Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30262 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tanti Santoso; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi
T-232
Depok : FKM UI, 1990
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Huala Nadapdap; Pembimbing: Tata Soemitra
Abstrak:
Emisi gas buang kendaraan bermotor khususnya yang berbahan bakar bensin berpotensi meningkatkan kandungan CO di perparkiran bawah tanah dua kali lebih besar dalam empat bulan. Korelasi konsentrasi CO, HC dan Opasitas dari emisi gas buang dengan perparkiran sangat erat dengan nilai r untuk rata-rata kandungan CO mencapai 0.9845. Kandungan CO dan HC dapat terakumulasi di perparkiran tertutup dengan terbatasnya ventilasi, sirkulasi udara dan exhaust. Perancangan sistem perparkiran yang memadai dan memenuhi kaidah Kesehatan dan Keselamatan Kerja menentukan seberapa besar akumulasi CO. Kandungan CO dalam darah dan Phenol dalam air kemih merupakan indikasi paparan CO emisi gas buang kendaraan dengan udara ruang parlor P2 BEJ. Kandungan CO berdampak negatif langsung terhadap kesehatan manusia. CO dengan cepat dapat menggeser 02 dari dalam darah karena CO dengan Hb membentuk COHb dengan cepat 200 - 300 kali lebih kuat dari oksigen dalam mengikat Hb darah. Dampak CO terhadap pekerja parkir tergantung lamanya pemajanan dan konsentrasi CO nya. Perokok lebih berisiko terhadap pajanan CO di P2. Kondisi pekerja yang terpajan CO di P2 sudah relatif terganggu, potensi hipoksia sudah megganggu sistem kardiovaskuler terlihat dari keluhan-keluhan pekerja seperti nyeri kepala, pusing, mual dan vertigo. Pengendalian dampak emisi gas buang dapat dilakukan oleh pekerja secara proaktif. Tindakan preventif dengan menekan emisi gas buang melalui penyuluhan pemeliharaan mesin secara teratur, pemiiihan jenis dan tahun produksi kendaraan. Pengelola gedung sebaiknya melakukan tindakan perbaikan yang terpadu mencakup perencanaan system perparkiran, ventilasi, sirkulasi udara dan sistem pengaturan kerja.

Within four month periods the gas emissions from burning gasoline vehicles has the potential to doubling increase of the carbon monoxide (CO) concentration in the underground parking area. The correlation of HC, CO and Opacity of gas emission is very close to the parking indoor air quality, it shows by the r-value of CO about 0.9845. CO and HC content can be accumulated in the indoor parking area due to the poor ventilation, air circulation, number and capacity of exhaust fans. The adequate parking system designs that meet with Health and Safety requirement will effect the CO content accumulation. The CO content in the blood and phenol in the urine are indicating the employee exposure to CO vehicles gas emission and P2 BET parking indoor air quality. The CO concentration at P2 has direct impact to the parking employee health. Carbon monoxide quickly reduce the oxygen intake from blood stream and by binding carbon monoxide with hemoglobin (Hb) to become a carboxyhemoglobin (COHb) compounds that toxic to human. CO bound Hb rapidly 200 - 300 times stronger than oxygen in the blood. The effect of carbon monoxide to the employee depends on the duration of exposure and CO concentration. Moreover smokers have a higher risk to the CO exposure in the P2. The condition of employee who expose to the CO at P2 has relatively been affected of the gas emission and will suffering from hypoxia with aggravated cardiovascular problem such as head pain, headache, fatigue and vertigo. The employee can proactively participate in controlling of vehicles gas emission. Preventive action by minimizes the gas emission through awareness program, regular engine maintenance, choosing type of vehicles and year of product are parts of better control_ The building management should concern a continuous improvement through corrective action such as redesign the parking system, ticketing system, ventilation system, and shift work system of the employee.
Read More
T-1636
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
The Indonesian J. of Public Health (IJPH), Vol.2, No.2, Nov. 2005, hal. 53-58. ( ket. ada di bendel 2005- 2007), dan ( ada di bendel 2005- 2006)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Aisyah; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari Susilowati, Oktomi Wijaya, Annes Waren
Abstrak: Kecelakaan kendaraan bermotor adalah penyebab utama yang fatal di PT X. Jumlah kejadian kecelakaan kendaraan bermotor (motor vehicle crash/MVC) di PT X untuk wilayah operasi Sumatera, lebih banyak dibandingkan jumlah kejadian kecelakaan kerja lainnya. PT X telah menerapkan sebelas model kebijakan keselamatan berkendara (Motor Vehicle Safety/MVS) dari tahun 2012 hingga 2019. Dari laporan kinerja MVS di tahun 2019, diketahui bahwa tren kejadian MVC di PT X menujukkan penurunan setiap tahunnya yaitu 55 kejadian pada tahun 2012 menjadi 24 kejadian pada tahun 2019. Tujuan penelitian untuk mengetahui kebijakan yang berkontribusi menurunkan kejadian kecelakaan dalam kurun waktu itu, sebagai titik kritis yang menjadi perhatian untuk dikembangkan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data kecelakaan kendaraan bermotor dari tahun 2012 hingga 2019 dengan metode Change Point Analysis untuk mencari titik perubahan tingkat kejadian kecelakaan sepanjang periode 2012 hingga 2019. Selanjutnya diidentifikasi bagaimana penerapan atau perubahan kebijakan MVS yang telah dilakukan oleh PT X, baik sebelum atau sesudah periode perubahan tingkat kejadian MVC. Pada akhirnya dilakukan analisis konten untuk mengetahui hubungan faktor risiko dan kejadian MVC dalam kurun waktu sebelum atau sesudah periode perubahan dengan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan dari total 315 kejadian MVC dideteksi 1 titik perubahan dalam tingkat kejadian MVC yang ditemukan pada Januari 2017, dipengaruhi oleh sembilan rangkaian model yang selesai diselenggarakan pada Mei 2016. Tingkat kejadian MVC menunjukkan penurunan 32% (=0,68; 95%; 0,47- 1,01). Disimpulkan kebijakan Field Verification Competency yang selesai diselenggarakan pada Mei 2016 terbukti menurunkan tingkat kejadian MVC di PT X
Motor vehicle crash are the main cause of serious incident at PT X. The number of motor vehicle crash (MVC) at PT X in Sumatra operations are more than the number of other occupational incident. PT X has implemented eleven models of motor vehicle safety (MVS) policies in period 2012 to 2019. MVS performance report in 2019 shows that the trend of MVC incidents is decreasing for each year i.e., 55 incidents in 2012 to 24 incidents in 2019. The objective of the research is to determine the policies that contribute in reducing the incident during that period, as a critical point of concern to be developed. The research was conducted with a quantitative approach, using motor vehicle incident data from 2012 to 2019 with the Change Point Analysis method to find the point of change in the incident rate throughout the period 2012 to 2019. Furthermore, it is identified how to implement or change the MVS policy, whether before or after the MVC event rate change period. Finally, content analysis was carried out to determine the relationship between risk factors and MVC events in the period before or after the change period with bivariate analysis. The results showed that out of a total of 315 MVC events, one point change in the MVC incident rate was detected in January 2017, influenced by nine series of models that were completed in May 2016. The MVC rate showed a decrease of 32% (= 0.68; 95%; 0.47- 1.01). It was concluded that the Field Verification Competency policy, which was completed in May 2016, was proven to reduce the MVC incidence rate at PT X
Read More
T-6344
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sefti Melani; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami
S-4037
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liza Puspadewi; Pembimbing: Adang Bachtiar
Abstrak:
Program Pembangunan Daerah Kota Tangerang bertujuan mengembangkan Kota Tangerang menjadi sebuah kota Industri, Perdagangan dan Pemukiman. Pengembangan ini membawa dampak antara lain pencemaran udara oleh timah hitam (timbal) dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Ini sudah menjadi kenyataan dengan hasil pengukuran oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang yang mendapatkan kadar timbal dalam udara ambien dan dalam darah anak usia sekolah sudah melebihi nilai Ambang Batas. Pemerintah Daerah Kota Tangerang walaupun mempunyai Visi, Misi dan Rencana Strategis sebagai pedoman arah pembangunan dan pengembangan wilayah sampai dengan tahun 2006, ternyata belum mempunyai rencana strategis untuk menanggulangi pencemaran udara oleh timah hitam yang sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyusunan suatu rencana strategis penanggulangan pencemaran udara (timah hitam) oleh emisi gas buang kendaraan bermotor terhadap kesehatan masyarakat dalam kurun waktu 5 tahun antara tahun 2004-2008. Adapun desain penelitian yang digunakan penelitian operasional dengan analisa kuantitatif dan kualitatif. Data tentang faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal yang berpengaruh terhadap posisi Pemda Kota Tangerang dalam menanggulangi pencemaran udara (timah hitam) oleh emisi gas buang kendaraan bermotor diperoleh dari data sekunder dan wawancara mendalam. Data yang terkumpul dibahas dalam Consensus Decision Making Group (CDMG) yang terdiri dari para pejabat Pemda Kota Tangerang yang terkait dan dilakukan analisa lingkungan (SWOT analisis), Kemudian tahap berikutnya (matching stage), CDMG melakukan analisis dengan TOWS Matriks dan IE Matriks, yang menyimpulkan bahwa dalam penanggulangan pencemaran udara (timah hitam), Pemda Kota Tangerang berada pada posisi Hold and Maintain dengan strategi utama Penetrasi Pasar dan Pengembangan Produk. Dari berbagai altematif strategi yang dapat difikirkan melalui Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) dapat diidentifikasi strategi-strategi yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan, dan disusun dalam suatu rencana program kerja penanggulangan pencemaran udara (timah hitam) untuk jangka waktu 5 tahun ke depan.

Strategic Planning to Overcome Air Pollution by Lead from the Exhaust of Motor Vehicles as a Health Hazard to the Population of the City of Tangerang, year 2004-2008The Regional Development Program of the City of Tangerang envisions Tangerang to develop into an industrial, commercial and residential city. This development brings the implication of air pollution by lead originating from the exhaust of motor vehicles. This implication has become a reality, as proven by measurements carried out by the City of Tangerang Health Service, which shows the concentration of lead in ambient air and in the blood of school age children above normal limits. Although the government of the City of Tangerang already has vision and mission statements, and a strategic plan as a course of regional development up to year 2006, it has no strategic plan to overcome the effects of air pollution by lead as a public health problem. This research is carried out to analyze factors affecting the making of a strategic plan to overcome the effects of air pollution by lead for a five year period from 2004 to 2008. The research design used is an operational research with quantitative and qualitative analysis. Data about the external and internal factors affecting the position of the government of the City of Tangerang to overcome the effects of air pollution by lead was obtained from secondary data and in depth interviews. Data thus obtained was discussed by a Consensus Decision Making Group (CDMG) of city government officials involved in environmental issues, then analyzed using the method of SWOT analysis. Further in the matching stage, the CDMG converts the data into TOWS and IE Matrices respectively, with the resulting conclusion in regard to overcoming the effects of air pollution by lead, the City of Tangerang is in a "Hold and Maintain" position with the main strategies of Market Penetration and Product Development. From various alternative strategies formulated through Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), strategies most feasible to implement are adopted as a working plan to overcome the effects of air pollution by lead for the future 5 year period.
Read More
T-1720
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lingkungan & Pembangunan, Vol.15, No.1, 1995: hal. 58-65
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reny I'tishom ... [et al.]
JKR Vol.1, No.2
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jhon Michael Halongangan Septiardi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Dadan Erwandi, Yustina Setiawati, Errik Yusnadi Saleh
Abstrak: Tesis ini membahas mengenai keselamatan kendaraan bermotor. Risiko terkait kendaraan bermotor meningkat seiring dengan peningkatan penggunaan kendaraan bermotor di kehidupan sehari-hari manusia. Di dalam operasi perusahaan yang banyak bergantung pada transportasi darat dengan jarak tempuh tahunan yang tinggi, kecelakaan kendaraan bermotor merupakan sesuatu yang harus dikendalikan. Terlepas dari aspek eksternal seperti kondisi jalan, kondisi kendaraan dan perilaku tidak selamat dari pengemudi lainnya, aspek internal dari pengemudi yang terkait perilaku selamat dalam mengemudi merupakan sesuatu yang juga harus dipertimbangkan. Perusahaan X mengimplementasikan sebuah program dengan nam,a Integrated Journey Management System (iJMS) untuk meningkatkan kinerja keselamatan kendaraan bermotor perusahaan dengan cara penegakan peraturan perusahaan terkait perilaku selamat dalam mengemudi kepada seluruh pengemudi perusahaan dan mitra kerjanya. Setelah penerapannya di tahun 2016, kinerja keselamatan kendaraan bermotor dari perusahaan meningkat sementara beberapa indikator perilaku selamat dalam mengemudi dari pengemudi perusahaan juga semakin baik. Analisis statistik dilakukan terhadap data sekunder. Hasil analisis perbandingan rerata pada kinerja keselamatan kendaraan bermotor dan regresi linear sederhana pada jumlah pelangaran perilaku selamat dalam mengemudi menunjukkan jika program ini telah memberikan dampak signifikan terhadap jumlah kecelakaan kendaraan bermotor (terdapat perbedaan signifikan antara jumlah kecelakaan sebelum dan sesudah penerapan program) dan perilaku selamat dari para pengemudinya (terdapat korelasi signifikan antara lama waktu penerapan program dan perbaikan beberapa aspek perilaku selamat dalam mengemudi). Data primer melalui metode case control diolah untuk membandingkan nilai perilaku mengemudi antara pengemudi perusahaan (yang menggunakan iJMS) dan pengemudi lain yang tidak menggunakan iJMS. Hasil Analisa perbandingan rerata menunjukkan jika untuk indikator seperti kecepatan, akselerasi dan deselerasi, pengemudi yang menggunakan iJMS memiliki perilaku yang lebih selamat dibandingkan dengan pengemudi yang tidak menggunakan iJMS. Berdasarkan hasil studi ini disimpulkan bahwa program iJMS memberikan dampak perbaikan yang siginifikan pada kinerja keselamatan kendaraan bermotor perusahaan dan juga perilaku selamat dalam mengemudi dari pengemudi perusahaan dan mitra kerja.

Apart from external aspects such as road condition, vehicle condition and unsafe behaviour of other drivers, the internal aspect of the driver which relates to safe driving behaviour is something that also need to be considered. Company X implement a program called iJMS to improve their motor vehicle safety performance by reinforcing safe driving behaviour to all of their company and business partner drivers. Upon its full implementation on 2016, the motor vehicle safety performance of the company is improving while the some safe driving behaviour indicators of their company drivers are also  improving. Statistical analysis was performed on the secondary data. The result of mean comparison on motor vehicle safety performance and simple linear regression on number of driver behaviour violation evident that the program has made significant impact on reducing the number of motor vehicle accidents (significant difference on average incident before and after implementation) and
improving the safe driving behaviour of their drivers (there is a significant correlation on time that the program was implemented and some safe driving behaviour aspects). A primary data analysis thru case-control methodology was performed to compare driver behaviour value between company drivers (that utilizing iJMS) and other drivers that is not utilizing iJMS. The analysis result shown that for some behaviour indicators such as speeding, acceleration and deceleration, drivers that utilizing iJMS has safer behaviour than those who are not. Based on the result of the study it is concluded that iJMS program has made significant improvement to the company motor vehicle safety performance and also safe driving behaviour of the company and business partner’s drivers.
Read More
T-5863
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Susanto; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami
S-1619
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive