Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34630 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Afni; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Trini Sudiarti, Mahmud Fauzi, Salimar
Abstrak: Keadaan prahipertensi pada remaja berdampak pada status kesehatan dimasa mendatang dan berperan penting terhadap kejadian hipertensi pada usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan prahipertensi pada remaja usia 13-15 tahun di Kecamatan Bangkinang Tahun 2015. Desain penelitian adalah cross sectional, pengambilan sampel menggunakan metode systematic random sampling, dan total sampel sebanyak 165 siswa. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p value = 0,000), IMT/U (p value = 0,012), TB/U (p value = 0,019), durasi tidur (p value = 0,027) asupan lemak (p value = 0,001), asupan natrium (p value = 0,009), asupan serat (p value =0,015), asupan folat (p value = 0,000) dengan kejadian prahipertensi. Asupan natrium merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan prahipertensi pada remaja usia 13-15 tahun di Kecamatan Bangkinang (OR 26,74). Kata Kunci : Prahipertensi, Natrium, Remaja
Read More
T-4495
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anisa Permatasari; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ahmad Syafiq, R.T. Ayu Dewi Sartika, Netti Yaneli, Salimar
Abstrak:
Prevalensi stunting di Indonesia menempati urutan kedua tertinggi di Asia Tenggara sebesar 31,8% pada tahun 2020. Kecamatan Bunguran Timur Laut berada di urutan ke 3 prevalensi stunting dari 15 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Natuna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan kejadian stunting pada balita usia 1-3 tahun di Kecamatan Bunguran Timur Laut. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Bunguran Timur Laut pada bulan Juni-Agustus tahun 2023. Sampel adalah balita usia 1-3 tahun dengan responden adalah ibu yang mempunyai balita yang berjumlah 142 orang. Analisis bivariat menggunakan chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proprosi kejadian stunting (PB/U atau TB/U) yaitu 23,2%. Ada perbedaan proporsi kejadian stunting pada balita usia 1-3 tahun berdasarkan usia ibu, tinggi badan ibu, sumber air minum, berat badan lahir dan panjang badan lahir (p<0,05). Tidak ada perbedaan proporsi kejadian stunting pada balita usia 1-3 tahun berdasarkan IMT prahamil, riwayat hipertensi, jumlah anak, pendapatan rumah tangga, usia anak, jenis kelamin, riwayat penyakit infeksi, kehadiran di posyandu 6 bulan terakhir dan frekuensi konsumsi protein hewani (p>0,05). Pemodelan terakhir terdiri dari variabel usia ibu (OR=2,38; 95%CI=0,94-6,00), panjang badan lahir (OR=2,11; 95%CI=0,82-5,43), berat badan lahir (OR=2,69; 95%CI=0,64-11,22) dan akses sumber air minum (OR=2,77; 95%CI=1,12-6,82). Akses sumber air minum sebagai faktor dominan setelah dikontrol variabel usia ibu, panjang badan lahir dan berat badan lahir.

In 2020, Indonesia exhibits the second highest prevalence of stunting among Southeast Asian countries, standing at 31.8%. North East Bunguran Sub-District is ranked third in stunting prevalence among the 15 Sub-Districts in Natuna Regency. This study aimed to determine the factors contributing to the prevalence of stunted growth among toodlers aged 1 to 3 years. The research employed a cross-sectional approach. The study was undertaken at North East Bunguran Sub-District from June to August 2023. The sample consisted of toddlers aged 1 to 3 years, and the respondents were Mothers with toddlers, comprising 142 individuals. The analysis involved using chi-square for bivariate analysis and logistic regression for multivariate analysis. The proportion of stunting (PB/U or TB/U) is 23,2%. The proportion of stunted toddlers aged 1 to 3 years differ depending on factors such as mother age, maternal height, drinking water source, birth weight, and birth length (p<0.05). The proportion of stunted toddlers aged 1 to 3 years did not differ according to the number of children, household income, child age, gender, history of infectious disease, attendance at posyandu within the last six months, frequency of animal protein consumption, or weight gain during pregnancy (p>0.05). The final model included the following variables: maternal age (OR=2,38; 95%CI=0,94-6,00), birth length (OR=2,11; 95%CI=0,82-5,43), birth weight (OR=2,69; 95%CI=0,64-11,22), and access to drinking water sources (OR=2,77; 95%CI=1,12-6,82). The prevailing determinant after controlling for maternal age, birth length, and birth weight, was the access to drinking water sources.
Read More
T-6888
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jane Cornelia; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Ida Ruslita
S-8873
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitratur Rahmah Agustina; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Kusharisupeni Djokosujono, Salimar, Sugiatmi
Abstrak: Kekurangan gizi dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik, intelektual dan juga dianggap sebagai penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian underweight pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian payung Hibah PITTA B tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17,3% anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Babakan Madang mengalami underweight, dan 6,1% di antaranya mengalami severly underweight. Dari 214 anak, 63,6% anak berusia 12-23 bulan, 50,5% laki-laki, 7% mengalami BBLR, 75,7% lahir dari ibu berpendidikan rendah, 47,7% memiliki ibu dengan pengetahuan kurang, 68,7% tidak memperoleh ASI eksklusif, 25,2% mengalami diare, 46,7 % mengalami defisit energi, dan 46,7% defisit protein. Hasil analisis chisquare menunjukkan bahwa tidak satupun variabel berhubungan dengan kejadian underweight. Namun, hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa usia anak (p value = 0,014), pendidikan ibu (p value =0,029) berhubungan signifikan dengan kejadian underweight. Adapun pengetahuan ibu (p value = 0,004) berhubungan terbalik dengan kejadian underweight. Pendidikan ibu merupakan faktor dominan kejadian underweight pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Babakan Madang tahun 2019 (OR= 3,259, 95% CI ; 1,132-9,382). Peneliti menyarankan Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak usia 6-23 bulan tentang gizi bayi dan balita, gejala dan dampak dari kekurangan gizi, pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, beserta faktor-faktor lainnya yang dapat menyebabkan kekurangan gizi pada anak
Read More
T-6110
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fhadilla Amelia; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Agus Triwinarto
Abstrak: Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi penderita hipertensi terbesar di Provinsi Jawa Barat, selain itu kepatuhan diet penderita hipertensi di wilayah tersebut masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet berdasarkan Dietary Approach to Stop Hypertension for Indonesian (DASHI) pada penderita hipertensi dengan pendekatan teori Health Belief Model. Penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Unit Pelayanan Fungsional (UPF) Puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor ini menggunakan desain studi cross sectional dan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 105 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 49,52% responden cukup patuh dan 50,48% resonden kurang patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi manfaat (OR= 3.9 95% CI 1.18-12.9) dan persepsi hambatan (OR= 3.007 95% CI 1.34-7.05) dengan kepatuhan diet. Instansi terkait diharapkan mampu memotivasi penderita hipertensi untuk lebih patuh dalam menerapkan diet melalui edukasi gizi, monitoring dan evaluasi pola makan, serta pengembangan media KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) yang efektif dan efisien. Kata Kunci: DASHI, Health Belief Model, Hipertensi, Kepatuhan Kabupaten Bogor is the one place in West Java Province with highest prevalence of hypertension people, yet the dietary adherence among them still poor. The objective of this studi was to identify factors related to dietary adherence based on Dietary Approach to Stop Hypertension for Indonesian (DASHI) among hypertensive patient in Health Belief Model Theory point of view. This study was conducted in work area of UPF Puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor by using cross sectional design with purposive sampling method. The total samples of this study was 105 persons. The result showed that 49,52% respondents are having enough adherence to dietary recommendation and 50,48% respondents still poor. There were significant associations between percevied benefits (OR= 3.9 95% CI 1.18-12.9) and perceived barriers (OR= 3.007 95% CI 1.34-7.05) with dietary adherence. Institutions are hoped to motivate hypertensive patient to get more adherence in dietary recommendation through nutrition education, monitoring and evaluation of dietary pattern, and developed KIE (Communication, Information, and Education) media which are effective and efficient. Keywords: Adherence, DASHI, Health Belief Model, Hypertension
Read More
S-8667
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nunung Nurjanah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Endang Laksminingsih, Titus Priyo Harjatmo
Abstrak: Kadar gula darah yang tidak normal menjadi masalah kesehatan yang penting, tak terkecuali pada penderita hipertensi yang mengarah pada komplikasi penyakit yang serius seperti diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah pada penderita hipertensi ysng dilakukan di Puskesmas Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggunakan desain studi cross sectional dan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 105 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan berusia 30-65 tahun yag termasuk kelompok usia dewasa dan lansia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 30,2% responden memiliki kadar gula darah tinggi. Terdapat hubungan bermakna antara usia (OR = 3,5 95% CI 1,361-8,890), jenis kelamin (OR = 5,1 95% CI 1,655-15,570), indeks glikemik (OR = 2,587 95% CI 1,089-6,141), dan lingkar pinggang terhadap kejadian kadar gula darah. Modifikasi gaya hidup dianjurkan seperti rutin melakukan olahraga dan konsumsi makanan sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman dengan IG rendah dan sedang, monitoring berat badan dan lingkar pinggang, serta pemeriksaan gula darah secara rutin sangat dianjurkan untuk mencegah peningkatan kadar gula darah.
 

Blood sugar levels are not normal become important health problem, not least in patients with hypertension leading to serious complications of the disease such as diabetes. This study aims to determine the factors associated with blood sugar levels in patients with hypertension. This research was conducted at the health center Bojonggede, Bogor, West Java using cross sectional study design and purposive sampling method with a total sample of 105 people consisting of men and women aged 30-65 years including age group adults and elderly. The results showed that 30.2% of respondents have high blood sugar levels. There is a significant relationship between age (OR = 3.5 95% CI 1.361 to 8.890), gender (OR = 5.1 95% CI 1.655 to 15.570), the glycemic index (OR = 2.587 95% CI 1.089 to 6.141), and waist circumference on the incidence of blood sugar levels. Lifestyle modification is recommended such as exercise frequently and food consumption suitable with the guidelines of balanced nutrition. In addition, the consumption of foods and beverages with low and medium GI, monitoring body weight and waist circumference, and blood sugar tests are routinely highly recommended to prevent an increase in blood sugar levels.
Read More
S-8890
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mustakim; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Fatmah Yusron, Trini Sudiarti, Indrarti Soekotjo, Eti Rohati
Abstrak: Kelompok lanjut usia mengalami perkembangan yang pesat di masa mendatang. Kebugaran menjadi salah satu prediktor dalam menentukan kesakitan dan kematian pada kelompok lansia. Penelitian ini membahas karakteristik, komposisi tubuh, gaya hidup dan asupan gizi dengan kebugaran yang diukur melalui serangkaian tes kebugaran pada wanita pralansia di Kecamatan Pancoran Mas kota Depok. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dan dilakukan pada 134 orang wanita pralansia di Kecamatan Pancoran Mas kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72.4 persen wanita pralansia berada pada kondisi tidak bugar. Variabel paling berhubungan dengan kebugaran adalah aktivitas fisik setelah dikontrol dengan IMT, persen lemak tubuh, status merokok dan asupan vitamin B12. Kata Kunci: Wanita pralansia, kebugaran non-kardiorespiratori, aktivitas fisik The elderly experiencing fairly rapid growth in the future. Physical fitness had been found as predictor to morbidity and mortality to elderly group. This study focused on the physical fitness of middle aged women in Pancoran Mas District, Depok. The purpose of this study was to determine the relations between characteristic, lifetsyle, body composition and nutrititional intake to physical fitness. This study was a cross-sectional design and the data were collected from 134 middle aged women. Physical Fitness was measured by fitness test using hand grip test, sit and reach test, and czuka chair sit and stand test. The result showed that 72.4 percentage of respondent belonged to unfit condition. The most influential variable were physical activity intake after adjusted by BMI, percentage of body fat, smoking status and vitamin B12 intake. Key Words Middle aged women, non-cardiorespiratory fitness, physical activity
Read More
T-4357
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rebekca; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Yuni Zahraini, Dyah Santi Puspitasari
T-4403
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Handayani, Nini; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Kusharisupeni, Ida Ruslita
S-6052
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Kwatrin; Pemb. Ratu Ayu Dewi Sartika; Peng. Ahmad Syafiq, Yvonne Magdalena Indrawani, Tata Sudita, Tri Hadiah Herawati
T-2661
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive