Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40342 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dewi Saputra Tjitra; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Anhari Achadi, Soeprianto Wiradjaja, Arief Oetama
Abstrak: Tesis ini merupakan suatu evaluasi ekonomi dengan metode kuantitatif dan desainpenelitian cross sectional, bersifat observational dengan melakukan studiperbandingan (comparative study) antara 2 teknik pembedahan herniotomy. Tesisini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya antara pasien yang menjalaniteknik Laparoskopik Herniotomy dengan pasien yang menjalani teknik OpenHerniotomy pada pasien hernia inguinalis. Penelitian ini menggunakanperhitungan Activity Based Costing dengan simple distribution untukmendapatkan total cost lalu dibandingkan dengan output, sehingga didapatkanCost Effectiveness Ratio (CER). Nilai CER kemudian dibandingkan dan manayang lebih kecil adalah yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwateknik Open Herniotomy menghasilkan nilai CER yang lebih kecil dibandingkandengan teknik Laparoskopik Herniotomy. Maka dapat disimpulkan bahwa teknikOpen Herniotomy lebih efektif dibandingkan dengan teknik LaparoskopikHerniotomy.Kata kunci :Analisis Efektivitas Biaya, Activity Based Costing, Herniotomy.
This thesis is an economic evaluation with a cross sectional quantitative methoddesign, observational and using comparative studies between two herniotomytechniques. The aim of this thesis is to analyze the cost effectiveness betweenpatients with Laparoscopic Herniotomy and patients with Open Herniotomy of theinguinal hernia. This research is using Activity Based Costing with simpledistribution to achieve total cost and then compared with the output, therefore costeffectiveness ratio (CER) is achieved. The CER is then compared to understandwhich is the lesser cost therefore is more effective. The research result shows thatOpen Herniotomy gives a smaller CER than the Laparoscopic Herniotomy.Therefore it is found that Open Herniotomy is more effective compared withLaparoscopic Herniotomy.Keyword :Cost Effectiveness Analysis, Activity Based Costing, Herniotomy.
Read More
B-1726
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Faisal; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Vebry Haryati Lubis, Eko Budi Santosa
Abstrak: Clinical Pathway di rumah sakit merupakan pedoman yang mencakup semuaaktivitas dari pasien masuk hingga keluar rumah sakit. Tesis ini membahasmengenai pengaruh clinical pathway terhadap lama hari rawat dan biaya reseppasien di RS IMC. Penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif dengan desainstudi kasus analisis deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan tahapan prosesimplementasi clinical pathway di RS IMC dimulai dengan perencanaan,pembentukan tim, penyusunan draft formulir clinical pathway, sosialisasi, uji cobahingga implementasi; serta terjadi penurunan lama hari rawat dan biaya reseppasien hernia inguinalis akibat pengaruh implementasi clinical pathway di RS IMCBintaro.Kata kunci:Clinical pathway, lama hari rawat, biaya resep, hernia inguinalis
Clinical Pathway in the hospital is a guideline which includes all activities fromadmission until hospital discharge. This thesis discusses the effect of clinicalpathways towards length of stay and cost of prescription patient in IMC hospital.This study is a qualitative and quantitative, analysis of a descriptive case studydesign. Results of the study illustrate the stages of the process of implementingclinical pathways in IMC Hospital that begins with planning, team building, clinicalpathways form drafting, dissemination, trial and implementation; as well as adecline in length of stay and cost of prescription inguinal hernia patients due to theeffect of the implementation of clinical pathways in IMC Hospital.Keyword:Clinical pathway, length of stay, prescription cost, inguinal hernia.
Read More
B-1750
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Maulina Dewi; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Vetty Yulianty Permanasari, Daya Suryandaru
Abstrak: SJSN pada dasarnya merupakan program negara yang bertujuan memberikepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatIndonesia. Melalui program ini, setiap penduduk diharapkan dapat memenuhikebutuhan dasar hidup yang layak apabila terjadi hal-hal yang dapatmengakibatkan hilang atau berkurangnya pendapatan, karena menderita sakit,mengalami kecelakaan, kehilangan pekerjaan, memasuki usia lanjut ataupensiun Melalui peraturan presiden nomor 12 tahun 2013 tentang jaminankesehatan ditetapkan pembayaran pelayanan kesehatan tingkat lanjut di rumahsakit menggunakan pembayaran pra upaya (prospective payment) yaitumenggunakan pola INA-CBGs. Penerapan tarif INA-CBGs menimbulkanpolemik bagi rumah sakit karena terdapat selisih bayar yang cukup besarantara tarif rumah sakit dan tarif INA-CBGs.Salah satu komponen yang harusdipersiapkan oleh rumah sakit adalah membuat suatu pedoman pembiayaanberdasarkan cost of treatment berbasis clinical pathways.Prioritas untukpembuatan clinical pathway adalah kasus yang sering ditemui,kasus yangterbanyak,biayanya tinggi,perjalanan penyakit dan hasilnya dapatdiperkirakan,telah tersedia standar pelayanan medis dan standar proseduroperasional.Untuk tindakan herniotomi yang disepakati di RS PMI Bogor ada12 clinical pathway.dengan perhitungan cost of treatment dari yang palingminimal pada kasus herniotomi anak murni Rp 5.368.719,00 sampai yangmaksimal pada herniotomi Tua komplikasi dengan penyerta sebesar Rp9.350.683,00. Dengan adanya perhitungan ini Rumah Sakit memilikipedoman biaya tindakan herniotomi yang bersifat prospective payment. Saranuntuk rumah sakit diharapkan rumah sakit melakukan perhitungan cost oftreatment untuk tindakan yang lain berdasarkan clinical pathway yangdisepakati di RS PMI Bogor.
National Health Insurance System (SJSN) is basically a state program thataims to provide certainty of protection and social welfare for all Indonesianpeople. Through this program, each resident is expected to meet the basicneeds of living where things happen that can lead to lost or reduced income,because of illness, accident, loss of a job, entering old age or retirement.Through a presidential decree number 12 of 2013 about , has set an advancedpayment of health care services in hospitals, using pre-payment efforts(prospective payment) that uses pattern INA-CBGs. Implementation of INA-CBGs rates for hospital became polemic because there is a large enoughdifference in pay between hospital rates and INA-CBGs rates.One of thecomponent that must be prepared by the hospital is making a guideline basedon clinical pathway calculated cost of treatment.Prioritas for the manufactureof clinical pathways are frequently encountered cases, most cases, the cost ishigh, the disease course and outcome can be expected, has provided medicalservice standards and standard procedures operasional.For herniotomyprocedures agreed at the PMI Bogor hospital, there were 12 clinical pathwaywith calculation cost of treatment and the most minimal in the case of a purechild herniotomy Rp 5,368,719.00 to the maximum at Old herniotomy withconcomitant complications of Rp 9,350,683.00. Given this calculationHospital has guidelines herniotomy procedures costs that are prospectivepayment. Suggestions for hospital is expected to perform the calculation ofthe cost of treatment for other actions based on agreed clinical pathways inPMI Bogor hospital.
Read More
B-1599
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imas Rahmi Wisdiani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Djoni Darmadjaja
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Imas Rahmi Wisdiani Program Studi : Kajian Adminstrasi Rumah Sakit Judul Tesis : Analisis Implikasi Sistem Pembayaran JKN terhadap Pendapatan Rumah Sakit di Dua Rumah Sakit Swasta Kelas C di Karawang Tahun 2017 (Studi Kasus Herniotomi Tanpa Penyulit) Besaran tarif yang diatur dalam INA-CBG mendorong rumah sakit untuk menciptakan berbagai macam upaya khususnya berupa usaha pengendalian biaya agar tercipta efisiensi yang baik dan mutu pelayanan kesehatan tetap berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi system pembayaran JKN terhadap pendapatan rumah sakit di dua rumah sakit swasta kelas C berdasarkan tarif BPJS dan tarif rumah sakit. Desain penelitian ini berupa studi kasus di dua rumah sakit swasta kelas C dengan desain potong lintang dan melihat tren yang terjadi pada periode tahun 2014 – 2016. Pengumpulan data dilakukan dalam dua bagian, analisis kuantitatif  bertujuan untuk menganalisis selisih pendapatan berdasarkan tarif BPJS dan tarif rumah sakit dan menganalisis komponen-komponen yang menentukan besaran tarif rumah sakit. Analisis kualitatif bertujuan untuk mendapatkan informasi kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak manajemen rumah sakit dalam merespon selisih biaya. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2017 di RS A dan RS B dengan karakteristik rumah sakit yang mirip dan bekerjasama dengan BPJS sejak tahun 2014. Terdapat  selisih negatif antara pendapatan berdasarkan tarif umum dengan pendapatan berdasarkan tarif BPJS pada periode tahun 2014 – 2016 baik di RS A maupun di RS B. Selisih negative di RS A sebesar  21,2% dari nilai pendapatan berdasarkan tarif umum, dan selisih negative di RS B sebesar 50,5% dari nilai pendapatan berdasarkan tarif umum. Besaran tarif dan metode pembayaran INACBGs menyebabkan adanya upaya-upaya efisiensi dan kendali biaya rumah sakit bagi pasien BPJS berupa pembayaran jasa medis yang lebih rendah, penggunaan obat generik, pengendalian pemeriksaan penunjang, pengendalian biaya di ruang operasi serta pengendalian jumlah hari rawat. Kata kunci : pembayaran JKN, pendapatan Rumas sakit,  Rumah Sakit swasta,


ABSTRACT Nama : Imas Rahmi Wisdiani Program Studi : Hospital Administration Judul Tesis : Analysis on JKN Payment System and its relation to Hospital Income in two type C private hospitals in Karawang, 2017 The implementation of payment system using INA-CBGs (bundling) has lead hospital to improve efficiency to provide good quality of care. The purpose of this study is to analyze implication of JKN payment system toward hospital revenue in two type C private hospitals. This case study in two type C private hospitals was done using Cross Sectional design. Data was retrospectively collected to capture trend for period 20142016,and analysed to compare hospital revenue using hospital charge vs BPJS payment scheme as set up by BPJS. The study was conducted in May-June 2017 covering 548 cases with Herniotomy in the two private hospitals with similar characteristics and contracted as BPJS service provider since 2014. The study revealed that both hospitals tend to have lower revenue from BPJS using bundling scheme as compared to hospital charge, for period 2014-2016. The result showed that in hospital A  21,2% loss and in hospital B was 50,5% loss, this may caused by unefficient use of resources, or no proper monitoring system. The two hospitals have tried to improved efficiency, implement cost containment such as fee adjustment, use of generic drug, proper length of stay, cost containment in providing medical exam and operation. Key words: JKN payment, private hospital, revenue

Read More
B-1928
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Renny Margaretta Sitorus; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Mieke Savitri, Stefanus Eke Ola
Abstrak: Abstrak
Tesis ini menganalisis efektifitas biaya yang dikeluarkan pasien hemoroid interna grade 3-4 yang menjalani tindakan haemorrhoidectomy Stapled dan konvensional. Penelitian ini menggunakan perhitungan Activity Based Costing dengan simple distribution untuk mendapatkan cost lalu dibandingkan dengan nilai output, sehingga didapatkan Cost Effectiveness Ratio (CER). Nilai CER kemudian dibandingkan dan mana yang lebih kecil adalah yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif Stapled menghasilkan nilai CER yang lebih kecil dibandingkan dengan CER alternatif konvensional. Maka dapat disimpulkan bahwa tindakan haemorrhoidectomy Stapled lebih efektif dibandingkan dengan alternatif konvensional. 
This thesis was analysing the effectiveness of cost that spent by patients with internal hemorrhoid grade 3 to 4 underwent haemorrhoidectomy Stapled and conventionals. This research was using Activity Based Costing with simple distribution method to calculate the cost then divided by output value to get Cost Effectiveness Ratio (CER). CER values were then compared and the lower is the more effective. Result of this research showed that value of CER of Stapled alternative were smaller compared with CER of conventionals alternative. It can be concluded that Stapled haemorrhoidectomy is more effective than conventionals alternative.
Read More
B-1468
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Fitri R.; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ratu Ayu, Vetty Yulianti, Ermilda Sriwastuti
B-1655
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pitoyo; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Purnawan Junadi, Ronnie Rivany, Inna Karunia
Abstrak:

Rumah sakit sebagai suatu lcmbaga usaha harus memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi customer satisfaction dan merupakan perpaduan unsur Keramah tamahan., Kecapatan., Ketelitian dan K.enyamanan dalam pelayanannya.Untuk itu Rumah sakit perlu wadah dalam memberikan pelayanan itu yaitu suatu hangunan phisik yang memenuhi persaratan teknis dan kesehatan. Bangunan rumah sakit ini secara prinsip ada dua type sistem desain yaitu Sistem Desain Horisontal dan sistem desaio VertikaL Pada sislem desain horisontal senlua bangunannya disebar secara blok hangunan ke arab laban yang tersedia. Pada sistem desain Vertikal semua hangunan yarg menjalankan fungsi medis disehar kearah Vertikal keatas. Tujuan dari penelitiaan ini adalah un!uk mengkaji besar biaya pemhangunan dari dua sistem diatas serta untuk mengetahui efek.tifitasnya dari masing-masing sitem. Metode yang dipakai adalah menggunakan obyek Rumah Sakit Islam Jakarta yang menggunakan konsep desain sec.ara borisontal, Kemudian dibuatkan simniasi desain secara horiosntal dibandingkan der gan Simulasi desain seeam vertikal dari rumah sakit obyek tersebut. Kemudian dilakukan Analisa perhitungan biaya dan Analisa Efektifitas Biaya.


Hospital as business institution must give good services in health care which is oriented to the Customer satisfaction and include of some attitude such as Kindly., Speed accurate and convenience services. Hospital must have good building for supporting medical services that follow technical and healthy requirement. Principally hospital building is using two design system consist of design system horizontal and vertika) system. The Horizontal design system commonly conctructs buildings in horizontal direction on wide ground. The Vertical design system commonly constructs buildings in vertical direction or above manner on certainty ground. The aim of study is to observe and calculate two design prototype horizontal and vertical system of building in Cost Effectiveness. Methods used in this study is observe and calculate base on the exiting Jakarta Islam hospital as horizontal design object. Then design sumulation for Horizontal system should be made and compare with vertical simulation design hollding in 4 th stories. The two prototype design will be calculated in cost for construction. ThenAnalysis of Cost effectiveness will be calculated.

Read More
B-1126
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mastika Talib; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Mardiati Nadjib, Amal Chalik Sjaaf, Lony Novita, Trisna B. Widjayanti
Abstrak: Sistem pembayaran prospektif dengan paket INA-CBGs pada pasien JKN menuntut rumah sakit agar dapat melakukan kendali biaya dan kendali mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menilai upaya kendali biaya dan kendali mutu di RS MH Thamrin Salemba. Penelitian dilakukan pada kasus Demam Berdarah Dengue periode Januari-Maret 2017 secara kuantitatif (n=31), dengan membandingkan selisih klaim INA-CBGs dan tagihan rumah sakit, dan secara kualitatif dengan wawancara mendalam (6 informan). Selisih negatif yang didapat sebesar Rp177.880 dengan rerata selisih negatif sebesar Rp5.738 per kasus. Komponen kamar perawatan adalah komponen biaya tertinggi pada tagihan rumah sakit (30,62%). Manajemen rumah sakit menerapkan upaya kendali biaya mulai dari proses perencanaan sampai evaluasi dengan tetap mengutamakan mutu. Upaya efisiensi biaya dilakukan pada komponen farmasi, pemeriksaan penunjang, jasa medis dokter, dan kamar perawatan. Formularium RS yang digunakan sesuai dengan formularium nasional. RS MH Thamrin Salemba belum memiliki clinical pathways untuk mengontrol dan mengevaluasi pelayanan. Sistem insentif yang digunakan adalah sistem fee for service yang tidak sesuai dengan metode pembayaran prospektif. Kata kunci: kendali biaya, kendali mutu, pembayaran prospektif, tarif INA-CBGs
Read More
B-1873
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dionisius Indri Priyobodo; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Mochamamad Ridwan Indivana, Amila Megraini
Abstrak:
Dalam era JKN ini, unit cost diperlukan untuk membantu dalam mengelola keuangan rumah sakit dan bisa menambah atau mempertahankan pendapatan rumah sakit. Tonsilektomi merupakan salah satu tindakan tersering di bagian THT di banyak rumah sakit di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh biaya satuan pasien tonsilektomi di RS Aisyiyah Bojonegoro dan perbandingannya dengan tarif INA-CBGs. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan variabel yaitu direct cost, indirect cost, dan biaya total pada pasien yang mendapatkan tindakan tonsilektomi di RS Aisyiyah Bojonegoro. Metode perhitungan biaya ini menggunakan sistem ABC. Biaya satuan pasien yang mendapatkan tonsilektomi ringan pada kelas 1 sebesar Rp 5.585.881,24 dibandingkan dengan tarif INA-CBGs sebesar Rp 5.118.600,00, kelas 2 sebesar Rp 5.361.090,46 dibandingkan dengan tarif INA-CBGs sebesar Rp 4.483.600,00, dan kelas 3 sebesar Rp 5.198.101,09 dibandingkan dengan tarif INA-CBGs sebesar Rp 3.848.600,00. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa secara keseluruhan biaya satuan pada tonsilektomi ringan di RS Aisyiyah Bojonegoro tahun 2022 lebih besar dibandingkan dengan tarif INA-CBGs.

In this JKN era, unit costs are needed to help manage hospital finances and can increase or maintain hospital income. Tonsillectomy is one of the most common procedures in the ENT department in many hospitals in the world. The purpose of this study was to obtain unit costs for tonsillectomy patients at Aisyiyah Bojonegoro Hospital and compare them with INA-CBGs rates. This study uses a descriptive method with variables namely direct cost, indirect cost, and total cost in patients who get tonsillectomy at Aisyiyah Bojonegoro Hospital. This cost calculation method uses the ABC system. The unit cost of patients who received mild tonsillectomy in class 1 amounted to Rp 5.585.881,24 compared to the INA-CBGs rate of Rp 5,118,600.00, class 2 amounted to Rp 5.361.090,46 compared to the INA-CBGs rate of Rp 4,483,600.00, and class 3 amounted to Rp 5.198.101,09 compared to the INA-CBGs rate of Rp 3,848,600.00. Based on the results of this study, it was found that the overall unit cost of mild tonsillectomy at Aisyiyah Bojonegoro Hospital in 2022 was greater than the INA-CBGs tariff
Read More
B-2446
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atty Supraba; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Kurnia Sari, Atik Nurwahyuni, Ermilda Sriwastuti, Abdi Setia Putra
B-1641
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive