Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37047 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yennidar; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Adang Bachtiar, Puput Oktamianti, Fitriani Manan, Deviana
Abstrak: Tesis ini membahas tentang analisis beban kerja bidan di Puskesmas danperhitungan kebutuhan tenaga bidan tersebut dengan menggunakan metodeWorkload Indicator Staff Needs (WISN) di Puskesmas Wilayah Kerja DinasKesehatan Kota Cimahi. Penelitian ini didasari atas permasalahan tenagakesehatan yang mengalami krisis baik dari segi kuantitas/ jumlah maupun darisegi pendistribusian/ penempatan/ pendayagunaan. Penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif untuk perhitungan beban kerja dan perhitungan kebutuhantenaga, serta kualitatif untuk analisis, dan desain studinya adalah analitikdeskriptif. Pengumpulan data melalui penelusuran dokumen, wawancara, danobservasi.Hasil penelitian menunjukkan rasio WISN 1 pada bidan Puskesmas Cipageranhalini berarti bahwa beban kerja dan jumlah dalam keadaan seimbang, sedangkanpada Puskemas Melong Tengah didapatkan rasio WISN 4 yang menunjukkanadanya kelebihan tenaga dibandingkan dengan beban kerja yang ada, begitu jugadengan Puskesmas Cimahi Selatan yang mempunyai rasio WISN 3,6. Bidanmelaksanakan kegiatan pokok atau kegiatan pelayanan utama, selain itu jugamengerjakan kegiatan penunjang penting, serta di Puskesmas Cipageran danPuskesmas Melong Tengah ada bidan yang mendapatkan tugas tambahan menjadibendahara/ pengelola Jamkesmas/JKN.Dinas Kesehatan selaku regulator dalampenempatan bidan mempunyai kebijakan intern terkait pendistribusian bidanPuskesmas.Kata Kunci : analisis beban kerja, perhitungan tenaga kesehatan, bidan, WISN
This thesis discusses the analysis of the workload of midwives in CommunityHealth Centers and the calculation of midwives needs, using the method ofWorkload Indicator Staff Needs (WISN) in the Community Health CentersCimahi work area. The research based on the problems of health workers in crisisin terms of both quantity/ number and in terms of distribution/ placement/utilization. This study uses a quantitative method for the calculation of theworkload and the calculation of human resources requirements, and alsoqualitative analysis and design study is a descriptive analytic. Collecting datathrough document search, interviews, and observations.The results showed WISN ratio 1 health center midwife Cipageranhal this meansthat the workload and the amount in balance, whereas the ratio obtainedPuskemas Middle Melong WISN 4 which shows an excess of power comparedwith existing workloads, as well as health centers that have a South Cimahi WISNratio of 3.6. Midwives carry out the main activities or main service activities,while also working on the important support activities, meanwhile in Cipageracommunity health centers and Melong Tengah community health centers, we canfind that midwives who obtain additional duties as treasurer.,/ managerJAMKESNAS / Health JKN. Dinas Kesehatan as regulator in the placement ofmidwives have internal policies related distribution center midwives.Keywords: analysis of the workload, the calculation of health personnel,midwives, WISN
Read More
T-4379
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elita Ivanna Gultom; Pembimbing: Anwar Hasan; Penguji: Caroline Endah Wuryaninsih, Eti Rohati
S-8052
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lusiantini; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Milla Herdayati, Budi Rahayu
S-7803
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tati Hartati Permata; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Cucu Irawan
S-4900
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ester Mustika Simbolon; Pembimbig: Kurnia Sari; Penguji: Jaslis Ilyas, Dwi Indah Anjarsari
Abstrak:
Karantina X merupakan unit pelaksana teknis Badan Karantina Indonesia yang berperan penting dalam mendukung pelaksanaan pengujian karantina melalui penggunaan metode pengujian terstandar dan peralatan laboratorium yang relatif modern. Seiring dengan meningkatnya kapasitas pengujian, laboratorium Karantina X dihadapkan pada tingginya volume dan kompleksitas pekerjaan yang harus ditangani oleh pegawai. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan sumber daya manusia yang proporsional agar kinerja dan kualitas pelayanan tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja pegawai laboratorium Karantina X serta menentukan kebutuhan pegawai optimal berdasarkan kondisi kerja aktual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi sampel adalah seluruh pegawai laboratorium Divisi KMPP Karantina X sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung non-intervensi menggunakan metode stopwatch time study serta penelusuran dokumen pendukung. Analisis beban kerja dilakukan dengan metode Full Time Equivalent (FTE) untuk mengukur beban kerja pegawai, serta metode Workload Analysis (WLA) untuk menghitung kebutuhan jumlah pegawai optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja pegawai laboratorium Karantina X berada pada kategori overload, yang ditandai oleh nilai indeks FTE 1,51 – 1,84. Hasil perhitungan kebutuhan pegawai menggunakan metode WLA menunjukkan bahwa jumlah pegawai optimal yang dibutuhkan berada pada kisaran 11 hingga 19 pegawai, lebih besar dibandingkan jumlah pegawai aktual sebanyak 10 orang. Berbagai skenario perhitungan melalui uji sensitivitas terhadap nilai rating factor, allowance, dan jam kerja menunjukkan variasi kebutuhan pegawai, namun seluruh hasil secara konsisten mengindikasikan bahwa jumlah pegawai yang tersedia belum mencukupi, sehingga beban kerja pegawai berada pada kategori berlebih. Kata Kunci : Beban kerja, Full Time Equivalent (FTE), Workload Analysis (WLA), Keamanan Mutu Pangan Pakan.

Quarantine X is a technical implementing unit of the Indonesian Quarantine Agency that plays a vital role in supporting quarantine testing through the use of standardised testing methods and relatively modern laboratory equipment. Along with the increasing testing capacity, the Quarantine X laboratory faces a high volume and complexity of work that must be handled by its staff. This condition requires proportional human resource management to ensure that performance and service quality are maintained. This study aims to analyse the workload of laboratory staff at Quarantine X and to determine the optimal staffing requirements based on actual working conditions. This study employs a quantitative approach with a descriptive design. The population and sample consist of all laboratory staff in the KMPP Division of Quarantine X, totalling 10 employees. Data were collected through direct non-intervention observations using the stopwatch time study method and a review of supporting documents. Workload analysis was conducted using the Full Time Equivalent (FTE) method to measure staff workload and the Workload Analysis (WLA) method to calculate optimal staffing requirements. The results indicate that the workload of laboratory staff at Quarantine X falls into the overload category, as reflected by FTEindex values ranging from 1.51 to 1.84. The WLA results show that the optimal number of staff required ranges from 15 to 17 employees, which is higher than the current staffing level of 10 employees. Various calculation scenarios based on sensitivity testing of rating factors, allowance values, and working hours demonstrate variations in staffing needs. However, all scenarios consistently indicate that the current number of staff is insufficient, resulting in an excessive workload condition.
Read More
S-12164
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Virahani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Fusia Meidiawaty
S-7091
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herma Krisdiana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Jaslis Iljas, Eny Juliati
Abstrak: Beban kerja merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan terjadinya kelelahan. Situasi pandemi saat ini memberikan dampak nyata khususnya pada sektor kesehatan. WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi pada tahun 2020. Dampak pandemi COVID-19 menyebabkan tenaga kesehatan sebagai sumberdaya penyedia layanan kesehatan dihadapkan pada situasi berbeda, salah satunya terjadi peningkatan pada tuntutan pekerjaan. Tingginya tuntutan pekerjaan yang diterima tenaga kesehatan akan menjadi penyebab beban kerja menjadi tinggi sehingga lebih berisiko mengalami kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja di Puskesmas Kecamatan Sukmajaya selama masa pandemi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel jenuh dengan keseluruhan responden merupakan tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Sukmajaya. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja. Tenaga kesehatan dengan beban kerja tinggi memiliki kecenderungan sebanyak 9,9 kali mengalami kelelahan kerja tinggi. Setiap pekerjaan memiliki tuntutan yang mengharuskan pekerjanya menyelesaikan tuntutan tersebut sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Namun adanya tuntutan pekerjaan yang berlebihan dan terus menerus mempengaruhi kelelahan kerja, dampak negatif yang akan timbul saat pekerja mengalami kelelahan kerja adalah tidak tercapainya suatu standar atau target yang telah ditetapkan.
Workload is one of the risk factors that cause fatigue. The current pandemic situation has a real impact, especially on the health sector. WHO has declared COVID-19 as a pandemic in 2020. The COVID-19 pandemic has caused medical workforce as a resource for health care providers to be faced with different situations, one of which is an increase in the impact on work. The high work received by the workforce will cause the workload to be higher, resulting in work fatigue. This study aims to determine the relationship between workload and work fatigue at the Sukmajaya District Health Center during the pandemic. This study used a cross sectional design. The sample used in this study was a saturated sample with all respondents being medical workfoce at the Sukmajaya District Health Center. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between workload and work fatigue. Medical workforce with a high workload have a tendency of 9.9 times to experience high work fatigue. Every job that requires work that demands completion is in accordance with predetermined standards. However, the existence of excessive work and continuous prolonged work, the negative impact that will arise when workers experience work fatigue is not achieving a predetermined standard or target
Read More
S-11132
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silmi Yasyfa Sujani P.; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Fikrotul Ulya
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jumlah kebutuhan tenaga Verifikator Medis di Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dan Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Depok berdasarkan beban kerja. Metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN) merupakan metode yang digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi menggunakan teknik work sampling untuk mendeskripsikan pola kegiatan, beban kerja, serta proporsi waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan. Selain itu, dilakukan wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian, untuk perhitungan kebutuhan tenaga Verifikator Medis menggunakan metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN).
Read More
S-10648
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noor Asiah; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Tini Sudiarti, Dewi Damayanti
S-7050
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sang Ayu Made Fatmawati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Tri Krianto, Sunjaya
S-6829
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive