Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40598 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mieska Despitasari; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Sandi Iljanto, Anhari Achadi, Harimat Hendrawan, Rubeah
Abstrak: Peningkatan kinerja pelayanan KIA tidak disertai dengan penurunan AKI dan AKB di Indonesia. Terjadi peningkatan AKI dan AKB di Kota Bogor pada tahun tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor manajerial kinerja pelayanan KIA Puskesmas Cipaku dan Pasir Mulya, menggunakan metode studi kasus dengan kerangka berpikir EFQM. Lima belas orang bidan diwawancarai sebagai informan kunci. Informan pelengkap berjumlah 30 orang (pimpinan, petugas promkes, kader dan pasien). Observasi dan telaah dokumen juga dilakukan sebagai triangulasi. Pola kepemimpinan yang berbeda memberikan nuansa manajerial yang berbeda bagi kedua puskesmas. Faktor kontekstual yang menjadi pembeda adalah budaya masyarakat. Kata Kunci: EFQM, puskesmas, pelayanan KIA, bidan, Bogor Improvement in MCH service performance was not followed by a reduction in MMR and IMR in Indonesia. In 2013, MMR and IMR at Bogor City were increased. The objective of this study was to determine the managerial performance of MCH services at Cipaku and Pasir Mulya Public Health Centre, implementing the case study method in EFQM framework. Fifteen midwives were interviewed as key informants. The complementary informants were 30 people (leaders, Promkes officers, cadres and the patient). Observation and document analysis were also conducted as triangulation. Differences in leadership style also provide a different managerial nuances for each Public Health Centre. Contextual factor that distinguished both of Public Health Centre is the culture of the community. Keywords: EFQM, public health centre, MCH services, midwives, Bogor
Read More
T-4407
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ela Nurmala; Pembimbing: Mulyadikrama, Asmin
M-811
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faza Khairani Batubara; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Prastuti Soewondo, Indah Raksi Padmasari, Fify Mulyani
Abstrak: Kasus Covid-19 semakin meningkat hingga pada 30 Januari 2020, WHO menetapkan KMMD. Bahkan, sampai 22 Juni 2021 sebanyak 23,8% kasus terkonfirmasi berada di Provinsi DKI Jakarta dan 6.393 jiwa berada di wilayah PKC Pademangan. Selain menangani Covid-19, Puskesmas tentunya tidak meninggalkan pelayanan yang menjadi fungsi Puskesmas salah satunya pelayanan KIA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pandemi terhadap pelayanan KIA di PKC Pademangan. Penelitian kualitatif dengan desain rapid assessment prosedur ini menggunakan data primer dari wawancara mendalam dan data sekunder dari telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan komponen input, proses, dan output pada sebelum dan selama pandemi. Pada komponen input, perbedaan pada refokusing anggaran sehingga berkurang dari tahun sebelumnya, serta dibukanya RB yang menjadikan SDM di KIA terbagi untuk pelayanan RB. Pada komponen proses, metode perencanaan menjadi daring serta meminimalisir kegiatan outdoor dan sesuai protokol kesehatan. Pandemi menjadikan adanya tim tersendiri untuk rujukan dan penanganan Covid-19. Pada komponen output, sebagian besar capaian bulanan tahun 2020 lebih rendah daripada tahun 2019. Puskesmas sebagai pembinaan wilayah dapat merangkul aparat daerah, masyarakat, dan fasilitas kesehatan yang berada di wilayah Kecamatan Pademangan, serta meningkatkan peran keluarga dengan memberikan pendidikan kesehatan agar semakin banyak ibu termotivasi dan sadar akan pentingnya pemeriksaan KIA secara teratur
As the increasing of the covid-19 case by January 30, 2020, WHO makes the final decision as the PHEIC. According to the data, by June 22, 2021, 23% of cases have been confirmed in Jakarta and 6.393 people have been infected in Pademangan district. This research aims to analyze the covid 19 impacts on the Maternal and Child Health in Pademangan district. This is qualitative research that uses a design of rapid assessment procedure with primary data of inclusive interview and secondary data from the documents that have been analyzed. The result of this research shows that there are distinctions from the input, process, and output before and during pandemic. In the input component, there is the main distinction in refocusing the cost budget as the result the budget for Maternal and Child Health has been reduced from the previous year, they also provide delivery rooms that cause the healthcare workers has been split up for dealing the patients in delivery rooms. In-process component, planning method becomes a non-face to face to minimize the outdoor activity and to follow health protocol. In the output component, most of the monthly work target in 2020 is lower than in the year 2019
Read More
T-6246
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maizu Helmi; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Yvonne M. Indrawani, Rahmawati
S-6137
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galih Permana; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Purnawan Junadi, Vetty Yulianty Permanasari, Mursalim, Ubbay Ujziana
T-4606
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naili Shifa; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Kurnia Sari, Amila Megraini
Abstrak:
Latar Belakang: Singapura memiliki sistem perawatan kesehatan ?first world?, dan menduduki peringkat 6 di dunia. Singapura mencapai efisiensi perawatan kesehatan dengan hasil perawatan berkualitas tinggi. Sistem perawatan kesehatan yang unik dengan menggunakan sistem pembiayaan campuran yang disebut ?3M? yaitu MediSave, MediShield, dan MediFund. Sementara Indonesia yang dalam penerapan JKN masih mengalami beberapa kendala. Sehingga perlu dilakukan studi komparasi. Penelitian ini akan membahas mengenai pembiayaan, pendanaan, dan pembayaran pada pelayanan kesehatan di Singapura dan Indonesia. Metode: Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan data sekunder melalui pencarian literatur pasa search engine. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skema pembiayaan di Singapura yaitu subsidi dan kerangka kerja 3M, dengan menekankan tanggung jawab pribadi untuk kesehatan. Penyediaan layanan kesehatan terdiri dari gabungan publik dan swasta dengan sistem pembayaran hybrid, hampir tidak ada perawatan kesehatan yang gratis. Di Indonesia menggunakan sistem single pool dengan metode pembayaran DRG kepada penyedia layanan. BPJS Kesehatan menggunakan prinsip gotong-royong yang penggunaannya menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pembiayaan terbesar di Indonesia masih terkonsentrasi pada segi kuratif dan pengobatan. Kesimpulan: Sistem Pembiayaan di Singapura dirancang dengan prinsip kemandirian dan saldo MediSave tidak berkurang apabila tidak digunakan sehingga meminimalkan perilaku tidak sehat. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode kuantitatif, menguji faktor-faktor pemungkin lain yang berpengaruh terhadap perilaku hidup sehat dengan terjangkaunya layanan BPJS Kesehatan, dan menguji pengaruh implementasi kebijakan pembiayaan pada sistem JKN terhadap morbiditas dan derajat kesehatan masyarakat.

Background: Singapore has a ?first world? healthcare system, and is ranked 6th in the world. Singapore achieves healthcare efficiency with high quality care outcomes. A unique healthcare system using a mixed financing system called ?3M? namely MediSave, MediShield and MediFund. Meanwhile, Indonesia, which is implementing JKN, is still experiencing several obstacles. So it is necessary to do a comparative study. This study will discuss the financing, funding, and payment of health services in Singapore and Indonesia. Methods: This study uses a descriptive approach by using secondary data through a search engine literature search. Results: The results of this study indicate that the financing scheme in Singapore, namely subsidies and the 3M framework, emphasizes personal responsibility for health. Health care delivery consists of a mix of public and private with a hybrid payment system, almost no free health care. In Indonesia, it uses a single pool system with the DRG payment method to service providers. BPJS Kesehatan uses the principle of gotong royong, whose use has shown an increase in the last three years. The largest financing in Indonesia is still concentrated in terms of curative and treatment. Conclusion: The Financing System in Singapore is designed with the principle of self-reliance and MediSave balances do not decrease when not used so as to minimize unhealthy behavior. Further research can use quantitative methods, examine other enabling factors that influence healthy living behavior with the affordability of BPJS Health services, and examine the effect of implementing financing policies on the JKN system on morbidity and public health status.
Read More
S-11154
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Machdalena; Pembimbing; Adang Bachtiar Kantaatmaja ;Penguji: Kusdinar Ahmad, Yayuk Hartriyanti, Lukman, Sumarty
T-916
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mentari Kirana Firdaus; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Ede Surya Darmawan, Selpi Pratiwi
Abstrak: Kesehatan jiwa merupakan salah satu isu kesehatan global dengan kasus yang terus meningkat ditiap tahunnya. Pada tahun 2019 masalah kejiwaan merupakan penyebab kedua kecacatan diseluruh dunia dengan total 970 juta kasus. Penelitian ini merupakan sebuah studi perbandingan yang betujuan untuk mengetahui perbedaan antara pelayanan ODMK di Puskesmas Pasar Baru dengan pelayanan ODMK di Puskesmas Pabuaran Tumpeng. Pada penelitian ini digunakan teori Black & Gruen, teori Donabedian, serta kerangka kerja sistem kesehatan (building blocks), dengan variabel yang dianalisis meliputi variabel input (masukan), proses, dan output (keluaran). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, sementara pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa pada variabel input (masukan), SDM kesehatan di Puskesmas Pabuaran Tumpeng memiliki beban kerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan SDM kesehatan di Puskesmas Pasar Baru. Pada variabel proses, jenis pelayanan yang diberikan di Puskesmas Pasar Baru dan Puskesmas Pabuaran Tumpeng relatif sama, namun Puskesmas Pasar Baru mampu melaksanakan kegiatan inovatif untuk meningkatkan pelayanan ODMK di masa pandemi, yaitu dengan memasukan kegiatan skrining kesehatan jiwa ke dalam kegiatan vaksinasi Covid-19. Pada variabel output (keluaran) ditemukan bahwa kualitas pelayanan di Puskesmas Pasar Baru lebih baik dibandingkan dengan Puskesmas Pabuaran Tumpeng, selain itu cakupan pelayanan ODMK di Puskesmas Pasar Baru pada tahun 2021 mencapai 128% sedangkan di Puskesmas Pabuaran Tumpeng hanya mencapai 77%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa puskesmas yang memiliki SDM memadai serta mampu menyesuaikan pemberian pelayanan dengan situasi yang ada, dapat menghasilkan pelayanan yang lebih berkualitas serta mencapai target cakupan pelayanan.
Mental health is one of the global health issues with cases that continue to increase every year. In 2019, psychiatric problems were the second leading cause of disability worldwide with a total of 970 million cases. This research is a comparative study that aims to determine the difference between the services of People with Mental Problems (ODMK) at Pasar Baru Health Center and ODMK services at the Pabuaran Tumpeng Health Center. This research uses Black & Gruen theory, Donabedian theory, and the health system framework (building blocks), with the variables analyzed include input, process, and output variables. This research uses a qualitative approach with a case study method, while data collection is carried out through in-depth interviews and document review. The results of the study found that in the input variable, health human resources at Pabuaran Tumpeng Health Center had a higher workload than health human resources at Pasar Baru Health Center. In the process variable, the types of services provided at the Pasar Baru Health Center and the Pabuaran Tumpeng Health Center are relatively the same, but the Pasar Baru Health Center is able to carry out innovative activities to improve ODMK services during the pandemic, namely by incorporating mental health screening activities into Covid-19 vaccination activities. In the output variable, it was found that the quality of service at the Pasar Baru Health Center was better than the Pabuaran Tumpeng Health Center, besides that the coverage of ODMK services at the Pasar Baru Health Center in 2021 reached 128% while at the Pabuaran Tumpeng Health Center it only reached 77%. This study concludes that puskesmas with adequate human resources and able to adapt service delivery to the existing situation can produce higher quality services and achieve service coverage targets.
Read More
S-11076
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanny Ricardini; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Adang Bachtiar
T-2041
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Linarsih; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Yovsyah, Hermansyah
S-7114
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive