinang Poltekkes Riau tahun 2005, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode : Dilaksanakan dengan cara cross sectional terhadap seluruh mahasiswa Jurusan Keperawatan Tanjungpinang Poltekkes Riau (182 orang), yang masih aktif kuliah sampai saat penelitian. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert. Analisis yang digunakan adalah univariat, bivariat, dan multivariat, dengan uji statistik yang digunakan adalah Chi square dan Regresi logistik ganda. Hasil : Prosentase mahasiswa yang puas terhadap mutu pelayanan pendidikan di Jurusan Keperawatan Tanjungpinang hanya 48,4%, lebih rendah dari hasil survey tahun sebelumnya (55%). Dari empat dimensi pelayanan pendidikan, proporsi puas yang terendah (41,8%) yaitu pada pelayanan dosen. Hasil analisa dengan diagram Kartesius menunjukkan faktor yang menjadi prioritas utama pada layanan dosen, adalah (1) kemampuan dosen menepati jadwal perkuliahan, (2) kemampuan dosen memberikan ilustrasi yang relevan dengan materi yang disampaikan, (3) kemampuan dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa bimbingannya untuk konsultasi akademik, (4) kemampuan dosen menyampaikan materi perkuliahan dengan jelas dan sistematis, dan (5) kemampuan dosen menguasai materi perkuliahan yang disampaikannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa adalah latar belakang pendidikan, prestasi akademik, dan motivasi belajar. Dari ketiga faktor tersebut yang paling dominan adalah faktor prestasi akademik, dimana mahasiswa dengan prestasi tinggi cenderung tidak puas di banding yang berprestasi rendah. Kesimpulan : Mutu pelayanan pendidikan di Jurusan Keperawatan Tanjungpinang Poltekkes Riau pada tahun 2005, masih rendah. Pelayanan dosen menjadi prioritas untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa, terutama tepat waktu dalam mengajar, menguasai materi dan metoda pembelajaran. Kata Kunci : Pendidikan Tenaga Kesehatan, Mutu Pelayanan, Analisa Kepuasan Pelanggan.
Background: The nursing professionals quality as those who give health service, is not excluded from the quality of education attained before. Regarding to that quality improvement that can not be conducted in a step only and it is needed a supporting data in establishing the rate of priority, so that the measurement of client’s satisfaction is one of the way to measure the quality which can be used as an input in improving service quality of an educational institution. Target : This research has an objective to obtain data about satisfaction rate of the college students to the service quality of education at Tanjung Pinang Department of Nursing at Polytechnic of Health in Riau in 2005, either factors that affect it. Method : The research carried out in June 2005, within sort of research applied is cross sectional to the 182 students at Tanjung Pinang Department of Nursing Polytechnic of Health in Riau. The analysis used are univariat, bivariat, and multivariate while the statistical test used are Chi Square and Multiplied Logistis Regression. Result : The research shows that the students percentage who are satisfied to the service quality at education at Tanjung Pinang Department of Nursing is only 48,4% and of 4 dimensions of educational service, there is a lowest proportion of satisfaction (41,8%) on lecturers service. The analysis result within Chartesius diagram, indicates that factor to be the major priority to be improve better on lecturer service, is (1) the ability from lecturers to come for the class on time, (2) lecturers ability to give the relevant illustration within given matters, (3) their ability to give opportunity for their counseled students for an academic consultation, (4) their ability to give learning matter both descriptively and systematically, and ( 5) the ability from lecturers to mastery of learning matter. From the test result of bivariate, it shows that factor correlates to satisfaction supports the variables of education, academic achievements, and learning motivations. While from the test result of doubled logistic regression, found that the most dominant factor in determining the student’s satisfaction is academic achievement. Conclusion : The quality of educational service at Department of Nursing in Tanjung Pinang Polytechnic of Health in Riau 2005, still lower. Service of lecturer become priority to increase satisfaction of student, especially on teaching schedule, mastering study method and items. Keyword : Education of Health Profesionals, Quality Of Service, Analysis of Customer Satisfaction
Read More
T-2191
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Artha Budi Susila Duarsa; Pembimbing: Sabarinah B.Prasetyo; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Ronnie Rivany, Yudhi Prayudha
Abstrak:
Upaya besar Bangsa Indonesia dalam merumuskan kembali arah pembangunan nasional menuntut reformasi total kebijakan pembangunan disemua bidang termasuk bidang kesehatan. Derajat Kesehatan Masyarakat dan lndeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator yang digunakan untuk menilai keberhasilan pembangunan termasuk pembangunan di bidang kesehatan. Perencanaan Kesehatan merupakan bagian terpenting dari fungsi manajemen kesehatan. Pada Era Otonomi Daerah dan Desentralisasi kemampuan tenaga perencana kesehatan kabupaten dalam mcnyusun perencanaan dan penganggaran kesehatan kabupaten dengan menggunakan metode yang tepat akan memberikan dampak terhadap kualitas perencanaan dan penganggaran yang dihasilkan. Dengan efekiivitas advocacy pejabat pengambii keputusan di dinar kesehatan kepada Pemerintah Daerah dan DPRD, akan diperoleh alokasi anggaran untuk sektor kesehatan yang sesuai dengan kehutuhan. Kabupaten Way Kanan yang berdiri 27 april 1999 merupakan kabupaten bare yang begitu lahir langsung memasuki era otonomi daerah dan desentralisasi. Berbagai keterbatasan terutama keterbatasan jumlah dan kualitas sumber daya manusia menjadi permasalahan dasar dalam menjalankan kegiatan fungsi manajemen kesehatan termasuk fungsi perencanaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan memperolieh informasi aplikasi P2KT yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan dengan terlebih dahulu melakukan evaluasi implementasi P2KT dalam penyusunan Master Plan (rencana induk) Pembangunan Kesehatan Kabupaten Way Kanan 2002 - 2005 dan Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan Tahun 2001 dan 2002 dengan mengkaji komponen input (sumber Jaya), komponen proses (mekanisme penyusunan P2KT) dan komponen output. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran keadaan bahwa otonomi daerah dan desentralisai khususnya bidang kesehatan telah berjalan namun masih banyak kendala, demikian juga dengan pelaksanaan sistem anggaran block grant. Jumlah dan kualitas SDM yang terlibat dalam perencanaan di dinas kesehatan masih terbatas dan banyak jabatan sruktural yang kosong karena terbentur persyaratan administratif. Tidak tersedia alokasi dana khusus untuk perencanaan, dan keterbatasan sarana. Data dan informasi yang digunakan untuk penyusunan perencanan dinas kesehatan belum seperti yang diharapkan. Data bersumber pada facility based data, data hasil survey (population based data) belum banyak digunakan untuk penyusunan perencanaan. Metode P2KT baru digunakan untuk perencanan PHP (Provincial Health Project) dan banyak kendala dalam menggunakan metode P2KT akibat keterbatasan kemampuan SDM dalam menjalankan metode P2KT yang tidak sederhana. Dalam upaya memperoleh hasil aplikasi P2KT yang lebih sesuai dengan kondisi di Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, telah dilakukan CDMG (Consensus Decision Making Group) oleh pejabat pengambil keputusan dan petugas perencana di Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, yang menghasilkan Draft Rumusan Aplikasi P2KT Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kan. Dari pembahasan peneliti, maka diperoleh Hasil Aplikasi P2KT Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, yang merupakan interpretasi dari Draf Rumusan Aplikasi P2KT Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan. Dalam Aplikasi P2KT tersebut dilakukan penyederhanaan konsep Perencanaan Dan Penganggran Kesehatan Terpadu, dimana penganggaran basil aplikasi P2KT dikombinasikan dengan Keputusan Mendagri No. 29 tahun 2002. Untuk penyempurnaan Hasil Aplikasi P2KT ini, maka perlu pengkajian lebih lanjut oleh para ahli atau profesional bidang perencanaan dan penganggaran kesehatan. sehingga kemudian akan didapatkan satu hasil aplikasi P2KT yang lebih tepat dan sesuai dengan situasi dan keadaan di Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, yang lebih sempurna.

Applicational Study of IHPB (Integrated Health Planning and Budgetting) Model in The Health Authority of Way Kanan of Lampung Province The big effort of Indonesia in reformulating the national development direction is to strive the total reforms of development policy in all sectors including health sector. Public Health and Human Development Index (HDI) level acts as indicator that is used to examine development's successfulness, including health sector's development. Health planning is the most vital organ of health management function. In the Era of Regional Autonomy and Decentralization the ability of regency health planner in arranging regency's health planning and budgeting by using appropriate method will impact the quality of planning and budgeting that are produced. The effectively of decision maker's advocacy in health authority to the Local Government (so called Pemda) and Local House Representative (so called DPRD) will obtain appropriate budget allocation to the necessity. Way Kanan Regency, which was founded on 27`h April 1999. It is a new regency that directly entering autonomy era and decentralization after being founded. A variety of limitations especially number and quality human resources were becoming fundamental problem in carrying out health management function activities including health-planning function. This research aimed to get information on the application of IHPB in the Health Authority of Way Kanan Regency after examining the implementation of IHPB in arranging Health Development Master Plan of Way Kanan Regency for the period of 2002-2005 and Health Authority Planning in 2001 and 2002 by studying input (resources), process (IHPB arrangement mechanism) and output components. The result of the research showed that regional autonomy and decentralization especially in health sector has run even with many constraints, the implementation of block grant system budget does too. The number and quality of human resources involved in planning in health authority was still limited and much structural vacant position due to the administrative qualification. The special allocation for planning was unavailable, and facilities were limited too. Data and information that used to arrange the health authority planning still were not as expected. The data that were acquired from the facility based data, and from the result survey (population based data) were not used in arranging the planning. IHPB's new method was used for the PHP (Provincial Health Project) planning, however, there were many constraints in using IHPB method due to the limitation of human resources ability in carrying out the complicated IHPB method. In the effort of acquiring the result of IHPB's application that is more compatible to Way Kanan Regency's Health Authority, CDMG (Consensus Decision Making) has been conducted by decision maker and planning staff in the Health Authority of Way Kanan Regency that resulted the Draft of Application's Formulation of /HPB of the Health Authority of Way Kanan Regency. From the researcher's discussion, it is obtained the result of Application of (HPB in the Health Authority of Way Kanan Regency. that is interpreted from Application's Formulation of IHPB of the Health Authority of Way Kanan Regency.In the application of IHPB model. the simplification of the concept of IHPB has been done, where the prediction of IHPB's application was combined with the Minister of Internal Affairs" Decree No. 29 year 2002. To complete the result of IHPB's application, a further study needs to he conducted by the experts or professionals in planning sector and health budgeting, so it will obtain a result of IHPB's application that is more compatible to the situation and condition of Health Authority of Way Kanan Regency.
Read More
T-1582
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusi Sulistianti; Pembimbing: Sudarto Ronoadmodjo, Sudarti Kresno; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Siti Hariani, Indah Rosana Alpisahar,
T-2102
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heryezi Tahir; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Ede Surya Darmawan, Yusmansyah Idris, M. Aminullah M.
Abstrak:
Imbalan atau kompansasi yang diterima dari pasien atau oleh pelaksana pelayanan kesehatan di rumah sakit atas perlakuan yang diberikan kepada pasien atau klien tersebut disebut Jasa Pelayanan. Belum terdapatnya peraturan/perundangan-undangan yang sesuai dengan job's pola pembagian jasa pelayanan tersebut maka setiap pimpinan rumah sakit harus arif dan bijak mengatur dan mendistribusikannya. Rumah Sakit Jiwa Prof. H.B. Sa'anin Padang, seperti juga rumah sakit umum daerah ataupun rumah sakit jiwa lainnya, tidak jarang kebijakan yang diambil untuk pola pembagian jasa pelayanan menimbulkan rasa ketidakadilan, ketidakwajaran dan kurang proporsional oleh sebagian karyawan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan faktor-faktor internal dan eksternal dari lingkungan Rumah Sakit Jiwa Prof. H.B. Sa'anin Padang, terhadap pola pembagian jasa pelayanan series usulan pola pembagian jasa pelayanan yang sesuai dengan asas atas keadilan, kewajaran dan proporsional serta sesuai dengan harapan karyawan sendiri. Suatu studi kasus dilakukan dengan metode kualitatif dengan informan dari Rumah Sakit jiwa Prof. KB. Sa'anin Padang. Dokumen/arsip yang ada dan terkait dengan pola pembagian jasa pelayanan tersebut dilakukan obeservasi dan pengkajiannya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa gambaran Pola Pembagian Jasa Pelayanan itu dirasakan oleh sebagian karyawan belum adil, layak dan proporsional dan sangat tergantung dari Kebijakan Rumah Sakit Jiwa Prof. KB. Sa'anin Padang atas rekomendasi Tim Evaluasi Jasa Pelayanan melalui kesepakatan tim atau komitmen karyawan. Tenaga profesional terutama tenaga profesi perawat sangat menentukan dalam proses pengambilan keputusan tentang kebijakan pola pembagian jasa pelayanan. Peneliti menyarankan agar usulan pola pembagian jasa pelayanan yang baru dipertirnbangkan oleh pihak manajemen Rumah Sakit Jiwa Prof. H.B. Sa'anin Padang sebagai bahan masukan untuk merevisi pola pembagian yang sekarang dan memasukan beberapa variabel internal dan eksternal dari Rumah Sakit Jiwa Prof H.B. Sa'anin Padang, dalam pola pembagian jasa pelayanam Kemudian disarankan juga untuk mensosialisasikan fakor-faktor internal dan eksternal tersebut serta asasasas keadilan, kewajaran dan proporsional dalam pembagian jasa pelayanan Rumah Sakit Jiwa Prof. H.B. Sa'anin Padang, dan yang sangat penting adalah komitmen karyawan dan pemahaman kerja sama tim dalam mewujudkan Rumah Sakit Jiwa Prof H.B. Sa'anin Padang.

Analysis on Policy on Distribution of Service Rewards Applied in Prof HB Saanin Mental Hospital, Padang West Sumatera Province Year 2004Incentive or compensation sourced from patient/client by health provider in hospital for the service provided is called as service rewards. The unavailability of rules regarding the distribution of service rewards forced hospital managers to wisely distribute it. As in many other hospitals, the distribution of service rewards applied in Prof HB Saanin Mental Hospital invited injustice feeling and felt as unfair and non-proportionate by some employees. This study aimed at investigating influences internal and external factors within the Prof FIB Saanin Mental Hospital environment on distribution pattern of service rewards. This study also provides distribution pattern that is in line with justice, fairness, and proportionate principles and accepted by the employees. This study was a case study using qualitative method with informants from the hospital Available related documents and archives were observed and reviewed. The study results reveal that the distribution of service rewards was felt as injustice and inappropriate and was heavily depended on hospital policy based on recommendation by service rewards evaluation team processed by team agreement or employee's commitment. Nurses played very decisive role in the decision making process on service rewards distribution. It is suggested to the hospital management to consider the proposal of new service reward distribution pattern as input to revise the existing pattern and to include several internal and external variables in the distribution pattern. It is also suggested to socialize those factors and justice, -fairness, and proportionate principles in distribution pattern. The most important thing is employee's commitment and understanding about teamwork in implementing the hospital vision.
Read More
T-1922
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muchlis Riza; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Kusdinar Achmad
Abstrak:
Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Palembang sebagai salah satu lembaga pendidikan keperawatan di Palembang, memiliki peran dan tanggung jawab dalam mengantarkan peserta didiknya menjadi tenaga perawat profesional melalui proses belajar mengajar. Keberhasilan peserta didik dalam proses belajar yang dinyatakan dalam Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) akan menggambarkan kemampuan profesional mereka di bidang keperawatan. Dalam penelitian awal melalui data sekunder didapatkan 67 % lulusan tahun 2003 memiliki IPK < 2,75. Kesenjangan IPK diantara peserta didik terutama antara peserta didik kelas khusus dengan peserta didik kelas regular. Hal tersebut mendorong peneliti untuk menganalisis faktor psikologis yang berhubungan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa di Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Palembang. Desain penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah cross sectional, karena peneliti hanya ingin melihat faktor psikologis yang berhubungan dengan IPK, dan tidak bermaksud untuk melihat hubungan sebab akibat. Populasi dan sampel penelitian ini adalah mahasiswa tingkat III (semester VI kelas regular dan semester IV kelas khusus) di Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Palembang tahun 2004 sebanyak 110 orang mahasiswa. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang berisi 7 variabel karakteristik psikologis mahasiswa. Jumlah kuesioner sebanyak 70 butir yang terdiri dari 20 butir variabel motivasi belajar, 10 butir variabel minat pada bidang keperawatan, 5 butir variabel sikap terhadap profesi perawat, 10 butir variabel persepsi terhadap dosen, 5 butir variabel persepsi terhadap mata ajaran, 10 butir variabel persepsi terhadap fasilitas pendidikan, dan 10 butir variabel persepsi terhadap profesi perawat. Pengolahan dan analisis data disajikan dalam bentuk analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa IPK responden <2,75 masih cukup tinggi, terutama pads kelas regular dengan ciri-cirinya umur muda, belum bekerja, sehingga sangat membutuhkan IPK>2,75 untuk mendapatkan pekeijaan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada 3 variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan IPK yaitu : variabel motivasi, variabel jenis kelamin, dan variabel jenis kelas. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel motivasi merupakan variabel paling dominan dibandingkan variabel lainnya. Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini terutama pada institusi pendidikan tempat peneliti melakukan penelitian yaitu untuk memperhatikan faktor-faktor yang dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik, antara lain menganjurkan pada staf pengajarnya untuk mendorong semangat belajar dengan sering memberikan kuis setiap selesai pokok bahasan, membahas hasil kuis sebelum dimulai pokok bahasan yang baru. Juga agar dapat menciptakan suasana kondusif bagi peserta didik untuk bersaing secara sehat dalam mengejar prestasi belajar, misalnya berupa pemberian reward atau penghargaan bagi peserta didik yang mendapat prestasi terbaik setiap semester, mendorong dibentuknya kelompok belajar yang efektif berupa sering memberi penugasan terstruktur baik secara individu maupun kelompok pada peserta didik. Kepustakaan : 34 (1967 - 2002)

Psychological Characteristics Related to Cumulative GPA among Students in the Department of Nursing Palembang Health Polytechnic Year 2004 Department of Nursing, Palembang Health Polytechnic as nursing education institution in Palembang plays important role and is responsible in educating its students to be professional nurse through learning process. The success of students in the learning process is manifested in cumulative Grade Point Average (GPA} that also reflects the professional skill in nursing. Preliminary study using secondary data showed that 67% graduates of 2003 had GPA < 2.75. There was gap of GPA among those attend special and regular classes. These motivate researcher to analyze further the psychological factors related to GPA among students in the Department of Nursing, Palembang Health Polytechnic. Design used in the study was a cross sectional one since the researcher intended to examine the association and not causality. Population and sample of this study were 110 Grade 3 students (semester 6 of regular class and semester 4 of special class) in the Department of Nursing, Palembang Health Polytechnic year 2004. Quantitative data was obtained through questionnaire contained 8 psychological characteristics variables. Questionnaire consisted of 70 items, 20 items of study motivation variable, 10 items of interest in nursing variables, 5 items of attitude toward nurse profession variables, 10 items of perception toward lecturer, 5 items of perception toward study subject variables, 10 items of perception toward education facility, and 10 items of perception toward nurse profession. Data analyses were presented in form of univariate, bivariate, and multivariate analyses. Result of univariate analysis indicate that < 2,75 responder GPA still be high enough, especially at regular class with its young age characteristics, not yet worked, so that require > 2,75 GPA to get work or continue education to higher level. Analysis result of bivariate show there are 3 variables own a relation with GPA those are : motivation variable, gender variable, and class type variable. An analysis result of multivariate show motivation variable is the most dominant compared to other variable. Suggestion which can be given from this research result is especially at institution of education where researcher researching which is to pay attention to factors which can awaken education competitor study motivation , for example suggesting instructor staff to keep up the study spirits by oftenly giving quis every time the fundamental study finished, discuss the quis result before starting new fundamental study. Also in order to create conducive atmosphere for educative competitor to compete healthyly in pursuing study achievement, for example in the form of giving reward or appreciation for educative competitor who get best achievement each semester, support the forming of effective study group by oftenly give structured assignation either by individual or educative competitor. References: 34 (1967-2002)
Read More
T-1856
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susi Mekar Sari; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Anwar Hasan
T-2036
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Rachman; Pembimbing: Adang Bachtiar, H.E. Kusdinar Achmad; PengujiL: Anwar Hasan, Wibowo B. Soekijat, Moh. Hasan AD
T-2418
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rasyidi Amri; Pembimbing: Yayuk Hartriyanti, Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Maksum, Tjutjun, Tri Erri Astoeti
Abstrak: Latar Belakang dan Tujuan: Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam pada era otonomi daerah sekarang ini membutuhkan suatu rencana strategis Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang diharapkan selaras dengan Visi-Misi Dinas Kesehatan dalam kurun waktu 2006 – 2010. Hal inilah yang merupakan dasar serta tujuan penelitian ini. Metode: Untuk dapat menyusun rencana strategis SDM Kesehatan di Dinkes Kota Pagar Alam, dilakukan penelitian operasional dengan Analisa kualitatif dan kuantitatif. Penyusunan strategi dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama (Input Stage) terdiri analisis lingkungan eksternal dan internal SDM Kesehatan Dinkes Kota Pagar Alam melalui Consensus Decision Making Group (CDMG). Pada tahap kedua (Matching Stage), CDMG melakukan analisis dengan Internal-Eksternal Matrix dan SWOT Matrix. Pada tahap ketiga (Decision Stage) analisis dilakukan dengan menggunakan QSPM untuk menentukan strategi terbaik. Hasil: Hasil penelitian, pada pemilihan alternatif strategi dengan berdasarkan IE Matrix, diketahui posisi SDM Dinkes Kota Pagar Alam berada pada sel V yang artinya berada pada posisi Hold and Maintenance (bertahan dan pemeliharaan) dimana strategi yang dianjurkan terdiri dari Market Penetration (Penetrasi Pasar) dan Product Development (Pengembangan Produk). Kesepakatan pada pertemuan CDMG bahwa faktor eksternal yang menjadi peluang yakni adanya peningkatan tingkat pendidikan penduduk Kota Pagar Alam, berlakunya otonomi daerah dan perangkat hukumnya, adanya pengembangan jaringan informasi, adanya komitmen / dukungan dari Pemerintah kota dalam upaya pengembangan SDM kesehatan. Faktor eksternal yang menjadi ancaman adalah : PAD Kota Pagar Alam yang rendah, suplai SDM yang terlalu sedikit setiap tahunnya, penyakit infeksi masih tinggi, sarana pendidikan kesehatan belum ada. Sedangkan faktor lingkungan internal yang menjadi kekuatan adalam motivasi dan pengabdian SDMK yang cukup tinggi, adanya peningkatan SDMK yang mengikuti pendidikan lanjutan dan diklat, rendahnya pengurangan SDMK dan kemudahan izin melanjutkan pendidikan. Untuk faktor kelemahan yakni kompetensi SDMK masih rendah, belum adanya Protap/SOP, belum ada pos anggaran tersendiri untuk pengembangan SDMK, anggaran masih terbatas. Strategi terpilih Market Penetration prioritasnya adalah meningkatkan profesionalisme SDMK yang ada, memberikan kesempatan yang luas untuk meningkatkan pendidikan, mengembangkan fungsi jaringan informasi, menjalin kerjasama dengan sarana pendidikan profesi kesehatan yang ada. Untuk strategi product development prioritasnya adalah mengoptimalkan SDMK yang ada, menyiapkan SDM yang berbasis kesehatan lingkungan, meningkatkan advokasi ke pihak pengambil kebijakan, mengusulkan adanya pos anggaran tersendiri untuk pengembangan SDMK, membuat Protap / SOP. Kesimpulan: Dalam upaya mewujudkan tujuan jangka panjang dibutuhkan komitmen yang tinggi, mampu menggalang kerjasama dan menjalin komunikasi yang baik terhadap sektor yang berperan dalam pengambilan kebijakan. Sedangkan saran yang dapat diberikan adalah agar Renstra pengembangan SDM Kesehatan ini dapat disosialisasikan kepada semua staf pada pertemuan rutin atau khusus. Kemudian dapat menindaklanjuti strategi operasional yang telah dibuat oleh peneliti. Agar dapat sejalan dengan Visi-Misi Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam maka dibutuhkan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan Kata Kunci: Renstra, SDMK, Dinkes, Penetrasi Pasar, Pengembangan Produk
Background and Objective: Public Health Service of Pagar Alam Town at autonomous era of area this time require a strategic plan of expected Human Resource Health in harmony with Vision Mission Public Health Service in range of time 2006 - 2010. This matter is base and also the target of this research. Methods: To be able to compile strategic plan of Human Resource Health in Pagar Alam Town, conducted by research of operational with Analysis Qualitative and Quantitative. Compilation of strategy through some phases. First phase (Input Stage) compose environmental analysis of external and internal Human Resource Health of Public Health Service of Pagar Alam Town pass/through Consensus Decision Making Group (CDMG). At phase both (Matching Stage), CDMG do analyze Internally - External Matrix and SWOT Matrix. At third phase (Decision Stage) analyze conducted by using QSPM to determine best strategy. Results: Result Research, at election of strategy alternative by pursuant to IE Matrix, known by position of Human Resource Public Health Service of Pagar Alam Town reside in cell of V with the meaning residing in on course Hold and Maintenance where suggested to strategy consist of Market Penetration and Product Development. As according to agreement at meeting of CDMG that factor of external becoming opportunity namely the existence of improvement of level education people of Pagar Alam Town, applying of it area autonomy and peripheral of his law, existence of development of information network, existence of commitment / support of Government of town in the effort development of Human Resource health. External factor becoming threat is : low PAD of Pagar Alam Town, supply of Human Resource too a few every year, disease of infection still high, medium education of health there is no. While internal environmental factor which become strength is motivation and devotion of SDMK the high enough, existence of improvement of SDMK following second education and training, low of reduction of SDMK and amenity of permit continue education. For the factor of weakness namely interest of SDMK still lower, there is no Protap/SOP, there is no separate budget post for the development of SDMK, budget still limited. Chosen strategy of Market Penetration priority is to improve professionalism of SDMK existing, giving wide of opportunity to improve to education, developing information network function, braiding cooperation with medium education of existing health profession. For the strategy of priority development product of is optimal of Existing SDMK, preparing SDM being based on health of environment, improving advocate to party taker of policy, proposing the existence of separate budget post for the development of SDMK, making Protap/SOP. Conclusions: In the effort realizing required by long-range target of commitment the highness, can look after cooperation and braid communications which do well by sector which play a part in intake of policy. While suggestion able to be given is to be Renstra development of this Human Resource Health can be socialized to all staff at meeting of routine or special. Then operational strategy follow-up can which have been made by researcher. To be earning in line with Vision Mission Public Health Service of Pagar Alam Town hence required by monitoring to execution of activity. Keywords: Strategic Plan, Human Resource Health, Public Health Service, Market Penetration, Product Development.
Read More
T-2133
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rasyidi Amri; Pembimbing: Yayuk Hartriyanti, Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Maksum, Tjutjun, Tri Erri Astoeti
Abstrak: Latar Belakang dan Tujuan: Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam pada era otonomi daerah sekarang ini membutuhkan suatu rencana strategis Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang diharapkan selaras dengan Visi-Misi Dinas Kesehatan dalam kurun waktu 2006 – 2010. Hal inilah yang merupakan dasar serta tujuan penelitian ini. Metode: Untuk dapat menyusun rencana strategis SDM Kesehatan di Dinkes Kota Pagar Alam, dilakukan penelitian operasional dengan Analisa kualitatif dan kuantitatif. Penyusunan strategi dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama (Input Stage) terdiri analisis lingkungan eksternal dan internal SDM Kesehatan Dinkes Kota Pagar Alam melalui Consensus Decision Making Group (CDMG). Pada tahap kedua (Matching Stage), CDMG melakukan analisis dengan Internal-Eksternal Matrix dan SWOT Matrix. Pada tahap ketiga (Decision Stage) analisis dilakukan dengan menggunakan QSPM untuk menentukan strategi terbaik. Hasil: Hasil penelitian, pada pemilihan alternatif strategi dengan berdasarkan IE Matrix, diketahui posisi SDM Dinkes Kota Pagar Alam berada pada sel V yang artinya berada pada posisi Hold and Maintenance (bertahan dan pemeliharaan) dimana strategi yang dianjurkan terdiri dari Market Penetration (Penetrasi Pasar) dan Product Development (Pengembangan Produk). Kesepakatan pada pertemuan CDMG bahwa faktor eksternal yang menjadi peluang yakni adanya peningkatan tingkat pendidikan penduduk Kota Pagar Alam, berlakunya otonomi daerah dan perangkat hukumnya, adanya pengembangan jaringan informasi, adanya komitmen / dukungan dari Pemerintah kota dalam upaya pengembangan SDM kesehatan. Faktor eksternal yang menjadi ancaman adalah : PAD Kota Pagar Alam yang rendah, suplai SDM yang terlalu sedikit setiap tahunnya, penyakit infeksi masih tinggi, sarana pendidikan kesehatan belum ada. Sedangkan faktor lingkungan internal yang menjadi kekuatan adalam motivasi dan pengabdian SDMK yang cukup tinggi, adanya peningkatan SDMK yang mengikuti pendidikan lanjutan dan diklat, rendahnya pengurangan SDMK dan kemudahan izin melanjutkan pendidikan. Untuk faktor kelemahan yakni kompetensi SDMK masih rendah, belum adanya Protap/SOP, belum ada pos anggaran tersendiri untuk pengembangan SDMK, anggaran masih terbatas. Strategi terpilih Market Penetration prioritasnya adalah meningkatkan profesionalisme SDMK yang ada, memberikan kesempatan yang luas untuk meningkatkan pendidikan, mengembangkan fungsi jaringan informasi, menjalin kerjasama dengan sarana pendidikan profesi kesehatan yang ada. Untuk strategi product development prioritasnya adalah mengoptimalkan SDMK yang ada, menyiapkan SDM yang berbasis kesehatan lingkungan, meningkatkan advokasi ke pihak pengambil kebijakan, mengusulkan adanya pos anggaran tersendiri untuk pengembangan SDMK, membuat Protap / SOP. Kesimpulan: Dalam upaya mewujudkan tujuan jangka panjang dibutuhkan komitmen yang tinggi, mampu menggalang kerjasama dan menjalin komunikasi yang baik terhadap sektor yang berperan dalam pengambilan kebijakan. Sedangkan saran yang dapat diberikan adalah agar Renstra pengembangan SDM Kesehatan ini dapat disosialisasikan kepada semua staf pada pertemuan rutin atau khusus. Kemudian dapat menindaklanjuti strategi operasional yang telah dibuat oleh peneliti. Agar dapat sejalan dengan Visi-Misi Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam maka dibutuhkan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan Kata Kunci: Renstra, SDMK, Dinkes, Penetrasi Pasar, Pengembangan Produk
Background and Objective: Public Health Service of Pagar Alam Town at autonomous era of area this time require a strategic plan of expected Human Resource Health in harmony with Vision Mission Public Health Service in range of time 2006 - 2010. This matter is base and also the target of this research. Methods: To be able to compile strategic plan of Human Resource Health in Pagar Alam Town, conducted by research of operational with Analysis Qualitative and Quantitative. Compilation of strategy through some phases. First phase (Input Stage) compose environmental analysis of external and internal Human Resource Health of Public Health Service of Pagar Alam Town pass/through Consensus Decision Making Group (CDMG). At phase both (Matching Stage), CDMG do analyze Internally - External Matrix and SWOT Matrix. At third phase (Decision Stage) analyze conducted by using QSPM to determine best strategy. Results: Result Research, at election of strategy alternative by pursuant to IE Matrix, known by position of Human Resource Public Health Service of Pagar Alam Town reside in cell of V with the meaning residing in on course Hold and Maintenance where suggested to strategy consist of Market Penetration and Product Development. As according to agreement at meeting of CDMG that factor of external becoming opportunity namely the existence of improvement of level education people of Pagar Alam Town, applying of it area autonomy and peripheral of his law, existence of development of information network, existence of commitment / support of Government of town in the effort development of Human Resource health. External factor becoming threat is : low PAD of Pagar Alam Town, supply of Human Resource too a few every year, disease of infection still high, medium education of health there is no. While internal environmental factor which become strength is motivation and devotion of SDMK the high enough, existence of improvement of SDMK following second education and training, low of reduction of SDMK and amenity of permit continue education. For the factor of weakness namely interest of SDMK still lower, there is no Protap/SOP, there is no separate budget post for the development of SDMK, budget still limited. Chosen strategy of Market Penetration priority is to improve professionalism of SDMK existing, giving wide of opportunity to improve to education, developing information network function, braiding cooperation with medium education of existing health profession. For the strategy of priority development product of is optimal of Existing SDMK, preparing SDM being based on health of environment, improving advocate to party taker of policy, proposing the existence of separate budget post for the development of SDMK, making Protap/SOP. Conclusions: In the effort realizing required by long-range target of commitment the highness, can look after cooperation and braid communications which do well by sector which play a part in intake of policy. While suggestion able to be given is to be Renstra development of this Human Resource Health can be socialized to all staff at meeting of routine or special. Then operational strategy follow-up can which have been made by researcher. To be earning in line with Vision Mission Public Health Service of Pagar Alam Town hence required by monitoring to execution of activity. Keywords: Strategic Plan, Human Resource Health, Public Health Service, Market Penetration, Product Development.
Read More
T-2122
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive