Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28463 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Novanto Edi Sakti; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
B-702
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fuad Azoeddin; Pembimbing: Adang Bachtiar
Abstrak:
Rumah sakit melaksanakan fungsi berbagai kegiatan terutama mengenai kegiatan yang berhubungan dengan manusia, menimbulkan dampak yang besar pengaruhnya terhadap lingkungan. Hal ini disebabkan mengingat rumah sakit menghasilkan limbah yang bukan hanya berjumlah besar tetapi juga memiliki bahaya atau potensial untuk mencemari lingkungan. Apalagi mengingat limbah rumah sakit yang masuk dalam kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Oleh karena itu panting dilakukan penelitian untuk mengetahui proses pengelolaan limbah padat klinis di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan limbah padat klinis di Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi yang meliputi tentang Manajemen, Metode, Sumberdaya Manusia dan Teknologi yang diterapkan. Dengan pendekatan Kualitatif diharapkan dapat diperoleh informasi lebih rinci dari para informan terhadap pemahaman dan pengetahuan terhadap proses pengelolaan limbah padat klinis di Rumah Sakit Mekar Sari. Informan dipilih berdasarkan metode Non Probability Sampling yaitu Purposive Sampling dengan menggunakan instrumen penelitian pedoman wawancara. Hasil penelitian diperoleh bahwa variabel manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian dan evaluasi, sudah dilakukan. Hasil observasi diperoleh dokumen UKL-UPL sebagai dokumen yang menuangkan proses manajemen pengelolaan limbah padat klinis. Metode yang digunakan sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan yaitu melakukan pemisahan dan pengkodean terhadap limbah padat klinis rumah sakit sehingga tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pengelolaan. Personil atau sumberdaya manusia yang melakukan kegiatan merupakan petugas yang merangkap sebagai petugas kebersihan rumah sakit. Sedangkan teknologi yang digunakan dalam pemusnahan adalah mesin incenerator, bekerjasama dengan pihak RSU Bekasi sebagai pemilik peralatan. Kesimpulan yang diperoleh, proses pengelolaan limbah padat klinis di Rumah Sakit Bekasi sudah mengarah kepada ketentuan atau peraturan yang ada yaitu tentang Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di Indonesia. Beberapa saran yang perlu diperhatikan adalah antara lain : perlunya struktur organisasi mandiri dalam pengelolaan sanitasi rumah sakit. Petugas atau personil yang terlibat seharusnya khusus untuk menangani masalah limbah klinis rumah sakit dan perlu dilakukan pelatihan atau peningkatan pengetahuan. Perlu dibuatkan prosedur tetap yang mudah difahami oleh petugas dengan mengacu kepada ketentuan yang berlaku. Daftar Pustaka : 27 ( 1995 - 2002 )

The hospital have been doing the function many activities generally about the activities have correlating to human, make the big effect influenced toward of the environment. These case caused to remember the hospital resulting dump have not only the big amount but so have the dangerous or potential to dirt the environment. Whatever remember the dump hospital have entering in dump categories B3 (Dangerous and Poison Material). Cause of that more important done the research to know the management of liquid damp clinical process in the hospital. These research have purpose to know the management of solid dump clinical process in Mekar Sari Bekasi Hospital have recover about Management, Method, Human Resources and Technology have laid. By Qualitative Approach hoped can reached more detail information from every informant toward the understanding and knowledge toward of the management of liquid dump clinical process in Mekar Sari Bekasi Hospital. Informant chose based on the method of Non Probability Sampling such as Purposive Sampling by using research exampling interviewing instrument. The result of the observation get reached that management variable have include the planning, organizing and evaluation, have doing the result observation reached the document UKL-UPL as the document have laying the management process of the management of solid dump clinical. That method have used according to the arrangement of required such as doing the separating and coding toward of the solid dump hospital is that it happen the mistakes in doing management. Personnel or human resources have doing the activity may be it the worker have double activities as cleaning service in the hospital. Even though the technology of used to broke was incinerator machine, cooperating to RSU Bekasi party as to tool owner. The conclusion have reached, process of the management of solid dump clinical in Bekasi Hospital ready toward to the arrangement or rule have such as about Hospital Guide Sanitation in Indonesia. Some of suggestion have necessity attended was such as more important alone organization structure in sanitation management. The worker in hospital or personnel have joint should be specific to solve about solid dump clinical problem and need of doing the training or increasing the knowledge. Necessary made rapidly procedure have easier understood by the worker have aim to the valid arrangement. Bibliography : 27 (1995-2003)
Read More
B-682
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Euis Nur Hasanah Hamid; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: I Made Djaja, Ernie Sawitri, Toka Pangemanan, Ronnie Rivany
Abstrak:
Rumah Sakit merupakan penghasil limbah medik atau klinis terbesar dan mempunyai potensi bahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan karena mengandung bahan infeksius, toksik dan radio aktif. Bahan-bahan ini mempunyai resiko bagi kesehatan manusia disekitarnya serta sumber pencemaran bagi lingkungannya. Untuk itu maka perlu dilakukan suatu terobosan yaitu dengan menyusun suatu perencanaan yang baik untuk menerapkan Sistim Manajemen Lingkungan Rumah Sakit (SMLRS) dan Program Pencegahan Pencemaran Rumah Sakit (P2RS) di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengelolaan limbah cair di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, khususnya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan yang bermakna antara komitmen manajer terhadap kebijakan lingkungan, unsur-unsur manajemen, diharapkan akan hasil pengelolaan limbah cair (efluen) yang sesuai baku mutu yang berlaku. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan bermakna antara komitmen manajer terhadap pemahaman kebijakan, serta hubungan komitmen manajer terhadap unsur-unsur manajemen. Data primer diperoleh dengan cara mengumpulkan kuesioner dan wawancara dengan manajer atau wakil manajer dan petugas pengelola sanitasi Rumah Sakit serta pengamatan langsung di lapangan. Data sekunder diperoleh dari Dinas Kesehatan Tk I Banjarmasin dan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (BAPEDALDA) Tk I Banjarmasin. Penelitian yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif untuk mendukung adanya korelasi variabel komitmen manajer terhadap pemahaman peraturan perundang-undangan, membuat kebijakan kesehatan lingkungan, juknis, perencanaan, pelaksanaan, monitor dan tindakan perbaikan, pengawasan, evaluasi, audit dan unsur-unsur manajemen dengan variabel limbah cair yang telah diolah (efluen) yang sesuai dengan baku mutu lingkungan yang berlaku. Hasil analisa limbah cair (efluen) bila dibanding dengan baku mutu lingkungan, untuk parameter pH, suhu, BOD, COD, TSS, P04, Coli. menunjukkan dibawah baku mutu yang berlaku, sedang untuk Amoniak masih diatas baku mutu yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 tahun 1995 lampiran B yang berlaku pada tahun 2000. Efisiensi unit pengelolaan limbah cair (IPAL) dalam pengambilan bahan pencemar mencapai 80 -90 % untuk kadar pH, suhu, BOD, COD, TSS, P04, Coli dan mampu mereduksi/memusnahkan kandungan bakteriologis sesuai baku mutu limbah cair yang berlaku tahun 2000. Rumah Sakit Ulin Banjarmasin belum melakukan pengawasan terhadap parameter hasil pengelolaan limbahnya baik secara fisika maupun kimiawi setiap 3 bulan, serta pengawasan oleh instansi yang berwenang belum memadai.

Hospital waste water Treatment in Ulin Hospital, Banjarmasin, South Kalimantan Hospitals produce the largest quality of medical waste or clinic disposal, and resulting potential hazard to the public health and the natural environment by its infections, toxic and radioactive materials it carries. There are important causes of pollution or the environment and a great risk for the people's health in its vicinity. As such, it is considered necessary in taking a mayor break through by setting up good planning in the implementing Hospital Environmental Management System (SMLRS) and Hospital Pollution Prevention Program (P2RS) in Ulin Hospital, Banjarmasin. The research is aimed for facts finding on Waste Water Management in Ulin Hospital, in particular the correlation between the manager's commitment against the company's policy, technical directions, planning, execution, monitoring and implementation, control, evaluation, auditing, management principles as well as its law enforcement and the result of waste water treatment in accordance to its standardization. The hypothesis to be proved is based on the reason that wastewater treatment only when the entire management is good. Primary data is obtained by means of questionary forms and interviews whit managers or assistant managers, hospital sanitary officials, field survey. Secondary data is obtained from The District Health office of Banjarmasin and from Environmental Control Board in Banjarmasin and Medical Record of Ulin Hospital Banjarmasin. The thesis put forward in based on qualitative and quantitative research method in support to the fact of the existence of variable correlation commitment of the manager against the variable policy ; acceptance, technical clues, planning, execution, monitoring and maintaining actions, control, evaluation, auditing and management principles as well as Law enforcement which is in accordance to its standardization. Results show a relation between the committed manager in regard to policy knowledgement, technical clues, planning, execution, monitoring and maintenance action, control, evaluation, auditing and management principles, Law enforcement in order to achieve the standard waste water treatment. The Final analysis, Liquid waste if compared with the environmental standardization within the parameter of pH, temperature, BOD, COD, TSS,and Coll result shows below the standard, instead for ammoniac, it is still about the standard by the decree of the Minister of Environment No 58 1995 supplement B with validation year 2000 The treatment efficiently removed 80-90 % for pH, temperature, BCD, COD, TSS, P04, Coll and is capable in reducing/destroy bacterial content in accordance to the environmental quality standard validation year 2000. The Hospital Ulin in Banjarmasin, has so for not practice control toward the parameter of results on its waste treatment in term of physics also chemically every 3 months and control by the office in charge has not been satisfying. Result of this survey should be accepted as a suggestive idea for the office concerned in waste water treatment in Hospital.
Read More
B-576
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Felicianus Novyanto S.; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito
B-611
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Masfufah; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Anhari Achadi, Agus Suparyono
S-6645
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif Nur Islam; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Hamonangah Sirait
Abstrak:

Rumah Sakit adalah suatu organisasi kompleks yang terdiri dari berbagai macam sumber daya yang mempunyai fungsi dan peranannya masing masing. Rumah sakit sebagai institusi yang mempunyai fungsi dan tugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara lengkap dan menyeluruh. Seiring dengan proses pelayanan yane diberikan,kegiatan pelayanan yang dlberikan tidak saja memberikan manfaat positif bagi masyarakat berupa kesembuhan pasien namun juga mempunyal potensi menghasilkan dampak negatif dari limbah baik yang padat maupun cair yang dihasilkan dari proses pemberian layanan kesehatan tersebut. Limbah cair rumah sakit adalah limbah cair yang dihasilkan dari suatu proses kegiatan yang terjadi dalam rumah sakit Limbah Cair rumah sakit berasal dari unit rawat inap unit rawat jalan, unit laboratorium, dapur, ruang gawat darurat, ruang operasi, serta limpahan air sisa dan halaman dan kantor rumah sakit. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa pcngelolaan limbah cair rumah sakit terbagi atas persiapan sistem, pengoperasian sistem dan pemeliharaan sistem. Pada evalmlsi alur' proses terlihat bahwa standar operasional prosedur yang ada masih kurang lengkap dan tidak dijalankan dengan baik. Sementara itu untuk tingkat pemahaman datl pengetahuan operator terlibat kurang yang juga didukung oleh data yang menunjukkan bahwa mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan ataupul1 peiatihan tambahan. Selain itu berdasarkan catatan pengamatan dan telaah dokumen terlihat bahwa pengoperasian mesin ada yang tidak berjalan dengan baik dan jadwal pemeliharaan dan penggantian komponen mesin tidak dilakukan secara berkala.


The Hospital is one complex organization which divided into manykind of resources has its own function and its role. Hospital as the institution has function that its tasks is to give complete totally health services. During the services, its not only to give the positive benefits to the community by curing the patient but its also have potention to give the negatife effect from the wasted rather its solid or water wasted. Water Wasted Hospital are the water waste which come from the activity process which happening on the hospital. It may comes from the emergency unit room.daily care unit. and house hold subunit. The water wasted which comes from hospital is approximately three hundred meter cubic a day, The Research thar has been doing was the qualitative research that its goals are for analyzing water wasted hospital management. This research are using a depth interview, sekunder data exploration and by observation notes in the fields methods, From the research what we expected for were we got the whole pictures bout wasted hospital management so it can be identified what is the exactly problem which could be happens during the process and could affect the final results. From the research we could see that water wasted hospital management divided into three section which are preparing system, operating system, and maintance system. Its also seems that the standard operating procedures were not quite comp!ete and not doing well by the operator from the process evaluate procedures. The Operator seems not to quite understand the procedures and its also support from the observation that they were not get enough additional training and education. Besides that from the observation known that operating machine and its maintenance which were included replacing the component are not doing regularly.

Read More
B-1142
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
A.J. Hananto; Pembimbing: Zulazmi Mamdy
B-461
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mamu Muslichah; Pembimbing: Hernawan
B-537
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Dani Agnesia Situmorang; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Adang Bachtiar, Baikhati Cesariastevia Basuki, Ernest Eugene Lie Gultom
Abstrak:
Latar belakang: Rumah sakit adalah pelayanan medis yang menghasilkan limbah medis. Meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 mengakibatkan bertambahnya jumlah limbah medis. Dibutuhkan penilaian risiko yang disebabkan oleh bahaya yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko limbah medis dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 Di RS MMC Jakarta Metode: Meggunakan metode kualitatif. Berlokasi di RS MMC Jakarta pada bulan Mei-Juni tahun 2022. Pengumpulan data primer yang bersumber dari hasil observasi terhadap pengelolaan limbah. Data sekunder yang didapat dari dokumen grafis. Dilakukan identifikasi risiko dari beberapa permasalahan dengan melakukan wawancara kepada pihak RS. Setelah itu dilakukan analisis berdasarkan dari identifikasi permasalahan. Hasil: Limbah medis RS MMC diperlakukan sesuai dengan peruntukan limbah yang ditetapkan berdasarkan regulasi yang berlaku. Terdapat kebijakan dan SOP, SDM, dana, sarana dan prasarana yang sudah memadai. Pemilahan telah dilakukan antara limbah domestik dan limbah medis, terkecuali ruang perawatan Covid-19. Namun masih ditemukan pemilahan yang belum sesuai. Volume limbah yang dihasilkan oleh RS MMC dari tahun 2020-2021 mengalami peningkatan sebesar 21,79% sehingga mengakibatkan terjadinya 5x lipat peningkatan pengeluaran dana. Peraturan yang berlaku, belum terlaksana dengan baik. Sebaiknya rumah sakit agar meningkatkan upaya monitoring dan evaluasi dalam semua aspek pengelolaan limbah padat medis Covid-19. Simpulan: Ditemukan risiko peningkatan volume limbah dan peningkatan pengeluaran dana dalam pengelolaan limbah. Saran penelitian adalah mematuhi kebijakan yang sudah dibuat, penyesuaian anggaran dana berdasarkan evaluasi kebutuhan, melakukan pembinaan dan pengawasan sebagai bahan evaluasi, melakukan pendidikan dan pelatihan terkait pengelolaan limbah, memperhatikan setiap komponen agar sesuai dengan tujuan sanitasi rumah sakit

Background: Hospitals are medical services that produce medical waste. The increasing number of positive cases of Covid-19 has resulted in an increase in the amount of medical waste. An assessment of the risks caused by the hazards is required. This study aims to analyze the risk management of medical waste in efforts to prevent and control Covid-19 at the MMC Jakarta Hospital Method: Using qualitative methods. Located at the MMC Hospital Jakarta in May-June 2022. Primary data collection comes from observations of waste management. Secondary data obtained from graphic documents. Risk identification was carried out from several problems by conducting interviews with the hospital. After that, an analysis is carried out based on the identification of the problem. Result: MMC Hospital medical waste is treated in accordance with the designated waste designation based on applicable regulations. There are adequate policies and SOPs, human resources, funds, facilities and infrastructure. Sorting has been carried out between domestic waste and medical waste, with the exception of the Covid-19 treatment room. But still found disaggregation that is not appropriate. The volume of waste generated by the MMC Hospital from 2020-2021 has increased by 21.79% resulting in a 5x increase in spending. The regulations in force have not been implemented properly. Hospitals should increase monitoring and evaluation efforts in all aspects of managing Covid-19 medical solid waste. Conclusion: There is a risk of increasing the volume of waste and increasing expenditure of funds in waste management. Research suggestions are to comply with the policies that have been made, adjust the budget based on needs evaluation, carry out guidance and supervision as evaluation material, conduct education and training related to waste management, pay attention to each component so that it is in line with hospital sanitation goals
Read More
B-2330
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Razad; Pembimbing: Mieke Savitri
B-740
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive