Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 16911 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sis Santoso; Pembimbing: Ede Surya Darmawan
B-828
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arda Yunita Subard; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Purnawan Junadi, Sri Suwarti
B-864
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Istanti; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Amila Megraini, Wahyu Sulistiadi, Derita Situmorang
B-911
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farida Fadjriani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Duta Liana, Mieke Savitri, Wahyu S.
Abstrak:

Saat era globalisasi ini rumah sakit harus mempersiapkan diri dengan membenahi semua lini. Titik berat pelayanan rumah sakit pada masa lampau adalah pada pelayanan rawat inap. Tetapi saat ini telah tcnjadi perubahan mengenai pclayanan di rumah sakit yaitu Iebih cendemng pada pclayanan rawatjalan. Sehingga fungsi unit rawat jalan merupakan primadona di masa yang akan datang. Karena hal tcrscbut maka pihak manajemen Rumah Sakit Penamina Jaya merasa perlu untuk mengoptimalkannya dengan membuka Unit Poli Sorc.Tingkat pemanfiuxtan poliklinik yang digambarkan dengan banyaknya kunjungan di poliklinik setiap harinya tidak terlalu berubah banyak dan justru ada kecendenmgan kunjungan poliklik sore yang kian menumn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi polikiinik sore Rumah Sakit Penamina Jaya dimana pemanfaatan poliklinik sore yang sam ini masih kurang memcnuhi harapan manajemen Rumah Sakit Pertamina Jaya. Variabcl dari penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat. Adapun variabel bebas adalah faktor karakteristik pasien yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, penghasilan, pengctahuan dan pekerjaan serta faktor persepsi pasien terhadap mutu layman yaitu faktor SDM, tarifl sarana dan prasarana. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dcngan disain cross sccsional dari data primer yang diambil melalui kuisioner dengan membcrikan lembar kuesioner terhadap I02 responden Dari hasil penelitian didapatkan hubungan yang bemmkna dari utilisasi poliklinik sore: faktor usia, penghasilan dan faktor SDM. Adapun faktor yang paling dominan adalah faktor SDM dan usia. Hasil penclitian ini mcnunjukkan bahwa sebagian besar responden mempersepsikan baik pclayanan poliklinik sore. Tetapi hal ini masih belum diikuti dengan pemanfaatan yang optimal terhadap poliklinik sore. Oleh karena itu diharapkan pihak manajemcn Rumah Sakit Pertamina Jaya berusaha unluk lebih mengembangkan poliklinik sore ini dengan pnoaktif mcmberi informasi kepada konsumen tentang keberadaan poliklinik sore tersebut. Dengan memperhatikan hasil penelitian yang memperlihatkan responden terbanyak adalah wanita usia produktif maka di masa mendatang diharapkan dapat dibuka Poliklinik baru yaitu Poliklinik kandungan dan kebidanan, poliklinik anak, scrta poliklinik kulit dan kelamin.


In globalization era, hospital has to be prepared by adjusting all line. In the past, hospital service is emphasizing in inpatient service. However, recently there is alteration toward hospital services, which is likely to outpatient services. Therefore, outpatient unit function is a favorite for fixture period. Because of it, so management of Pertamina Jaya Hospital feels that they need to maximize it by opening Evening Polyclinic Unit. Polyclinic service level described by visitation rate in pclyclinic per day is not change too much and tendency of evening polyclinic visitations trend decreased. This research aim to know factors that related with evening polyclinic utilization of Pertamina Jaya Hospital where recent polyclinic evening benefit still less to fulfill Pertamina Jaya Hospital management expectation. Variable from this research is free variable and bond variable. Free variables are patient characteristic factors that include age, sex, education, earning, knowledge and occupation and patient perception factor toward service quality such as SDM, tariff, medium and infrastructure. Research conducted by quantitative method with cross sectional design from primary data that gathered from questioner by giving questioner sheet to 102 respondents. From research result obtained signiticant relation from evening polyclinic utilization: age factor, eaming and SDM factor. The most dominant factor is SDM and age. This research result shows that most of 'respondents toward evening polyclinic perception are well; however, it still not followed with optimal benefit toward evening polyclinic. Therefore, suggested to Pertamina Jaya Hospital management developing this evening polyclinic proactively to give information for consumer toward evening polyclinic existence. Suggestion submitted in this research considering the most patients are children and productive age women so that management reconsiders opening new polyclinics, which are a polyclinic of paediatrics, polyclinic of obstetric and gynaecology, and polyclinic of dermatology.

Read More
B-1045
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lus Pri Ekawati; Pembimbing: Alex Papilaya
B-764
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Theresia Chrisnani R; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Suprijanto, Dono Widiatmoko, Heru Kusumanto, Efo Prapriatna
Abstrak:

Penelitian ini dilatarbelakangi perubahan kondisi RSPP yang sebelumnya berada dibawab Pertamina lengkap dengan fasilitas pembiayaannya, namun kini dilepaskan menjadi organisasi mandiri yang harus memenuhi segala kebutuhannya secara mandiri termasuk dalam pembiayaan kegiatan pelayanannya. Faktor tersebut mendorong RSPP membuat suatu perencanaan strategi agar tetap mampu melaksanakan kegiatan pelayanannya serta bersaing dengan rumah sakit lain seperti kondisi sebelumnya bahkan bila mungkin menjadi lebih baik. Dari analisis situasi diketahui bahwa sebenarnya RSPP telah mempunyai perencanaan strategi, tetapi karena dalam pembuatan tidak melibatkan para karyawannya sehingga mengalami kesulitan dalam implementasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun suatu perencanaan strategi RSPP tahun 2003 - 2007 yang benar-benar representatif dengan melibatkan para karyawan secara aktif dalam penyusunannya. Jenis penelitian ini adalah Operational Research dengan analisis strategik, yaitu gabungan metode deskriptif analitik dan intuisi terbaik (good intuitive judgement). Penelitian ini menggunakan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan strategik. Penyusunan strategi dilakukan melalui tiga tahap dengan menggunakan empat matriks. Tahap I (input stage) mengunakan matriks EFE dan IFE. Tahap 11 (matching stage) menggunakan matriks IE dan TOWS, dan tahap III (decision stage) menggunakan QSPM. Teknik untuk analisis lingkungan, penentuan faktor sukses kritis dan penilaian (scoring) untuk setiap matriks menggunakan metode delphi dan CDMG. Hasil penelitian untuk tahap I diperoleh nilai total EFE 3,06 dan IFE 2,65. Artinya RSPP mampu merespon dengan baik peluang dan menghindari ancaman yang ada serta memiliki posisi internal yang kuat. Tahap II dengan matriks IE menunjukkan RSPP berada pada posisi grow and build serta dengan matriks TOWS posisi RSPP pada Future Quadrant. Strategi alternatif yang direkomendasikan oleh keduanya adalah market development, market penetration dan product development. Pada tahap Ill dengan menggunakan QSPM diperoleh Strategi Utama untuk RSPP adalah Product Development. Produk yang akan dikembangkan kemudian dinilai lagi dengan QSPM dan menghasilkan produk prioritas yang akan dikembangkan yaitu Diabetic Center. Langkah terakhir untuk mendukung implementasi strategi yang telah disusun adalah menerjemahkannya ke dalam program kerja tahunan dan mensosialisasikannya kepada seluruh karyawan RSPP agar timbul rasa memiliki dan tanggung jawab untuk secara optimal melaksanakannya.


 

This research is inspired by conditional change of RSPP formerly managed by Pertamina, including financing facilities, into an independent organization entitled to comply with every single need including financing activities on owned sources at present. This factor motivates RSPP to set a comprehensive strategic plan to maintain better services and to compete with other competitors as has been performed before. The situational analysis found that RSPP has had a strategic plan, however, there have been too much trouble in implementing such a plan due to absence of staffs participation in format. In purpose this research is proposed to set a strategic plan for RSPP for the period of 2003 - 2007 through which all staff are actively participated that result may represent all levels. The type of this research was operational research through strategic analysis, a consolidated method between descriptive analysis and good intuitive judgment, that strategic decision making should be information-based. The research was strategically carried out through 3 (three) steps using 4 (four) matrixes. Step I (input stage) using EFE and WE matrix. Step II (matching stage) using IE and TOWS matrix. Step III (decision stage) using QSPM. Delphi and CDMG method were used for internal and internal analysis, critical success factors and scoring for every matrix. The input stage resulted on EFE 3,06 and IFE 2,65 total values. It means RSPP has good respond capacity for any opportunities and at the same way overcoming the available threats, and has strong internal position either. The matching stage with IE matrix showed RSPP is on grow and build position, and with TOWS matrix RSPP is on Future Quadrant position. Both matrixes recommended a strategic alternative on market development, market penetration and product development. The decision stage using QSPM resulted on Product Development, proposed as Grand Strategy for RSPP. The product to develop has to be appraised using QSPM and found The Diabetic Center to be the first priority. The last step is to support the strategic implementation has been set by realizing those into annual working program and socializing through all staffs of RSPP to get sense of belonging and responsibility for optimum performance.

Read More
B-591
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Solichien; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Budi Soesetyo, Harmein Harun
Abstrak:
Ischialgia merupakan gejala dari penyakit yang menyerang saraf Ischiadicus dan banyak dijumpai di poliklinik Saraf RS Duren Sawit. Penyakit ini tidaklah fatal akan tetapi cukup memberikan penderitaan bagi yang menderitanya. Rasa sakit di bokong yang menjalar ke tungkai merupakan ciri khas penyakit ini,dan sering menimbulkan gangguan untuk aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan penyakit ini,umumnya hanya berupa pengobatan konservatif dengan pemberian anti inflamasi, sambil menunggu regerasi saraf yang teriritasi. Kerugian ekonomis yang ditimbulkan oleh penyakit ini sangatlah besar, belum lagi jika dilihat dari tidak dapatnya penderita bekerja akibat sakitnya. Apalagi jika dinilai penderitaan yang diakibatkan penyakit ini sangat mengganggu dan cukup lama. Untuk itu diperlukan terobosan baru bagi penatalaksanaan penyakit ini. Operasi memang dapat menyembuhkan penyakit ini akan tetapi membutuhkan biaya yang tidak sedikit, belum lagi resiko komplikasi operasi dan kemungkinan relaps. Blok Saraf adalah upaya lain yang selain murah, mudah dilaksanakan dan secara cepat dapat menghilangkan nyeri yang diakibatkan penyakit ini. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Poliklinik Saraf RS Duren Sawit ini dimana penderita diberi tindakan blok saraf, selain diberi obat konservatif dibandingkan dengan pemberian obat saja ternyata tindakan blok saraf terbukti lebih cost effective untuk menyembuhkan penyakit ini. Dengan keberhasilan tindakan blok saraf untuk kasus Ischialgia,kedepan, dapat juga untuk dilakukan percobaan untuk kasus nyeri bagi penyakit lain.

Cost Effectiveness Analysis Symptomatic Treatment of Ischialgia Patient in Policlinic Neurology Duren Sawit Hospital, 2004Ischialgia, symptom of disease that affect Ishciadicus nerves is found in many of ,. the patient in Policlinic Neurology Duren Sawit Hospital. This disease is not categorized as a deadly one although it can give severe pain to the patient. The throbbing sensation start from, the buttock goes down to the leg is the specific character of this disease which often impair patient daily. Medical treatment is generally done by giving an anti inflammatory drug while waiting for the irritated nerves to regenerate themselves. Economic loss caused by this diseases is substantial as the patients are usually unable to do their activity due to severe pain for a quite long period of time. The new breakthrough medical treatment for these diseases is done through surgery, though the expense will not be small and the risk of complication as well as disease relapse makes this option not being preferred. Blocking the peripheral nerve is another option that has been considered as easier, cheaper and quicker in eliminating the back pain sensation. The result of this experimental study which compare the treatment of Nerve Block plus drugs with drugs treatment only have proven that The Nerve Block treatment is more cost effective than conventional treatment. With this successful finding, it is recommended to perform Nerve Blocking treatment to other cases of ischialgia.
Read More
B-776
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aris Tambing; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: M. Hafizurrachman, Peter A.W. Pattinama, Achmad Soebagio Tancarino
Abstrak: Latar Belakang. Rumah Sakit Jiwa soharto Heerdjan sebagai salah satu unit pelayanan kesehatan milik pemerintah memberikan layanan kepada seluruh lapisan masyarakat diperhadapkan pada posisi yang sulit karena 83,5% pasien yang dilayani adalah tergolong masyarakat miskin. Sesuai dengan amanat UUD 45, bahwa orang miskin dan anak terlantar dijamin oleh negara, maka pemerintah mengambil langkah strategis mengeluarkan SK No 1241/ Menkes/SK/XI/2004menunjuk PTASKES untuk mengelola pendanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin; namun dalam implementasi kebijakan di lapangan terdapat masalah berupa ketidak puasan pada pihak yang terakait karena tidak disosialisasikan dengan baik.

Tujuan. Melakukan penelitian di poliklinik Rumah Sakit Jiwa mengenai persepsi kepuasan keluarga pasien GAKIN peserta ASKES atas pelayanan yang diberikan dibagian: penerimaan, inastalasi farmasi dan layanan dokter. Dengan diketahuinya hasil analisa penelitian kepuasan keluarga pasien terhadap pelayanan rumah sakit,haltersebut dapat digunakan Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan sebagai acuan untuk membuat rencana strategi dalam rangka memperbaiki/ meningkatkan mutu pelayanannya.

Metode. Metode penelitian ini bersifat survey, deskriptif analitik, dengan pendekatan "Cross sectional" menggunakan metode kuantitatif, untuk mendapatkan gambaran tentang persepsi kepuasan kelurga pasien gangguan jiwa berat dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner tentang pelayanan di poliklinik Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan Jakarta.

Hasil Penelitian. Peneliti mencoba mencari hubungan karakteristik responden dari aspek umur,pekerjaan,status perkawinan,lamanya sakit,jumlah kunjungan,jenis kelamin,sebagai variabel terikat dihubungkan dengan aspek persepsi kepuasan keluarga pasien sebagai variabel bebas. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan analisa bivariat ditemukan hubungan yang bermakna antara umur, pekerjaan, pendidikan dengan persepsi kepuasan keluarga terhadap pelayanan farmasi , demikian halnya dengan pelayanan dokter terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan, jenis kelamin, status kawin, dan pekerjaan dengan persepsi kepuasan keluarga pasien; tetapi pada bagian penerimaan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik responden dengan persepsi kepuasan keluarga pasien.

Kesimpulan dan Saran. Peneliti memberikan saran kepada Rumah Sakit agar di keluarkan rekomendasi kepada pemerintah dan PT ASKES untuk melakukan penataan terhadap pelayanan pada pasien GAKIN pesrta ASKES agar pasien miskin mendapat pelayanan secara optimal. Peneliti mengambil kesimpulan bahwa menurunnya jumlah kunjungan pasien GAKIN peserta ASKES di luar DKI disebabkan karena adanya kebijakan pemerintah yang tidak disosialisasikan dengan baik mengakibatkan dampak mutu layanan Rumah Sakit tidak optimal.

Kata Kunci : Persepsi pasien, Kepuasan pasien
Background. Soeharto Heerjan Mental Hospital is one of government health centre that gives services to all society from different kind of economic level. This hospital is faced with several issues because 83, 5% patients in this hospital was classified as poor society. According to UUD 45, that poor people and children are guaranteed by country; therefore the government took strategic steps by making a policy, SK No. 1241/Menkes/SK/XI/2004. The government pointed PT ASKES to organize health care services for the poor. In the contrary, policy implementation was facing obstacles in the form of dissatisfaction from related parties caused by policy socialization which was not optimal.

Purpose. The aim of this study was to evaluate GAKIN family patient?s which were an ASKES group toward given services in hospital admission, Pharmacy installation, and doctors services. By knowing the result of satisfaction level of the patient?s family, the hospital can use the data for references to decide strategic plan. Strategic plan were done to improve hospital quality.

Methodes. This is a descriptive analytical research with cross sectional approach and using quantitative methods. Data collecting for evaluating patient?s family satisfaction were done by using interview and questionnaire about sevices in Soeharto Heerjan Jakarta Mental Hospital.

Result. The writer was trying to find correlation between respondent?s characteristic (age, sex, job, education, marital status, length of illness, visit?s frequency) and patient?s family satisfaction perception. The result showed that there was a significant correlation between ages, job with family satisfaction perception toward pharmacy services. The same result also shown between education, sex, marital status and job with patient?s family satisfaction perception; but there was no significant correlation between admission division and respondent's characteristic with patient's family satisfaction perception.

Conclusion. It is recommended that the government publish a recommendation letter to the government and PT ASKES to organize services toward GAKIN patients who also an ASKES group, so that poor patients can receive optimal services. We can conclude that a decreasing phenomena in GAKIN patient?s visits outside DKI Jakarta were caused by government policy that was not socialized optimally, which eventually affected the quality of hospital.

Keywords : patient's perception, patient's satisfaction
Read More
B-889
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryati; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Amal Chalik Sjaaf, Rahmad
Abstrak:
Tingkat loyalitas pelanggan tunai dan jaminan non Pertamina di Rumah Sakit Pertamina Jaya saat ini belum diketahui tetapi data RSPJ menunjukkan adanya tingkat retensi yang masih rendah (<80%) dengan adanya angka loss pasien yang cukup tinggi lebih dari 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat loyalitas pelanggan tunai dan jaminan non PERTAMINA di unit rawat jalan Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Dalam kerangka konsep penelitian ini terdapat variabel dependen, independen dan faktor konfonding. Sebagai variabel dependen adalah loyalitas pelanggan, variabel independen adalah kepuasan pelanggan yang meliputi harapan dan persepsi responden. Tingkat kepuasan dihitung berdasarkan gap dengan metode SERVQUAL yang terdiri dan lima dimensi yaitu dimensi tangible, reliability, resposiveness, assurance dan empathy. Hasil perhitungan, bertujuan untuk meIihat diantara kelima dimensi tersebut manakah yang merniliki pengaruh paling dominan terhadap loyalitas pelanggan dan mencari faktor yang menjadi konfonding terhadap hubungan kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan di unit rawat jalan poliklinik spesialis Rumah Sakit Pertamina Jaya. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah metode kuantitif yang menggunakan 137 orang pasien yang datang ke polilditui spesialis Rumah Sakit Pertamina Jaya dalam masa penelitian menjadi respondennya secara acak. Sebelum melakukan survey terhadap responden, kuesioner terlebih dahulu di uji validitas dan reliabilitasnya, setelah didapat hasil kuisioner valid dan reliabel maka penyebaran kuesioner dilakukan. Kemudian data yang sudah diperoleh dari hash l penelitian ini selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode analisa deskriptif, korelasi chi-Square dan regresi logistik. Berdasarkan hasil penggunaan SERVQUAL sebagai alat ukur kepuasan pada masing-masing dimensi, memperlihatkan adanya hubungan signifrkan antam kepuasan dengan loyalitas pelanggan. Dimensi Responsiveness dan Reliability adalah variabel yang paling signifikan, sedangkan basil uji p value, variabel Tangible (0.584), Assurance (0.620) dan Empathy (0.300) seeara statistik tidak signifikan. Jarak merupakan konfonding hubungan kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan, Sedangkan waktu tempuh bukan merupakan variabel konfonding. Maka rnodelnya adalah sebagai berikut loyalitas = -4.725 + 0.456 (Tang) + 0.987 (reli) + 0.990 (Resp) + 0.293 Ass(1) 0.598 (Emp) + 0.222 (Waktu) — 1.730 (Jantic). Sebagai kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat kepuasan dapat berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan tetapi tingkat loyalitas pelanggan tidak hanya dipengaruhi oleh kepuasan pelanggan saja melainkan masib ada faktor konfonding yang dapat mempengaruhi hubungan kepuasan dengan loyalitas pelanggan yaitu jarak. Oleh karena itu disarankan kepada pihak manajemen rumah sakit untuk selalu berusaha memenuhi harapan pelanggan demi tercapainya kepuasan pelanggan dan bisa menumbuhkan rasa loyalitas pelanggan terhadap rumah sakit pertamina jaya dimasa depan.

The loyalty level of cash and non-PERTAMINA guaranteed customers in Pertamina Jaya Hospital has not been identified nowadays but its data shows that there is low retention level (<80%) with high loss value more than 50%. This research intended to find out the loyalty level of cash and non-PERTAMINA guaranteed customers in outpatient department in Pertamina Hospital Jakarta. There are dependent and independent variabel and also confounding factor within its conceptual construction of this research. The loyality of customer as the dependent variable, the independent variable is the customers' satisfaction focused in the respondents' expectation and perception. The level of satisfaction is counted based on the gap with SERVQUAL method which consists of five dimensions namely tangible, reliability, responsiveness, assurance and empathy. The result of this research is to identify which one is the most dominant among those five dimensions towards customers' loyalty and to find out the confounding factor towards the relation between the customers' satisfaction and customers' loyality in outpatient department of specialist clinics in Pertamina Jaya Hospital. This is a quantitative study which involved. 137 patients in Pertamina Jaya Hospital, specialists polyclinic. The respondents were taken randomly. Before doing the survey, the questioannaire had been tested. After getting the validity and reliability, the questionnaires were distributed. Then, the data was processed and analyzed by using descriptive analysis, chi-square correlation and logistic retention. SERVQUAL showed there's a significant relation between customer's satisfaction and loyalty, especially from responsiveness and reliability dimensions. They are the most significant. Meanwhile, p value shows Tangible (0.584), assurance (0.620) and empathy (0.300). They statistically show insignificant value, though they are also important in seeing the satisfaction and loyalty. While distance is a confoding, time isn't. It makes the model : Loyalty -4.725 + 0.456 (Tang) + 0.987 (Reli) + 0.990 (Resp) +0.293 ass (1) + 0.598 (Ernp) + 0.222 (Time) — 1.730 (distance). As a conclusion, satisfaction can influence customer's loyalty, though it's not the only reason. There's a confoding reason, which is distance. That's why, it is recommended to hospital management to always fulfill customer's satisfaction and finally grow the loyalty to the hospital.
Read More
B-1167
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natalia Y. Tene; Pembimbing: Mary A. Wangsarahardja; Penguji: Adang Bachtiar, Hafizurrachman
Abstrak:
Manajer adalah sumber daya manusia yang penting bagi rumah sakit. Perkembangan rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kinerja para manajernya. Uraian tugas yang tepat, lengkap dan sesuai dengan perkembangan organisasi, akan membantu manajer menjalankan tanggung jawab-tanggung jawab pekerjaannya. Namun penyusunan uraian tugas bukanlah hal yang mudah, terutama jika dilakukan melalui analisis pekerjaan. Rumah Sakit Atma Jaya adalah salah,satu rumah sakit yang mengalami kesulitan untuk menyusun uraian tugas bagi para manajernya, karena keterbatasan sumber daya yang dibutuhkan. Uraian tugas yang ada saat ini tidak mencerminkan pelaksanaan pekerjaan yang sesungguhnya karena tidak akurat, tidak lengkap dan ketinggalan zaman. Sementara jabatan tertentu tidak memiliki uraian tugas sehingga menimbulkan ketidakjelasan pemegang jabatan mengenai pekerjaannya, jabatan-jabatan lain mengalami tumpang tindih pekerjaan. Penelitian analisis pekerjaan ini dilakukan untuk membantu RS Atma Jaya mengatasi permasalahan tersebut. Variabel yang diteliti mencakup struktur organisasi, uraian tugas yang berlaku, isi pekerjaan, kondisi dan lingkungan pekerjaan, upaya fisik serta tuntutan kompetensi. Metodologi yang dipilih adalah action research. Penelitian dibatasi pada jabatan-jabatan di Bagian Keuangan RS Atma Jaya. Melalui tahapan-tahapan action research, peneliti bekerjasama sepenuhnya dengan para pemegang jabatan yang terkait. Keberhasilan penelitian sangat dipengaruhi oleh dukungan penuh Direksi RS Atma Jaya, sejak awal hingga akhir pelaksanaan analisis pekerjaan. Hasil penelitian ini adalah uraian tugas dan spesifikasi pekerjaan dari jabatan-jabatan di Bagian Keuangan, yang dapat dimanfaatkan bagi pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia. Uraian tugas tersebut juga dapat digunakan bagi perumusan standar kinerja dan pekerjaan yang terkait serta dapat dikembangkan lebih jauh dengan menyusun bagan proses pekerjaan, untuk kepentingan pengkajian yang lebih menyeluruh. Berdasarkan hasil analisis pekerjaan, diketahui adanya beberapa permasalahan pengorganisasian Bagian Keuangan yang perlu dibenahi oleh Direksi RS Atma Jaya, antara lain menyangkut unit penagihan dan unit pembelian. Analisis pekerjaan juga menunjukkan bahwa prioritas kebijakan keuangan jangka pendek RS Atma Jaya, perlu diselaraskan dengan tujuan jangka panjangnya secara keseluruhan. Hal penting lain yang dihasilkan adalah pengalaman pelaksanaan analisis pekerjaan itu sendiri, yang menjadi sarana berharga bagi RS Atma Jaya dalam menyempurnakan proses penyusunan uraian tugas di masa yang akan datang.

Managers are important human resources for hospital. Hospital development depends very much on the performance of its managers. Accurate, complete and up to date job descriptions are valuable tools for managers in accomplishing their job responsibilities. However, writing job descriptions especially through the process of job analysis is not an easy task. The Atma Jaya Hospital is one of those hospitals facing difficulties in writing job descriptions for their managers, because of the lack of needed resources. The current job descriptions which are inaccurate, incomplete and out of date, do not reflect the reality of how jobs are done. While certain positions do not have job descriptions, others have their jobs overlapped. This research of job analysis, was taken in order to assist the Atma Jaya Hospital in solving the problem. Variables studied were organizational structure, current job descriptions, job content, working conditions and environment, physical efforts and competencies required. Action research was chosen as the research methodology. The research was limited to the managerial positions in the Financial Department of Atma Jaya Hospital. Through the steps of action research, researcher and job holders were engaged together in a collaborative work. The success of the research was very much influenced by the full support given by the hospital directors, from the beginning through the end of the job analysis process. The research results were job descriptions and job specifications of the positions at the Financial Department, which may be utilized for the human resources functions. The job descriptions could also be used in writing standard performance for the related jobs and be developed further by making work flow chart for a more comprehensive analysis. The results highlighted some important organizational problems in the department, among others were the collection and purchasing units, that need further attention and action from the hospital directors. The job analysis has also shown that the hospital priority on short term financial policy, needs to be aligned with its overall long term goal. Other significant contribution of the research was the job analysis experience itself, which has given the Atma Jaya Hospital a means to improve the process of writing job descriptions in the future.
Read More
B-815
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive